YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 2]

2

—You?!!—

Bom memperhatikan wanita berwajah sangar dengan kacamata minus didepannya membaca CV-nya.

“Mmm.. Park Bom-ssi..” ucap wanita bernama Ham Eunjung itu akhirnya.

Bom tersenyum, “Ne..”

Eunjung memandang Bom sejenak, “Kau lulusan universtas di Brooklin, Amerika.Kenapa kau memilih bekerja di Korea?Bukankah disana lebih banyak perusahaan yang lebih baik?”

“Karena aku orang Korea, aku ingin lebih dekat dengan keluargaku disni..” jawab Bom tenang.

“Hmm..” Eunjung mengangguk mengerti, “Aku suka rasa percaya dirimu..” ucapnya, lalu membalik kertas ditangannya. “Disini tertulis kau sudah bekerja di beberapa negara sebelumnya..” ucapnya, lalu memandang Bom. “Wae?”

“Aku hanya ingin mencoba, apakah ada Negara lain yang lebih baik selain Korea untukku. Ternyata tidak..” jawab Bom.

“Apa yang membuatmu merasa lebih baik atau tidak?” Tanya Eunjung.

Bom berpikir sejenak, “Well, saat aku berada diluar negeri. Aku selalu merindukan keluargaku, juga tidak bisa berkonsenterasi akibat mengkhawatirkan mereka..” jawabnya, lalu memandang Eunjung. “Begitulah..”

Eunjung mengangguk, lau menutup berkas file Bom dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya. “Senang menerimamu di perusahaan ini..”

Bom tersenyum dan membalas uluran tangan Eunjung, “Gamshamida..”

“Kau bisa datang besok untuk mulai bekerja.” Ucap Eunjung.

Bom mengangguk, “Ne, saya mengerti..”

 

=Devisi IT=

“Hyung, kita akan memiliki anggota baru..” ucap Mino memberitau Seunghyun yang duduk di meja sebelahnya.

Seunghyun memandang Mino, “Jinja?Nugu?”

“Aku belum tau sih, tapi kudengar dari staff HRD, dia seorang wanita dan sangat cantik, juga sexy..” ucap Mino dengan senyuman lebar diwajahnya.

Seunghyun tersenyum, “Sexy?Uuu…” ucapnya senang, “Berapa usianya?”

“Mmm.. berapa ya? Mereka berkata dia terlihat seperti boneka.. Mungkin sekitar 20-25 tahun..” jawabnya.

“Ahh..aku tidak sabar menunggunya bergabung..” ucap Seunghyun dan tertawa.

“Kalian membicarakan siapa?”Tanya Jennie Kim, anggota termuda disana yang lahir dan besar di Amerika.

“Akan ada anggota baru yang bergabung, kau tidak akan jadi maknae lagi..” ucap Mino sambil tersenyum.

Jennie tersenyum, “Jinja oppa?Yeoja?”

“Ne..” jawab Mino.

“Hmm.. akhirnya aku memiliki teman..” ucap Jennie lega.

“Ya..memangnya aku bukan temanmu?” Tanya Mino heran.

“Tidak, dia mana mau berteman dengan pria aneh sepertimu..” ledek Seunghyun.

Mino cemberut dan memandang layar komputernya, Jennie hanya tertawa dan melanjutkan pekerjaannya lagi.

Semuanya menoleh ketika melihat pintu terbuka, muncul kepala devisi mereka, Teddy Park dengan gaya kasualnya.

“Selamat pagi..” sapa yang lain.

Teddy tersenyum dan berhenti sejenak, “Kalian sudah dengar tentang penerimaan anggota baru kita?”

“Ne, sajangnim..” jawab Mino.

“Keure, kuharap kalian memperlakukannya dengan baik..” ucap Teddy, lalu membuka pintu ruangannya dan masuk.

 

=Keesokan Harinya=

“Eonni akan bekerja di perusahaan yang baru?” Tanya Hayi sambil memperhatikan Bom yang menuangkan susu ke sereal di mangkuknya.

“Ne, eonni akan pulang pukul 5..” ucap Bom memberitau dan duduk di hadapan Hayi, “Nanti jika terjadi sesuatu hubungi saja eonni. Juga perawat yang akan menemanimu akan tiba pukul 9, jadi nonton video saja hingga dia datang. Arasso?”

Hayi mengangguk, “ne, eonni..” ucapnya setuju.

“Jangan lupa membaca buku yang eonni letakkan di lemarimu..” ucap Bom memberitau.

Hayi mengangguk lagi, “Ok..”

Bom tersenyum dan mengelus rambut Hayi, “Anak pintar..”

Hayi menikmati serealnya sambil menonton video melalui i-pad.

