Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 13]

13

—Yes! I’m Jealous!—

Bom sudah melangkah menuju mobilnya ketika ponselnya berbunyi, ia segera mengangkat panggilan itu begitu melihat nomor rumahnya. “Yoboseo..”

“Dokter Bom, miss leader sudah sadar!” ucap Dara girang.

Bom tertegun dan tersenyum lebar, “Jinja? Ohh.. aku akan segera kembali ke rumah. Beritau Minji..” ucapnya dan memutuskan telepon, lalu melangkah cepat ke mobilnya.

“Park Bom!” panggil Seunghyun ketika melihat Bom.

Bom berhenti disebelah mobilnya dan memandang Seunghyun terganggu, “Wae?”

Namun wajah Seunghyun terlihat marah. Ia melangkah cepat menghampiri Bom dan berhenti tepat didepan gadis itu. “Aku Tanya padamu, Park Bom-ssi..” ucapnya datar. “Apa kau mempunyai hubungan khusus dengan Park sajangnim?”

Bom menatap Seunghyun aneh, “Sudahlah.. kau membuang waktuku..” ucapnya dan berbalik.

Seunghyun menarik tangan Bom dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya menarik tengkuk gadis itu bersamaan dengan gerakan kepalanya menunduk ke wajah Bom.

Bom terkejut dengan gerakan tiba-tiba Seunghyun, apalagi pria itu menciumnya tanpa peringatan dulu. “Hmmpph!!” serunya sambil berusaha mendorong pria itu. tapi pria itu terlalu kuat. Ia tak menyerah, kedua tangannya mendorong tubuh Seunghyun hingga melepaskan bibirnya. Tapi pria itu malah semakin kuat menarik tengkuknya dan mendorong tubuhnya ke mobil. Ia tak bisa melakukan apa pun sekarang. Ia memejamkan matanya erat sambil tetap berusaha mendorong pria itu.

Seunghyun menarik wajahnya beberapa inci dari wajah Bom dan menatap kedua mata gadis itu, “Kumohon, jawab aku..” pintanya pelan.

Bom menatap kedua mata Seunghyun tak mengerti, “Seunghyun?”

“Apa kau memiliki hubungan dengannya?” Tanya Seunghyun dengan nada terluka.

Bom bisa merasakan luka dari tatapan Seunghyun, ia merasa bersalah tanpa alasan. “Eopseo..” jawabnya.

“Kau ‘pernah’ memiliki hubungan dengannya?” Tanya Seunghyun lagi.

Bom menggeleng, “Eopseonika..”

Seunghyun menghela nafas lega dan memandang kebawah, lalu kembali menatap Bom. “Apa benar kau dan Park sajangnim tinggal serumah saat di Amerika?”

Bom tertegun mendengar pertanyaan Seunghyun, “Bagaimana kau tau?”

Seunghyun menatap Bom tak percaya, “Kau berkata tidak memiliki hubungan apa pun dengannya, tapi kau tinggal serumah dengannya?!”

Bom menatap Seunghyun kesal, “Dia hanya pulang kerumah sebulan sekali! Dia ingin membantuku dan Hayi! Karena itu aku tinggal dirumahnya! Kau tau berapa biaya untuk menyewa apartemen?!” Serunya.

Seunghyun sama sekali tidak terkejut atau pun marah karena Bom berseru di depan wajahnya, ia justru merasa bahagia. Bibirnya perlahan membentuk senyuman, “Hayi juga tinggal disana?”

“Tentu saja! Dimana lagi?!” Tanya Bom kesal.

Seunghyun mengelus rambut Bom lembut dan kembali mengecup bibir gadis itu.

Bom menatap Seunghyun kaget, “Ya!”

Seunghyun tak bisa menutupi rasa senangnya, ia bahkan tak mempedulikan Bom yang kesal atas tindakannya. Ia tersenyum lebar dan memegang kedua pipi gadis itu gemas, “Syukurlah…” ucapnya lega, lalu melangkah pergi.

Bom menatap Seunghyun tak percaya, “Aissh.. YA!” serunya kesal, tapi pria itu hanya melambaikan tangan tanpa memandangnya. Ia menyeka bibirnya dan berbalik masuk ke mobil.

Dari kejauhan, Teddy melirik Seunghyun yang berjalan pergi dan kembali memandang Bom yang terlihat sangat kesal.

