Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 12]

12

—She’s Alive—

Untuk pertama kalinya. Bom membawa Dara dan Minji kerumahnya. Karena markas sudah bukan tempat aman lagi sekarang.

Dara duduk di sofa sambil memandang Minji yang tampak seperti sedang berpikir keras, “Minji-a, apa yang kau pikirkan?”

Minji memandang Dara, “Eonni, tadi mendengar seorang pria berbicara dengan perawat pria disana tentang seseorang. Dia berkata akan membawa orang itu pagi ini, juga bertanya apakah orang itu sudah mati atau belum..” ucapnya memulai, “Lalu, perawat pria itu menjawab kalau orang itu masih hidup. Tapi karena pengaruh obat, detak jantungnya jadi sangat lemah dan terlihat seperti meninggal..”

Dara tertegun, “Ne? bagaimana ciri-cirinya?”

Minji berusaha mengingat bagaimana ciri-ciri pria tadi, “Tubuhnya sangat tinggi, juga mengenakan jubah hitam dan terlihat misterius..”

Dara menatap Minji tak percaya, “Jinja? Aku juga melihat pria seperti itu..”

Minji menatap Dara, “Ne?”

“Ne, aku melihatnya masuk ke mobi..” ucap Dara, lalu membesarkan matanya dan menatap Minji tegas. “Yang mengemudikan mobil itu… Teddy oppa..”

Mata Minji membesar.

Dikamar Hayi.

Bom membawa Chaerin ke rumahnya karena gadis itu nyaris tidak bernafas. Jika lebih dari 8 jam tidak menerima oksigen, otaknya bisa lumpuh. Jadi dia memasangkan selang oksigen yang biasa di gunakan adiknya. Ia benar-benar lega ternyata leadernya tidak meninggal, semua ini hanya rancangan seseorang yang ingin melenyapkan Chaerin. Bibirnya membentuk senyuman dan memegang punggung tangan gadis itu, “Selamat kembali, miss leader..” ucapnya, lalu bangkit dan menghampiri teman-temannya.

Dara langsung menatap Bom serius, “Bom! Teddy oppa benar-benar akan membunuh kita!”

Bom menatap Dara kaget, “Ne? apa maksudmu?”

“Minji mendengar pembicaraan seorang pria dengan perawat pria di rumah sakit tentang seseorang yang diberi obat untuk melemahkan detak jantungnya dan terlihat mati. lalu aku melihat pria yang sama masuk ke mobil yang di kendarai Teddy oppa di depan rumah sakit!” cerita Dara panic.

Bom tertegun dan menatap Minji. Ternyata kecurigaannya tidak salah, “Aku… aku juga menemukan bukti lain..”

“Apa eonni?” Tanya Minji.

“Kemarin, setelah makan siang. Aku kembali ke kantor dan berpapasan dengan Teddy oppa. Jas di bagian bahu kanannya sobek. Juga tadi aku memeriksa jemari Chaerin, kuku di tangan kanannya rusak. Mungkin saja itu terjadi karena Chaerin berusaha melawan kan?” jelas Bom.

“Ne!” ucap Dara membenarkan.

“Eoteokhe eonni?” Tanya Minji cemas.

Bom diam sejenak untuk berpikir, “Untuk saat ini, berlaku seperti tidak terjadi apa pun. Yang terpenting kita tau Chaerin masih hidup dan tetap sembunyikan dia hingga kita bisa menguak semuanya.. Araso?”

Dara dan Minji mengangguk mengerti.

“Tapi eonni, apa Chaerin eonni baik-baik saja?” Tanya Minji.

“Ne..” jawab Bom menenangkan, “Aku tidak tau seberapa banyak dosis yang diberikan padanya, tapi aku yakin dia akan segera sadar.”

Minji menghela nafas lega.

