Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 31]

31

—The True is..—

Eunji memandang Hyuna yang duduk dihadapannya canggung, “Mmm.. Hyuna, ini tidak seperti apa yang kau pikirkan..”

Hyuna menatap Eunji tajam, “Lalu ini apa namanya eonni?!”

Eunji memandang pria yang bersamanya, lalu memandang Hyuna. “Mmm.. seharusya aku tidak mengatakan ini. Tapi aku tidak ingin kau salah paham, jadi aku akan menjelaskan semuanya..”

Hyuna menatap Eunji menunggu penjelasan gadis itu.

Eunji menghela nafas dalam, “Kenalkan, ini Seo In Guk..” ucapnya pelan, “..Tunanganku..”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Eunji, “Mwo?”

“Eunji, siapa dia?” Tanya InGuk bingung.

Eunji memandang InGuk, “Aku pernah bercerita tentang temanku Hyunseung kan?” bisiknya.

InGuk diam sejenak, lalu mengangguk mengerti.

“Eonni, apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Eunji memandang Hyuna menyesal, “Aku akan menceritakan yang sebenarnya..”

 

=Ruang Kantor Kim YoonHye=

Hyunseung duduk bersandar di sofa sambil memandang YoonHye canggung, “Mmm.. apa posisinya harus seperti ini?”

“Ne.. buat dirimu merasa nyaman dan kau akan mulai tertidur..” ucap YoonHye tenang.

Dahi Hyunseung berkerut, “Bagaimana aku bisa tertidur?”

“Kau lihat tanganku?” Tanya YoonHye sambil mengangkat tangan kanannya.

Hyunseung memandang tangan YoonHye, “Ne..”

“Ada berapa jari-jariku?” Tanya YoonHye sambil menggerak-gerakan jemarinya.

Mata Hyunseung memperhatikan jemari lentik YoonHye, “lima..”

“Maka kau akan mulai mengantuk..” ucap YoonHye sambil mendekatkan telapak tangannya ke wajah Hyunseung.

Perlahan Hyunseung mulai merasa matanya berat untuk dibuka.

“Kau akan masuk ke alam bawah sadarmu untuk melihat ingatanmu yang hilang..” ucap YoonHye dan menutup mata YoonHye dengan jemarinya.

Hyunseung benar-benar masuk ke alam bawah sadarnya sekarang.

“Hyunseung, kau mendengarku?” Tanya YoonHye.

“Ne..” jawab Hyunseung pelan.

“Masuk ke ruang ingatanmu.. Kau bisa mencari ingatan-ingatan apa pun yang ingin kau tau. Mulai dari saat kau kecil hingga beberapa saat lalu..” ucap YoonHye memberi instruksi, “Ingatanmu yang mana yang ingin kau tau?”

“Malam lalu..” jawab Hyunseung.

“Keure, kau sudah menemukan pintunya. Kau hanya perlu membukanya dan melihat apa yang terjadi. Maka kau akan ingat semuanya..” ucap YoonHye.

Tangan Hyunseung bergerak seperti menggapai sesuatu dan menarik sesuatu juga di udara kosong.

YoonHye memperhatikan tangan Hyunseung dan kembali memandang wajah pria itu. “Apa kau sudah menemukannya, Hyunseung?”

Hyunseung diam sejenak, “Ne..”

“Apa yang kau lihat?” Tanya YoonHye.

Dahi Hyunseung berkerut, “Kim Hyuna..”

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya YoonHye.

“Aku menariknya..” jawab Hyunseung, dahinya semakin berkerut melihat ingatannya itu. “..berkata kalau dia ‘nappeun gijibe’, juga memberitaunya kalau aku mencintainya..”

YoonHye mengangguk mengerti, “Lalu, apa lagi yang kau lakukan?”

Tangan Hyunseung yang masih terulur di udara mulai gemetaran, bulir air mengalir dari sudut matanya tanpa dia sadari.

“Hyunseung?” panggil YoonHye.

“Aku menciumnya.. menyampaikan perasaanku yang sebenarnya.” Ucap Hyunseung pelan.

YoonHye tersenyum tipis, “Apa kau masih ingin melihat ingatan lainnya?”

“Ani.. aku tidak ingin menyakitinya lagi..” ucap Hyunseung.

“Keure..” ucap YoonHye, “Begitu aku memegang tanganmu, kau akan keluar dari alam bawah sadarmu..” lanjutnya dan memegang tangan Hyunseung yang masih terulur.

