Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 22]

22

—I Love You too—

Bom keluar dari kamar perawatan Hayi sambil berusaha menghubungi Seunghyun lagi, tapi tetap tidak aktif. “Ahh.. kenapa dia tidak mengaktifkan ponselnya selama berhari-hari?” gumamnya tak mengerti. Ia keluar sebentar untuk membeli makanan. Saat keluar dari lorong, ia tertegun melihat Hyeyoung berjalan sambil menggerutu menuju pintu depan. Dahinya berkerut, ‘Bukankah dia pergi dengan ibunya?’ batinnya tak mengerti. Rasa takutnya menemui Hyeyoung dikalahkan rasa penasarananya, dengan cepat ia melangkah menghampiri wanita setengah baya itu. “Eommanim..” panggilnya.

Hyeyoung berhenti dan memandang ke belakang, wajahnya tampak terlihat kesal. “Aissh! Kenapa selalu ada kau di tempat anakku ada?!!” serunya marah.

“Eo-eommanim.. jangan tinggikan suaramu, orang-orang akan memandang kemari..” pintaBom.

Hyeyoung menatap Bom kesal, “Ya! Aku Tanya padamu! Apakah aku melakukan kesalahan yang membuatmu hampir mati?! Kenapa putraku yang harus menanggungnya?! Dimana kata cintamu yang dulu?! Seharusnya kau tidak membuatnya menderita jika kau memang mencintai putraku!”

“Eommanim, aku hanya.. hanya ingin menyapamu.. Annyeonghaseo..” sapa Bom dan segera berbalik.

“Aissh!! Memangnya Seunghyun lahir untuk memberikan paru-parunya untuk adikmu?!! Gadis tak tau diri!!” ucap Hyeyoung dan melangkah lagi.

Bom tertegun mendengar ucapan Hyeyoung, lalu kembali berbalik memandang wanita itu. tanpa sadar ia mengejar wanita itu dan menarik tangannya.

Hyeyoung terkejut dan menatap Bom kaget, “Ya!”

Bom menatap Hyeyoung tak percaya, “Eommanim, apa maksudmu? Dimana Seunghyun?”

Hyeyoung menepis tangan Bom dan mengelus tangannya seperti baru saja menyentuh hal menjijikkan, “Kau masih bertanya? Jangan kau harap aku tidak tau akal busukmu!” ucapnya, lalu melangkah pergi.

Bom tertegun memikirkan ucapan Hyeyoung, “Memberikan paru-parunya?” ucapnya tak percaya, ia langsung melangkah menuju ruangan Dongwook, tapi beruntung ia berpapasan dengan pria itu di lorong. “Dokter Choi..” panggilnya sambil menghampiri pria itu.

Dongwook berhenti dan memandang Bom, “Oh, Park Bom-ssi..” ucapnya sambil tersenyum.

Bom menatap Dongwook serius, “Dokter Choi, siapa yang memberikan paru-parunya untuk adikku?”

Dongwook tertegun, “Ne? ohh.. miane, aku tidak bisa mengatakan apa pun tentang itu..”

Bom menggigit bibir bawahnya tak percaya, “Apakah Choi Seunghyun?”

Wajah Dongwook terlihat kaku, “A-ani..” jawabnya ragu.

Bom menatap Dongwook tak percaya, “Jadi benar Seunghyun?”

Dongwook tidak bisa mengelak jika sudah melihat wajah Bom seperti akan menangis, akhirnya ia menghela nafas dalam. “Ne..”

Bom menutup mulutnya menahan tangis, “Jadi dia yang menyelamatkan nyawa adikku?”

Dongwook menunduk dan dan mengangguk pelan, “Ne..”

Bulir air mata Bom mulai mengalir, “Kenapa kau tidak memberitauku?”

Dongwook mengelus pundaknya dan memandang Bom, “Ia tidak ingin kau mengetahuinya..”

Bom menatap Dongwook tak mngerti, “Wae?”

“Mmm.. aku tidak begitu tau. Tapi dari apa yang kutau, dia benar-benar tulus membantumu.” Ucap Dongwook.

Bom memandang kebawah tak percaya beberapa saat, lalu kembali menatap Dongwook. “Dimana dia sekarang?”

Ruang perawatan Seunghyun.

Seunghyun menghela nafas kesal mengingat ibunya datang hanya untuk mengomel tadi. Lalu membuka buku dan kembali membaca.

Klek..

