Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 17]

17

—The Devil—

Chaerin terbangun dari tidurnya karena mendengar suara aneh dari luar kamar Bom. Ia bergerak bangkit dan perlahan turun dari tempat tidur. Tangannya terulur dan mengambil pajangan meja sebagai alat pertahanan diri. Ia melangkah pelan menuju pintu dan mendengarkan pergerakan diluar. Ia mempertajam pendengarannya beberapa saat dan sangat yakin ada seseorang di luar. Matanya membesar merasakan pegangan pintu dibuka dari luar. Dengan cepat ia bergerak ke belakang pintu, kedua tangannya masih menggennggam pajangan meja itu erat.

Klek…

Chaerin menahan nafas memperhatikan pintu itu terbuka dalam kegelapan, seseorang malangkah masuk. Tanpa aba-aba, ia langsung melayangkan pajangan tadi ke kepala orang itu.

DUAK!!

“Aaarrrghh!!!” Seru orang itu.

Chaerin kembali melayangkan pajangan tadi berkali-kali. Kali ini tidak tau bagian tubuh mana yang mengenai pria itu.

DUAK!! DUAK!! DUAK!! DUAK!!

Chaerin berhenti memukuli pria itu dengan nafas terengah-engah. Kakinya melangkahi pria tadi untuk mencapai kontak lampu di dinding seberang. Begitu cahaya muncul, ia bisa melihat seorang pria menelungkup dilantai tak sadarkan diri, tampak darah berlumuran dari kepala pria itu. Ia berjongkok dengan hati-hati dan membalik pria itu. Dahinya berkerut karena merasa belum pernah melihatnya. Tapi siapa pun pria itu, ia harus menahanya.

 

=Medical Hospotal=

Dongwook melangkah di koridor sambil menutup mulutnya ketika menguap, ia bermalam di rumah sakit jadi wajar jika rasa kantuk masih menghinggapi matanya. Ia memandang jam tangannya, pukul 4 pagi. Ia berhenti di depan laboratorium dan masuk.

“Annyeonghaseo, Dongkter Choi..” Sapa seorang dokter jaga disana.

Dongwook tersenyum, “Apa sampel darah dari pasien bernama Park Hayi sudah selesai di periksa?”

“Ne, dokter..” Ucap pria itu dan mencari hasil pemeriksaan Hayi dari tumpukan file, “Nahh.. Ini, dokter..” Ucapnya sambil memberikan file yang diminta Dongwook.

Dongwook mengambil file itu dan membukanya.

Pria muda tadi menatap Dongwook ragu, “Mmm.. Dokter Choi..” Panggilnya pelan.

Dongwook memandang pria tadi, “Ne?”

“Mmm.. Maaf dokter.. Sepertinya ada yang salah dengan hasil pemeriksaan ini..” Ucap dokter muda itu ragu-ragu.

Dahi Dongwook berkerut, “Wae?”

“Ini..” Dokter tadi menunjuk kolom tempat apa saja yang terindikasi di darah Hayi, “Anda tau ini?”

Dongwook membaca bagian itu sejenak, lalu tertegun. “Ige mwoya?” Gumamnya tak percaya.

“Ne, dokter.. Ini bukan zat dalam obat kanker kan?” Tanya dokter muda tadi.

Dongwook menatap dokter tadi, “Keurom! Siapa yang memasukkan ini dalam obat?!”

“Aku tau dokter, tapi dokter laboratorium senior berkata aku salah dan tetap berkeras itu zat yang terdapat dalam obat kanker..” Jawab dokter tadi sambil mengelus belakang kepalanya.

Dongwook menatap dokter itu, lalu memegang bahunya. “Siapa namamu?”

Dokter itu menunduk, “Kang Haneul imnida..” Ucapnya pelan.

Dongwook tersenyum, “Kerja bagus.. Tapi kau tidak bisa langsung mengungkapkan apa yang kau dapatkan dari kemiliteran..” Ucapnya.

