YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 4]

4

—You and You again—

=Ball room=

“Hyung, kau lihat gadis yang bersama pejabat Kim Jungmo?” Tanya Jiyong melalui earphone di telinga kanan Seunghyun.

Seunghyun menoleh dan memandang Yang Hyunseug yang terlihat menggandeng seorang gadis bak model cantik, “Ne..” ucapnya pelan sambil meneguk wine di gelasnya.

“Gadis itu menyimpan kalung curian klien kita, dan menurut informasi yang kudapatkan. Kalung itu yang kita incar..” ucap Jiyong yang juga memperhatikan dari sisi lain. “Kau harus mendapatkan gadis itu..”

Seunghyun tersenyum evil, “Keure..” ucapnya.

Disisi lain ruangan.

Bom menghampiri meja minuman dan mengambil satu gelas berkaki panjang, Dara yang menyamar menjadi salah seorang pelayan mengambil gelas kosong dimeja dan memandangnya.

Dara mengangguk kecil dan berjalan pergi memberi isyarat kalau Minji sudah berhasil meletakkan alat penyadap, ini berarti giliran Bom yang bertindak.

Bom melangkah memasuki keramaian orang, lalu memperhatikan Kim Jungmo beberapa saat. Matanya menyipit melihat gadis yang selalu berada disisi pria itu. “Chaerin, siapa gadis itu?” tanyanya pelan.

“Jangan pedulikan dia, dia hanya model tidak laku yang ingin sensasi..” Jawab Chaerin.

“Keure, aku bergerak..” ucap Bom, lalu meletakkan gelas kosongnya di meja dan melangkah menghampiri Kim Jungmo dengan senyuman menawannya. “Annyeonghaseo, pejabat Kim..” ucapnya.

Jungmo memandang Bom, “Ne..”

Gadis yang bersama Jungmo tampak menatap Bom sebal.

Bom menyelipkan rambutnya di belakang telinga dan tersipu karena sekarang Jungmo memperhatikannya, “Mungkin anda tidak tau, tapi sekarang saya bekerja di perusahaan anda. Saya benar-benar mengagumi pekerjaan anda untuk pendidikan anak-anak Korea..”

Jungmo tersenyum, “Oh.. benarkah? Di devisi apa anda bekerja?”

“Namaku Park Bom, aku baru bekerja dengan devisi IT..” jawab Bom.

“IT? Kau anggota baru Teddy Park?” Tanya Jungmo mulai tertarik.

“Ne, pejabat Kim..” jawab Bom.

“Omo.. sepertinya aku harus sering-sering datang ke kantor agar bertemu denganmu Park Bom-ssi..” ucap Jungmo menahan tawa.

Bom tersipu, “Anda bisa saja pejabat Kim..” ucapnya.

Gadis tadi memutar bola matanya kesal, lalu tersenyum pada Jungmo. “Pejabat Kim, aku akan ke toilet sebentar..” ucapnya.

Jungmo mengangguk, “Ne..”

Gadis tadi berbalik dan berjalan pergi.

Seunghyun melihat gadis tadi berjalan pergi dan segera mengikutinya, namun langkahnya spontan berhenti melihat Bom berbicara dengan Jungmo. Dahinya berkerut bagaimana gadis itu tersipu malu karena ucapan bos besar perusahaan mereka.

“Hyung, apa yang kau lakukan?! Gadis itu sudah pergi!” ucap Jiyong.

“Oh.. ne..” ucap Seunghyun dan segera melangkah mengikuti gadis tadi.

 

=Perusahaan=

Bom melangkah masuk ke lift yang terbuka dan berdiri di sisi kanan. Ketika pintu sudah bergerak menutup, sebuah tangan menahannya dan segera melangkah masuk. Ia tertegun menyadari orang itu adalah Seunghyun.

Seunghyun tertegun melihat Bom dan memalingkan wajahnya sambil bergerak masuk.

“Good morning..” sapa Bom tanpa memandang Seunghyun.

Seunghyun memutar bola matanya kesal mengingat apa yang dilakukan Bom semalam, “Hmm..”

Bom melirik Seunghyun kesal, lalu memalingkan wajahnya, ‘Seharusnya aku tidak menyapa..’ batinnya.

“Sekarang aku mengerti arti rok ‘mini’mu itu..” ucap Seunghyun ketus.

Bom tertegun dan menatap Seunghyun tak mengerti, lalu memandang roknya. “Apa pun yang ada di pikiranmu..” ucapnya sambil memandang pria itu, “kau tidak berhak mengaturku lagi..” ucapnya dingin.

Seunghyun menatap Bom, “Ne, aku juga tidak tertarik..” ucapnya. Pintu lift terbuka, ia segera melangkah keluar.