Hyunseung kembali pada dirinya, perlahan matanya terbuka dan memandang sekitar bingung. Apalagi matanya basah, “Oh.. waekeure?” ucapnya sambil menyeka air mata itu.

YoonHye tersenyum, “Ternyata kau seorang gentlema, Hyunseung..”

Hyunseung menatap YoonHye bingung, “Ne?”

YoonHye bergerak bangkit dan menghampiri kamera yang sengaja ia letakkan untuk merekam proses tadi, lalu kembali menghampiri Hyunseung. “Ini, kau bisa melihat hasilnya..”

Hyunseung langsung mengambil kamera dan mengulang rekaman tadi. Ia benar-benar ingin tau apa yang terjadi kemarin malam. Setelah beberapa saat ia menyaksikan rekaman itu. dahinya berkerut dan tiba-tiba ingatan semalam kembali ke kepalanya. Matanya membesar dan menatap YoonHye tak percaya, “Oetoekhe?”

YoonHye mengangkat bahu, “Saranku, segera temui dia dan jelaskan semuanya sebelum terlambat..” ucapnya.

Hyunseung mengembalikan kameran YoonHye, “Terima kasih YoonHye, kau yang terbaik..” ucapnya sambil bangkit dan berlari keluar.

 

=Kamar Hyuna=

Hyuna duduk diatas tempat tidur sambil memeluk lututnya. Ia tidak percaya mengingat apa yang di ucapkan Eunji padanya tadi.

“Hyunseung memintaku berpura-pura menjadi kekasihnya agar kau tidak lagi memintanya menjadi kekasihmu. Aku tau ini tidak benar, tapi dia tidak ingin membuat hubungan keluarga kalian menjadi rusak. Hyunseung takut eommanim dan abeunim akan terluka jika kalian menjalin hubungan, karena kalian di besarkan sebagai kakak dan adik.”

“Jadi kau sengaja oppa? Padahal kau memang memiliki perasaan lebih untukku..” ucap Hyuna pelan. Ia tidak tau harus melakukan apa lagi sekarang. “Keure oppa, aku juga akan melakukan hal yang sama..”

Sementara itu.

“Aku datang..” ucap Hyunseung sambil melangkah masuk kerumah.

Jongnam dan Misuk yang sedang duduk di sofa memandang Hyunseung bingung.

“Hyunseung-a?” ucap Misuk bingung.

Hyunseung membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, eommanim.. abeunim.. ada sesuatu yang harus kukatakan..” ucapnya.

Jongnam dan Misuk bergerak bangkit, “Apa itu?”

Ketika Hyunseung akan membuka mulutnya berbicara, ia melihat Hyuna menuruni tangga.

Hyuna tertegun melihat Hyunseung.

“Waeyo Hyunseung?” Tanya Misuk.

Hyunseung kembali memandang Misuk, “Eommanim, mengenai kejadian kemarin malam..”

Hyuna tertegun. Begitu juga dengan Misuk.

“Hm? Ada apa kemarin malam..” Tanya Jongnam ingin tau.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Eommanim, Hyuna benar-benar tidak bersalah. Aku yang membuatnya tidur dikamarku..” ucapnya.

Misuk dan Jongnam terkejut, “Mwo?”

Hyunseung berusaha mengingat detail kejadian yang terjadi, “Aku.. aku benar-benar mabuk dan tidak tau apa yang kulakukan. Seharusnya aku tidak mengatakannya pada Hyuna, tapi aku sudah mengatakannya..”

Hyuna menatap Hyunseung tak percaya.

“Apa yang kau katakan, Hyunseung?” Tanya Jongnam.

Hyunseung diam sejenak dan memandang Hyuna, lalu kembali memandang kedua orang tua angkatnya. “Aku memberitaunya kalau aku mencintainya..”

Jongnam dan Misuk tertegun mendengar pengakuan Hyunseung.

“M-Mwo?” Tanya Misuk tak percaya.

Jongnam menatap Hyunseung kaget, “Jang Hyunseung?!”

“Cesonghamida..” ucap Hyunseung, lalu berlutut dengan kepala menunduk. “Aku seharusnya memang menganggap Hyuna sebagai adikku, tapi tanpa sadar aku memandangnya dengan cara berbeda. Aku bersalah eommanim, abeunim..”

