Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 21]

21

—I do This Because I still Love You—

“Mwo? Hyung! Hyung!!” panggil Jiyong di telepon dan menatap ponselnya tak mengerti.

Daesung dan yang lain memandang Jiyong bingung, “Waeyo hyung?”

Jiyong memandang teman-temannya bingung, “Ya.. Seunghyun hyung bilang akan menjalani transplantasi paru-paru malam ini..”

Ketiga pria lain hanya menatap Jiyong dengan wajah bingung.

Ditempat lain.

Dara menutup telepon dengan senyuman lebar di wajahnya dan memandang yang lain, “Ya!! Adik Bom akan menjalani operasi transplantasi malam ini!”

“Ne? wuaaa.. bagus sekali!” ucap Chaerin senang.

“Akhirnya!!” ucap Minji senang.

 

=Medical Hospital=

Bom berdiri didepan ruang operasi dengan perasaan tegang. Ia tak bisa tenang memikirkan Hayi seorang diri didalam sana berjuang melawan kematian. Ia terus berdoa agar semuanya berjalan lancar. ‘Eomma, appa.. Hayi menjalani operasinya malam ini, tolong jaga dia..’ batinnya.

Sementara itu.

Seunghyun berbaring di meja operasi dengan tenang.

Dongwook yang sudah mengenakan pakaian operasi menarik maskernya dan memandang Seunghyun, “Kau siap?”

Seunghyun mengangguk, “Ne..” jawabnya.

“Dokter, pasien tiba..” ucap perawat pria yang mendorong tempat tidur Hayi.

“Ne, langsung pindahkan dia. Operasi akan segera dimulai..” ucap Dongwook sambil memasang maskernya lagi.

Seunghyun menoleh dan melihat Hayi dipindahkan beberapa perawat pria ke meja operasi disebelahnya.

“Tuan, saya akan menyuntikan obat bius..” ucap seorang perawat memberitau.

“Ne..” jawab Seunghyun sambil memperhatikan Hayi, tidak lama ia merasa lemas dan mengantuk. ‘Bertahanlah Hayi..’ batinnya dan memejamkan mata.

Dua jam kemudian.

Bom duduk bersandar di kursi menunggu. Kepalanya menoleh kearah sebuah keluarga yang juga menunggu anggota keluarganya yang sedang di operasi. Ia memandang sisi kanannya, tidak ada siapa pun. Hanya ia seorang yang ada disana. “Kuharap kau ada disini, Seunghyun..” gumamnya sedih.

“Kopi?”

Bom tertegun seseorang mengulurkan kopi hangat padanya, lalu memandang orang yang menguluarkannya. Teddy. “Oppa?”

Teddy tersenyum, “Kenapa kau sendiri? Seharusnya menghubungiku..”

Bom tersenyum tipis dan mengambil kopi tadi, meskipun ia tidak yakin apa isinya.

Teddy bergerak duduk di sebelah Bom sambil menyeruput kopinya, “Apa operasinya belum selesai?”

Bom menggeleng, “Belum..”

“Hmm.. kau pasti tegang.. Aku akan menemanimu..” ucap Teddy.

“Gumawoyo, oppa..” ucap Bom.

Hening..

Teddy memandang Bom, “Apa rencanamu setelah ini?”

Bom memandang Teddy, “mmm.. aku belum memikirkannya, tapi yang pasti aku akan focus dengan pengobatan Hayi..”

Teddy tersenyum, “Kenapa tidak melanjutkan pengobatan di Amerika? Kurasa disana lebih baik..”

Bom tersenyum tipis, “Entahlah.. aku masih memikirkannya..”

Teddy mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Bom sambil menatap gadis itu dalam, “Jika kau mau, aku bisa menjadi oppa yang baik untuk Hayi..”

Bom tertegun mendengar ucapan Teddy, “Oppa?”

Teddy tersenyum, “Usiamu sudah tidak muda, apa kau tidak memikirkan pernikahan?”