Bom dengan rok selutut berwarna hitam, kemeja kasual dan blazer berwarna putih dank rem melangkah percaya diri menuju ruang HRD. High heels berwarna kulit itu membuatnya semakin menawan. Semua mata tertuju padanya ketika ia berlalu. Pagi ini Eujung akan mengantarkannya ke devisi tempat ia bekerja, ia sama sekali tidak merasa gugup karena ini bukan pertama kalinya ia masuk ke sebuah perusahaan. Ia sudah melakukannya lebih dari 100 kali sebelumnya di tempat yang bebedar demi pekerjaannya.

Eunjung yang sudah menunggu Bom tersenyum, “Kau siap, Park Bom-ssi?”

Bom tersenyum, “Ne, sajangnim..”

Eunjung mengangguk dan memimpin jalan menuju ruang devisi IT.Ia mengetuk pintu dan membukanya.

Seunghyun, Mino dan Jennie langsung berdiri begitu melihat Eunjung masuk. “Annyeonghaseo..” sapa mereka sopan.

Eunjung tersenyum, “Kalian sudah tau tenang anggota baru kan?”

“Ne, sajangnim..” jawab Seunghyun.

Eunjung memandang kebelakang dan mempersilahkan Bom masuk.

Bom melangkah ke dalam dengan rasa percaya diri tinggi, lalu tersenyum dan membungkuk sopan. “Annyeonghaseo.. Park Bom imnida..” ucapnya memperkenalkan diri.

Mino langsung tersenyum lebar melihat Bom.Jennie senang Bom akan bergabung dengan devisi mereka. Seunghyun membesarkan mata melihat siapa yang masuk.

Bom juga yang awalnya tersenyum lebar langsung terpaku melihat Seunghyun.

“Nah, Park Bom-ssi..Mereka adalah rekan kerjamu yang baru. Kuharap kalian bisa cepat bekerja sama..” ucap Eunjung.

Bom menatap Eunjung kaget, “N-ne?maksudmu, dia juga?” tanyanya sambil menunjuk Seunghyun.

Mino dan Jennie memandang Seunghyun bingung, begitu juga Eunjung.

“Kalian saling mengenal?”Tanya Eunjung bingung.

“Ani!!Animida!!” jawab Bom dan Seunghyun hampir bersamaan.

“Oh..berarti tidak ada masalah lain disini..” ucap Eunjung sambil tersenyum, lalu memegang bahu Bom dan melangkah keluar.

Bom menghela nafas dalam dan memandang rekan kerjanya+Seunghyun.

“Hyung, kau mengenalnya?”Tanya Mino heran.

“Ani!” jawab Seunghyun kesal.

Jenniemenghampiri Bom, “Annyeonghaseo, Park Bom-ssi.. Namaku Jennie Kim..senang bertemu denganmu..”

Bom tersenyum, “Ne, nadoo Jennie-ssi..”

Mino tersenyum pada Bom, “Annyeonghaseo, namaku Mino..” ucapnya.

“Ne, annyeonghsaeo Mino-ssi..” ucap Bom.

“Park Bom-ssi, sepertinya kau tidak lebih muda dariku.Apa benar?” Tanya Jennie.

Bom tersenyum malu, “Wajahku memang terlihat muda, tapi usiaku tidak..”

“Keure, kita sudah melihat anggota barunya, kembali bekerja..” ucap Seunghyun dan kembali duduk.

Jennie dan Mino memandang Seunghyun tak mengerti, Bom menatap pria itu kesal.

“Hyung, kau tidak menyebutkan namamu?”Tanya Mino heran.

“Sudahlah, nanti dia akan tau..” jawab Seunghyun sebal.

“Mian, eonni.. Seunghyun oppa memang seperti itu.. Silahkan duduk..” ucap Jennie.

Bom mengangguk dan melangkah kearah sebuah meja kosong di depan Mino, yang membuatnya bisa memandang wajah Seunghyun. -__-“

Seunghyun melirik Bom dan menatapnya kesal.

Bom membalas tatapan Seunghyun dan memeriksa beberapa file yang akan ia kerjakan.

Pintu ruangan terbuka, semuanya berdiri ketika melihat Teddy.

Bom melihat yang lain berdiri ikut berdiri, lalu berbalik. Ia tertegun melihat Teddy.

“Annyeonghaseo, Sajangnim..” sapa yang lain.

Teddy menatap Bom tak percaya.

“Sajangnim, ini anggota baru kita..” ucap Mino memberitau.

Teddy berhenti di depan Bom dan menatap gadis itu sejenak, lalu tersenyum. “Park Bom?” ucapnya, “Atau Jenny Park?”

Mino, Seunghyun dan Jennie tertegun mendengar Teddy menyebutkan nama Bom.