Bom merasa benar-benar geram pada Seunghyun, lalu ikut melangkah keluar. Namun begitu menginjakkan kakinya, ia tak bisa menariknya karena hak sepatunya yang berwarna biru itu tersangkut di antara pintu lift dan lantai. Ia mencoba menarik sekali, dua kali. Namun tetap tidak bisa. “Oh.. waekeure?” tanyanya sambil memandang kakinya. Ia ingin berjongkok untuk melepaskan hak sepatunya, tapi roknya terlalu pendek. Jalan satu-satunya… ia memandang Seunghyun yang terus pergi, “Co-cokiyo..” panggilnya, tapi Seunghyun tidak menyadari panggilannya. “Seunghyun-ssi.. YA! Choi Seunghyun!”

Seunghyun berhenti dan menatap Bom kesal, “Aissh wae?!”

“Mm.. aku tau kau sibuk, tapi bisakah kau membantuku?” Tanya Bom dengan wajah memelas.

Dahi Seunghyun berkerut, “Wae?”

Bom menunjuk kakinya.

Seunghyun memandang kaki Bom dan menghela nafas kesal, “Aissh..” gumamnya dan kembali menghampiri gadis itu. “Kenapa kau mengenakan high heels setinggi ini?!” tanyanya sambil berjongkok di dekat kaki Bom. Tanpa sadar ia memegang betis gadis itu dan berusaha menarik keluar hak sepatu yang tersangkut.

Bom memegang bahu Seunghyun untuk menjaga keseimbangannya, “Aku juga tidak tau ini bisa terjadi padaku..”

“Paling tidak kau bukan gadis yang menghabiskan banyak uang..” ucap Seunghyun sebal sambil menggoyang-goyang sedikit sepatu Bom agar terlepas.

Bom tertegun mendengar Seunghyun mengucapkan itu, ternyata hal itu masih diingat oleh pria itu.

“Aissh.. susah sekali.. Keluarkan kakimu dulu!” ucap Seunghyun dan menarik kaki Bom keluar dari sepatu hak itu.

Bom berdiri disisi Seunghyun dengan satu kaki berjinjit karena hak yang ia kenakan sangat tinggi.

Seunghyun mengeluarkan semua kekuatannya untuk menarik sepatu hak Bom, namun ternyata tidak semudah yang ia pikirkan. TAKK!! Ia tertegun ketika menyadari sepatu hak itu malah patah, “OH!”

Mata Bom membesar, “Omo sepatuku!!”

Seunghyun menghela nafas dalam dan memandang Bom, “Aissh!!” gumamnya dan bangkit, “Ini… Sepatu murahan seperti ini masih digunakan..” ucapnya sambil memberikan sepatu itu pada Bom dan berjalan pergi.

Bom menatap Seunghyun kesal, lalu melemparkan satu sepatu tadi ke punggung pria itu.

BUKK!!

“Aahhkk!!” jerit Seunghyun sambil merenggangkan punggungnya, lalu menatap Bom kesal. “YA!!” serunya, namun ia tertegun melihat mata Bom memerah menahan air mata.

“Mworagu?! Murahan?! Pabo ya! Kau yang memberikannya padaku!!” seru Bom marah, lalu melepaskan satu sepatunya yang lain dan melemparkannya pada Seunghyun.

Seunghyun terkejut dan spontan menangkap sepatu Bom, “Ya!”

Bom memalingkan wajahnya dan melangkah cepat menuju ruangannya.

Jennie yang selalu datang dari sisi lain gedung tertegun melihat Bom tidak mengenakan sepatu, “Omo, eonni.. waekeure? Kemana sepatumu?”

Bom menenangkan dirinya beberapa saat dan tersenyum, “Hehehe.. tadi ada sebuah kejadian. Hak sepatuku patah, jadi aku membuangnya..”

“Lalu, kenapa eonni tidak mengenakan alas kaki?” Tanya Jennie heran.

“Mmm.. aku akan membelinya nanti ketika istirahat..” jawab Bom dengan senyuman palsunya, lalu masuk ke ruangan bersama Jennie.

Seunghyun yang sejak tadi berjalan di belakang Bom dan Jennie tertegun melihat senyuman gadis itu pada Jennie. Ia menghela nafas dalam dan memandang kebelakang.

=Flashback 10 tahun lalu=

Seunghyun dengan senyuman lebarnya masuk ke rumah, “Bommi..” panggilnya riang.

Bom muncul dari kamar dengan wajah bingung, “Kenapa kau ceria sekali?”

Seunghyun mengeluarkan bungkusan besar dari belakang tubuhnya, “Tada.. ini untukmu..”

Bom tertegun melihat bungkusan itu, “Oh.. apa ini?”

“Ayo duduk dulu..” Seunghyun menarik Bom duduk di sofa dan mengeluarkan kotak besar dari bungkusan tadi.

