Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 6]

6

—It’s Still Hurt—

=Flashback, 10 tahun lalu=

Seunghyun keluar dari kamar menarik kopernya bersama sebuah kardus berisi barang-barangnya.

Bom yang baru kembali dari luar tertegun melihat Seunghyun membawa barang-barang, “Kau akan pergi?”

Seunghyun menatap Bom dingin, “Aku muak hidup denganmu, kau hanya bisa membuatku pusing dan menghabiskan waktuku! Kita bercerai!” ucapnya, lalu menarik kopernya menuju pintu depan.

Bom terpaku di tempatnya mendengar ucapan Seunghyun. Telingatnya bisa mendengar pintu terbuka dan tertutup lagi. bulir air berjatuhan dari matanya, kakinya melemah dan jatuh terduduk di lantai dengan hati hancur berantakan.

=Flasback end=

“Eonni..” panggil Jennie sambil memegang bahu Bom.

Bom tertegun dan memandang Jennie, “Ne?”

Jennie memandang Bom bingung, “Waeyo eonni? Kau terlihat tidak sehat..”

“Oh.. mian.. Adikku sakit, jadi aku harus menjaganya semalaman. Mmm.. aku akan ke toilet sebentar..” ucap Bom sambil bangkit dan berjalan ke pintu. Ketika ia hendak membuka pintu, ia tertegun ketika pintu itu terbuka sendiri dan Seunghyun muncul.

Seunghyun tertegun berpapasan dengan Bom dan langsung menunduk canggung. “Silahkan..” ucapnya sambil memberikan ruang agar gadis itu bisa keluar.

Bom melangkah keluar tanpa mengatakan apa pun.

Seunghyun melirik Bom sejenak dan melangkah menuju tempat duduknya.

“Oppa, sepertinya Bom eonni sedang tidak sehat. Dia selalu termenung sejak tadi..” ucap Jennie pada Mino.

Seunghyun tertegun, ia merasa hal itu karena apa yang dilakukan ibunya semalam.

Mino memandang Jennie, “Ne, kupikir juga begitu..”

“Dia tadi berkata menjaga adiknya semalaman, apa sakit adiknya parah ya?” Tanya Jennie penasaran.

Seunghyun menatap Jennie kaget, “Adiknya?”

“Ne, oppa..” jawab Jennie.

Seunghyun mengerutkan dahi, ‘Karena itu dia ada di rumah sakit semalam?’ batinnya.

Sementara itu.

Bom masuk ke lift dan menunggu pintu tertutup, lalu menyentuh telinga kanannya dan mengaktifkan earphone yang akan langsung secara otomatis memanggil Minji.

“Eonni aku sudah tersambung denganmu..” ucap Minji di telinga Bom. “Aku juga sudah mendapatkan kiriman sambungan cctv di kantormu, sekarang aku melihatmu di lift. Setelah pintu terbuka, berjalan ke lorong kiri dan masuk ke toilet beberapa saat.”

Pintu lift terbuka, Bom melangkah ke lorong kiri dan menemukan toilet disana. Lalu melangkah masuk dan berdiri beberapa saat di depan wastafel, “Apa disini ada cctv?” tanyanya pelan.

“Aniya, hanya di pintu masuk..” jawab Minji. “Sebentar, aku akan mempalsukan tayangan cctv yang terlihat.” Ucapnya sambil mengetik sesuatu, “Oke, aku berhasil..” ucapnya lagi.

“Apa aku bisa bergerak sekarang?” Tanya Bom.

“Eonni, kamuflase ini hanya bisa di gunakan selama setengah jam. Jika lebih, mereka akan menemukan penyusupanku..” jelas Minji.

“Keure, aku mengerti..” ucap Bom, “Aku bergerak..”

“Dari sana pergi ke lorong sebelah kanan, lalu kau akan menemukan ruang kerjaKim Jungmo..” ucap Minji.

Bom keluar dari toilet dan melangkah pelan menuju arah yang ditunjukkan Minji, namun ternyata ada sekretaris Jungmo duduk di mejanya. “Minji, ada sekretarisnya..” bisiknya.

“Sebentar.. aku akan membuatnya pergi..” ucap Minji, lalu mengetik sesuatu di layar laptopnya.