 

=Kantor=

Bom melangkah masuk ke kantor sambil memperhatikan sekitar. Ia harus kembali ke rumah sakit di pagi buta agar Hayi tidak menyadari jika ia pergi, baru berkangkat ke kantor. Ketika masuk ke dalam pintu lift yang akan menutup, ia tertegun melihat Teddy sudah ada disana. Rasanya ia ingin langsung memberi pelajaran pada pria itu, tapi ia tau ini belum saatnya. Ia memaksakan dirinya untuk tersenyum dan membungkuk sopan. “Annyeonghaseo, sajangnim..” sapanya dan berjalan ke sisi lain lift.

Teddy menatap Bom khawatir, “Bom, kau sudah tau mengenai Chaerin?”

Bom menghela nafas dalam dan memandang Teddy sedih, “Ne, oppa..” jawabnya seperti akan menangis.

Teddy mengelus bahu Bom, “Aku tau ini berat untukmu dan Dara, jika kalian membutuhkanku, aku akan selalu ada untuk kalian..”

Bom mengangguk pelan, “Gumopta oppa..” ucapnya, dalam hati Ia hampir muntah mengatakannya.

Teddy tersenyum hangat, “Jika kau merasa tidak bisa focus pada pekerjaanmu, kau bisa minta ijin pulang..”

Bom tersenyum tipis, “Ne, oppa..”

Devisi IT.

“Hei Seunghyun..” sapa Teddy sambil melangkah masuk karena baru pria itu yang duduk disana.

Seunghyun memandang Teddy dan tertegun melihat Bom melangkah masuk di belakang bos mereka, “Oh.. ne, annyeonghaseo sajangnim..” sapanya.

Bom bergerak duduk di tempatnya tanpa memandang Seunghyun.

Seunghyun memperhatikan Teddy masuk ke ruangan dan memandang Bom, gadis itu terlihat agak pucat. “Bommi, kau baik-baik saja?”

Bom memandang Seunghyun, pria itu terlihat khawatir. “Ne..” jawabnya singkat, lalu menghidupkan komputernya.

Seunghyun menghela nafas dalam dan berusaha tidak menggangguk Bom lagi, tapi masih ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. “Err.. Bommi…”

Bom kembali memandang Seunghyun.

“Aku tidak akan membahas tentang kita, aku hanya ingin tau. Kenapa sejak kemarin kau terlihat kesal padaku?” Tanya Seunghyun ingin tau.

Bom menatap Seunghyun kesal lagi mengingat alasannya, “Aniya, aku hanya tidak suka orang bermuka dua..” ucapnya dingin, lalu memandang komputernya lagi.

Dahi Seunghyun berkerut, “Maksudmu, aku?” tanyanya tak mengerti.

Bom berusaha menahan kekesalannya dan kembali menatap Seunghyun.

Seunghyun baru mengerti setelah melihat tatapan Bom, “Wae? Apa yang kulakukan?”

Bom menggemertakkan giginya, “Ikut aku…” ucapnya sambil bangkit dan melangkah keluar dari ruangan mereka.

Seunghyun segera bangkit dan mengikuti Bom.

Bom berhenti di dekat balkon dan berbalik menatap Seunghyun, “Sepertinya aku sudah tidak mengenalmu lagi, Choi Seunghyun..” ucapnya dingin.

Dahi Seunghyun berkerut, “Apa maksudmu?”

“Kau berkata curiga pada Park sajangnim.. Tapi apa yang sebenarnya sedang kau lakukan? Apa kau sedang bersandiwara?!” Tanya Bom kesal.

Seunghyun berusaha mengerti ucapan Bom, tapi ia tidak bisa. “Tunggu.. aku masih tidak mengerti. Bisa kau jelaskan lagi?”

“Aissh!!” Bom memukul bahu Seunghyun kesal.

“Aah!!” seru Seunghyun sambil memegang bahunya dan menatap Bom tak mengerti.

“Pabo ya?! Kau berkata akan membantuku! Tapi justru kau yang memberikan informasi tentangku pada Park Sajangnim! Kau benar-benar, Choi Seunghyun!” seru Bom kesal.

