Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 10]

10

—Murdered—

=Kantor=

Bom melangkah masuk ke gedung kantornya sambil termenung, ia masih memikirkan ucapan Seunghyun tadi.

=Flashback, 11 tahun lalu=

Bom menoleh ketika mendengar seseorang datang, bibirnya langsung membentuk senyuman ketika melihat Seunghyun menghampirinya dengan jaket tebal dan kepala terutup topi rajutan. Dia sudah menunggu pria itu di sebuah kafe dimalam bersalju itu.

“Maaf, apa kau lama menunggu?” Tanya Seunghyun sembari bergerak duduk dan melepas topi rajutannya.

Bom menggeleng, “Aniya, aku juga baru tiba..” ucapnya.

Seunghyun tersenyum, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan menyodorkannya pada Bom.

Bom tertegun melihat sebuah cincin di tangan Seunghyun dan memandang pria itu tak mengerti.

Seunghyun menatap Bom dalam, “Bommi, aku tau ini sangat gila. Tapi aku harus menikahimu mala mini juga..”

Bom tertegun, “Ne?”

Seunghyun mengulurkan satu tangannya yang lain dan menggengam tangan Bom, “Kumohon Bom, eomma akan mengirimku ke Amerika besok. Jika aku pergi, mungkin eomma akan melakukan sesuatu padamu. Aku tidak ingin itu terjadi..”

Bom menatap Seunghyun tak mengerti, “Tapi… Seunghyun, ini tidak benar..”

“Aku tau, tapi aku tidak ingin kita berpisah.. Atau, kau ikut denganku ke Amerika?” Tanya Seunghyun serius.

Bom menggeleng, “Aniya, aku tidak bisa melakukan itu. pertama, aku harus menjaga adikku. Kedua, ibumu akan semakin membenciku jika kau melakukan ini..”

Seunghyun menghela nafas frustasi, “Aku benar-benar tidak tau lagi apa yang harus kulakukan..” ucapnya.

Bom tersenyum dan memegang tangan Seunghyun, membuat pria itu memandangnya. “Yang harus kau lakukan, tunjukan pada eommanim kesungguhanmu..”

Seunghyun merasa sesak melihat Bom tersenyum meskipun ia tau bagaimana ibunya menyakiti gadis yang sangat ia cintai ini. Tangannya menggenggam tangan gadis itu dan menatapnya dalam, “Tapi kau harus berjanji untuk berjuang hingga akhir bersamaku..”

Bom mengangguk, “Aku sudah berjuang sejauh ini untuk bersamamu, jadi aku harus berjuang hingga akhir..”

Seunghyun tersenyum haru dan mencium punggung tangan Bom, “Aku mencintaimu Bommi..”

=Flashback end=

Duk..

Bom tersadar dari lamunannya ketika merasakan tubuhnya menabrak sesuatu. Ia langsung mengangkat wajahnya dan menyadari dirinya baru saja menabrak Teddy yang memandangnya bingung.

“Bom, gwenchana? Kenapa kau menangis?” Tanya Teddy khawatir sambil memegang bahu Bom.

Bom terkejut menyadari air matanya berjatuhan begitu saja, ia segera menyeka air matanya, “Oh.. maaf, aku tidak tau apa yang terjadi padaku.”

Teddy menatap Bom cemas, “Apa terjadi sesuatu pada adikmu? Kenapa kau sampai menangis seperti ini?”

Bom tersenyum tipis, “Gwenchana oppa, hanya memikirkan sesuatu..” ucapnya. Saat itu ia menyadari jas yang di kenakan Teddy robek seperti tersangkut sesuatu, “Oh.. oppa, ini kenapa?” tanyanya sambil menunjuk robekan itu.

“Hm?” Teddy memandang bahunya, “Omo.. kapan ini terjadi?” tanyanya sendiri.