Misuk hanya bisa menatap Hyunseung tak percaya. Begitu juga dengan Jongnam.

Hyuna dapat melihat kekecewaan di wajah orang tuanya, bulir air matanya berjatuhan mengingat Hyunseung pernah berkata jika pria itu tidak ingin kehilangan keluarga lagi. dan sekarang semua ini adalah salahnya karena membuat pria itu tersudutkan. Perlahan ia menuruni tangga dan menghampiri Hyunseung, lalu memandang kedua orangtuanya.

Hyunseung mendongak memandang Hyuna.

“Eomma, appa.” Ucap Hyuna pelan.

“Hyuna, masuk ke kamarmu..” ucap Jongnam.

Hyuna menggeleng, “Ani..” ucapnya pelan.

“Hyuna, masuk ke kamarmu..” bisik Hyunseung.

“Aku tidak akan bersama Hyunseung oppa..” ucap Hyuna, membuat semua orang disana terkejut.

“Hyuna?” ucap Hyunseung tak percaya.

Bulir air mata Hyuna terus berjatuhan, “Oppa lebih mencintai keluarganya dari pada aku, jadi aku tidak akan membuatnya kehilangan keluarga lagi. aku akan tetap menjadi adiknya, begitu juga dengan appa dan eomma. Jadi, kita hanya akan menjadi keluarga seperti sebelumnya..” ucapnya.

Hyunseung bangkit perlahan sambil menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna-a?”

Hyuna memandang Hyunseung, lalu tersenyum sedih. “Oppa, aku merasa lega setelah mengetahui perasaanmu yang sebenarnya.. Berarti aku tidak sekedar menyukai di satu sisi.. Aku juga mengerti sekarang kenapa kau melakukannya.. Mianeyo oppa.. Aku hampir membuatmu kehilangan keluargamu lagi, aku benar-benar egois.. Tapi aku tidak akan memikirkannya lagi. mulai saat ini, aku benar-benar hanya akan menganggapmu sebagai oppaku.”

Hati Hyunseung terasa remuk mendengar ucapan Hyuna, sebulir air jatuh dari matanya menatap luka di dalam mata gadis itu.

Hyuna menghela nafas dalam sambil memalingkan wajahnya beberapa saat, lalu kembali memandang Hyunseung. “Sudah malam, aku akan tidur..” ucapnya, lalu berbalik dan melangkah cepat menaiki tangga.

Hyunseung hanya bisa memandangi Hyuna yang terus menaiki tangga dengan hati hancur, Ia tidak peduli bulir air matanya terus berjatuhan sekarang. Ucapan Hyuna tadi lebih tajam dari pisau bedah yang pernah ia pegang.

Misuk menatap Hyunseung sedih, lalu memandang Hyuna yang terus menaiki tangga.

Jongnam merasa bersalah melihat kedua anak itu terluka.

Hyunseung menyeka air matanya dan memandang kedua orangtua angkatnya, lalu membungkuk sopan. “Annyeonghaseo..” ucapnya, lalu berbalik dan berjalan ke pintu.

Malam itu. Jongnam dan Misuk sama sekali tidak bisa memejamkan mata mereka karena merasa bersalah.

“Yobo, apa menurutmu kita terlalu kejam pada mereka?” Tanya Misuk.

Jongnam menghela nafas dalam, “Entahlah, yobo.. Aku merasa ini jalan terbaik, tapi aku juga merasa bersalah melihat mereka berdua terluka..”

Misuk memandang Jongnam, “Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?”

Jongnam menghela nafas dalam lagi, “Kita pikirkan dulu dengan matang..”

Misuk mengangguk setuju.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 31]

  1. Hiks… Iya eommanim abeunim… Pikirkan lagi dengan matang2… :’)
    tapi jgn sampe gosong xD *canda
    duhh.. Semoga aja 2hyun bisa bersatu 🙂
    lanjut authorr…. Udah greget nihh.. 😀

  2. ughhh knpa aku masi gag mudeng knpa umma appa hyuna gag ngebolehin 2hyun bersatu sich..
    *readerLemot
    tp akirnya yg aku tunggu2 dtng juga…
    rasa bersalah orang tua hyuna karna misahin orang yg saling mencintai..
    *kejam
    moga hasil pemikiran nya gag bikin 2hyun makin menderita..
    udah cukup sakit nya merekaaa..
    jangan d tambahin lagi yaa eonii..
    TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s