Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 30]

30

—Real Love—

“Apa Hyuna belum bangun?” Tanya Misuk sembari melangkah menaiki tangga, sudah hampir pukul 7 tapi Hyuna belum juga turun. Ia membuka pintu kamar putrinya namun tidak menemukan siapa pun. “Hm? Kenapa tidak ada siapa pun?” gumamnya bingung, “Hyuna..” panggilnya, tapi tidak ada jawaban. Ia melihat seragam putrinya masih tergantung di pintu lemari yang menandakan putrinya belum berangkat sekolah. “Dimana dia?” gumamnya sambil bingung.

Sementara itu.

“Hmmm..” gumam Hyunseung sambil mempererat pelukannya dan mengelus rambut Hyuna yang ia peluk. Ia merasa nyaman dan merasa tidak ingin terbangun dengan aroma segar di dekat tubuhnya. Namun tak lama dahinya berkerut merasakan hembusan nafas hangat di dadanya. Tak lama matanya terbuka perlahan, namun rasa sakit langsung menyerang kepalanya. “Ahhkk!!” rintihnya sambil memegang kepala dan memejamkan matanya erat.

Hyuna terbangun karena mendengar Hyunseung merintih, ia bangkit perlahan dan memegang kepala pria itu. “Oppa, gwenchana?” tanyanya khawatir.

Hyunseung membuka matanya perlahan dan memandang Hyuna bingung, “Hyuna?”

“Kenapa oppa banyak minum semalam? Kepalamu jadi sakit kan?” ucap Hyuna sebal.

Hyunseung masih menatap Hyuna tak percaya, lalu memandang sekitar dan menyadari ia ada di kamarnya yang lama. Lalu kembali menatap Hyuna kaget sambil bergerak duduk, “Kenapa aku bisa disini?”

“Oppa mabuk berat semalam, jadi temanmu mengantarkamu kemari. Dia bilang oppa terus menyebutkan rumah ini saat ditanya dimana rumahmu..” jawab Hyuna.

Hyunseung tertegun, “Ne? ahh..” ia memegang dahinya menahan sakit, saat itu ia baru menyadari dirinya tidak mengenakan baju, matanya membesar dan langsung menarik selimut menutupi tubuhnya. “Oh! Kenapa aku tidak mengenakan baju?!”

“Hm? Oppa berkata panas dan melepaskannya..” jawab Hyuna bingung.

Hyunseung tertegun, “ne?!” ia memperhatikan baju Hyuna yang masih utuh dan memandang ke dalam selimut memastikan celananya masih terpasang rapi. Lalu kembali memandang Hyuna. “Kita tidak….”

Wajah Hyuna merona merah, “Keurom! Oppa hanya tidur dan memelukku..”

Hyunseung menghela nafas lega, “Fiuuhh.. syukurlah..”

“Tapi oppa mengatakan sesuatu.” Ucap Hyuna.

Hyunseung menatap Hyuna kaget, “Mwo?! Apa yang kukatakan?”

Klek..

Hyunseung dan Hyuna spontan memandang ke pintu dan terkejut melihat Misuk.

Misuk lebih terkejut ketika melihat Hyunseung, “Omo, Hyunseung-a.. Kapan kau datang?” tanyanya, lalu mengerutkan dahi melihat kedua orang itu di tempat tidur yang sama. “Kenapa kalian berdua disini?”

“Eo-eomma..” ucap Hyuna sambil turun dari tempat tidur, “Hmm.. semalam Hyunseung oppa mabuk dan temannya membawa oppa kemari..”

Misuk menatap Hyunseung kaget, “Ne?”

Hyunseung menunduk menyesal, “Cesonghamida eommanim, aku tidak akan melakukannya lagi..”

“Tunggu…” Misuk memandang Hyuna dan Hyunseung bergantian, “Kenapa kalian tidur di tempat tidur ini dan kau tidak mengenakan baju?”

Hyuna tan Hyunseung terkejut, lalu saling memandang dan menunduk canggung.

Mata Misuk membesar, “Kalian tidak….”

Hyuna dan Hyunseung menatap Misuk kaget. “Ani!! Aniya eomma!!” Seru Hyuna.