Bom tersenyum canggung, “Oh.. aku masih harus memikirkan Hayi, itu bisa ditunda..”

“Ne, arasso.. Kau bisa menganggap aku sekarang sedang melamarmu dan menunggu jawaban darimu..” ucap Teddy degan senyum menawannya.

Bom mengangguk pelan. Kepalanya spontan menoleh begitu melihat pintu operasi terbuka, begitu juga dengan keluarga diseberang tempatnya.

Keluar Dongwook yang langsung mencari dimana Bom.

“OH!” Bom langsung berdiri dan menghampiri Dongwook, “Dokter Choi! Bagaimana operasinya?!”

Dongwook memandang Bom dan tersenyum sambil memegang kedua bahunya, “Operasi berjalan lancar..”

Bom tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca, “Gamshamida, dokter.. aku benar-benar berterima kasih padamu..”

Dongwook mengangguk, “Ne.. Kuharap tubuh Hayi bisa langsung bekerja sama dengan paru-paru barunya.”

Bom tidak bisa menutupi rasa bahagia dan terharunya, “Ne, gamshamida..”

Dongwook memandang pria di belakang Bom dan tertegun orang itu adalah Teddy.

Teddy juga tertegun melihat Dongwook, “Gamshamida, dokter Choi..” ucapnya pelan, lalu tersenyum sinis.

Dongwook menatap Teddy tajam, lalu melangkah pergi.

Bom yang terlalu bahagia tidak menyadari ketegangan di antara kedua pria itu, apalagi tak lama kemudian tempat tidur yang membawa Hayi keluar. Ia langsung menghampiri adiknya itu dan mengikuti tempat tidur yang terus bergerak, “Hayi-a..” panggilnya pelan.

Teddy mengikuti tempat tidur Hayi.

Tak lama setelah itu, tempat tidur yang membawa Seunghyun keluar dan pergi kearah lain.

Ruang ganti.

Dongwook selesai mengganti bajunya dari baju operasi dan berdiri didepan loker sambil berpikir, “Apa yang dia lakukan disini? Dia bersama Park Bom-ssi?” gumamnya tak percaya.

 

=Ruang Perawatan Hayi=

“Nomor yang anda tuju….”

Bom menarik ponsel dari telinga dan memandangnya bingung, “Kenapa ponselnya tidak aktif?” gumamnya bingung, lalu memandang Hayi yang terbaring di tempat tidur. “Aku ingin memberitaunya tentang Hayi..”

Keesokan paginya.

Bom keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerjanya, perawat Jung akan segera datang sebentar lagi, jadi ia bisa pergi dengan tenang. Sekali lagi, ia mencoba menghubungi Seunghyun tapi masih tidak aktif. “Ahh.. waekeure?” gumamnya kesal.

“Eonni…” panggil Hayi lemah.

Bom tertegun dan langsung menatap kearah Hayi, matanya membesar melihat adiknya sudah sadar. “Hayi!!” serunya senang dan langsung menghampiri tempat tidur.

Hayi memandang Bom lemah, “Eonni, apa yang terjadi padaku?” tanyanya karena seluruh tubuhnya seperti mati rasa.

Bom tersenyum lebar dengan bulir air mata haru berjatuhan dan mengelus pipi adiknya, “Tadi malam kau menjalani operasi transplantasi, Hayi..”

Hayi diam beberapa saat, “Ne?”

Bom mengangguk dan mencium dahi adiknya, “Kau sudah menjalani operasi..”

Perlahan bibir Hayi membentuk senyuman, “Aku akan sembuh eonni?”

Bom mengangguk dan menggenggam tangan adiknya.

Dikamar lain.

Seunghyun membuka matanya perlahan dan memandang sekitar dengan dahi berkerut.

“Kau sudah sadar?” Tanya Dongwook.

