YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 3]

3

—Stupid You!—

Bom melangkah masuk ke lift dan berdiri disisi kiri, sebelum pintu tertutup seseorang masuk. Choi Seunghyun. Ia menatap pria itu kesal dan memalingkan wajahnya.

Seunghyun memutar bola matanya dan berjalan ke sisi kanan, pintu tertutup dan lift mulai bergerak naik. Matanya melirik tubuh Bom dan tersenyum sinis, “Perubahanmu sangat mengejutkan..” ucapnya dengan nada menyindir.

Bom menatap Seunghyun kesal, “Maaf, apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?”

“Bagus, Park Bom-ssi.. Bersikap kau tidak mengenalku..” ucap Seunghyun, lalu melangkah keluar begitu lift terbuka.

Mulut Bom terbuka mendengar ucapan Seunghyun, “Aissh.. kau!” gumamnya kesal, lalu melangkah keluar.

 

=Markas 2ne1=

Bom mengenakan rompi anti peluru, kacamata pelindung mata dan penutup telinga sambil membidik sasaran 100 meter di depannya. “Aissh!! Mati kau Choi Seunghyun!!!! Arrrggh!!!” serunya sambil terus menembaki sasaran itu. membayangkan wajah Seunghyun yang ada di sana.

Dara muncul dengan pakaian lengkapnya dan berdiri disebelah Bom, lalu ikut menembaki sasaran. “Aku terkejut melihatmu bersama Teddy oppa..” ucapnya.

Bom menghentikan tembakannya dengan nafas terengah-engah, lalu memandang Dara. “Ne, ternyata aku masuk ke devisinya..”

Dara berhenti menembak dan memandang Bom, “Kau harus berhati-hati, jika ada yang curiga dengan kedekatan kalian. Akan ada yang menyelidikimu..”

Bom mengangguk, “Araso, karena itu aku berkata pada teman-teman kantorku kalau aku dan Teddy oppabertemu saat kami di Amerika..”

Dara tersenyum dan kembali mengarahkan pistolnya, “Menyenangkan juga bertemu di dunia nyata..” ucapnya dan mulai menembak lagi.

Bom tertawa kecil dan mengganti slot pelurunya, lalu kembali menembaki sasaran.

Kedua gadis itu berhenti menembak ketika mendengar suara di earphone mereka.

“Eonni, berkumpul di ruang pertemuan..” ucap Minji di telinga mereka.

“Ne..” jawab Bom dan Dara, lalu berjalan keluar dari tempat menembak.

Setelah berganti baju Bom dan Dara bergabung dengan Minji dan Chaerin di ruang pertemuan.

Chaerin memandang Bom, “Eonni, apakah kau sudah mendapatkan sesuatu?”

“Miss Leader.. aku baru bekerja selama dua hari, apa aku bisa langsung menyelinap ke system mereka?” Tanya Bom sebal.

Chaerin tersenyum, “Aku hanya bertanya eonni..” ucapnya, “Keure, besok malam ada acara penting, aku diundang perdana menteri kesana. Kudengar pejabat Kim Jungmo juga akan ada disana, itu berarti giliran kita bergerak. Araso?”

“Ne..” jawab ketiga gadis tadi.

Chaerin memandang Minji, “Minji-a, jika tidak salah pamanmu juga akan diundangkan?”

“Ne, eonni. Pamanku juga memintaku datang bersamanya..” jawab Minji.

“Jadi kau akan datang sebagai tamu?” Tanya Dara.

“Ne, akhirnya…” jawab Minji menahan tawa.

“Jika begitu, akan ada perubahan system.” Ucap Chaerin, “Bom eonni, coba perhatikan benda apa yang sering di bawa oleh Kim Jungmo di kantor dan mungkin akan di bawanya ke acara itu.”

Bom mengangguk mengerti, “Ne..” jawabnya.

“Dara eonni, tugasmu masih sama..” ucap Chaerin.

Dara membentuk tanda ok dengan jarinya.

