Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 29]

29

—I Love You, Hyuna—

Misuk mengetuk pintu kamar Hyuna perlahan, “Hyuna-a..” panggilnya, namun tidak ada jawaban dari dalam. Ia menghela nafas dalam dan membuka pintu perlahan sambil memasukkan kepalanya ke celah pintu. Tampak putrinya menelungkup di tempat tidur dengan wajah terbenam di bantal untuk meredam suara tangis. Ia geleng-geleng kepala dan melangkah masuk. “Hyuna-a, waekeure?” tanyanya sambil duduk di sebelah putrinya. Dengan lembut ia mengelus rambut putrinya, “Hyuna, ceritalah pada eomma..”

Hyuna bergerak bangkit dan memandang ibunya dengan mata memerah, “Eomma, apa pun yang terjadi.. kumohon, jangan biarkan aku menyukai Hyunseung oppa..” tangisnya.

Misuk tertegun mendengar ucapan Hyuna, namun ia tau diusia putrinya memang sulit mengendalikan perasaan sendiri. Ia menarik putrinya ke pelukannya dan mengelus rambutnya lembut, “Kenapa kau berkata seperti itu?”

Hyuna membenamkan wajahnya di bahu Misuk sambil terus menangis, “Aku akan mengencani semua pria baik hingga aku tidak akan mengingat Hyunseung oppa lagi..”

Misuk menghela nafas dalam sambil mengelus rambut Hyuna.

 

=Ruang Tangga Darurat=

Hyunseung tak bisa melupakan ucapan Hyuna kemarin, rasanya seperti gadis itu benar-benar menendangnya keluar dari kehidupan tenang mereka.

Eunji menuruni tangga dan duduk disebelah Hyunseung, “Ada apa lagi?”

Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengelus pundaknya, “Tidak ada..”

“Aku mendengar dari para perawat kemarin ada seorang gadis manis mencarimu, apakah Hyuna?” Tanya Eunji memastikan.

Hyunseung kembali merasa bersalah mengingat hal itu. kepalanya dengan berat hati mengangguk pelan.

Eunji mengangguk mengerti, “Mmm.. Hyunseung, kurasa apa yang kau lakukan ini tidak benar..”

Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengelus kepalanya, “Aniya, ini sudah sangat benar..”

Eunji memandang Hyunseung tak mengerti, “Membuat hatimu sendiri terluka, apa itu benar?”

Hyunseung memandang Eunji, “Apa kau bisa percaya? Gadis berusia 17 tahun membuatku seperti ini..”

Eunji menahan tawa mendengar pertanyaan Hyunseung, “Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa gadis 17 tahun bisa membuatmu seperti ini..”

Hyunseung mengacak-acak rambutnya tidak mengerti, “Benar-benar…” gumamnya kesal.

Eunji tertawa lucu, “Pabo..”

 

=Cube High School=

“Ne? kau mengatakan itu?” Tanya Sohyun tak percaya setelah mendengar cerita Hyuna.

“Ne, aku tidak peduli dia menyukaiku atau tidak. Aku akan melupakannya!” jawab Hyuna kesal.

Sohyun menatap Hyuna tak yakin, “Kau serius?”

“Ne!” jawab Hyuna dengan semangat berapi-api.

“Bagaimana caranya?” Tanya Sohyun.

Hyuna terdiam mendengar pertanyaan Sohyun, “Mmm.. bagaimana ya?”

Sohyun menghela nafas dalam karena kebingungan Hyuna, “Mmm.. kau ini..”

“Aahhh.. pokoknya aku akan melupakan Hyunseung oppa, bagaimana pun caranya!” tekad Hyuna.

Sohyun mengangguk mengerti, “Baiklah jika kau memang menginginkannya..”

 

=Sebuah Club=

Dujun dan dua temannya yang lain menatap Hyunseung dengan mata membesar, karena pria itu sudah meneguk botol beer ketiganya. “Ya.. kita kemari untuk bersenang-senang bukan mabuk-mabukan..” ucapnya.

Hyunseung meneguk beer dari botolnya dan menatap Dujun dengan mata sayu, “Wae? Ini caraku bersenang-senang..” ucapnya, lalu kembali meneguk beer di botolnya.

Dujun hanya geleng-geleng kepala dan meneguk beer di botolnya sambil mengobrol dengan temannya yang lain.

Tak sampai setengah jam kemudian.

Dujun menghela nafas dalam melihat Hyunseung sudah mabuk berat di tempat duduknya, bahkan untuk duduk tegap saja sudah tidak bisa. “Aissh.. pantas saja kau ingin ikut ke club..” ucapnya kesal. “Ya.. sepertinya aku kembali sekarang, Hyunseung tidak akan bisa pulang jika aku juga mabuk..” ucapnya sembari bangkit pada dua temannya.

