Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 32] [Ending]

32

—Your Story, My Story, Our Story—

Misuk memandang Hyuna yang menikmati sarapan tanpa ekspresi sedih, “Hyuna, makan yang banyak..” ucapnya sambil membelai rambut putrinya.

Jongnam memandang Hyuna dan rasa bersalah itu kembali bertambah.

Hyuna memandang ibunya dan tersenyum, berusaha menutupi rasa sakitnya. “Ne, eomma..” jawabnya.

Misuk tersenyum simpul dan berpandangan dengan Jongnam.

 

=Seoul Hospital=

Hyunseung berdiri dengan punggung bersandar ke dinding tanpa ekspresi kedepan. Ia berada di ruang tangga darurat, ia sama sekali tidak bisa melupakan ucapan Hyuna kemarin. Rasanya tulang-tulang di tubuhnya ikut remuk bersama hatinya.

Eunji masuk ke ruang tangga darurat dan menghampiri Hyunseung dengan wajah menyesalnya, “Hyunseung-a..”

Hyunseung memandang Eunji, “Oh, wae? Apa ada pasien gawat darurat?”

Eunji menggeleng, “Ani, aku ingin mengatakan sesuatu padamu..”

Hyunseung mengangguk, “Katakanlah..”

“Mmm.. kemarin Hyuna tidak sengaja bertemu denganku saat aku bersama tunanganku.” Ucap Eunji.

Hyunseung tertegun, “Ne? lalu?”

Eunji menggigit bibir bawahnya ragu, “Mm.. dan aku terpaksa menjelaskan semuanya..”

Hyunseung terdiam sesaat, lalu kembali mengingat tentang ucapan Hyuna kemarin. “Ah! Pantas saja dia tau!” ucapnya.

Eunji tertegun mendengar ucapan Hyunseung, “Apa maksudmu?”

Hyunseung memandang Eunji serius, “Eunji, kau temanku yang paling bijaksana. menurutmu, apa yang harus kulaukan? Bersama orang yang kucintai dan kehilangan orang yang sudah seperti keluargaku, atau tetap bersama orang yang sudah seperti keluargaku tapi kehilangan orang yang kucintai?”

Eunji diam sejenak, lalu tersenyum lucu. “Pabo.. Jika kau bersama Hyuna, juga menikahinya. Bukankah kau akan benar-benar menjadi putra kedua orangtua Hyuna?”

Hyunseung diam sejenak untuk berpikir, lalu tersenyum lebar. “Ne! meskipun menantu, tapi bukankah aku menjadi putra mereka benaran?”

Eunji mengangguk, “Ne, itu maksudku..”

Hyunseung mengangguk, lalu memeluk Eunji erat. “Gumawoyo Eunji!!” ucapnya dan melepaskan pelukannya.

Eunji tertawa, “Sudahlah, ayo.. Dokter Kepala sepertinya mencarimu sejak tadi..” ucapnya.

 

=Cube High School=

Hyuna berjalan keluar dari gedung sekolah bersama Sohyun dengan wajah sedih.

Sohyun berhenti melangkah dan menahan Hyuna karena terpaku melihat sesuatu.

Hyuna terkejut dan memandang Sohyun bingung, lalu ikut memandang kemana gadis itu memandang. Ia ikut tertegun melihat Hyunseung duduk di depan mobil sport putihnya.

“Keure, aku pergi. Bye Hyuna..” ucap Sohyun dan langsung pergi.

“Oh ! sohyun-a!” panggil Hyuna, namun temannya sudah pergi. Lalu memandang Hyunseung yang tersenyum padanya.

Hyunseung melangkah mendekati Hyuna, “Kau akan pulangkan? Ayo..”

Hyuna menunduk untuk menghindari pandangan Hyunseung, “Oppa, kurasa kita tidak perlu bertemu untuk beberapa waktu..” ucapnya, lalu melangkah pergi.

Hyunseung menahan tangan Hyuna, “Wae?”