Chaerin memandang Minji, “Nah.. kau pasti diperkenalkan oleh pamanmu pada Kim Jungmo, tugasmu pasangkan alat penyadap di bajunya.”

Minji mengangguk, “Ne, eonni..”

 

=Devisi IT=

“Park Bom, Choi Seunghyun.. Ikut aku..” panggil Teddy sembari keluar dari ruangannya dan berjalan ke pintu.

Bom dan Seunghyun berdiri, lalu saling melirik dan berjalan keluar mengikuti Teddy.

Teddy menunggu kedua orang tadi di luar, “Ini, pergi ke coffe-shop di lantai satu dan selidiki ini tanpa di ketahui yang lain..” ucapnya sambil memberikan sebuah berkas pada Bom.

Bom membuka file itu dan melihatnya, “Sajangnim, ada yang menerobos masuk ke system tuan Yang?” tanyanya.

“Ne, selidiki siapa yang menerobos dan hentikan dia..” ucap Teddy, lalu berjalan pergi meninggalkan mereka.

Bom memandang Seunghyun, “Kau bisa mengerjakannya sendiri?”

Seunghyun menatap Bom kesal, “Kupikir Park sajangnim menyuruh kita mengerjakannya bersama..” ucapnya.

“Keure, ambil laptopmu..” ucap Bom dan kembali masuk ke dalam.

“Eonni, waeyo?” Tanya Jennie ingin tau.

“Gwenchana, kami akan mengerjakan sesuatu.” Ucap Bom sambil mengambil laptop dari tasnya dan keluar.

“Hyung, apakah penting?” Tanya Mino.

“Ne, aku akan menyelesaikannya dengan cepat..” ucap Seunghyun sambil mengambil laptop dan keluar.

Bom melangkah menuju coffe-shop di lantai satu, lalu duduk disebuah meja. Disana tidak terlalu banyak orang, jadi mereka bisa bekerja dengan tenang.

Seunghyun duduk di hadapan Bom dan membuka laptopnya, “Aku akan melakukan ini dengan professional, jadi lakukan juga seperti itu..” ucapnya.

Bom menatap Seunghyun kesal, “Keurom!” ucapnya dan membuka laptopnya.

Seunghyun mengeluarkan kabel dan memasangkannya pada laptopnya dan Bom, “Aku menggunakan ini bukan untuk melihat isi laptopmu, jadi jangan besar kepala..”

“Aissh.. araso! Tutup mulutmu!” ucap Bom kesal dan melakukan sharing file bersama Seunghyun untuk memudahkan mereka menjelajah bersama.

“Aku akan memulainya..” ucap Seunghyun, lalu masuk ke system perusahaan mereka.

“Apa aku perlu menyamarkan kedatangan kita?” Tanya Bom sambil mengetik sesuatu di layar.

“Jika kau bisa..” ucap Seunghyun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

Bom melakukan apa yang ia katakan tadi, jadi tim IT mereka tidak akan menyadari jika mereka menerobos masuk ke system.

Seunghyun membuka system induk, “Ini akan memakan waktu paling lama 15 menit..” ucapnya.

“Hm.. keure..” ucap Bom, lalu memandang ke Coffe-shop. “Kau mau kopi Seunghyun-ssi?” tanyanya.

Seunghyun memandang Bom heran, “Wae? Apa kau membawa obat pencuci perut juga kali ini?”

Bom memutar bola matanya kesal dan bangkit, “Terserah kau..” ucapnya.

“Ne!” jawab Seunghyun sebelum Bom pergi.

“Keure..” ucap Bom dan melangkah.

Dahi Seunghyun berkerut dan memandang Bom, “Ya, kau tidak bertanya apa yang kupesan?”

Bom berhenti dan memandang Seunghyun, “Americano, tanpa cream dan sedikit latte.. Keutjo?” tanyanya, sebelum Seunghyun menjawab ia sudah mendapat jawaban dari ekspresi kaget pria itu. “Kau selalu memesan itu, pabo..” ucapnya dan melangkah menuju counter.