Haneul menatap Dongwook kaget, “Ne? Eo-eoteokhe?” Tanyanya setengah berbisik.

“Aku seniormu..” Ucap Dongwook, lalu kembali memandang file ditangannya.

Haneul menatap Dongwook tak percaya, lalu tersenyum malu.

Dongwook mengerutkan dahinya membaca hasil itu, lalu kembali memandang Haneul. “Bisakah kau tidak mengatakan tentang hal ini pada siapa pun? Jika kau ingin membicarakan tentang ini, temui aku. Araso?”

Haneul mengangguk, “Aku mengerti dokter..” Ucapnya.

Dongwook memegang bahu Haneul dan melangkah pergi.

 

=Apartemen Seunghyun=

“Choi Seunghyun..” Panggil Bom sambil mengguncang tubuh Seunghyun yang masih terlelap di sofa.

Seunghyun mengerutkan dahinya, “Hmmm..”

“Ya.. Seunghyun..” Panggil Bom sambil mengguncang tubuh Seunghyun lebih kencang.

“Hmmm…” Gumam Seunghyun dan memutar tubuhnya membelakangi Bom sambil merapatkan selimutnya.

Bom menatap Seunghyun sebal, “Aissh.. Kau masih tukang tidur!” Gumamnya. Lalu kembali masuk ke kamarnya.

…………………………………………………………

Seunghyun mengerutkan dahi mendengar suara alarm ponselnya. “Aaarrggh…” Erangnya kesal sambil menjangkau ponselnya di meja, lalu membuka mata dan melihat layarnya. Pukul 6 tepat. “Aaaargggh..” Erangnya lagi sambil mengusap wajah, lalu bergerak duduk sambil memperhatikan sekitar dengan mata mengantuk. Tangannya bergerak menggaruk leher dan pipinya, “Hm? Dia belum bangun?” Gumamnya karena melihat pintu kamar masih tertutup. Ketika ia menurunkan kaki dari sofa sambil menguap, ia melihat sesuatu di meja. “Hm? Ige mwoya?” Tanyanya sambil mengambil selembar kertas di meja.

Ya tukang tidur, terima kasih atas tempat menginapmu. Aku kembali ke rumah dan berangkat ke kantor. Jangan terlambat.

~Park Bom~

Seunghyun tersenyum membaca pesan itu, lalu bergerak bangkit. Saat itu ponselnya berbunyi, ia tertegun melihat nama Dongwook tertera disana. “Ne hyung..”

“Seunghyun, jika bisa temui aku pagi ini di rumah sakit..” Ucap Dongwook langsung.

“Ohh.. Keure, aku kesana..” Ucap Seunghyun dan memutuskan telepon.

 

=Rumah Bom=

Bom keluar dari taxi dan melangkah menuju pintu depan, sebelum ia mengeluarkan kunci. Pintu terbuka dan sebuah tangan langsung menariknya masuk. Ia sempat terkejut melihat Chaerin langsung mengunci pintu dengan wajah hati-hati. “Waekeure?” Tanya Bom.

Chaerin menempelkan jari telunjuknya ke bibir agar Bom tidak mengeluarkan suara, lalu menunjuk kedalam.

Dahi Bom berkerut dan melangkah masuk perlahan. Matanya membesar melihat pria terikat di kursi dengan darah yang sudah mengering, juga mata pria itu tertutup kain hitam. “Nugunde?” Bisiknya.

“Dia menerobos masuk semalam, jadi aku memukulinya dan mengikatnya..” Jawab Chaerin berbisik.

Bom menatap Chaerin kaget, “Apa dia melihatmu?” Bisiknya khawatir.

Chaerin menggeleng, “Ani.. Karena itu aku menutup matanya..” Bisiknya.

Bom menghela nafas lega, “Apa Dara sudah tau?” Bisiknya lagi.

