Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 27]

27

—You and I—

Sohyun membuka matanya perlahan dan mengumpulkan kesadarannya sesaat. Dahinya berkerut menyadari di depan wajahnya sebuah dada bidang dan dia memeluk seseorang yang juga memeluknya. Yang pasti orang ini bukan ibunya. Kepalanya mendongak memandang siapa yang memeluknya, ia tertegun melihat wajah tenang Junhyung yang masih terlelap. ia berusaha mengingat mengapa ia dan Junhyung bisa berada di posisi canggung seperti ini.

Semalam, ia tak bisa menenangkan dirinya sendiri. Tubuhnya terus gemetaran karena merasa Donghae akan menangkapnya, menampar wajahnya, juga memperkosanya disana. Junhyung memeluknya dan membuatnya merasa aman dan tak lama ia tertidur.

Sohyun melepaskan pelukannya dan bergerak bangkit.

Junhyung terbangun karena pergerakan Sohyun, “Hmm..” gumamnya sambil membuka mata dan menyadari gadis itu hendak bergerak turun dari tempat tidur. “Oh Kwon Sohyun..” panggilnya sambil menahan tangan gadis itu.

Sohyun tertegun dan memandang Junhyung.

Junhyung bergerak bangkit dan menatap Sohyun khawatir, “Gwenchana? Kau sudah merasa lebih baik?”

Sohyun memandang Junhyung tanpa ekspresi, lalu memalingkan wajahnya. “Ne..” ucapnya dan menarik tangannya.

Junhyung tetap menahan tangan Sohyun, “Ya.. ada apa lagi denganmu?”

Sohyun kembali memandang Junhyung.

Junhyung menatap Sohyun tak mengerti, “Semalam kau meninggalkan Jun di depan rumah, dia ketakutan sendirian di luar. Juga kau jadi panic seperti tadi malam itu, wae?”

Sohyun memalingkan wajahnya, “Na gwenchana..” ucapnya pelan.

“Kau jelas tidak baik-baik saja, Kwon Sohyun..” ucap Junhyung.

Aohyun diam sejenak, lalu kembali menarik tangannya. Kali ini Junhyung tidak menahannya lagi. “Sanbae, kau bisa membawa Jun pergi..” ucapnya pelan.

Junhyung menatap Sohyun tak percaya, “Mwo?”

Sohyun memandang Junhyung dengan mata memerah menahan air mata, “Aku tidak menyukainya.. Aku sama sekali tidak suka..” ucapnya bergetar.

Junhyung benar-benar tak mengerti mengapa Sohyun seperti ini, “Sohyun-a.. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?”

Bulir air mata Sohyun berjatuhan dan memalingkan wajahnya, “Kupikir aku tidak berbeda, tapi aku salah.. Seharusnya aku tidak meneruskan hal ini..”

Junhyung turun dari tempat tidur dan duduk di hadapan Sohyun dengan wajah tak mengertinya, “Sebenarnya apa yang terjadi, Kwon Sohyun?”

Sohyun menyeka air matanya dan memandang Junhyung, “Pulanglah sanbae, bawa Jun bersamamu..” ucapnya.

Junhyung menatap Sohyun tak mengerti, “Wae? Kau bilang kau senang dia bersamamu.. Kau bilang kau menyukainya.. Wae?”

“Sanbae..” ucap Sohyun pelan, “Sudah kubilang, jangan habiskan waktumu untukku..”

Junhyung memegang kedua pipi Sohyun dan menatapnya serius, “Sampai kapan kau akan mengatakan itu?! aku akan menghabiskan waktuku untukmu, semuanya! Araso?”

Sohyun menatap kedua mata Junhyung, “Wae?”

Junhyung tertegun mendengar pertanyaan Sohyun, jantungnya berdegup kencang memikirkan alasan mengapa dia melakukan ini.

“Sanbae, jika kau ingin menarik perhatian Hyuna. Jangan gunakan aku..” ucap Sohyun dengan nada terluka, lalu bergerak bangkit.

Dengan cepat Junhyung bergerak bangkit dan memeluk Sohyun erat, matanya terpejam dan mengelus rambut gadis itu lembut.

Sohyun tertegun karena pelukan mendadak Junhyung, apalagi detak jantung pria terasa seperti berpacu dengan jarum jam.

“Kau merasakan detak jantungku kan?” Tanya Junhyung pelan, “Aku hanya merasa seperti ini ketika aku bersamamu..”

Sohyun tidak tau apa yang harus dia katakan, ia hanya bisa terpaku dalam pelukan Junhyung.

Junhyung mengelus rambut Sohyun sekali lagi, lalu melepaskan pelukannya dan menatap gadis itu dalam. “Kau mengerti maksudku?”

Sohyun tersentuh melihat ketulusan dalam tatapan Junhyung, lalu memalingkan wajahnya. “Sanbae, aku ini berbeda.. Aku sudah di perkosa dan mengandung akibat itu..”

Junhyung memegang kedua pipi Sohyun dan membuat gadis itu menatapnya, “Karena itu aku menggugurkannya! Agar kau terlepas dari pria brengsek itu dan menjadi milikku! Arasso?”

Sohyun menatap Junhyung tak percaya, “Sanbae?”

Junhyung menatao kedua mata Sohyun dalam, “Jika kau percaya padaku, aku akan menjagamu dengan baik dan membunuh siapa saja yang berusaha mengganggumu.”