“Oppa, kau harus berhati-hati lagi..” ucap Bom, “Keurom, aku akan kembali ke ruangan..” ucapnya dan membungkuk sopan, lalu melangkah pergi. Namun meskipun terlihat tenang, ia merasa agak aneh. Saat itu Teddy ingin meracuninya, sekarang terlihat seperti sangat mengkhawatirkannya. ‘Apa oppa memiliki rencana untuk menjebakku?’ batinnya curiga. Ia masuk ke ruangan dan melihat Jennie sudah disana, “Annyeong..” sapanya.

Jennie tersenyum pada Bom, “Eonni, ada kiriman untukmu..” ucapnya sambil menunjuk sebuah kotak kecil di meja Bom.

Bom melangkah ke mejanya sambil memandang Bom itu bingung, “Dari siapa?” tanyanya sembari meletakkan tas di meja dan bergerak duduk.

“Molla, tidak ada nama pengirimnya..” ucap Jennie.

Bom mengambil kotak itu dan memperhatikannya beberapa saat, lalu memandang Jennie. “Kurir yang memberikannya?”

“Ne.. aku yang menandatangani tanda terimanya..” jawab Jennie memberitau.

“Hmm.. begitu..” Bom mengangguk mengerti dan memasukkan kotak tadi ke dalam tasnya.

“Oh.. eonni, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” Tanya Jennie.

“Tentu, tanyakan saja..” jawab Bom.

“Mmm..” Jennie menggaruk belakang kepalanya ragu, “Apa eonni dan Seunghyun oppa memiliki hubungan khusus?”

Bom tertegun, “Ne? ohh.. aniya, kami baru bertemu disini..” jawabnya, lalu langsung menghidupkan computer dan melanjutkan pekerjaannya.

Sepulang kerja. Parkiran Mobil.

“Bommi, tunggu..” panggil Seunghyun sambil menarik tangan Bom.

Bom berhenti dan memandang Seunghyun.

Seunghyun menatap Bom menyesal, “Bommi, aku…”

“Seunghyun-ssi..” potong Bom, “Kumohon jangan panggil aku seperti itu..”

Seunghyun terlihat sedih, “Aku tau semua ini salahku, tapi…”

“Aku tidak ingin membahasnya lagi..” potong Bom lagi, lalu menarik tangannya dari pegangan Seunghyun. “Sekarang kita hanya rekan kerja, jadi jangan bahas masa lalu lagi..” ucapnya.

Seunghyun menghela nafas dalam, terlihat ia tidak ingin membiarkan semuanya seperti ini.

Bom diam sejenak, “Keure, aku pergi..” ucapnya dan berbalik menuju mobilnya.

 

=Kamar Perawatan Hayi=

Bom keluar dari kamar mandi dengan pakaian celana longgar dan baju kaus yang nyaman karena mala mini dia akan bermalam di rumah sakit. Ia baru saja membersihkan diri dengan rambut masih terikat bulat di kepalanya. Ia menghampiri tempat tidur adiknya yang sedang menonton tv. “Hayi-a, sudah malam.. waktunya tidur.” Ucapnya sambil membelai rambut adiknya.

Hayi mengangguk dan langsung berbaring sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.

“Hati-hati tanganmu..” ucap Bom sambil menahan tangan kiri Hayi yang terpasang jarum infuse, lalu mengambil selang oksigen dan memasangkannya ke hidung adiknya. Ia mematikan tv dengan remote dan tersenyum memandang adiknya.

“Eonni, akan tidur bersamaku?” Tanya Hayi.

“Eonni akan tidur di sofa, kau tidur saja. Eonni akan mengambil minuman sebentar..” ucap Bom sambil mengelus rambut adiknya, lalu berbalik.

“Oh… eonni..” panggil Hayi.

Bom memandang Hayi, “Wae?”

“Mmm.. apa eonni masih bertemu hyeong-bu?” Tanya Hayi.

Bom diam sejenak, “Ani.. Saat itu kami hanya tidak sengaja bertemu..”