 

=Rumah Bom=

Chaerin duduk di tempat tidur memandang para anggotanya yang lain, “Aku benar-benar bodoh.. Aku sama sekali tidak berpikir Teddy oppa akan memasukkan sesuatu pada minuman yang dia berikan padaku..” ucapnya.

“Memangnya apa yang membuatmu bertemu dia?” Tanya Dara.

Chaerin memandang Bom, “Eonni, kau sudah mendapatkan paket yang kukirimkan?”

“ne..” jawab Bom dan mengambil ponsel Chaerin yang masih ia simpan di tasnya.

Chaerin mengambil ponselnya, “Aku menemukan hasil sadapan beberapa saat sebelum Oh Sekyung mati. dia tidak bunuh diri, tapi dibunuh. Di rekaman ini memang terdengar suara pria, tapi aku tidak bisa menebak siapa dia.” Ucapnya dan membiarkan Minji dan Dara mendengarkannya beberapa saat. “Jadi aku menyelidiki tentang Oh Sekyung pada teman-teman dan orang sekitarnya, mereka berkata kalau Oh Sekyung sedang menjalin hubungan dengan seorang pria.”

“Kim Jungmo?” Tanya Dara.

“Ani.. Kang Seungyoon..” jawab Chaerin.

“Hm? Siapa lagi eonni?” Tanya Minji.

“Yang kutahu setelah kejadian ini, Teddy oppa mengenalnya.. Karena itu dia datang ke kantorku siang itu..” jawab Chaerin.

“Lalu, apa yang terjadi setelah dia datang?” Tanya Bom.

“Dia menawarkan minuman yang ia bawa. Bodohnya aku tidak curiga karena sikapnya benar-benar normal. Tapi tak lama kemudian aku mulai merasa jantungku berdegup kencang sekali, saat itu aku sadar sesuatu sudah terjadi padaku. Aku bertanya apa yang ia masukkan ke minumanku, tapi dia hanya tersenyum. Setelah itu aku merasa tubuhku kaku, aku juga mulai sulit bernafas. Teddy oppa merangkulku, berkata kalau ia akan membawaku. Tapi aku menolak dan berusaha melawan, kupikir tanganku berhasil melukainya. Lalu aku tidak tau apa yang terjadi lagi..” ucapnya menceritakan apa yang terjadi.

Bom, Dara dan Minji mengangguk mengerti.

“Mmm.. begitu.. Sekarang sudah jelas, Teddy oppa memiliki rencana jahat pada kita..” ucap Dara menyimpulkan.

Chaerin menyipitkan matanya untuk berpikir, “Karena dia semua orang sudah berpikir aku mati. itu berarti dia benar-benar takut aku menguak semuanya..” ucapnya.

“Kita harus menghentikan semua ini..” ucap Bom.

Chaerin memandang ketiga temannya bergantian, terlihat dari tatapannya kalau ia sudah memiliki sebuah ide. “Kalian siap beraksi?” tanyanya sambil tersenyum evil.

Ketiga gadis lain ikut tersenyum karena Chaerin tidak pernah kehilangan ide.

 

=Apartemen Seunghyun=

Seunghyun membuka sebuah ruangan yang ia jadikan tempat menyimpan barang-barang tak terpakai. Tangannya terulur dan menghidupkan lampu. Cahaya memenuhi ruangan dan terlihat beberapa tumpukan kotak. Ia menelusuri ruangan itu dan melihat tulisan yang ada di bagian luar kotak-kotak itu. kakinya berhenti begitu menemukan apa yang ia cari. Sebuah kota bertuliskan Masa lalu. Tangannya mengelus permukaan kotak itu, lalu mengangkat kotak tadi dan membawanya keluar.

Ia bergerak duduk di sofa di ruang tengah sambil meletakkan kotak tadi di meja. Dengan hati-hati ia membuka kotak itu dan terdiam sesaat melihat isinya. Hatinya berdesir melihat barang-barang didalamnya. Tangannya terulur dan mengambil bingkai sebuah bingkai photo yang memajang satu-satunya photo yang masih ia simpan. Photo pernikahannya bersama Bom. Ibu jarinya mengelus wajah Bom di photo itu. masih jelas di pikirannya bagaimana cantiknya gadis itu sejak pertama kali mereka bertemu, gadis yang membuatnya jatuh cinta sejak pertama kali mereka saling bertatapan mata. Dulu Bom hanya gadis yang sederhana, tidak pernah mengenakan make-up berat kecuali untuk acara tertentu. Selalu rendah hati dan manis.