Hyuna berhenti namun tidak mengangkat wajahnya untuk memandang Hyunseung, “Aku perlu waktu untuk menata hatiku..”

Hyunseung dapat merasakan luka itu lagi di hatinya, namun bibirnya membentuk senyuman. “Tidak perlu.. Khaja..” ia menarik Hyuna ke mobilnya.

“Oppa, aku benar-benar tidak bisa..” ucap Hyuna sambil berusaha menarik tangannya.

Hyunseung membuka pintu dan mendorong Hyuna masuk.

“Oppa!” seru Hyuna, namun ia langsung tertegun melihat wajah Hyunseung sangat dekat dengannya.

Hyunseung tersenyum dan memasang sabuk pengaman Hyuna, “Duduk yang manis, kita akan segera tiba dirumah..” ucapnya dan keluar, lalu menutup pintu.

Hyuna tertegun ditempatnya dengan jantung berdegup kencang, “Ohh.. apa yang dia lakukan sekarang?”

 

=Rumah Keluarga Kim=

Hyunseung menarik tangan Hyuna masuk ke rumah, ia tau Jongnam tidak bekerja hari ini jadi ia bisa mengatakan maksudnya dengan jelas.

Misuk dan Jongnam tertegun melihat kedua anak itu masuk.

“Oppa!” protes Hyuna sambil menarik tangannya.

Hyunseung membungkuk sopan pada Jongnam dan Misuk, “Annyeonghaseo, Abeunim, eommanim..”

“Waekeure, Hyunseung?” Tanya Misuk tak mengerti.

Hyunseung tersenyum, “Aku ingin membicarakan sesuatu yang serius, eommanim.. abeunim..”

Jongnam mengerutkan dahi, “Apa itu?”

“Duduklah dulu..” ucap Hyunseung, lalu menarik Hyuna duduk di sofa bersama Jongnam dan Misuk.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Hyunseung memandang Hyuna lembut, lalu memandang Jongnam dan Misuk yang sudah duduk di hadapannya bergantian. Perlahan ia turun dari sofa dan berlutut di hadapan kedua orangtua angkatnya.

Jongnam dan Misuk tertegun, “Hyunseung?”

“Oppa?” ucap Hyuna tak percaya.

Hyunseung menundukkan kepalanya, “Eommanim, abeunim. Sebelumnya aku ingin berterima kasih atas kasih sayang dan yang telah kalian berikan padaku..” ucapnya memulai, “Aku akan terus berusaha menjadi putra berbakti dan membahagiakan kalian..” ucapnya lagi, ia berhenti sejenak untuk mengumpulkan semua keberaniannya. Lalu mengangkat wajahnya memandang kedua orang yang paling ia hormati itu bergantian, “Eommanim, abeunim.. tolong ijinkan aku menjaga Hyuna sebagai seorang pria, bukan sebagai seorang oppa..”

Misuk dan Jongnam menatap Hyunseung kaget.

Mata Hyuna membesar mendengar ucapan Hyunseung.

“Hyun-Hyunseung..” ucap Jongnam tak percaya.

“Aku mengerti jika eommanim dan abeunim berharap aku menjadi putra yang akan menjaga adikku dengan baik, tapi aku tidak bisa.. Jika aku melepaskan Hyuna, aku akan menyesalinya seumur hidupku..” ucap Hyunseung sepenuh hati, lalu menunduk. “Kumohon ijinkan aku eommanim, abeunim..”

“Oppa?” ucap Hyuna tak percaya.

Misuk tak bisa mengatakan apa pun mendengar ucapan Hyunseung.

Jongnam melirik Misuk yang tampak shock, lalu menatap Hyunseung marah. “Jang Hyunseung, abeutji sudah membicarakannya denganmu! Seharusnya kau mengerti!”

“Ne, abeunim..” ucap Hyunseung, matanya mulai dipenuhi air dan bulir air berjatuhan. “Aku mengerti..” ucapnya dengan suara bergetar. “Aku sangat mengerti..” ucapnya lagi.