“Keure, kami juga akan segera kembali..” ucap teman Dujun dan Hyunseung.

 

=Rumah Keluarga Kim=

Hyuna masih duduk di dekat jendela kamarna sambil memandangi langit malam. Ini sudah larut namun matanya belum mau terpejam. Kedua tangannya menopang dagunya di kusen jendela, “Apa aku bisa melupakan Hyunseung oppa?” gumamnya pelan. Ia melihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya, dahinya berkerut melihat seorang pria turun. “Hm? Siapa itu?” gumamnya bingung. Ia memperhatikan pria tadi menghampiri pintu penumpang dan menarik seorang pria lain keluar. Matanya membesar melihat pria yang di papah itu mabuk berat, dan adalah Jang Hyunseung. Dengan cepat ia beranjak dari tempatnya dan berlari keluar dari kamarnya.

Dujun berusaha keras menahan tubuh Hyunseung yang mabuk berat dan membawa temannya itu ke pintu depan. “Ya, sadarlah.. kita sudah tiba..” ucapnya.

“Hmm..” gumam Hyunseung dengan mata terpejam, kakinya bahkan tidak bisa melangkah dengan benar.

“Aissh.. kau ini..” gumam Dujun sebal, namun sebelum mengetuk pintu ia tertegun melihat pintunya sudah terbuka duluan.

Hyuna memandang Dujun bingung, “Apa yang terjadi?”

Dujun tersenyum canggung, “Cesongeo, apakah benar ini rumahnya? Dia terus menyebutkan tempat ini saat aku bertanya rumahnya..”

“Ne?” ucap Hyuna bingung dan memandang Hyunseung yang mabuk, “Ohh.. ne..” jawabnya, lalu membuka pintu lebar. “Bisakah kau membawanya keatas? Eomma dan appa bisa marah jika oppa pulang seperti ini..” ucapnya.

“Oh, keure..” ucap Dujun, lalu menarik Hyunseung ke punggungnya dan membawa pria itu ke lantai atas mengikuti Hyuna. “Dimana kamarnya?”

Hyuna langsung menghampiri pintu kamar Hyunseung dulu dan membukanya, “Disini..”

Dujun masuk dan langsung membaringkan Hyunseung ke tempat tidur, “Apa aku perlu membantumu mengurusnya sebentar?”

“Oh… gwenchana, aku akan melakukannya.. mari, aku akan mengantarmu keluar..” ucap Hyuna dan mengantarkan Dujun lagi keluar. “Gamshamida, oppa..” ucapnya sambil membungkuk sopan.

Dujun tersenyum, “Ne, sepertinya suasana hati Hyunseung sedang tidak baik. Tolong perhatikan dia..” ucapnya sambil membungkuk sopan juga dan melangkah masuk ke mobilnya.

Hyuna menutup pintu dan kembali menguncinya, lalu memandang ke arah pintu kamar orangtuanya memastikan mereka tidak terbangun. “Fiuuuh…” gumamnya dan langsung naik ke lantai atas. Ia berhenti di pintu kamar Hyunseung dan memandangi pria itu beberapa saat. Ia menghela nafas dalam dan melangkah masuk.

“mmmm… hmmm.. uhuk.. mmmm..” Hyunseung terus bergumam tidak jelas dan terbatuk, lalu bergumam lagi.

Hyuna mendekati Hyunseung dan membuka baju hangat pria itu perlahan, “Oppa, lepaskan baju hangatmu dulu..” ucapnya, ia mengeluarkan tangan kanan pria itu dari baju hangat, lalu mendorong pria itu ke kanan agas bisa melepaskan yang di tangan kiri. Ia terkejut ketika tiba-tiba kedua tangan Hyunseung malah memeluk pinggangnya dan menatap pria itu dengan mata membesar.

“Hmmm…” gumam Hyunseung.

Hyuna menghela nafas lega dan melanjutkan kegiatannya melepaskan baju hangat Hyunseung, lalu menyampirkannya ke kursi.

“Ahhhh..” erang Hyunseung yang tiba-tiba bergerak duduk.

Hyuna terkejut hingga terduduk ke lantai sambil menatap Hyunseung ngeri.

Mata Hyunseung masih terpejam dengan tubuh yang hendak jatuh ke kanan dan kiri, “Ahhh.. appo..” gumamnya sambil memegang kepalanya. “Hmmm… panas..” gumamnya lagi dan melepaskan bajunya yang tersisa hingga tubuh six packnya terlihat.

“O-oppa..” ucap Hyuna ngeri.

Hyunseung kembali membanting tubuhnya ke kasur dan terlihat langsung tertidur.

Hyuna memperhatikan wajah Hyunseung sejenak, “Oppa?” panggilnya, “Hyunseung oppa..”