Wajah Seunghyun memperlihatkan tanda Tanya besar, “Apa yang sudah kulakukan?” tanyanya tetap tak mengerti.

“Sudahlah! Aku muak denganmu!” ucap Bom, lalu berbalik dan berjalan pergi.

Seunghyun menahan tangan Bom dan menatap gadis itu tak mengerti, “Apa yang kau bicarakan?! Informasi apa yang kuberikan pada Park sajangnim?!” tanyanya kesal.

Bom berusaha menarik tangannya, “Lepaskan! Ya!!”

“Bommi!!” seru Seunghyun, membuat Bom terkejut dan menatapnya kaget. Ia menatap kedua mata gadis itu dalam. “Apa menurutmu aku akan mengingkari ucapanku sendiri?”

Bom berhenti berontak dan menatap kedua mata Seunghyun tajam, “Seseorang pernah berkata untuk berjuang hingga akhir, tapi ternyata dia yang menghancurkan perjuanganku..” ucapnya dingin.

Seunghyun tertegun, ia langsung merasa ucapan Bom menancap ke hatinya.

Bom menarik tangannya, lalu melangkah pergi.

Seunghyun langsung berbalik menatap Bom yang terus pergi, “Bommi!”

Langkah Bom terhenti, namun tidak berbalik.

Seunghyun menatap Bom dalam, “Aku tidak menyukai kedekatanmu dan Park sajangnim..” ucapnya jujur, “Apa menurutmu aku akan memberikan informasi tentangmu padanya?”

Bom tertegun mendengar nada bicara Seunghyun, perlahan ia berbalik dan melihat ketulusan di dalam tatapan pria itu.

Seunghyun hanya berdiri disana sambil memandangi Bom.

Bom tau Seunghyun tidak berbohong, ia selalu tau. Namun ia memilih untuk tidak mengatakan apa pun dengan berbalik pergi.

Seunghyun menghela nafas dalam dan mundur beberapa langkah hingga pinggangnya bersandar pada pagar pembatas. Ia memijat pangkal hidungnya dengan mata terpejam, ia mengerti jika Bom tidak bisa melupakan masa lalu. “Aissh!! Kenapa aku baru mengetahuinya setelah 10 tahun?” gumamnya kesal, saat itu ponselnya berbunyi dan memandang layarnya. Hanya nomor saja yang muncul, namun ia tau itu nomor siapa. Ia menjawab panggilan itu dan menempelkannya ke telinga. “Yoboseyo..”

“Hyung, aku sudah mendapatkan informasi yang kau cari..” ucap Daesung diseberang.

Seunghyun tertegun, “Ne? cepat kirimkan padaku melalui email..” ucapnya cepat.

“Ne, aku akan mengirimkannya..” ucap Daesung, tapi suaranya terdengar ragu. “Hyung…”

“Wae?” Tanya Seunghyun heran.

“Kau sudah pernah menikah dulu?” Tanya Daesung tak percaya.

Seunghyun menghela nafas dalam, “Ne.. 10 tahun lalu.. Jangan katakan apa pun pada yang lain..”

“Keurom.. Tapi…” Daesung terdengar ragu untuk berbicara.

“Tapi apa?” Tanya Seunghyun.

“Mmm.. aku akan mengirimkan datanya. Kau bisa membacanya sendiri.. Keure, sampai jumpa hyung..” jawab Daesung dan telepon terputus.

Seunghyun mengerutkan dahi dan memandang layar ponselnya bingung. Ia kembali ke ruangannya sebelum Teddy mencarinya. Selama bekerja ia tidak bisa berhenti melirik kearah Bom, tapi gadis itu sama sekali tidak meliriknya.

“Eonni, kau mau makan siang denganku?” Tanya Jennie.

Bom memandang Jennie menyesal, “Mian, aku harus ke rumah sakit..”

“Ohh.. adikmu belum sembuh eonni?” Tanya Jennie.

“Ne, dia masih harus di rawat intensif.. Keurom, aku duluan.” Ucap Bom sambil bangkit dan melangkah ke pintu.