Mata Hyuna ikut basah melihat Hyunseung menangis, ia bisa merasakan ketulusan pria itu padanya.

“Tapi hatiku tidak mengerti, abeunim..” lanjut Hyunseung menyesal.

Hyuna melihat ayahnya terlihat sangat marah, sedangkan ibunya terlihat akan menangis. Ia mengumpulkan keberaniannya dan ikut berlutut bersama Hyunseung dengan kepala tertunduk, “Appa, eomma.. kumohon ijinkan aku bersama Hyunseung oppa..”

Jongnam menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna!”

Hyuna memandang Hyunsueng yang juga memandangnya, lalu tersenyum menandakan ia akan ikut berjuang bersama pria itu.

Hyunseung menggenggam tangan Hyuna dan memandang Jongnam, “Abeunim, apa pun yang terjadi, aku tetap putramu. Meskipun aku bersama Hyuna, aku tetap putramu.”

“Kalian tidak tau apa yang kalian lakukan!” seru Jongnam.

“Appa, jebal.. Aku tidak akan bahagia jika bukan Hyunseung oppa yang bersamaku..” pinta Hyuna.

“Kim Hyuna!!” tegas Jongnam.

“Yobo..” panggil Misuk pelan.

Jongnam memandang istrinya, “Yobo, aku akan menyelesaikannya..”

Misuk memandang Jongnam dan memegang tangan suaminya, “Restui mereka..” ucapnya pelan.

Hyunseung dan Hyuna menatap Misuk tak percaya, begitu juga dengan Jongnam.

“Yobo?” ucap Jongnam tak percaya.

“Mungkin hal ini tidak pernah kita inginkan sebelumnya, tapi sekarang mereka saling mencintai dan akan menderita jika kita tidak membiarkan mereka bersama..” ucap Misuk pelan.

“Tapi yobo..” ucap Jongnam.

“Oppa..” ucap Misuk akhirnya, “Apa pun yang terjadi, mereka adalah putra dan putri kita..”

Jongnam tertegun mendengar ucapan Misuk, lalu menunduk sedih.

“Oppa, kita sudah mengenal Hyunseung sejak kecil. Kita berdua tau bagaimana bertanggung jawabnya dia. Aku juga sulit menerimanya, tapi aku tidak sanggup menyaksikan mereka terluka dan menderita di depan mataku..” ucap Misuk dengan air mata berjatuhan.

Jongnam menghela nafas dalam, lalu bangkit dan melangkah ke kamar.

Hyunseung dan Hyuna menatap Misuk terharu.

Misuk memandang Hyunseung dan Hyuna, lalu tersenyum tipis.

“Eommanim..” ucap Hyunseung tak percaya.

Misuk mengulurkan tangannya dan mengelus rambut Hyunseung, “Tolong jaga Hyuna, Hyunseung..”

Bulir air mata Hyunseung kembali berjatuhan, “Ne, eommanim..”

“Eomma..” ucap Hyuna dan langsung memeluk ibunya.

Misuk tersenyum sambil mengelus punggung Hyuna, lalu memandang Hyunseung. “Hyunseung, bicaralah dengan abeutji..” ucapnya.

Hyunseung menyeka air matanya dan bangkit, “Ne, eommanim..” ucapnya, lalu bangkit dan berjalan ke kamar.

Jongnam berdiri membelakangi pintu sambil berpikir, ia tertegun mendengar suara ketukan pintu.

“Abeunim, apa aku boleh masuk?” Tanya Hyunseung.

Jongnam menghela nafas dalam dan berbalik, “Ne..”

Hyunseung membuka pintu dan melangkah masuk, ia kembali menunduk ketika melangkah menghampiri Jongnam.

“Jang Hyunseung, kau tau apa yang akan terjadi jika kau meneruskan keputusanmu ini?” Tanya Jongnam dingin.

“Ne, abeunim..” jawab Hyunseung pelan.