Bom tertegun melihat isi kotak tadi adalah sepatu high heels berwarna biru, “Wuaa.. cantik sekali. Untukku?” tanyanya ceria.

“Keurom, memangnya aku mengenakan ini?” Tanya Seunghyun lucu.

Bom tersenyum lebar dan mengambil sepatu itu, “Omo.. cantiknya..”

“Aku akan memasangkannya..” ucap Seunghyun dan mulai memasangkan satu persatu sepatu tadi ke kaki Bom.

Bom tersipu atas perlakuan manis Seunghyun, dan tersenyum melihat sepatu tadi sangat pas di kakinya. “Hmm.. cantik sekali.. gumawoyo..” ucapnya manja dan memeluk leher Seunghyun.

Seunghyun senang mendengar ucapan Bom dan mengelus rambutnya, “Keurom, aku membelikan ini untuk hadiah ulang tahunmu.. Tapi aku tidak bisa memberikannya tepat waktu, mian..”

Bom melonggarkan pelukannya dan tersenyum manis menatap Seunghyun, “Kenapa kau meminta maaf, ada hadiah atau tidak yang terpenting kan kau ingat..”

Seunghyun tersenyum, “Ne..” ucapnya dan mengecup bibir Bom.

Bom tersipu malu, “Seunghyun-a..” ucapnya dengan pipi merona.

Seunghyun tertawa kecil, “Wae? Aku tidak boleh melakukannya pada istriku?”

Bom melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipinya yang terasa panas.

Seunghyun tertawa lucu, “Aigoo.. keyopta..” ucapnya gemas.

=Flashback end=

“Oh hyung.. baru tiba?” Tanya Mino heran ketika melihat Seunghyun masuk.

Jennie memandang kebelakang, “Hm? Tumben sekali oppa..”

Seunghyun melangkah ke tempatnya sambil melirik Bom yang terlihat tidak peduli, “Ohh.. ne, tadi aku bertemu kepala devisi pemasaran dan mengobrol sebentar..” jawabnya sambil bergerak duduk.

Sekitar pukul 10.

Jennie menoleh ketika melihat Bom bangkit, “Kemana eonni?” tanyanya.

“Aku akan ke toilet sebentar..” jawab Bom dan melangkah pergi.

“Hm? Kenapa Bom-ssi tidak mengenakan alas kaki?” Tanya Mino setelah Bom keluar.

Seunghyun tertegun sesaat, lalu ikut bangkit.

Toilet wanita.

Bom keluar dari bilik toilet dan menghampiri wastafel, ia tertegun melihat sepasang high heels biru berdiri disana. Ia memandang sekitar namun tidak ada siapa-siapa. Ia kembali memandang high heels itu dan mengambilnya. “Ini punyaku.” Ucapnya pelan, lalu memeriksa yang satu lagi. terlihat ada bekas patahan namun seseorang sudah memperbaikinya. Dibalik sepatu yang satu lagi ada sebuah note tertempel.

Aku masih bisa memperbaiki apa pun..

Bom tau siapa yang melakukannya. Choi Seunghyun. Seulas senyum muncul di bibirnya, lalu kembali mengenakan sepatunya. Tidak terasa perberbedaan saat ia mengenakannya lagi. “Mmm.. ini bagus..” ucapnya, lalu kembali melangkah menuju ruangannya.

Jennie menoleh ketika mendengar langkah high heels masuk, “Omo, eonni.. Sepatu siapa itu?”

Bom tersenyum, “Punyaku..” jawabnya dan kembali bergerak duduk.

“Ne? bukankah kau bilang rusak?” Tanya Jennie bingung.

“Seseorang memperbaikinya untukku..” jawab Bom, lalu melirik Seunghyun yang terlihat serius dengan pekerjaannya dan melanjutkan pekerjaannya.

Seunghyun melirik Bom dan kembali memandang layar komputernya. Seulas senyum muncul di bibirnya.

 

=Markas Bigbang=

“Kalung yang dia kenakan palsu..” ucap Jiyong saat rapat bersama teman-temannya.

“Lalu, dimana yang asli?” Tanya Taeyang.

“Mmm.. kita harus mencaritaunya lagi..” jawab Jiyong.

“Apa mungkin bukan gadis itu yang mengambilnya?” Tanya Seunghyun, membuat yang lain memandangnya. “Maksudku, bisa saja kan sebenarnya gadis itu hanya umpan. Sebenarnya ada orang lain yang mengambilnya..”

“Hyung.. hanya informasi saja. Gadis cantik itu bernama Oh Sekyung. Model yang baru saja memulai karirnya..” ucap Seungri memberi tau.

“Hmm.. begitu..” ucap Taeyang mengerti.

“Aku sependapat dengan Seunghyun hyung, bisa saja gadis itu hanya alat mengalihkan perhatian..” Ucap Daesung.