Seunghyun memandang ke pintu yang terbuka, spontan ia menutup buku yang ia baca karena gugup dan malah menjatuhkannya ke lantai. Ia memandang bukunya sesaat, lalu memandang Bom yang sekarang sudah berdiri di pintu dengan bulir air mata berjatuhan. “B-Bommi..”

Bom melangkah maju menghampiri Seunghyun dengan langkah cepat.

“Bommi, aku bisa menjelaskannya..” ucap Seunghyun yang mulai ngeri dengan langkah Bom. Jika tidak karena bekas operasinya, mungkin ia sudah meloncat dari tempat tidur untuk menyelamatkan dirinya. Tapi apa yang dilakukan Bom berbeda dari apa yang ia pikirkan. Gadis itu memegang kedua pipinya dan mendaratkan bibir indah gadis itu ke bibirnya. Matanya membesar karena terkejut.

Bom menarik wajahnya dan menatap Seunghyun penuh arti, “Gumawoyo, Seunghyun..” ucapnya sepenuh hati.

Seunghyun tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Matanya berkedip-kedip menatap Bom bingung, “M-mwo?”

Bom memeluk leher Seunghyun dan memejamkan matanya.

Seunghyun meringis karena Bom bersandar ke dadanya, “Errrr.. Bom, aku baru operasi.” Ucapnya mengingatkan.

Bom terkejut dan langsung melepaskan pelukannya sambil menatap dada Seunghyun kaget, “Oh! miane!”

Seunghyun mengelus dadanya yang terasa nyeri dan memandang Bom, tak lama bibirnya membentuk senyuman. “Aku tidak ingat kapan terakhir kali kau menciumku…”

Bom tersenyum malu dengan kepala tertunduk, “Kenapa kau membahas itu? aku menciummu tadi karena aku sangat berterima kasih padamu..” ucapnya dengan kedua pipi merona.

Canggung…

“mmm.. apa Hayi baik-baik saja?” Tanya Seunghyun.

Bom memandang Seunghyun dan mengangguk, “Ne, dia baik-baik saja sekarang. Dokter Choi berkata pemulihan bisa lebih cepat dengan mood yang baik..”

Seunghyun tersenyum lega.

Canggung..

“Oh ya, bagaimana kau tau aku yang menjadi pendonor untuk Hayi?” Tanya Seunghyun ingin tau.

“Mmm.. tadi aku bertemu eommanim..” jawab Bom.

Seunghyun tertegun, “Ne? apa eomma melakukan sesuatu padamu? Apa dia menjambak atau memakimu? Katakan!”

Bom tersenyum mendengar kekhawatiran Seunghyun dan menggeleng, “Aniya..” jawabnya, “Awalnya aku hanya penasaran kenapa eommanim disini, padahal kau bilang akan pergi bersama ibumu. Tapi eommanim langsung mengomel tentang kau yang memberikan paru-parumu pada Hayi..” jelasnya.

“Oh.. syukurlah..” ucap Seunghyun lega. “Ahh.. aku benar-benar tidak mengerti mengapa eomma selalu membencimu…” ucapnya tak habis pikir.

Bom menggigit bibir bawahnya, “Aku tau..”

Seunghyun menatap Bom tak mengerti, “Tau? Wae? Bagaimana bisa kau tau? aku saja yang anaknya tidak tau..”

Bom menghela nafas dalam dan menunduk, “Mungkin, seharusnya aku mendengarkan ucapan ibumu saat itu. tapi aku sudah tidak bisa berpikir dengan benar lagi karena perasaanku padamu..” ucapnya pelan, lalu memandang Seunghyun.

Seunghyun menatap Bom, “Apa yang ibuku katakan padamu?”

Bom menggeleng, “Gwenchana, itu sudah berlalu. Aku tidak ingin kau dan ibumu masih membahasnya..”

Seunghyun mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Bom dengan tatapan serius, “Apa yang eomma katakan? Kenapa dia tidak pernah menerimamu?”

Bom menatap Seunghyun dalam.

=Flashback, 11 tahun lalu=

Bom melangkah keluar dari apartemen kecil yang ia tinggali bersama Hayi untuk membeli bahan makanan.

“Agassi..” panggil Hyeyoung yang baru keluar dari mobil di belakang Bom.

Bom berhenti dan memandang kebelakang, ia tertegun melihat Hyeyoung. “Oh.. eommanim.. Annyeonghaseo..” sapanya sambil membungkuk sopan.

Hyeyoung menatap Bom tajam, “Masuk..” ucapnya dan masuk ke dalam mobil.

Jantung Bom berdegup kencang, ia menghela nafas dalam dan masuk ke dalam mobil dengan kepala tertunduk.