Bom tersenyum, “Park Bom saja, oppa..” ucapnya.

Seunghyun mengerutkan dahi mendengar Bom memanggil Teddy, ‘Oppa’.

“Wuaah..kau bergabung dengan devisiku? Mm..sebuah ketidaksengajaan yang hebat..” ucap Teddy senang, “Keure, senang memilikimu di timku..” ucapnya dan melangkah masuk ke ruangannya.

Bom kembali duduk bersama yang lainnya.

“Bom-ssi, kau mengenal Park sajangnim?”Tanya Mino ingin tau.

“Ohh..ne, kami bertemu saat aku tinggal di Amerika…” jawab Bom.

“Amerika? Wuaah..eonni, apa Jennie nama Inggrismu juga?” Tanya Jennie tak percaya.

Bom tersenyum, “Ne, tapi aku lebih suka Bom..” jawabnya.

Seunghyun tersenyum sinis sambil tetap memandang layar komputernya, “Hmm.. kau pasti bekerja keras untuk bisa tinggal di Amerika..”

Mino dan Jennie yang duduk di sisi kanan dan depan Seunghyun memandang pria itu bingung.

“Hyung, ada apa denganmu?”Tanya Mino tak mengerti.

“Hm?Aku?Kenapa?”Tanya Seunghyun heran.

Jennie memandang Bom, “Eonni, kau tinggal di mana saat di Amerika?”

“Aku tinggal di Brooklin..” jawab Bom, “Kau?”

“Ehem..” dehem Seunghyun sambil menatap Bom.

Bom menatap Seunghyun kesal.

“Maaf Park Bom-ssi, kau mungkin baru disini. Tapi kau tau kan apa gunanya jam kerja?” Tanya Seunghyun sinis.

“Miane oppa, aku tidak akan bertanya lagi..” ucap Jennie menyesal.

Bom menatap Seunghyun kesal, ‘Kau benar-benar Choi Seunghyun!’ batinnya kesal.

Istirahat makan Siang.

“Ahh..akhirnya makan siang!” ucap Mino sambil merenggangkan tubuhnya.

Jennie menyimpan filenya di computer dan mematikannya, lalu memandang Bom.“Eonni, apa kau sudah punya rencana makan siang?Bagaimana jika makan siang dengan kami?”

Seunghyun menatap Jennie kaget, lalu memandang Bom yang tersenyum pada Jennie.“Bukankah anggota baru memiliki beberapa hal untuk dilakukan?” tanyanya sebelum Bom menjawab.

Bom terdiam dan menatap Seunghyun, “Mwo?”

Mino memandang Seunghyun heran, “Hyung, santai saja.. Bom-ssi bisa melakukannya setelah makan siang..” ucapnya.

Seunghyun bangkit sambil mengenakan blazernya, “Tapi memang seperti itu peraturannya..” ucapnya, lalu melangkah pergi.

Jennie memandang Mino bingung, lalu memandang Bom yang terlihat kesal.“Eonni, eoteokhe?”

Bom tersenyum, “Gwenchana, pergilah..aku akan ke HRD dan pergi makan siang..”

“Miane eonni.”Ucap Jennie sambil bangkit dan berjalan keluar.

“Sampai nanti Bom-ssi..” ucap Mino.

Bom mengangguk. Setelah yang lain pergi, ia langsung mendengus kesal. “Arrgh!!Kenapa aku harus bekerja bersama pria gila itu?!!” ucapnya tertahan.

“Nugu?”Tanya Teddy yang baru keluar dari ruangannya.

Bom tertegun dan memandang Teddy kaget, “Oh.. a-aniyeyo..” jawabnya.

Teddy tertawa, “Kau makan siang sendiri?” tanyanya.

“Mmm.. sepertinya begitu, aku harus ke HRD mengurus beberapa hal..” Jawab Bom.

“HRD? Sebentar..” ucap Teddy, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. “Nona Jung, anggota baruku bernama Park Bom. Bisakah kau menyelesaikan berkasnya?” tanyanya, lalu tersenyum. “Ne, dia akan mengambilnya sebelum pulang.. Keure, gumopta..” ucapnya dan memutuskan telepon, lalu memandang Bom. “Ayo kita makan siang..” ucapnya.

Bom tersenyum lebar, “Kau masih bisa diandalkan oppa..”

Teddy tersenyum dan membukakan pintu untuk Bom.

 

=Kafe=

“Hyung, sebenarnya ada apa denganmu dan Bom-ssi? Kau pasti sudah mengenalnya kan?” Tanya Mino sembari duduk.

“Ne, sepertinya oppa sangat tidak menyukai Bom eonni..” ucap Jennie heran.

Seunghyun menghela nafas dalam, “Aniya, hanya seseorang pernah bertemu denganku disaat menyebalkan..” jawabnya.