“Keure, Seungri. Selidiki siapa saja yang pernah menjalin hubungan dengan gadis itu..” Ucap Jiyong.

“Ne, hyung!” Jawab Seungri mengerti.

 

=Markas 2ne1=

“Minji, besok aku akan mencoba masuk ke ruangan Kim Jungmo. Bisakah kau mengcoverku?” Tanya Bom.

Minji mengangguk, “Keure eonni..” Jawabnya, “Mmm.. Sekitar pukul berapa eonni akan masuk kesana?”

Bom berpikir sejenak, “Mungkin setelah makan siang..”

“Gunakan earphone-mu eonni, aku akan menghubungimu begitu kelasku selesai. Eonni juga bisa mengirimkan cctv di kantor itu padaku..” Ucap Minji.

Bom tersenyum dan mengelus kepala Minji, “Aigoo.. Kau makin hebat saja..”

Minji tersipu malu, “Gumawoyo eonni..”

Chaerin masuk ke ruang pertemuan dengan berkas-berkas di tangannya, “Ahhh.. Aku bisa gila..” Ucapnya sambil meletakkan berkasnya di meja dan duduk di sofa.

“Waeyo miss leader?” Tanya Bom bingung.

Chaerin mengelus belakang kepalanya, “Ahhh.. Aku ingin mengganti profesiku..”

Bom dan Minji tertawa.

“Kita membutuhkan strategi baru untuk menjalankan tugas kita kali ini..” Ucap Chaerin.

“Kurasa juga begitu, sudah hampir setahun kita belum bisa mengungkap kebusukannya..” Ucap Bom.

Brakk!! Bruukk!!

Tiga gadis tadi terkejut mendengar pintu ditendang terbuka, lalu berguling masuk seseorang dengan kostum kura-kura ninja. Ketiga gadis tadi mengerutkan dahi.

Dara berakhir dengan posisi berdiri dengan satu lutut dan kedua tangan menunjuk kesamping seperti pahlawan bertopeng. “Sandara kura-kura ninja tiba!!”

Ketiga gadis tadi berakhir tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Dara.

Dara memandang teman-temannya heran, “Wae? Aku tidak terlihat keren?”

Bom memegang perutnya menahan tawa, “Keren apanya? Kau semakin aneh Dara!” Tawanya.

“Eonni, jika mau keren masuklah dengan siling dari atas dan berikan efek angin..” Ucap Chaerin menahan tawa.

Dara bergerak bangkit sambil membuka topengnya, “Ahh.. Sulit.. Ini saja sudah melelahkan..”

Ketiga gadis tadi kembali tertawa terbahak-bahak.

Bom mendengar ponselnya berbunyi dan segera memandang layar, “Ya.. Sebentar, aku akan menerima telepon..” Ucapnya sambil bangkit dan berjalan ke ruangan lain agar lebih tenang. “Ne, perawat Jung..” Jawabnya.

“Bom-ssi.. Hayi tiba-tiba batuk darah, aku langsung membawanya kerumah sakit..” Ucap perawat Jung langsung.

Bom tertegun, “Ne?! Oh, aku langsung kesana..” Ucapnya dan memutuskan telepon, lalu berbalik. “Ya.. Aku harus pergi, adikku dibawa ke rumah sakit..” Ucapnya sambil mengambil baju hangatnya dan tas, lalu melangkah cepat.

“Hati-hati Bom!” Seru Dara sebelum Bom keluar dari pintu.

 

=Mobil Seunghyun=

Seunghyun mendengar ponselnya berbunyi dan segera mengambil earphone, lalu menjawab panggilan itu. “Yoboseyo..”

“Ya! Kau tidak menyimpan nomor eomma lagi?!” Seru ibu Seunghyun di seberang.

Seunghyun menghela nafas dalam mendengar suara ibunya, “Eomma, jika ingin aku menyimpan nomormu, berhenti menukarnya..”

“Dasar kau.. Dimana kau sekarang sayang?” Tanya ibu Seunghyun.

“Aku dalam perjalanan pulang, wae eomma?” Tanya Seunghyun balik.

“Jangan pulang dulu, mampirlah ke rumah sakit Seoul. Eomma ada disini..” Jawab ibu Seunghyun manja.

Seunghyun tertegun, “Ne? Waeyo eomma? Eomma sakit?”

“Ne.. Tadi tiba-tiba petugas ambulance membawaku ke rumah sakit.. Ahh.. Appo..” Ucap ibu Seunghyun.

“Eomma, tunggu disana. Aku datang..” Ucap Seunghyun dan langsung mencari celah untuk memutar balik mobilnya.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 4]

  1. Lho… Seunghyun ama Bom pernah nikah??? O_o
    itu eomma nya seunghyun kok ada di rumah sakit??
    Duh Dara ~_~ makin aneh aja tingkahnya xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s