“Aku tidak melakukan apa pun eommanim!” Ucap Hyunseung meyakinkan.

Misuk mendengus kesal dan menarik Hyuna keluar.

“Eomma..” Ucap Hyuna sebal.

Misuk menarik Hyuna ke depan kamar gadis itu dan menatap putrinya kesal, “Kenapa kau dikamar itu bersama Hyunseung?!”

“Eomma, sudah kubilang oppa mabuk semalam. Jadi aku membantunya berbaring..” Jawab Hyuna.

“Lalu kenapa kau tidur disana?!” Tanya Misuk tak percaya.

Hyunseung segera mengenakan pakaiannya dan keluar untuk menjelaskan pada Misuk.

“Kau berkata apa pun yang terjadi jangan biarkan kau menyukai Hyunseung lagi, tapi kenapa kau malah melakukan ini?!” Tanya Misuk marah.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Misuk dan memandang Hyuna.

Hyuna tampak terluka mendengar ucapan Misuk, “Eomma, maksudmu aku sengaja tidur di kamar Hyunseung oppa?”

“Hyuna, eomma sudah mengatakan kalau Hyunseung hanya menganggapmu adik! Jebal Hyuna!! Berhenti melakukan hal bodoh seperti ini!!” Tegas Misuk.

Hyuna merasa hina, bulir air matanya langsung berjatuhan mewakili perasaannya. “Eomma..”

“Mwo? Pembelaan apa lagi yang akan kau katakan?!” Tanya Misuk.

Hyunseung merasa bersalah melihat Hyuna menangis, “Eommanim, jangan marahi Hyuna seperti ini. Dia tidak salah..” Ucapnya.

Misuk menatap Hyunseung, “Lalu, apa yang bisa kau katakan untuk membelanya?!”

Hyunseung tertegun, “Ne? Mmm..” Dia melirik Hyuna dan kembali memandang Misuk, “A-aku mabuk, lalu Hyuna membawaku ke kamar. Dan mungkin karena dia sangat khawatir, Hyuna sampai tertidur di kamarku..”

“Mungkin?! Hyunseung, eomma tanya padamu. Apa kau ingat bagaimana kau tiba disini?!” Tanya Misuk.

Hyunseung tertegun, lalu menunduk bingung. “Mmm.. Ani..”

Misuk menghela nafas dalam dan kembali menatap Hyuna kesal, “Kim Hyuna, kau tidak bisa melakukan hal seperti ini..”

Hyuna menatap ibunya tak percaya, “Eomma?” Ucapnya, namun ibunya terlihat benar-benar menyalahkannya. Bulir air matanya berjatuhan semakin deras dan memandang Hyunseung, “Oppa, kau yang membuatku tidur di kamarmu. Oppa ingat kan?”

Hyunseung memandang Hyuna bingung, “Ne? Aku?”

Hyuna memegang lengan baju Hyunseung, “ne.. Oppa ingat kan? Oppa..” Ucapnya dengan tatapan memelas.

Hyunseung tidak ingat apa pun tentang kejadian semalam, ia sangat bingung. “Mmm.. Miane, aku tidak ingat..” Ucapnya dan menunduk menyesal.

Hyuna merasa semakin terluka dengan ucapan Hyunseung, pegangan tangannya terlepas dari lengan baju pria itu dan menunduk.

“Hyuna, masuk ke kamarmu dan bersiap untuk sekolah!” Tegas Misuk, lalu menatap Hyunseung. “Kau juga..” Ia langsung berbalik dan menuruni tangga.

Hyunseung memperhatikan Misuk sesaat, lalu memandang Hyuna yang masih terdiam dengan bulir air mata berjatuhan. “Hyuna…”

Hyuna langsung berbalik dan masuk ke kamarnya.

Hyunseung menyadari ada sesuatu yang salah telah terjadi, “Apa yang kulakukan semalam?” Gumamnya.

Misuk tidak mengatakan apa pun tentang apa yang dia bahas tadi pagi di depan Jongnam dan hanya memberitau kalau Hyunseung datang karena mabuk.

“Apa temanmu tidak tau rumahmu yang baru?” Tanya Jongnam heran.