“Ne, dia akan segera kemari..” Bisik Chaerin.

“Aku harus segera ke kantor, bisakah kau menanganinya?” Tanya Bom tetap berbisik.

Chaerin menggangguk, “Ne.. Aku akan menginterogasinya setelah Dara eonni tiba..” Bisiknya.

Bom mengangguk dan melangkah menuju kamarnya.

 

=Ruangan Dongwook=

Seunghyun memandang Dongwook bingung, “Waeyo hyung?”

Dongwook membuka file hasil pemeriksaan Hayi dan menyodorkannya pada Seunghyun, “Ini hasil pemeriksaan darah pasien Park Hayi..”

“Ne? Ohh.. Sebaiknya Bom ikut mendengarkannya..” Ucap Seunghyun.

“Ani.. Sebaiknya kau yang mendengarkan terlebih dulu..” Ucap Dongwook serius.

Seunghyun tertegun mendengar keseriusan disuara Dongwook, “Waeyo hyung?”

“Baca ini dulu..” Ucap Dongwook sambil menunjuk kertas disana.

Seunghyun membacanya sejenak, namun ia sama sekali tidak merasa ada sesuatu yang aneh. “Mmm.. Kupikir dia memang kanker paru-paru hyung..” Ucapnya bingung.

Dongwook menghela nafas dalam dan menunjuk satu zat yang tertulis, “Ini.. Kau pasti tidak mengerti karena keahlianmu bukan di dunia medis militer, tapi bagi kami kedokteran militer. Zat ini sangat familiar bagi kami..”

Dahi Seunghyun berkerut, “Apa itu hyung?”

Dongwook memajukan tubuhnya dan menatap Seunghyun serius, “Ini adalah zat yang dibuat oleh militer Rusia untuk menghancurkan daerah yang ingin mereka kuasai di abad ke-18.. Zat ini akan berkembang menjadi bakteri penghancur yang membuat manusia seperti terserang penyakit parah..”

Seunghyun terkejut mendengar ucapan Dongwook, “M-mwo? Maksudmu, seseorang sengaja melakukannya?”

“Sudah jelas benar sekali..” Jawab Dongwook.

Mata Seunghyun membesar, “Sejak kapan, hyung?”

Dongwook diam sejenak, “Aku sudah membaca rekam medis pasien Park Hayi, dia terlahir dengan kelainan paru-paru akibat genetik buruk yang diturunkan ibunya karena mengandung diusia tua. Aku memang tidak tau seberapa parah kelainan yang di deritanya dulu, tapi aku yakin dalam waktu 10 tahun tidak mungkin menjadi kanker stadium lanjut di usianya yang sangat muda..” Jelasnya.

Mulut Seunghyun terbuka dengan tatapan tak percaya, “Seseorang memasukkan zat itu ke tubuh Hayi untuk memperburuk keadaannya?”

Dongwook mengangguk, “Ne..”

Seunghyun benar-benar tak percaya mengetahui kejahatan itu. Hayi hanya anak kecil, bagaimana mungkin ada orang yang tega melakukannya.

“Dan Seunghyun..” Lanjut Dongwook, “Kupikir ini bukan sekedar niat buruk belaka..” Ucapnya yakin, “Orang yang mengetahui tentang zat ini, pasti juga pernah bekerja di kemiliteran..”

Seunghyun tertegun mengingat ia sempat dipersulit untuk memindahkan Hayi, “Hyung, sepertinya ini bukan rencana kecil. Banyak orang yang di libatkan disini..” Ucapnya pelan, “Bisakah kau menyelamatkannya?”

“Aku akan berusaha semampuku untuk memperbaiki sel-sel rusak karena bakteri itu. Tapi Seunghyun, jujur saja.. Sekarang sudah terlambat mengobati paru-parunya, jalan terakhir hanya dengan donor baru..”