Bom memperhatikan sekretaris itu beberapa saat, kemudian ponsel gadis itu berbunyi menandakan pesan masuk. Tak lama gadis itu tampak terkejut dan langsung mengambil tas bersama baju hangatnya pergi. Bibirnya membentuk senyuman, “Good job Minji..” ucapnya dan kembali melangkah cepat menuju ruang kerja Jungmo. “Oke, aku masuk keruangan ini..” ucapnya sambil menutup pintu di belakangnya.

“Eonni, kau bisa memasang camera tersembunyi dan alat penyadap di sekitar sana. Hati-hati, aku yakin Jungmo bukan orang sembarangan..” ucap Minji.

“Araso..” ucap Bom sambil melangkah mendekati meja kerja Jungmo dan mencari benda apa yang kira-kira tidak akan di sentuh pria itu. ia melihat sebuah pajangan di meja, ia mengeluarkan alat penyadari dari balik rok mininya, lalu menempelkan benda kecil yang terlihat seperti tempelan berwarna hitam itu kebawah pajangan dan kembali meletakkannya. Ia mengedarkan pandangannya mencari tempat yang mungkin bisa ia letakkan kamera. Namun kepalanya langsung menoleh ke pintu ketika mendengar seseorang mendekat, “Minji seseorang datang..” bisiknya dan langsung berjongkok di balik sofa.

“Eonni, aku tidak bisa melihat siapa yang datang karena cctv masih di kamuflase..” ucap Minji.

Bom tertegun mendengar pintu terbuka, lalu seseorang melangkah masuk sambil kembali menutup pintu. Ia mempertajam pendengarannya dan mengintip dari bawah sofa, terlihat yang masuk seorang pria.

“Eonni, kau harus segera keluar dari sana..” ucap Minji.

Bom tidak punya pilihan lain, ia menunggu orang itu mendekat dengan posisinya lalu dengan cepat bangkit dan menarik tangan pria itu.

“AAA!! Ya!! Ya!!!” jerit pria itu kaget karena Bom langsung mencengkeram lehernya.

Bom terkejut menyadari orang itu adalah Teddy, “Oh! Oppa?”

Teddy menghela nafas dalam, “Aissh.. kau mengagetkanku saja..” ucapnya.

“Waeyo eonni?” Tanya Minji bingung.

“Oppa, kenapa kau ada disini?” Tanya Bom pada Teddy.

“Aku ingin memasang kamera tapi malah disergap seperti ini..” ucap Teddy sambil mengelus dadanya.

Dahi Bom berkerut, “Oppa, kau juga mengusut kasus Kim Jungmo?”

Teddy menempelkan telunjuknya ke bibir, “Sssh!! Aissh.. kau ini sudah professional masih saja kampungan.. Aku tidak mengerjakan kasus lagi, sekarang aku pengawas kalian. Kau lupa?!”

Bom mengangguk mengerti, “Oh.. benar juga..” ucapnya.

“Aku hanya ingin membantu, lagi pula sudah setahun kalian belum mengungkapnya..” ucap Teddy, “Ayo, bantu aku memasangnya..” ucapnya sambil mengeluarkan kamera kecil dari sakunya.

“Keure, dimana aku harus memasangnya?” Tanya Bom.

“Mmm..” Teddy memandang sekitar, “Kurasa di rak buku dan di dekat jendela cukup..” ucapnya.

“Aku akan memasang di jendela..” ucap Bom dan melangkah ke jendela.

“Eonni, apa semuanya terkendali?” Tanya Minji.

“Ne, gumopta Minji..” jawab Bom berbisik.

Teddy memandang Bom, “Kau berbicara padaku?”

Bom tertegun, “Ne? oh.. ani..” jawabnya dan kembali melakukan pekerjaannya.

 

=Rumah Sakit=

Seunghyun menghampiri bagian informasi, “Permisi, apa aku bisa bertanya tentang seorang pasien yang juga di rawat disini?”

Perawat di sana tersenyum, “Ne, siapa namanya tuan?” tanyanya.

“Park Hayi..” jawab Seunghyun.