Hyunseung tersenyum malu, “Aku belum pernah membawa siapa pun ke rumahku..” Jawabnya, “Tentu saja aku akan mengajak eommanim dan abeunim terlebih dulu..” Ucapnya, lalu memandang Hyuna yang hanya memandang makanannya tanpa ekspresi. “Juga Hyuna..”

Hyuna sama sekali tak bergeming.

Hyunseung tertegun melihat ekspresi Hyuna.

“Mmmm.. Kau memang anak berbakti, Hyunseung..” Ucap Jongnam bangga.

Hyunseung memandang Jongnam dan tersenyum.

Hyuna bergerak bangkit, semuanya langsung memandangnya bingung. “Aku selesai..” Ucapnya, lalu melangkah pergi.

“Ada apa dengannya?” Tanya Jongnam pada Misuk.

“Ne? Ohh.. Sepertinya hanya masalah dengan temannya..” Jawab Misuk.

Hyunseung merasa bersalah melihat Hyuna pergi seperti itu, ia ikut berpamitan dan mengejar Hyuna. “Hyuna-a.. Waekeure?” Tanyanya setelah bisa mengejar langkah gadis itu.

“Aniya..” Jawab Hyuna pelan tanpa memandang Hyunseung.

Dahi Hyunseung berkerut, “Hyuna-a.. Apa semalam aku mengatakan sesuatu?” Tanyanya khawatir.

Hyuna merasa sangat terluka Hyunseung tidak mengingat apa pun tentang kejadian semalam.

“Hyuna-a..” Panggil Hyunseung menunggu jawaban.

Hyuna berusaha keras menahan air matanya, “Eopseo..” Jawabnya.

Hyunseung menatap Hyuna tak yakin, “Jinja? Tapi kau berkata aku yang membuatmu tidur di kamarku, apa yang terjadi?”

Hyuna berhenti melangkah dan menghadap Hyunseung meskipun tidak menatap wajahnya, “Aku tidak akan mengatakan apa pun..” Ucapnya, “Jika oppa tidak ingat, aku juga akan melupakannya. Jadi jangan berbicara padaku tentang ini lagi..” Ucapnya dengan suara bergetar, lalu kembali melangkah pergi.

Hyunseung menatap Hyuna tak mengerti bercampur kaget, “Hyuna-a..”

Hyuna terus melangkah dengan bulir air mata mengalir, ia hanya menyeka air matanya tanpa memandang ke belakang lagi.

 

=Kamar Sohyun=

Sohyun memandang Hyuna yang sejak tadi hanya berbaring di tempat tidurnya sambil memandangi langit-langit, “Hyuna-a, kau sakit?”

Hyuna menghela nafas dalam, “Ani..”

“Lalu, kenapa kau seperti ini?” Tanya Sohyun heran.

Hyuna diam sejenak memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi padanya, “Sohyun-a, jika seseorang mengatakan perasaannya padamu. Lalu tidak ingat apa pun keesokan harinya, apa yang akan kau lakukan?”

Sohyun diam sejenak, “Mmm.. membuatnya ingat lagi..”

“Tapi dia tidak mungkin mengingatnya..” ucap Hyuna.

“Mmm.. mungkin saja dia memang menyukaiku, tapi tidak ingin mengungkapkannya.. karena itu tanpa sadar dia mengatakannya tapi tidak ingat keesokan harinya..” ucap Sohyun menjelaskan teorinya.

Mata Hyuna mulai memerah menahan air mata, “Jadi maksudmu..” ucapnya pelan, “Dia lebih memilih menutupi perasaannya dari pada menyatakannya padamu?”

“Bisa dibilang seperti itu..” jawab Sohyun, lalu menatap Hyuna serius, “Memangnya ada apa Hyuna? Kau terlihat tidak sehat sejak pagi..”

Hyuna memejamkan matanya menahan air mata yang hendak mengalir, “Aku akan tidur sebentar..” ucapnya sambil membalik tubuhnya membelakangi Sohyun.

Sohyun mengerutkan dahinya memandang Hyuna.