=Flashback, 11 tahun lalu=

-Seunghyun’s POV-

Akudan teman-teman kampusku berjalan keluar dari sebuah kafe sambil membicarakan dosen yang menyebalkan karena tak berhenti memberikan kami tugas kelompok, meskipun kami sudah tidak memiliki kelas sore ini, tapi kami masih harus tetap kembali ke kampus untuk mencari bahan di perpustakaan.

“Ya.. Ya.. lihat.. gadis-gadis dari universitas Parank sedang memberikan selebaran..” ucap Jongin.

Aku dan yang lainnya memandang kesana, “Wuaaa.. yepeuta..”

“Hei.. yang itu sexy! Ayo kesana..” ucap Sejun, dia memang sang playboy disini.

Well, mereka memang cantik. Jadi aku mengikuti mereka. Tidak ada salahnya jika mendapatkan nomor salah satu dari mereka. Hahaha.. Disaat yang lain menghampiri gadis-gadis tercantik, aku hanya memandangi mereka. Bukan karena aku tidak menyukai gadis cantik, tapi mereka tidak menarik perhatianku. Kepalaku menoleh ke spanduk yang terpasang di dinding. ‘Peduli anak-anak penderita kanker.’ Hmm.. paling tidak mereka tidak hanya cantik wajahnya, juga hatinya.

“Eommanim.. silahkan ambil ini..” ucap seorang gadis.

Aku menoleh kearah gadis tadi. Dan seperti langsung terpaku melihat gadis berwajah cantik, berkulit putih dan berambut panjang itu. kedua pipinya terlihat tembam namun tidak menutupi keindahan senyumannya. Ia memang tidak secantik gadis-gadis yang di hampiri teman-temanku, tapi gadis ini terlihat seperti dewi bahkan saat hanya menggunakan make up tipis itu. sedangkan yang lain terlihat seperti SPG kosmetik.

Gadis itu tersenyum sambil memberikan selebaran pada seorang ibu yang berlalu, lalu membungkuk sopan. Ia menyadari ada seseorang yang memandanginya dan menoleh. Saat itu, tatapan kami bertemu. Dan kurasa saat itu, Cupid langsung melemparkan panah cinta ke hatiku, jantungku berdegup kencang hanya karena menatapnya ini. Ia tersenyum dan menghampiriku, lalu mengulurkan tangan memberikan selebaran. “Silahkan ambil ini..” ucapnya.

Entah mengapa aku merasa kedua pipiku memanas, bibirku tersenyum malu dan mengambil selebaran itu.

Gadis tadi membungkuk sopan dan mencari orang yang berlalu lainnya.

Aku memandang selebaran ditanganku, lalu kembali memandang gadis tadi.

“Ya, Seunghyun..” panggil Jongin.

Aku menoleh dan terlihat mereka memanggilku untuk kembali pergi. Aku kembali memandang gadis tadi, ia terlihat juga melirik kearahku tapi langsung berpaling ketika aku memandangnya. Kakiku melangkah pelan mengikuti teman-temanku.

“Ahh.. mereka sombong sekali. Padahal aku hanya ingin meminta nomor ponsel..” keluh Sejun sebal.

“Ne.. ahh.. tidak ada satu pun dari kita yang menarik perhatiannya.” Ucap Jongin sebal, yang lain mengangguk membenarkan.

Aku berjalan di belakang mereka sambil berpikir. Aku merasa akan menyesal jika pergi seperti ini. Kakiku berhenti melangkah dan kembali memandang kebelakang. Mungkin aku tidak akan bertemu dengannya lagi. mungkin kesempatan ini hanya akan terjadi satu kali. Dengan tekad bulat, aku kembali melangkah menghampiri gadis tadi. “Cokiyo..” panggilku.

Gadis tadi memandangku, “Ne?”

Ini benar-benar memalukan! Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya, tapi aku sudah maju. “Mmm.. namaku Choi Seunghyun, siapa namamu?” tanyaku, kedua tanganku gemetaran namun aku berhasil menyembunyikannya.