“Baik, sebentar tuan..” ucap gadis itu dan mencari di computer, “Pasien Park Hayi di ruang ICU nomor 043, tuan..”

Seunghyun tertegun, “ICU? Wae? Apa sakitnya parah?”

Perawat itu memandang Seunghyun prihatin, “Pasien mengidap kanker paru-paru dan sekarang sedang mengalami pendarahan di salah satu paru-parunya..”

Mata Seunghyun membesar, “Ne?”

Ruang ICU Hayi.

Seunghyun melangkah masuk ke ruang ICU itu dan menghampiri tempat tidur, ia langsung tertegun melihat kondisi gadis itu.

Perawat Jung langsung berdiri begitu melihat Seunghyun masuk, “Annyeonghaseo, nuguseyo?”

Seunghyun memandang perawat Jung, “Ne? oh.. cesonghamida, kupikir aku salah masuk..” ucapnya, lalu membungkuk sopan dan langsung keluar dari ruangan itu.

Perawat Jung hanya mengerutkan dahi melihat Seunghyun keluar.

 

=Markas 2ne1=

“Bagus eonni, kita bisa mengetahui apa saja yang dilakukan Jungmo ketika berada di ruang kerjanya..” ucap Chaerin.

Bom tersenyum, “Ne, ini semua berkat Teddy oppa. Dia yang membantuku memasang kamera..” ucapnya.

Dara memandang Bom, “Teddy oppa?”

“Ne, dia tiba-tiba masuk. Kupikir aku ketahuan, ternyata Teddy oppa..” jawab Bom menahan tawa.

Chaerin mengerutkan dahi, “Bagaimana Teddy oppa tau kau masuk keruangan Jungmo?”

Semuanya terdiam dan menatap Chaerin serius.

“Benar, aku tidak memberitaunya..” ucap Bom heran.

“Tapi aku mendengar tentang mengawasi kita, apa maksudnya eonni?” Tanya Minji.

“Ne.. Teddy oppa berkata dia sudah tidak menangani kasus lagi, tapi sekarang dia mengawasi kita. Mungkin Karena itu dia tau..” jawab Bom, “Keutji miss leader?”

“Ne, Teddy oppa juga sering memberikanku motivasi-motivasi yang membangun..” ucap Dara.

Chaerin berpikir sejenak, “Mmm.. mungkin saja.” Ucapnya, “Oh ya, ada berita tentang gadis yang bersama Jungmo itu?”

Minji memandang layar i-padnya, “Mmm.. belum ada eonni.” Jawabnya sambil menggeleng kecil, namun sedetik kemudian matanya membesar. “Oh! Ada!!” serunya.

Semuanya langsung menghampiri Minji untuk tau apa yang terjadi.

 

=Markas Bigbang=

“Hyung!! Model Oh Sekyung di temukan tewas!!” seru Daesung dari ruang tengah.

Anggota lain yang sedang bermain billyar langsung berlari ke ruang tengah, “Mworagu?!!”

Daesung menunjukkan berita panas yang ada di laptopnya, “Lihat!”

Dahi keempat anggota Bigbang yang lain berkerut, “Bunuh diri? Wae?” Tanya Taeyang.

“Benar kan! Gadis itu hanya di gunakan, aku yakin dia tidak bunuh diri!” ucap Seunghyun.

“Aissh! Kenapa semuanya jadi semakin rumit?!” ucap Jiyong kesal.

“Dimana dia ditemukan, hyung?” Tanya Seungri.

“Di apartemennya, dia menggantung dirinya sendiri dan ada sebuah surat yang menyatakan tentang dirinya yang frustasi tentang karirnya yang tidak juga membaik..” jawab Daesung membaca isi beritanya.

“Sial! Bagaimana pun caranya, aku akan menemukan siapa pencuri kalung itu!” tekad Jiyong.

 

=Apartemen Oh Sekyung=

Chaerin melangkah masuk ke dalam apartemen yang di beri garis polisi itu saat yang lain sedang sibuk memeriksa.

Kepala kepolisian di daerah itu, Lee Minho, memandang Chaerin dengan dahi berkerut, “Detektif Lee, sedang apa kau disini?”