 

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung mondar-mandir di ruang tengah sambil berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. “Aissh!! Apa yang terjadi semalam?!” gumamnya kesal. Ia akhirnya berhenti dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Dujun.

“Yo Hyunseung..” jawab Dujun diseberang.

“Ya.. apa semalam aku melakukan hal aneh?” Tanya Hyunseung langsung.

“Mwo? Kenapa kau bertanya padaku?” Tanya Dujun heran.

“Ani.. bukan begitu.. Masalahnya aku tidak ingat apa pun saat terbangun tadi pagi, tapi aku merasa ada sesuatu yang telah kulakukan..” ucap Hyunseung frustasi.

Dujun tertawa lucu, “Yang kutau selama aku masih bersamamu, kau tidak melakukan hal aneh karena sudah setengah sadar. Tapi kau terus bergumam tidak jelas..”

Hyunseung tertegun, “Bergumam? Apa yang aku gumamkan?”

“Mmmm..” Dujun mengingat sejenak, “Aku tidak begitu yakin, tapi kau menyebutkan ‘nappeun gijibe’, ‘Saranghae’, dan jika aku tidak salah, kau juga menyebutkan ‘Kim Hyuna’..”

Hyunseung terpaku, “Ne? aku mengatakan itu?”

“Ne.. apa kau benar-benar tidak ingat?” Tanya Dujun.

“Ne.. ahh.. micheoso! Aku harus tau apa yang kulakukan tadi malam!!!” ucap Hyunseung kesal sendiri.

“Saranku, lebih baik kau tidak tau. Jika kau tau, mungkin kau akan malu seumur hidupmu. Hahahahaa..” tawa Dujun.

Hyunseung memejamkan matanya sambil memegang dahi, “Aissh!”

“Memangnya kau sangat ingin tau?” Tanya Dujun penasaran.

Hyunseung kembali membuka matanya, “Ne! aku benar-benar harus tau!!”

“Mmm.. kau ingat teman kita Kim YoonHye?” Tanya Dujun.

“Ne, yang menjadi incaramu selama semester satu. Wae?” Tanya Hyunseung.

“Benar, dia.” Ucap Dujun membenarkan. “Sekarang dia sudah menjadi psikolog, dan kudengar ada metode baru untuk mengingat memori yang hilang dengan hipnotis..”

Hyunseung tertegun, “Apa akan berhasil?”

“Coba saja dulu..” usul Dujun.

“Keure! Aku harus mencobanya! Apa kau bisa membuat janji dengannya?” Tanya Hyunseung.

“Dengan senang hati..” ucap Dujun senang.

 

=Sorenya=

Hyuna melangkah pergi dari rumah Sohyun seorang diri. Ia belum merasa baik, jadi dia memutuskan berjalan kaki hingga perasaannya lebih baik. Matanya melihat sebuah mini market, rasa haus memanggilnya untuk datang kesana. Jadi ia melangkah mendekati mini market itu. sebelum ia mencapai pintu, ada dua orang keluar. Pria dan wanita. Langkah kakinya terhenti bersamaan dengan tubuhnya yang terpaku melihat siapa yang ada di hadapannya.

Eunji yang tertawa kecil bersama pria yang keluar dari mini market langsung terpaku juga melihat Hyuna.

Hyuna memandang pria tampan yang bersama Eunji dan menyadari mereka bergandengan tangan. “Eonni?”

Eunji langsung melepaskan tangannya, “Oh.. Hyuna, jangan salah paham dulu..”

Pria tadi memandang Eunji dan Hyuna bergantian, “Kau mengenalnya?”

 

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 30]

  1. ishhh baru kemaren seneng2 2hyun mulai manis..
    nie udas tangis2an lagi..
    umma hyuna tega sihhh
    kasar bgt ngomong nya sama hyuna..
    kn masi labil knpa d katain kayak gtoo..
    ayooo oppa ingat2 kata2 pas oppa mabuk..
    jangan biatin hyuna unni nanggung kesalahan sendiri..
    tu yg ma eunji pacar beneran nya yaa???
    kasian eunji pasti ntr d kira selingkuh dr hyun oppa.
    penasaran apa yg akan d lakuin hyuna unni selanjutnyaaa.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s