Hayi tak kecewa, “Oh.. begitu..”

Bom memandang Hayi bingung, “Waeyo? Kenapa kau terlihat kecewa?”

“Ani, hyeong-bu selalu membuat eonni bahagia dulu. Aku hanya ingin kita seperti dulu lagi..” ucap Hayi.

Bom tertegun mendengar ucapan Hayi, ia memang sangat menginginkan masa itu kembali. Tapi sudah terlambat untuk menyesalinya. Bibirnya kembali membentuk senyuman, “Sudah, tidurlah.. eonni tidak akan lama..” ucapnya, lalu melangkah keluar dari ruangan adiknya. Begitu pintu tertutup, ia berhenti sejenak untuk menenangkan dirinya. ‘Eonni sudah berusaha mempertahankannya, Hayi. Tapi tidak berhasil, mianeyo..’ batinnya. Ia menghela nafas dalam dan melangkah menuju ruang tunggu dimana ada mesin minuman. Ada beberapa orang disana yang sepertinya juga sedang menunggui keluarga mereka. ia menghampiri mesin minuman dan memasukkan uang, lalu memilih minuman yang ingin ia beli.

Klontang!

Terdengar minuman kaleng itu jatuh ke kotak di bawah untuk mengambil. Bom membungkuk sedikit untuk mengambilnya dan kembali berdiri. Saat berbalik, matanya tidak sengaja melihat layar tv besar di atas dinding yang sedang menayangkan berita malam. ia tidak bisa menonton tv di kamar perawatan Hayi karena itu akan mengganggu adiknya, jadi ia putuskan untuk duduk disana sebentar. Ia bergerak duduk dan membuka minuman kaleng ditangannya. Sebenarnya berita itu tidak begitu menarik, namun ia tetap mendengarkannya.

Berita itu tentang politik di negaranya. Tak lama berita itu berganti dengan berita lain. Bom meneguk air di minumannya, lalu bangkit. Namun berita yang terlihat menarik perhatiannya. Tentang pembunuhan seorang gadis.

“Sesosok jasad gadis ditemukan di dalam mobil di sebuah lahan kosong sore ini sekitar pukul 4 oleh seseorang yang berlalu disana. Setelah melakukan pemeriksaan, pihak medis menyatakan gadis itu dibunuh dengan cara dicekik dan setelah meminum racun, diperkirakan kematiannya sekitar tengah hari tadi. Kemungkinan besar pembunuhnya adalah salah seorang tersangka yang pernah ia ungkap kejahatannya. Gadis berusia 24 tahun yang berprofesi sebagai detektif di pemerintahan ini memang di kenal dengan kemampuannya mengungkap kasus dengan baik…”

Dahi Bom berkerut mendengar penjelasan pembawa acara. Dilayar terlihat mobil tempat jasad ditemukan, juga beberapa barang yang tertinggal disana. Tak lama sebuah kartu ID beserta gambar sang pemilik muncul. Mata Bom melotot melihat siapa itu. ia benar-benar shock melihat berita itu. satu tangannya terangkat dan menutup mulutnya tak percaya. “Chaerin?” gumamnya dengan bulir air berjatuhan. Ia berusaha memikirkan siapa yang melakukan hal ini pada leader-nya. Ia langsung berbalik dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.

 

=Markas 2ne1=

Semua anggota 2ne1 langsung datang ke markas begitu melihat berita mengenai Chaerin. Dara mondar-mandir dengan satu tangan terlipat di dada dan satu lagi memegang mulutnya, ia tak bisa berhenti menangis mengetahui berita tentang Chaerin.

Minji duduk di sofa dengan tubuh gemetaran. Ia tak mengatakan apa pun namun air matanya tak bisa berhenti.

Bom masuk dan langsung memandang teman-temannya, “Ya…”

“Bom..” ucap Dara dengan suara bergetar.

Minji bangkit dan langsung menghampiri Bom, “Eonni..” ucapnya sambil memeluk gadis itu.