Jongnam menatap Hyunseung tajam, “Itu berarti kau harus menghadapi Hyuna yang keras kepala dan manja seumur hidupmu..”

Hyunseung tertegun, lalu memandang Jongnam tak mengerti.

Jongnam berusaha keras menahan air matanya, “Kau tidak boleh terus menuruti apa yang diminta Hyuna meskipun kau mencintainya, araso?!”

Hyunseung mengedip-kedipkan matanya bingung, “Abeunim?”

Pertahanan Jongnam benar-benar runtuh, bulir air matanya berjatuhan dan langsung melangkah cepat memeluk Hyunseung. “Kenapa pria sempurna sepertimu akan bersama putriku yang menyebalkan?”

Hyunseung terpaku, “A-abeunim..” ucapnya tak percaya, lalu menangis di bahu pria itu sambil memeluknya.

“Kau harus menjaga putriku, Jang Hyunseung..” ucap Jongnam sepenuh hati.

“Aku berjanji, abeunim..” jawab Hyunseung.

Jongnam melepaskan pelukannya dan bersikap tegar seperti biasa sambil menyeka air matanya, “Ehemm.. keure, ayo kita keluar..” ucapnya canggung dan melangkah keluar.

Hyunseung tersenyum lebar dan melangkah bersama Jongnam.

 

=7 Tahun Kemudian=

Sebuah ball room di resepsi pernikahan.

Hyunseung berdiri didepan Sohyun yang mengenakan gaun pengantin cantik, “Mmm.. akhirnya kau bersama pria yang kau cintai..”

Sohyun tersenyum lebar, “Ne, terima kasih bantuanmu selama ini Dokter Jang.”

Hyunseung mengangguk, “Aku senang akhirnya kau bahagia..”

Junhyung menghampiri Sohyun dan merangkulnya, “Ya, Dokter Jang. Tolong jaga jarakmu dari istriku..” ucapnya.

Sohyun tertawa kecil, “Sanbae..” ucapnya lucu.

Hyunseung tertawa kecil, “Ne! aku juga senang kau menikahi Sohyun, berarti Hyuna tidak akan terancam lagi..”

Junhyung tertawa, “Tentu saja, kau sudah membuatnya terikat sampai mati denganmu..” ucapnya mengejek.

“Aissh.. kau ini..” ucap Hyunseung kesal, lalu tertawa.

“Ya!! Jang Dongwoon!” Seru Hyuna kesal.

Hyunseung menoleh dan menghela nafas dalam melihat Hyuna sejak tadi tidak berhenti mengejar putra mereka yang terus berlari kesana kemari. “Aigoo..” ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Junhyung tertawa, “Ya, kau ingin semua tamu undangan terganggu karena teriakannya? Cepat hentikan dia, ini pernikahanku..” ucapnya sebal.

“Ne, arasso!” ucap Hyunseung dan melangkah cepat untuk menangkap anak berusia 3 tahun yang di berinama Jang Dongwoon itu. “Tertangkap kau!!” ucapnya.

Dongwoon tertawa lucu dan berusaha berontak dari dekapan ayahnya.

Hyuna menghampiri mereka dengan wajah pucat dan keringat bercucuran, “Aissh.. kau ingin eomma mati kehabisan nafas karena mengejarmu ha?!”

Dongwoon terdiam dan menunduk menyesal.

“Woon eomma, jangan memarahinya seperti itu..” ucap Hyunseung sebal, lalu memandang Dongwoon kecil. “Woon-a, ayo katakan kau menyesal..”

Dongwoon memandang ibunya menyesal, “Mianeyo eomma..”

Hyunseung tersenyum dan mengelus kepala putranya, “Anak pintar..” ucapnya.

Hyuna merasa dunianya seperti berputar dan tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri.

“Oh! Hyuna!!” seru Hyunseung sambil menurunkan Dongwoondan menghampiri Hyuna.

“Eomma!!!” panggil Dongwoon panic dan mulai menangis, “Eomma!! Eomma!!”