Seunghyun kembali memandang layar laptop dengan dahi berkerut, “Dia masih ingat itu?” gumamnya heran. Selagi menunggu loading, matanya melihat ke file share dari laptop Bom. Ia berusaha membuang jauh pemikirannya, namun rasa penasaran terlalu menguasainya. Ia melirik Bom yang masih berdiri di counter, lalu menggerakkan pointer ke file Bom dan membukanya. Hal pertama yang menarik perhatiannya adalah folder photo berjudul Park Hayi. Ia membukanya dan melihat beberapa photo adik gadis itu, namun yang membuatnya bingung gadis kecil itu mengenakan seragam pasien bersama perawat bule. Telinganya mendengar langkah kaki dan segera mengeluarkan folder itu dan kembali berpura-pura ia masih memperhatikan loading tadi.

Bom meletakkan kopi Seunghyun di sebelah laptop pria itu dan kembali duduk di tempatnya.

Seunghyun memandang kopinya dan melirik Bom yang langsung meminum kopinya melalui pipet, “Gumopta..” ucapnya pelan, lalu meminum kopinya.

“Hmm..” gumam Bom sambil memandang layar laptopnya.

“Kau masih meminum Cappucino cream dan coklat?” Tanya Seunghyun dengan dahi berkerut.

Bom tertegun mendengar pertanyaan Seunghyun, namun ia tetap memandang layar laptopnya. “Ani..”

“Cih.. jangan berbohong, aku bisa menciumnya dari sini..” ucap Seunghyun aneh.

“Aku sudah berhenti minum itu, ini Mocha cream dan coklat..” jawab Bom sambil mengetik sesuatu di layarnya karena loading sudah selesai.

Seunghyun merasa ucapan Bom lucu, “Berhenti, siapa yang bisa menghalangimu?” tanyanya meremehkan.

Bom menghela nafas dalam dan menatap Seunghyun kesal, “Seunghyun-ssi, bukankah kau yang mengatakan kita harus professional?”

Seunghyun memandang Bom aneh, “Wae? Memangnya aku membahas kehidupanmu? Aku hanya membahas kopi..” ucapnya sebal dan kembali serius menatap laptopnya.

Bom menatap Seunghyun kesal beberapa saat lalu kembali serius dengan laptopnya.

Seunghyun memang terlihat serius dengan layar laptopnya, tapi pikirannya terpecah ke suatu tempat.

“Aku hanya suka cappuccino, yang lain rasanya aneh di mulutku..”

Seunghyun mengingat ucapan itu keluar dari mulut Bom 10 tahun lalu. Matanya kembali memandang gadis itu, “Sejak kapan kau berhenti meminum cappuccino?”

Bom tertegun Seunghyun kembali membahasnya, lalu memandang pria itu. “Apa itu penting, Seunghyun-ssi?”

“Jawab saja, maka aku tidak akan bertanya lagi..” ucap Seunghyun kesal.

Bom menghela nafas dalam, “Sejak ibumu menyiramkan cappuccino yang kuminum kewajahku..”

Seunghyun tertegun, “Ibuku?”

“Keure, aku sudah menjawabnya. Tolong kembali serius..” ucap Bom dan kembali memandang layar laptopnya.

Seunghyun menatap Bom tak percaya, lalu kembali memandang layar laptopnya.

Mata Bom membesar, “Oh! Aku menemukannya!”

Seunghyun tertegun dan menatap layar laptoopnya, “Yang mana? Aku tidak menemukannya..”

“Aku sedang memasukkan kode pemblokiran, temukan induknya..” ucap Bom yang dengan cepat memasukkan kode.

Seunghyun dengan telaten langsung mencari asal penerobos itu dan menemukannya, “Aku dapat!!” serunya, lalu memasukkan kode yang sama.

CLEANED!!!

Bom dan Seunghyun tersenyum lebar Karena mereka berhasil menghabisi penerobos itu, lalu saling menatap senang. “Kita berhasil!!” ucapnya senang.