Bom mengelus punggung Minji dan memandang Dara.

“Apa yang terjadi? Bagaimana Chaerin bisa dibunuh seperti ini?” Tanya Dara tak percaya.

Bom juga terlihat sama kalutnya dengan kedua temannya, “Mmm.. aku tidak tau Dara.. Aku juga sangat terkejut mengetahuinya.”

Dara berusaha menenangkan dirinya, “Lalu, bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan? Chaerin bukan gadis lemah, dia pasti akan melawan. Tapi kenapa dia bisa seperti ini?” ucapnya dan mulai menangis tersedu-sedu.

Bulir air mata Bom kembali berjatuhan, ia melebarkan satu tangannya yang lain untuk menarik Dara kepelukannya. Ia memang bukan leader, tapi ia adalah orang tertua disana. Jadi ia harus bisa menenangkan anggota yang lain disaat seperti ini. Sebenarnya ia juga sangat panic, ia tidak percaya gadis tangguh seperti Chaerin bisa terbunuh begitu saja.

Minji mulai bisa menenangkan dirinya dan memandang Bom, “Eonni.. jigeum eoteokhe(bagaimana sekarang)?”

Dara memandang Bom menunggu jawaban gadis itu.

Bom menghela nafas dalam dan berusaha berpikir rasional, “Ini adalah saat yang sangat berat, kita duduk dan pikirkan dengan baik..” ucapnya sambil merangkul kedua temannya ke sofa.

Mereka berdiam diri selama beberapa saat untuk berpikir.

Bom mengerutkan dahi memikirkan siapa yang kira-kira bisa membunuh Chaerin seperti itu, lalu memandang kedua temannya. “Teman-teman, dengar..” ucapnya.

Dara dan Minji memandang Bom.

“Dengar…” ucap Bom lagi, “aku tau ini saat yang tidak pernah kita bayangkan, tapi kita tidak bisa berdiam disini dan hanya meratapi kematian Chaerin. Kita harus melakukan sesuatu..”

“Apa?” Tanya Dara.

Bom memandang kedua temannya bergantian, “Malam ini, jasad Chaerin pasti masih berada di kamar mayat. Kita harus memeriksanya, pasti ada seseorang yang sengaja melakukan ini. Bagaimana mungkin keluarganya tidak melakukan otopsi? Seharusnya mereka menyelediki ini lebih lanjut. Pasti ada dalang yang sangat hebat di balik ini semua. Aku butuh bantuan kalian. Kalian harus tegar demi Chaerin. Jika bukan kita, siapa yang akan menyelidiki kasus ini? Mungkin ini ada hubungannya dengan kasus yang sedang kita selidiki, benar kan?”

Minji dan Dara tampak setuju dengan ucapan Bom.

“ne, eonni.. Tapi aku tidak tau apakah aku bisa melakukannya mala mini..” ucap Minji ragu.

“Ne, aku juga..” ucap Dara.

Bom memegang kedua tangan temannya, “Kalian bisa! Chaerin leader yang hebat! Kita harus lebih hebat sekarang! Dia hanya memiliki kita untuk mengusut masalah ini..” ucapnya lagi.

Dara dan Minji menatap Bom, perlahan rasa percaya diri tampak dalam tatapan mereka.

“Ne, eonni..” jawab Minji yakin.

“Keure! Ayo kita lakukan! Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang melakukan ini pada Chaerin! Aku akan membalaskan kematiannya!!” ucap Dara bertekad.

Bom tersenyum dan menggenggam tangan kedua temannya, “Ayo kita lakukan..”

 

<<Back           Next>>

Advertisements

One thought on “Mr and Mrs Choi [Chapter 10]

  1. Omo..! Chaerin kok dibunuh??? Ama siapa!!? Teddy sikapnya membingungkan… Apa teddy ada hubungannya dengan kematian chaerin?? Atau kim jungmo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s