“Ne?hanya karena itu?” Tanya Jennie.

“Sudah, ayo pesan.. Aku lapar..” ucap Seunghyun dan mengangkat tangan memanggil pelayan.

Pelayan yang tak lain adalah Dara itu datang menghampiri mereka, “Annyeonghaseo, ini menunya..” ucapnya sambil memberikan menu.

“Mmmm.. aku ingin yang seperti kemarin..” ucap Jennie pada Dara.

Dara menyebutkan pesanan Jennie kemarin sambil mencatatnya, lalu mencatat pesanan Mino dan Seunghyun. “Baiklah.. Mohon tunggu sebentar, pesanan kalian akan segera tiba..” ucapnya sambil membungkuk sopan dan melangkah pergi.

Sementara itu.

Bom dan Teddy masih di dalam mobil menuju tempat makan siang mereka.

“Ne, araso.. Jangan lupa pasangkan selang oksigen ketika dia tidur.. Gamshamida, perawat Jung..” ucap Bom dan memutuskan telepon.

Teddy tersenyum sambil melirik Bom, “Apa keadaannya sudah lebih baik?”

Bom memasukkan ponselnya ke dalam tas dan memandang Teddy sambil tersenyum, “Ne, dia berkata lebih senang disini bersamaku..”

“Keurom, disana dia hanya berada di rumah sakit dan seorang diri.Aku senang kau memindahkannya kemari.”Ucap Teddy lega.

“Oppa, apa dimobilmu ada music yang seru?”Tanya Bom sambil mengambil kumpulan CD milik Teddy sambil memandang pria itu, sebenarnya ucapan itu hanya isyarat yang menanyakan tentang alat penyadap disana.

“Keurom, kau bisa melihatnya disekitar sana..” ucap Teddy, matanya melirik ke bawah tempat duduk.

Bom mengerti dan mulai membolak-balik CD, “Hmm.. kenapa ini semua?” tanyanya heran.

Teddy menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe dan bergerak turun.

Bom berjalan disisi Teddy sambil memperbaiki tali tasnya, “Siapa yang memasangnya?” tanyanya pelan.

Teddy memalingkan wajahnya memperhatikan lukisan yang mereka lewati, “Aku belum tau, tapi sepertinya bukan dari kita..”

“Ternyata disini lebih mengerikan..” ucap Bom dan kembali memandang kedepan.

Teddy tertawa kecil, “Ayo duduk dimeja itu..” ucapnya sambil menunjuk meja yang ia maksud, “Anggotamu ada disini..” bisiknya saat jaraknya dan Bom dekat.

Bom mengangguk, “Keure..” ucapnya.

Jennie yang duduk menghadap ke pintu masuk tertegun melihat Teddy dan Bom masuk, “Omo! Bom eonni dan Park sajang..” ucapnya.

Spontan Seunghyun dan Mino langsung memandang kebelakang.

Mino tersenyum, “Sajangnim..” panggilnya.

“ya..” ucap Seunghyun tertahan karena ia tak ingin semeja dengan Bom.

Teddy menoleh dan tersenyum, “Oh..kalian disini?”

“Annyeonghaseo..” sapa Jennie.

“Sajangnim, bagaimana jika makan bersama kami?” Tanya Mino.

“Keurom..” jawab Teddy, “Khaja..” ajaknya pada Bom.

“Annyeonghaseo..” sapa Bom.

“Eonni, duduk disini..” ucap Jennie dan menarik Bom duduk disebelahnya, yang membuat gadis itu berhadapan dengan Seunghyun.

Bom bertatapan dengan Seunghyun.

“Aku akan memanggil pelayan..” ucap Mino dan melambaikan tangannya.

“Bagaimana kalian dengan anggota baru kita?Baik-baik saja?”Tanya Teddy pada staff-nya.

“Mmm.. kami baik sajangnim, tapi…” Mino melirik Seunghyun.

Teddy memandang Seunghyun heran, “Wae?”

Seunghyun tertegun dan memasang wajah tak bersalah, “Ne?memangnya aku kenapa?”

“Annyeonghaseo, apakah anda ingin memesan lagi?” Tanya Dara.

Teddy memandang Dara, “Ne..”

Bom menoleh dan tertegun melihat Dara, namun ia tetap terlihat seperti baru bertemu gadis itu.

Dara tertegun melihat Bom dan memandang Teddy, “Omo..sajangnim.. kekasih barumu?” candanya.

Teddy tertawa kecil, “Aniya, karyawan baruku..” ucapnya, “Berikan menunya..”

“Ne, ini..” ucap Dara sambil memberikan menu.

 

 

<<Back           Next>>

 

Advertisements

One thought on “Mr and Mrs Choi [Chapter 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s