“Ne!!” seru Seunghyun tak kalah senang.

Tapi sedetik kemudian mereka tersadar dan menunduk canggung.

“Oh.. kita sudah berhasil, ayo kembali..” ucap Bom sambil mematikan laptopnya.

Seunghyun mengangguk dan melakukan hal yang sama.

Mereka berjalan ke lift dan menunggu di depan pintu dengan laptop masing-masing di tangan yang satu dan kopi disatunya lagi.

Bom tidak sengaja melirik jam tangan yang di gunakan Seunghyun, dahinya berkerut dan memandang pria itu tak percaya.

Seunghyun memandang Bom heran, “Wae?”

Bom langsung memalingkan wajahnya, “Ani..” ucapnya.

Devisi IT.

Seunghyun bergerak duduk di tempatnya sambil menjawab pertanyaan Mino, ketika memasukkan lagi laptopnya ke tas, ia tertegun melihat jam tangannya. Matanya membesar dan segera menarik lengan kemeja panjangnya menutupi jam itu, lalu melirik Bom yang sedang berbicara dengan Jennie. ‘Sial! Dia pasti sudah menyadarinya!’ batinnya, karena jam yang ia kenakan itu adalah hadiah ulangtahunnya dari Bom 10 tahun lalu.

 

=Malamnya=

Apartemen Seunghyun.

Seunghyun mengenakan stelan jas mahalnya sambil memikirkan ucapan Bom tadi siang.

“Sejak ibumu menyiramkan cappuccino yang kuminum kewajahku..”

Kepala Seunghyun berat kesatu sisi, “Eomma melakukan itu?” gumamnya tak percaya.

Rumah Bom.

Bom menguaskan blush on-nya lagi, lalu memperhatikan wajahnya yang terlihat benar-benar sempurna setelah diberi make-up seperti ini. Tiba-tiba kenangan masa lalu kembali masuk ke benaknya.

“Kau cantik meskipun hanya mengenakan baju tidur..”

Ucapan Seunghyun masih terdengar jelas di telinganya. Rongga matanya kembali di penuhi air, dengan cepat ia mengerjapkan matanya untuk menghilangkan air itu. kepalanya menoleh ketika mendengar pintu kamar terbuka, lalu terlihat Hayi dengan wajah cemberut dari pantulan cermin. Ia tersenyum dan berbalik memandang adiknya.

Hayi menghampiri tempat tidur Bom dan duduk di pinggirnya, “Eonni, kenapa aku tidak boleh ikut?” protesnya.

Bom menghampiri tempat tidur dan mengelus rambut Hayi, “Eonni akan pergi ke pesta membosankan, kau dirumah saja..” ucapnya.

Hayi membanting tubuhnya ke kasur, “Ahhh.. aku bosan..”

Bom tersenyum sedih, “Hayi-a, jika kau bosan.. Akhir minggu nanti kita bisa pergi berjalan-jalan. Eoteokhe?”

Hayi kembali duduk, “Tidak kerumah sakit kan?”

Bom menggeleng, “Ani..”

Hayi tersenyum dan mengangguk mengerti, “Keure..”

Bom mengelus rambut adiknya, “Ayo ke tempat tidur..” ajaknya sambil merangkul adiknya dan membawa Hayi ke kamar adiknya.

Hayi naik ke tempat tidur dan masuk ke bawah selimut.

Bom mengambil selang oksigen dan memasangkannya ke hidung adiknya, “Nah.. tidurlah..”

Hayi tersenyum, “Selamat malam eonni..” ucapnya, lalu memeluk boneka kesayangannya dan memejamkan mata.

Bom tersenyum, “Selamat malam..” ucapnya dan mencium puncak kepala adiknya, lalu berbalik dan keluar dari kamar adiknya.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 3]

      1. Iya nih author!! >< aku juga penasaran.. Kenapa ibunya seunghyun nyiram capucino ke bom…?? Duh author~~ cepet2 dilanjut deh pokonya! 😀 ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s