“Usahakan apa pun! Aku tidak peduli seberapa pun bahayanya, Hayi harus sembuh! Kumohon hyung, aku akan menghukum orang yang melakukan ini padanya!” Ucap Seungyun emosi.

“Aku akan mengusahakannya.. Aku akan melakukan apa pun untuk membantunya..” Ucap Dongwook.

Seunghyun mengangguk, “Terima kasih, hyung…”

“Ne, segera temukan dalang semua ini..” Ucap Dongwook.

 

=Kantor=

Bom melangkah menuju ruang kerjanya sambil mengelus pundaknya. Memikirkan keadaan Hayi, penyusup dirumahnya, juga apa yang akan terjadi selanjutnya benar-benar membuatnya pusing.

“Bom-a..” Sapa Teddy sambil menyamakan langkahnya dengan Bom.

Bom memandang Teddy dan tersenyum tipis, “Annyeonhaseso, oppa..”

“Aku mendengar kau memindahkan Hayi ke Rumah sakit lain, wae?” Tanya Teddy ingin tau.

Bom tertegun Teddy sudah mengetahuinya, “Ne..”

“Wae? Apa rumah sakit sebelumnya tidak terlalu bagus? Apa pelayanannya tidak baik?” Tanya Teddy khawatir.

Bom tersenyum tipis, “Aniya, oppa.. Aku hanya ingin memindahkannya.”

Teddy berhenti melangkah dan menatap Bom dalam, “Aku sudah berkata jika kau membutuhkan bantuan, aku selalu ada disini Bom..”

Bom terdiam mendengar ucapan Teddy terdengar tulus. Bukan karena ia tersentuh, tapi karena tak mengerti apa yang sebenarnya di rencanakan pria itu.

Seunghyun melangkah masuk ke gedung kantor dan langsung menuju lift, tapi langkahnya terhenti melihat Teddy dan Bom berdiri berhadapan. Sepertinya sedang membicarakan hal serius.

Teddy memegang bahu Bom, “Kau tau aku selalu mengkhawatirkanmu kan?”

Dahi Seunghyun berkerut mendengar ucapan Teddy pada Bom, ‘Ada apa sebenarnya?’ batinnya tak mengerti.

‘Sepertinya dia memiliki rencana licik..’ batin Bom curiga, namun ini memang rencana 2ne1, menyelidiki Teddy. Perlahan bibirnya membentuk senyuman, “Ne, oppa..”

Teddy tersenyum dan mempersilahkan Bom melangkah terlebih dulu.

Sementara Seunghyun, ia merasakan sebuah pedang menancap ke dadanya melihat Bom tersenyum setelah mendengar ucapan Teddy. ‘Ani.. mereka hanya berteman, wajar jika saling memperhatikan.’ Batinnya berusaha menghilangkan rasa sakit itu. lalu kembali melangkah. Namun baru selangah ia kembali berhenti, ‘Tunggu.. Jika Park sajangnim benar-benar menyerangku waktu itu, apakah ini karena Bom?’ batinnya.

Devisi IT.

Bom mengerjakan pekerjaannya dengan tenang, hingga sebuah kolom obrolan muncul di layar komputernya.

Choi Seunghyun : Dokter Choi ingin menemuimu untuk membicarakan keadaan Hayi.. Apa ketika makan siang kau bisa kesana? Aku akan menemanimu..

Seunghyun melihat balasan dari Bom tiba.

Park Bom : Gwenchana, aku akan pergi sendiri..

Bom memandang kolom obrolan lagi karena masuk pesan baru.

Choi Seunghyun : Aniya, aku akan ikut. Aku juga ingin mengetahui keadaan Hayi..

Seunghyun memandang kolom obrolan, seulas senyum muncul di bibirnya.

Park Bom : Jika kau memang mau..

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 17]

  1. Wah.. Siapa tuh yg masukin zat berbahaya itu ke dalam tubuh hayi?? Trus cowok yg masuk ke rumah bom itu siapa?? Next~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s