“Ohh.. sepertinya sakit adiknya Bom eonni parah.” Ucap Jennie khawatir.

“Ne, sudah hampir sebulan tapi adiknya masih di rawat..” ucap Mino, lalu bergerak bangkit. “Aku akan makan siang, kau ikut hyung?” tanyanya pada Seunghyun.

“Aniya, kalian saja.. aku akan memesan makanan disekitar sini saja..” ucap Seunghyun.

“waeyo oppa?” Tanya Jennie ingin tau.

“Ani, aku harus menyelesaikan laporan tentang penyelusup kemarin..” jawab Seunghyun memberi alasan.

“Hmm.. keure, kami pergi oppa.” Ucap Jennie sambil bangkit dan berjalan keluar bersama Mino.

Seunghyun menunggu kedua rekan kerjanya pergi, lalu membuka akun e-mailnya dan mencari file yang dikirimkan Daesung padanya. Data pertama yang tertera adalah milikTeddy. Pria itu tinggal di Brooklyn hingga usia 26 dan kembali ke Korea. Tidak ada yang benar-benar special kecuali kenyataan kalau pria itu pernah bekerja di kemiliteran sebagai ahli IT. “Mengesankan..” ucapnya datar. Data selanjutnya adalah milik Bom. Gadis itu pergi ke Amerika sekitar 9 tahun yang lalu dan menyelesaikan kuliah disana. Ia menghela nafas dalam mengetahui itu, “Jika kita tidak berpisah, kita bisa menyelesaikan kuliah bersama..” gumamnya pelan. Lalu melihat ke data lainnya. Setelah membaca beberapa saat, ia tertegun dan menatap layar komputernya tak percaya. “Mwo?” ucapnya tak percaya.

Teddy dan Park tinggal di tempat yang sama selama 3 tahun sebelum akhirnya pria itu kembali ke Korea.

Tangan Seunghyun tergenggam dan memukul meja pelan. Ia tidak tau mengapa, tapi kepalanya terasa panas. Benar-benar panas hingga akan meledak kapan saja.

 

=Rumah Bom=

Chaerin mengerutkan dahinya, tubuhnya terasa sangat lemah dan ia tidak bisa menggerakkan ujung kaki dan tangannya. Matanya terbuka perlahan dan memperhatikan sekitarnya, perlu beberapa saat hingga ia menyadari dirinya ada ditempat asing.

“Oh.. Chaerin-a!” ucap Dara girang karena melihat Chaerin membuka matanya.

Chaerin memandang kearah suara Dara dengan dahi berkerut.

Dara menatap Chaerin senang, “Chaerin-a, gwenchana?” Tanyanya.

Chaerin baru mengenali siapa yang ada didepannya, “Eonni..” ucapnya lemah.

“Ne..” jawab Dara dengan senyuman lebar di wajahnya.

“Apa yang terjadi padaku?” Tanya Chaerin, namun tenggorokannya terasa kering hingga suara yang keluar hanya seperti bisikan.

Wajah Dara berubah bingung, “Mworagu?” tanyanya sambil mendekatkan telinga pada Chaerin.

“Dimana ini?” Tanya Chaerin.

Dara kembali memandang Chaerin, “Kau ada dirumah Bom, sebelumnya kau diberi seseorang obat agar detak jantungmu melambat dan terlihat meninggal.. Tapi kami berhasil membawamu..” jawabnya senang.

Chaerin berusaha mengingat lagi, namun ia benar-benar tidak tau apa yang terjadi.

“Gwenchana.. istirahatlah dulu.. Dokter Bom berkata kau akan merasa kaku karena obat itu, tapi tidak akan lama. Kau tenang saja..” ucap Dara, ia menyebut Bom Dokter karena paling mengerti apa yang harus dilakukan.

Chaerin mengangguk pelan.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 12]

  1. Apa maksudnya teddy ama bom pernah tinggal di tempat yang sama??
    Teddy bener2 bermuka dua -_-”
    untung deh chaerin udah sadar… =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s