“Hmmm…” gumam Hyunseung dalam tidurnya.

Hyuna menatap pria tampan itu kesal, “Aissh.. dasar..” ucapnya sambil bangkit dan melepaskan sepatu Hyunseung. Ia terkejut ketika pria itu tiba-tiba bergerak menelungkup dengan wajah menghadap kearahnya, ia menghela nafas dalam dan menarik selimut menutupi tubuh pria itu. ia berdiri di tempatnya sambil memandangi wajah tenang Hyunseung. Perlahan ia bergerak duduk di pinggir tempat tidur sambil tetap memperhatikan wajah pria itu. “Oppa, kenapa mabuk seperti ini? Kau tidak pernah seperti ini..” ucapnya pelan, lalu bergerak bangkit.

“Hmmm.. Hyuna..” gumam Hyunseung.

Hyuna terpaku dan memandang Hyunseung tak percaya. ‘Oppa menyebut namaku?’ batinnya.

“Hyuna…” gumam Hyunseung lagi.

Hyuna menatap Hyunseung serius, lalu berlutut di sebelah tempat tidur dan mendekatkan telinganya ke wajah pria itu untuk mendengarkan dengan jelas.

“Ya Kim Hyuna!!” seru Hyunseung tiba-tiba sambil memutar posisinya kembali telentang.

Hyuna terkejut dan terlonjak kaget, “Aissh!!” gumamnya kesal, lalu kembali berdiri sambil menatap Hyunseung. “Pabo!!” serunya, lalu berbalik ke pintu.

“Khajima..” gumam Hyunseung.

Hyuna tertegun di tempatnya, gumaman Hyunseung tadi sangat jelas di telinganya. Perlahan ia berbalik dan memandang pria itu.

“Andwae…” gumam Hyunseung, dahinya terlihat berkerut dan sangat resah.

Hyuna melangkah pelan mendekati tempat tidur dan duduk di sebelah Hyunseung sambil menatap pria itu.

“Hyuna… mmmmmm..” Hyunseung kembali bergumam sesuatu yang tidak dapat Hyuna mengerti.

Hyuna membungkuk sambil menahan rambutnya agar bisa mendengar apa yang diucapkan Hyunseung.

“Hyuna….” Gumam Hyunseung, “Kim Hyuna…”

“Ne, oppa..” jawab Hyuna pelan, lalu kembali mendengarkan.

Mata Hyunseung perlahan terbuka, meskipun belum terlihat focus. Ia bisa melihat wajah Hyuna di depan wajahnya.

Hyuna menyadari Hyunseung membuka matanya dan memandang pria itu.

Hyunseung menatap wajah Hyuna yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya dalam, satu tangannya terangkat dan mengelus rambut gadis itu lembut. “Hyuna..”

Jantung Hyuna berdegup kencang mendengar Hyunseung memanggilnya dengan sangat lembut, “Ne, oppa..” jawabnya.

Satu tangan Hyunseung yang lain terangkat dan membelai pipi Hyuna, “Kenapa kau melakukan ini padaku?”

Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Ne?”

Kedua tangan Hyunseung sekarang memegang kedua pipi Hyuna dan menatap mata gadis itu dalam, “Neo..” ucapnya, “…nappeun gijibe..”

Hyuna semakin tidak mengerti dengan maksud ucapan Hyunseung.

Tatapan Hyunseung berubah sendu, “Neo….” Ucapnya lagi, “..neomu yepeuta…”

Jantung Hyuna semakin berdebar mendengar ucapan Hyunseung, “Oppa?”

Hyunseung menelan ludah dan menatap setiap inci wajah Hyuna beberapa saat, “Jika hari ini adalah hari terakhir hidupku, aku akan mengatakan sesuatu padamu..”

“Mwo?” Tanya Hyuna.

Hyunseung diam sejenak menatap kedua mata Hyuna, “Hyuna..” ucapnya pelan, membuat jantung Hyuna semakin berdegup kencang. “..saranghae..”

Hyuna benar-benar kehilangan kata-katanya mendengar ucapan Hyunseung barusan. Tangannya yang sekarang bertumpu di bahu pria itu mulai mencengkeram kulit pria itu karena Hyunseung menarik wajahnya mendekat ke wajah pria itu. matanya terpejam ketika merasakan bibir Hyunseung menyentuh bibirnya.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

6 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 29]

  1. omo omo omo….
    *tarik nafas..
    akirnyaa 2hyun skinship bukan sebagai kakak adikk..
    yeeaaahhhhh….
    walopun dlm keadaan mabuk gag apa asalkn ada moment manis 2hyun..
    akirnya kata keramat itu keluar jugaaa.
    setelah menggalau ria..
    penasaran selanjutnya gmna stlh confesion..
    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s