“omo! Hyuna-a!!” seru Sohyun panic.

Hyunseung langsung menggendong Hyuna dan memandang Junhyung, “Junhyung, jaga Dongwoon sebentar..” ucapnya dan menerobos para tamu undangan pergi.

“eomma..” tangis Dongwoon.

Junhyung menahan tangan Dongwoon dan menggendongnya, “Gwenchana, eomma tidak apa-apa..” ucapnya.

“Ohh.. apa yang terjadi pada Hyuna, sanbae?” ucap Sohyun khawatir.

“Jangan khawatir, dia akan segera baik-baik saja..” ucap Junhyung.

 

=Rumah Sakit=

Hyunseung menghampiri laboratorium untuk melihat hasil pemeriksaan darah Hyuna, “Perawat Kim, apakah hasil pemeriksaan istriku sudah keluar?”

Perawat Kim tersenyum, “Ne, ini Dokter Jang..” ucapnya sambil memberikan hasil pemeriksaan darah Hyuna, “Selamat, Dokter Jang..”

Hyunseung tertegun mendenga ucapan perawat Kim, “Apa maksudmu?”

Perawat Kim menunjuk kertas di tangan Hyunseung.

Hyunseung memandang kertas itu dan membaca isinya, tak lama matanya membesar dan tersenyum tak percaya. “oh.. jinja..” gumamnya.

“Sekali lagi, selamar dokter Jang..” ucap perawat Kim.

Hyunseung mengangguk, “Gamshamida, perawat Kim.” Ucapnya dan melangkah keluar dari laboratorium dengan senyuman lebar di wajahnya.

Hyuna membuka matanya perlahan dan menyadari dirinya ada di ruang perawatan, “Hm? Kenapa aku disini?” gumamnya tak mengerti, lalu bergerak duduk perlahan.

Hyunseung masuk ke ruang perawatan dan langsung tersenyum melihat Hyuna sudah sadar, “Hyuna-a, kau sudah sadar?”

Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Oppa, apa yang terjadi?”

Hyunseung mengelus rambut Hyuna dan mencium dahinya sepenuh hati.

Hyuna tampak semakin bingung, “Oppa?”

Hyunseung tersenyum sambil memegang kedua pipi Hyuna dan menatap matanya dalam, “Terima kasih, Woon eomma..” ucapnya tulus.

“Wae?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Satu tangan Hyunseung terulur dan memegang perut Hyuna, “Kau mengandung anak kedua kita..”

Hyuna tertegun, “Ne?” ucapnya tak percaya, lalu tersenyum lebar, “Jinja oppa?”

Hyunseung mengangguk, “Ne..”

Hyuna memegang perut dan memandangnya tak percaya, lalu kembali memandang Hyunseung.

Hyunseung mengelus rambut Hyuna lembut, “Aku akan menjadi suami yang lebih baik lagi setelah ini..” ucapnya.

Hyuna memeluk leher Hyunseung, “Ne, Woon appa..”

Hyunseung memeluk istrinya dengan mata terpejam, rasa bahagianya tak terkira saat itu. setelah memiliki Dongwoon, ia tak membayangkan akan memiliki anggota lain di keluarga kecil mereka.

“Eomma..” panggil Dongwoon yang datang bersama Junhyung.

Hyunseung dan Hyuna melepaskan pelukan mereka untuk memandang putra pertama mereka.

Hyunseung mengangkat tubuh Dongwoon dan mendudukkannya di pinggir tempat tidur agar bisa lebih dekat dengan Hyuna. Lalu tersenyum pada Junhyung.

“Eomma, jeongmal miane.. Aku tidak akan lari-larian lagi, aku tidak ingin eomma sakit lagi..” ucap Dongwoon menyesal.

Hyuna tersenyum dan mengelus rambut Dongwoon, lalu mencium dahi putranya. “Eomma gwenchana, Woon-a.. Eomma tidak sakit karena kau, tapi karena adikmu..” ucapnya sambil memegang perut.