Seunghyun memandang Dongwook beberapa saat hingga ia kembali mengingat kenapa ia berada disana, “Hyung.. Bagaimana Hayi?” tanyanya langsung.

Dongwook tersenyum, “Dia sudah sadar beberapa saat yang lalu, karena itu aku langsung kemari..”

Seunghyun tersenyum lebar, “Jeongmall? Ahh.. terima kasih tuhan..” ucapnya beryukur.

“Kau lebih tangguh dari yang kukira..” ucap Dongwook.

 

=Devisi IT=

“Annyeonghaseo..” sapa Bom sambil masuk ke ruangannya dengan sebungkus kue yang ia beli dijalan. “Ini untuk kalian..” ucapnya sambil meletakkan kue itu dimeja.

“Wuaaa.. Bom-ssi, waekeure? Kau terlihat ceria sekali..” ucap Mino senang.

“Waeyo eonni?” Tanya Jennie penasaran.

Bom tersenyum lebar sambil bergerak duduk, “Operasi transplantasi adikku berhasil, aku senang sekali..” ucapnya.

“Jeongmal?! Wuaa.. chukaeyo eonni..” ucap Jennie senang.

“Chukae Bom-ssi..” ucap Mino.

Bom mengangguk senang, namun senyumannya luntur perlahan melihat kursi Seunghyun kosong. “Oh, apa kalian bisa menghubungi Seunghyun?”

“Seunghyun oppa? Aku belum ada menghubunginya..” jawab Jennie.

“Semalam aku menghubunginya tapi tidak aktif..” jawab Mino.

“Oh.. meungkin dia ingin menikmati hari cutinya..” ucap Bom dan mulai bekerja.

 

=Beberapa Hari Kemudian=

Bom berdiri di depan pintu apartemen Seunghyun dan menekan belnya beberapa kali, tapi tidak ada yang membukanya. “Ahh.. kemana dia sebenarnya?”

Pintu apartemen di sebelah Seunghyun terbuka, muncul seorang gadis cantik berkulit coklat.

Bom memandang gadis itu dan terkejut itu adalah Lee Hyori, sang super model.

Hyori yang sudah siap dengan pakaian pestanya berhenti memandang Bom, “Kau teman Seunghyun-ssi?”

“N-ne.. kau tau kemana dia?” Tanya Bom gugup.

“Aku tidak tau, tapi dia sudah beberapa hari ini tidak pulang..” jawab Hyori, “Permisi..” ucapnya dan berjalan menuju lift.

Bom memperhatikan Hyori hingga menghilang dibalik pintu lift, “Wuaa.. aku tidak tau dia seramah ini..” gumamnya tak percaya, lalu kembali memandang pintu apartemen Seunghyun dan menghela nafas dalam. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah sakit.

 

=Ruang Perawatan Seunghyun=

“Seunghyun, kau mengenal seorang pria yang dekat dengan Park Bom-ssi?” Tanya Dongwook.

Seunghyun menatap Dongwook curiga, “Wae? Kau bukan tipenya..” ucapnya cepat.

Dongwook menatap Seunghyun kesal, “bukan itu maksudku..”

“Kenapa kau bertanya tentang itu?” Tanya Seunghyun aneh.

Dongwook menghela nafas dalam, “Keure, aku akan langsung bertanya. Kau mengenal seseorang bernama Teddy Park?”

Seunghyun tertegun mendengar pertanyaan Dongwook, “Ne..”

Dongwook tertegun mendengar jawaban enteng Seunghyun, “Jeongmal? Bagaimana kau mengenalnya?”

“Dia bosku di kantor..” jawab Seunghyun.

Mata Dongwook membesar, “B-bos?”

Dahi Seunghyun berkerut, “Waeyo hyung?”

Dongwook mengerutkan dahinya, “Mmm… Aku pernah bercerita dulu sebelum aku bertemu denganmu, aku bertarung hebat dengan seorang agent dari perkumpulan lain?”