Chaerin memperhatikan sekitar, “Aku ingin memeriksa beberapa hal, gadis yang meninggal itu berkaitan dengan kasus yang sedang kuselidiki..”

Dahi Minho berkerut, “Ya, ini kasusku. Jika kau ingin ikut kau harus meminta persetujuan dulu dariku..” ucapnya kesal.

Chaerin menatap Minho kesal, “Aissh.. sudah urus saja urusanmu..” ucapnya, lalu melangkah masuk.

“Ya..” panggil Minho dan mengikuti Chaerin

Chaerin mengenakan sarung tangan karet dan masuk ke kamar Sekyung, disana banyak photo dari model itu. juga tali yang di gunakan untuk gantung diri masih terpasang di langit-langit. “Pukul berapa dia ditemukan?” Tanyanya.

“Sekitar pukul 6 oleh manajernya..” jawab Minho.

“Apa hasil otopsi dari rumah sakit sudah keluar?” Tanya Chaerin sambil memperhatikan ruangan yang masih sangat rapi itu.

“Keluarganya tidak setuju untuk otopsi..” jawab Minho dan menghela nafas dalam.

Chaerin tertegun dan memandang Minho, “Wae? Mereka percaya gadis itu meninggal bunuh diri?”

Minho mengangguk, “Dari semua bukti dan keterangan yang kuterima dari manajer dan adik korban, Model Oh Sekyung memang sedang depresi akhir-akhir ini. Dia juga pernah hampir meloncat dari gedung agensi karena itu, tapi berhasil di hentikan..”

Chaerin mengerutkan dahi, karena seminggu lalu ia masih melihat Sekyung tersenyum ceria bersama Jungmo di acara itu.

“Sudahkan? Sekarang pergilah, kau menggaggu anggotaku bekerja..” ucap Minho kesal.

Chaerin memandang Minho, “Apa ada benda yang hilang dari sini?” tanyanya.

“Benda? Mmm.. ani.” Jawab Minho.

“Lalu, apa ada benda yang akan di keluarkan dari sini?” Tanya Chaerin.

“Mmm.. entahlah, aku tidak tau juga..” jawab Minho.

“Mmm.. keure, aku akan melihat-lihat sekali lagi dan langsung pergi..” ucap Chaerin.

“Sajangnim..” panggil seorang polisi.

“Ne..” jawab Minho, lalu menatap Chaerin. “Setelah ini langsung pergi, araso?”

“Ne..” jawab Chaerin, lalu melihat-lihat barang yang ada disana. Ia membuka laci dan melihat tidak ada barang aneh. Ia beralih ke lemari dan membukanya, banyak koleksi baju disana. Ia membalik beberapa baju hingga melihat koleksi tas di bawah gantungan baju. Dahinya berkerut melihat sebuah tas yang tidak asing, ia ingat, Sekyung mengenakan tas itu diacara mereka bertemu. Ia segera mengambil ta situ dan melihat setiap sisinya. Ia tertegun menemukan alat penyadap yang di pasang Minji terpasang disana, pantas saja ia mendengar suara wanita saat mendengar hasil sadapannya. Ternyata seseorang sudah memindahkan alat sadap itu. tapi siapa? Ia meletakkan benda itu lagi dan menutup pintu lemari. Sambil melangkah keluar ia melepaskan sarung tangan karetnya.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 6]

  1. Ohh jadi target 2NE1 itu kim jungmo… Terus teddy itu tugasnya ngawasin 2NE1 gitu… XD
    truss target bigbang itu kalung… Apakah 2 target itu berhubungan??
    Mari kita tunggu chapter selanjutnya!! XD wkwkwk

    1. Mksii ya.. Kamu pembaca yang bikin terharu. Hehehe.. Ada beberapa pembaca yang ngga mau baca cerita aku klo cast nya bukan idola favorit mereka.. (>̯͡▼<̯͡) thank you Maria-ssi..
      🙂

  2. Sama2 Hanna Eonnie =)
    lol~ sebetulnya aku emg suka alias nge ship TopxBom.. Tapi gak se hard 2hyun xD dan.. gak jadi masalah mau cast nya siapa… 😀
    terus semangat yaa eonnie! FIGHTING!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s