Junhyung tertegun mendengar ucapan Hyuna, “Oh.. kau hamil lagi?”

Hyunseung tersenyum bangga kearah Junhyung.

“Ne? adikku?” ucap Dongwoon tak percaya sambil menatap perut Hyuna, lalu tersenyum lebar pada ibunya. “adikku sudah ada didalam sini eomma?” tanyanya sambil memegang perut ibunya.

Hyuna mengangguk, “Ne..”

“Ohh.. keren! Mulai sekarang aku akan menjaga eomma dan adik dengan baik..” ucap Dongwoon bertekad.

Hyunseung mengelus rambut Dongwoon bangga, “Anak pintar..”

Hyuna berpandangan dengan Hyunseung dan tersenyum.

Hyunseung merasa hidupnya lengkap bersama Hyuna, Dongwoon dan calon anak mereka yang akan lahir ke dunia.

 

 

==THE END==

<<Back

Advertisements

20 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 32] [Ending]

  1. Yeaaa!! Happy ending!!!
    Aahh.. Tjiee 2hyun… Anaknya udah mau 2 aja :v xD
    yea! Sohyun juga akhirnya jadi juga ama junhyun!! 😀
    bagus thor!! Lanjut bikin ff yang lain lg yaa thor!! Fighting!! Daebak! (y)

    1. thank you..
      kayaknya kamu selalu jadi orang pertama yang koemn ya kalau aku posting.. punya radar dimana sih tau aku udah posting? hehehee..
      maksii dukungannya?
      😀

  2. kereeeennn thor!!!^^ akhirnya ending juga~ ini blog emng keren.. semua ffnya kereeennn~ buat ff hyuna hyunseung yg banyak lagi thor!!! hehehe

  3. lol~ gak tau juga thor.. Kkk~ mungkin cuman kebetulan,, tiap kali aku cek wp mu selalu udah update 😀 XD
    iyaa thor~ lanjut bikin fanfic2 yg slalu bikin penasaran + feel nya dapet banget!! ^_^

  4. kyaaaa happy ending~~ yah padahal brharap ada 19+ nya… hehehe
    aduh please buat ff nya 2hyun lagi… ketagihan ini ^^ thanks authornim

  5. yeah akhinya happy ending 🙂
    senang nya 😀
    DAEBAK ff nya hanna (y)
    gomawo udda bikin ff yg keren bener” dapet degh kl bca ff mu >_<
    DAEBAK hanna hanna hanna 🙂

  6. Ah … Seru banget , sayang ya aku baru bacar .. Baru tau blog barunya pas udah mulai ff Mr & Mrs Choi sih … Kkkk ~ ff Mr & Mrs Choi nya cepetan di update ya .. Ditunggu , Hwaiting! Kkkk ~

  7. huwaaaa udaahhh end…
    ahhhh appa hyuna alasan nya ternyta ituuu…
    kkekekeke
    akirnya 2hyun bersatu jugaaa…
    udahhh mau 2 anak nyaaa..
    kkkk
    sohyun ma junhyung juga akirnya bisa bersatuuu…

    hanna unni ff nya kerennn dr part awal sampe end feel nya dapet banget..
    mianhae unni komen ny slalu kepanjangan n gga berbobot..
    hehehe
    mian..
    d tunggu 2hun nya lagi yaa eon..
    ^^

  8. Woaaah daebak ini ceritanya, ribet bangett kisah cinta mereka jhaha… Mian cuma coment disini, keasyikan sih bacanya.. Jgn bosen2 ya buat cerita Trouble Maker (2hyun) ^^ good job!!!

  9. baca FfNya udah bikin aku MERASa Sempurna sesempurna Hidup MEREKA…
    apalagi ditambah Liat Komennanyaaa…aigooo Berasa Banyak 2hyuner dimari..gomawo HANNA ssi..
    ditunggu ff 2Hyun brikutnya….
    JJANG JJANG GIRL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s