Hyeyoung melemparkan sebuah amplop ke pangkuan Bom, “Itu.. ambilah, itu yang kau inginkan kan?”

Bom memandang amplop itu bingung, lalu memandang Hyeyoung. “Ige mwoyeyo, eommanim?” tanyanya pelan.

“Kau bisa melihatnya..” ucap Hyeyoung tanpa memandang wajah Bom.

Bom mengambil amplop itu dan melihat isinya. Ia terkejut menemukan sebuah cek bernilai ratusan juta Won, lalu menatap Hyeyoung tak percaya. “Eommanim?”

“Sudahlah.. jangan tunjukkan wajah malaikatmu. Mungkin putraku akan tertipu, tapi aku tidak!” ucap Hyeyoung ketus, lalu menatap Bom. “Kau tau? keluarga kami berasal dari keluarga terpandang! Mungkin jika kau hanya berasal dari keluarga miskin, aku masih bisa menerimamu. Tapi kau berada di dasarnya semua kehidupan menjijikkan!!” ucapnya tanpa perasaan.

Hati Bom seperti di jepit sesuatu yang panas, matanya mulai memerah mendengar ucapan Hyeyoung.

“Kau tau kenapa aku selalu bersikap kasar padamu? Dan kau tau kenapa kau hanya menerimanya?!” Tanya Hyeyoung.

Bom menundukkan kepalanya, “Karena eommanim adalah ibu Seunghyun..” jawabnya pelan.

“Cih.. klasik!” ucap Hyeyoung jijik, “Aniya! Kau tidak melakukannya karena itu!” ucapnya, “Itu karena kau tidak memiliki siapa pun untuk membelamu! Kau yatim piatu dan harus merawat adikmu yang sakit-sakitan itu! bandingkan dirimu dan Seunghyun!! Aku bahkan bisa menggunakan 10 pengacara untuk membelanya, tapi kau? Kau tidak punya siapa-siapa Agassi! Itu sangat menyedihkan! Dan aku tidak mau putraku merasakan hidup menyedihkan bersama gadis sepertimu!!”

Bulir air mata Bom berjatuhan dan memandang Hyeyoung terluka, “Eommanim, aku memang yatim piatu. Aku juga harus bekerja paruh waktu demi hidupku dan adikku. Tapi aku benar-benar mencintai Seunghyun..”

“Kau tidak mengerti?!! Aku mengenal putraku!! Dia hanya merasa iba padamu!! Jika suatu saat ia muak padamu dan menemukan gadis lain, apa yang akan kau lakukan?!!! Kau hanya seorang diri Agassi! Hidupmu akan lebih menderita dari ini!! Jadi sebaiknya kau pergi sekarang!!” seru Hyeyoung dan memalingkan wajahnya.

Bom tertegun. Bingung menentukan apakah Hyeyoung baru saja memikirkan dirinya atau tidak. “Eommanim..”

“Kubilang keluar!!! Jangan muncul lagi di depan Seunghyun!! Bawa uang itu bersamamu dan pergilah entah kemana kau mau!!” seru Hyeyoung.

“Tapi eommnim..” ucap Bom tak mengerti.

“YA!! Kau tidak punya telinga?!!” Seru Hyeyoung dengan suara melengking.

=Flashback end=

Bom masih menatap Seunghyun dalam, lalu bibirnya membentuk senyuman sambil memegang pipi pria itu. “Sebenarnya, ibumu tidak seburuk yang kau pikirkan..” ucapnya.

Seunghyun mengerutkan dahi dan menatap Bom tak mengerti, “Bommi, itu bukan jawaban yang kuinginkan..”

Bom mengelus pipi Seunghyun dengan ibu jarinya, “Istirahatlah.. aku harus segera kembali ke kamar Hayi..” ucapnya, lalu berbalik.

“Bommi..” panggil Seunghyun, “Bommi!!”

Bom memandang Seunghyun sebelum keluar dari ruangan itu sambil tersenyum, lalu menutup pintu.

Seunghyun terdiam di tempatnya sambil masih memandangi kepergian Bom, “Apa yang dikatakan eomma sebenarnya?” gumamnya. Lalu memandang bukunya yang masih tergeletak dilantai. “Ahh.. bagaimana caraku mengambilnya?” ucapnya kesal.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 22]

  1. Fiuhh.. Untung bom gak marah ama seunghyun… Jadi eomma nya seunghyun kasar ama bom karena bom yatim piatu??
    Hmmm next thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s