Gadis tadi memandangku bingung sesaat, lalu tersenyum. “Park Bom imnida..”

‘Wow! Namanya seindah orangnya!’ pikirku. Aku tersenyum, rasa gugupku terasa berkurang responnya. “Mmm.. Park Bom-ssi, apa kau tidak keberatan jika aku mengajakmu makan malam?” tanyaku hati-hati.

Ia memandang kebawah, terliha kedua pipinya merona merah. “Mmm.. keure..” jawabnya sambil menyelipkan rambut kebelakang telinga.

Aku hampir bersorak senang mendengar jawabannya, “Jadi, dimana aku harus menjemputmu?”

Bom memandangku, “Mmm.. kau tau Universitas Parank?”

“Ne.. aku sering lewat sana..” jawabku cepat.

“Aku akan pulang pukul 5..” jawab Bom.

Aku langsung tersenyum lebar, “Keure! Aku akan menjemputmu..” ucapku, lalu mengeluarkan ponsel. “Berikan aku nomormu..” ucapku sambil menyodorkan ponselku.

Malu-malu Bom mengambil ponselku dan memasukkan nomornya, lalu kembali memberikannya padaku. “Ini..”

“Keurom, sampai nanti Park Bom-ssi..” ucapku, lalu bergerak mundur.

Bom tersenyum malu. Wajah tersipunya membuatku semakin menyukainya. Jika bisa aku ingin tetap disini dan membantunya menyebarkan selebaran.

Begitu aku kembali menghampiri teman-temanku, mereka menatapku tak percaya dengan mulut terbuka.

“Ya… kau benar-benar mendapatkan nomornya?” Tanya Jongin tak percaya.

“Keurom..” jawabku bangga, lalu melangkah duluan sambil memandangi kontak Bom di ponselku.

-Seunghyun’s POV end-

=Flashnack end=

Seunghyun tersenyum mengingat hari itu. Hari dimana ia benar-benar merasa terhipnotis oleh wajah malaikat Bom. Namun mengingat kondisi yang sudah terlanjur terjadi, ia kembali menghela nafas berat. “Kenapa aku tidak mengingat hari ini disaat aku ingin pergi?” gumamnya menyesal. Tangannya meletakkan bingkai photo dan melihat barang lain. Ada beberapa kartu ucapan yang ditulis Bom untuknya. Ucapan selamat ulang tahun, hari Valentine, juga hari anniversary mereka. “Aku sudah 10 tahun lebih tua, Bommi.. Tapi perasaanku masih sama.. Bahkan saat aku merasa kecewa dan tidak peduli padamu, aku masih tetap memikirkanmu..”

Seunghyun kembali memasukkan barang-barang penuh kenangan itu kedalam kotak. Namun tangannya tak bisa meletakkan bingkai photo tadi kembali ke dalam kotak dan kembali memandangnya. Tak lama bibirnya kembali membentuk senyuman, “Meskipun kita sudah 10 tahun lebih tua, kita tetap bisa memulai lagi kan?”

Ponselnya berbunyi, raut wajahnya langsung berubah begitu melihat siapa yang memanggil. Ia menghela nafas dalam dan mengangkat panggilan itu. “Ne, eomma..”

“Ya!! Choi Seunghyun!! Apa kau tidak ingat ibumu lagi?! kemana saja kau?! Eomma hanya sendirian di rumah sakit!!” seru Hyeyoung kesal.

“Aku sibuk eomma..” ucap Seunghyun malas.

“Sibuk apa?! Seharusnya ibumu yang paling penting!! Aisssh!! Gadis itu mengirimiku paket buah-buahan! Kau bisa percaya itu?!” seru Hyeyoung kesal.

Seunghyun tertegun, “Maksud eomma, Bom?”

“Siapa lagi?!” Tanya Hyeyoung.

Seunghyun tak percaya Bom mengirimkan paket itu, namun ada rasa lega di hatinya. Bahwa Bom masih menghormati ibunya apa pun yang terjadi.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

One thought on “Mr and Mrs Choi [Chapter 13]

  1. Yak! Choi seunghyun! Maen cium aja! -_-”
    huftt.. Syukur deh teddy ama bom gak ada hubungan khusus…
    Wahh. Rencana chaerin apa nih??
    Next~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s