Seunghyun mengangguk, “Ne, yang membuatmu tinggal disana selama setahun kan?”

“Ne..” jawab Dongwook, “Aku dan dia bertempur cukup parah.. Bahkan aku hampir menghancurkan rumahnya..”

“Lalu, kau tidak melakukannya?” Tanya Seunghyun.

“Sialnya ada seorang gadis yang juga tinggal disana, aku tidak mungkin menghancurkan rumah itu jika ada orang yang tidak berhubungan dengan masalahku..” ucap Dongwook.

“Oke, lalu siapa yang kita bicarakan?” Tanya Seunghyun tak mengerti.

Dongwook menatap Seunghyun serius, “Teddy Park..”

Seunghyun tertegun, “Nugu?”

“Teddy Park.. Bos mu Seunghyun..” jawab Dongwook.

Mata Seunghyun membesar, “Mwo? Jeongmal?!!”

“Ne..” jawab Dongwook.

“Tapi… tapi dia.. itu berarti.. itu berarti dia seorang agent juga?!” Tanya Seunghyun tak percaya.

“Ani, sudah mantan. Dia berhenti beberapa tahun lalu, karena itu aku juga berhenti. Sudah tidak seru jika musuhku menghilang..” jawab Dongwook, “Tapi, aku sedikit khawatir Park Bom-ssi dekat dengannya..”

Seunghyun semakin yakin tentang penyerangan yang terjadi padanya waktu itu, “Hyung, apa menurutmu Teddy Park memiliki niat buruk pada Bom? Sepertinya aku sudah menemukan banyak buktinya..”

Dongwook tertegun mendengar ucapan Seunghyun, “Mwo? Apa buktinya?”

“Pertama, setelah melihat aku menemukan minuman yang di berikannya pada Bom tercampur racun. Kedua, Hayi diculik dan nyaris dibawa pergi. Ketiga, dua minggu lalu seseorang menyerangku dengan rentetan senjata. Dan semuanya terjadi karena Bom.. kurasa..” jelas Seunghyun. Ia diam sejenak melihat ekspresi Dongwook yang sepertinya berpikir, “Dan… aku hanya ingin memberitau, gadis yang kau liat di rumah Teddy Park adalah Park Bom..”

Dongwook menatap Seunghyun kaget, “Mwo?”

“Karena itu kubulang, kurasa dia memiliki niat buruk pada Bom..” ucap Seunghyun, “Kemungkinan besar, orang yang membuat Hayi seperti ini adalah Teddy Park..”

Dongwook diam sejenak, lalu tertawa sinis. “Sial… Jadi ini yang ia rencanakan..”

Seunghyun memandang Dongwook bingung, “Mwo?”

Dongwook memandang Seunghyun, “Kau tau? Teddy Park orang terlicik yang pernah kutemui. Dia membuat Park Bom tetap bergantung padanya, agar ia bias menggunakan gadis itu sebagai tameng..” ucapnya.

Seunghyun mengemertakkan giginya, “Sial! Seharusnya aku tau! Jadi dia ingin membunuhku karena aku terlihat dekat dengan Bom! Benar-benar tidak masuk akal!”

“Sudah.. jangan banyak bicara dulu.. Segeralah sembuh, lalu selidiki ini lagi sebelum pria itu membunuh kekasihmu..” ucap Dongwook menahan tawa sambil bangkit dan menepuk bahu Seunghyun.

“Ahhk!! Hyung!!” seru Seunghyun kesal sambil memegang bekas operasinya.

Dongwook hanya tertawa sambil melangkah pergi.

“Aissh..” gumam Seunghyun kesal sambil mengelus bekas operasinya. Namun ketika teringat Dongwook menyebut Bom adalah kekasihnya, membuatnya tiba-tiba merasa senang. Bibirnya membentuk senyuman, “Apa aku bisa menjadi kekasihnya lagi?” gumamnya.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

10 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 21]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s