Bulir air mata Sohyun kembali berjatuhan, “Sanbae…”

Junhyung memajukan wajahnya dan mencium Sohyun sambil memejamkan matanya. Kali ini gadis itu membalas ciumannya. Ia merasa Sohyun adalah hal yang selama ini ia cari. Ia membutuhkan seseorang yang bisa ia lindungi dan mencintainya sepenuh hati.

“Ehem..” dehem seseorang.

Junhyung menarik wajahnya dan menoleh, begitu juga dengan Sohyun. Spontan ia melepaskan gadis itu dan menjaga jarak ketika melihat Jina berdiri di pintu.

“Eo-eomma..” ucap Sohyun gugup.

Jina menatap Junhyung dan Sohyun bergantian, lalu tersenyum. “Kenapa lama sekali? Jun kelaparan..” ucapnya, lalu berbalik dan keluar.

Junhyung menghela nafas lega, terkahir kali ia kepergok mencium seorang gadis malah babak beluk di hajar Hyunseung. Ia memandang Sohyun yang tampak canggung di sebelahnya, perlahan bibirnya membentuk senyuman. “Sohyun..”

Sohyun memandang Junhyung sekilas dan kembali menunduk karena malu.

“Kau benar-benar tidak menyukai Jun?” Tanya Junhyung.

Sohyun tertegun dan menatap Junhyung, “A-aku.. suka Jun..” jawabnya pelan.

Junhyung menatap Sohyun serius, “Bagaimana dengan Yong Junhyung?”

Sohyun terdiam mendengar pertanyaan Junhyung, lalu menunduk malu.

“Kau lebih suka Jun atau Yong Junhyung?” Tanya Junhyung.

Sohyun tersenyum malu dan melirik Junhyung, “Jun…”

Junhyung tampak kecewa, “Keure.. ayo beri makan Jun..” ucapnya dan melangkah ke pintu.

“..hyung..” lanjut Sohyun.

Junhyung berhenti dan kembali menatap Sohyun, “Ne?”

Sohyun tersenyum malu, “Aku suka Yong Junhyung..”

Junhyung tersenyum lebar dan langsung memeluk Sohyun, namun ia mendorong gadis itu terlalu kencang hingga mereka terbanting lagi ke tempat tidur.

 

=Ditempat lain=

Rumah Hyunseung.

Hyunseung menuruni tangga sambil merapikan rambut bagian belakangnya.

“Oppa..”

Hyunseung berhenti melangkah dan menoleh, namun tidak ada siapa pun disekitarnya. Ia menghela nafas dalam dan melangkah turun lagi. Ia sering merasa seperti mendengar suara Hyuna memanggilnya. Sejak ia menjemput gadis itu ke sekolah dan mengantarkannya pulang, ia sama sekali tidak menemui gadis itu atau pun menghubunginya. Ia perlu waktu untuk menata hatinya beberapa saat.

“Sarapan sudah siap tuan..” ucap pelayan Son.

Hyunseung mengangguk dan masuk ke ruang makan.

Rumah Keluarga Kim.

Hyuna keluar dari kamarnya dan memandang kamar Hyunseung beberapa saat. Ia tak bisa menghilangkan rasa sedihnya mengingat pria itu sudah tidak tinggal disana. Namun ia tetap tersenyum dan menuruni tangga dengan riang.

“Yobo, bagaimana jika kita mengundang Eunji makan malam bersama kita? Pasti akan menyenangkan..” ucap Misuk pada suaminya.

Hyuna berhenti di anak tangga paling bawah dan memandang kearah ruang tv dimana ayah dan ibunya duduk.

Jongnam tersenyum memandang istrinya, “Wae? Kau benar-benar menyukainya kan?”

Misuk tersenyum lebar, “Ne, Eunji sangat manis. Dia juga sopan.. Aku berharap Hyunseung akan menikah dengannya nanti..” ucapnya sambil membayangkan Hyunseung bersama Eunji.

“Ne, nadoo.. Eunji pasangan yang cocok untuk Hyunseung. Setelah Hyunseung mengambil spesialis dan mulai bekerja tetap, kita rencanakan saja pernikahan mereka..” ucap Jongnam senang.

“Ne.. ne.. aku setuju.” Ucap Misuk dan tertawa kecil.

Hyuna masih terpaku di tempatnya mendengarkan pembiacaraan ayah dan ibunya. Hatinya terasa sangat sakit mendengar ucapan mereka. Ia merasa sangat marah kenapa Hyunseung harus bersama gadis lain disaat dia bisa menjadi yang terbaik untuk pria itu. ia memalingkan wajahnya dan berjalan keluar dari rumah.

 

=Cube High School=

Sohyun memandang Hyuna bingung karen terlihat lesu, “Hyuna-a, waeyo?”

Hyuna memandang Sohyun sedih, “Sohyun-a..”

“Wae?” Tanya Sohyun ingin tau.

Hyuna menghela nafas dalam dan memandang kebawah, “Sohyun, aku sudah memutuskan untuk menganggap Hyunseung oppa hanya sebagai oppa. Tapi kenapa aku merasa tidak puas?”

Sohyun diam sejenak untuk berpikir, “Mmm.. Menurutku Hyuna..” ucapnya, membuat Hyuna memandangnya menunggu saran. “Kau harus memastikan bagaimana perasaan Dokter Jang dulu padamu, baru kau bisa memutuskan apa yang akan kau lakukan..”

Hyuna berpikir sejenak, “Tapi, bagaimana caranya?”

“Memangnya kau tidak bisa merasakannya? Bagaimana Hyunseung oppa memperlakukanmu?” Tanya Sohyun.

Hyuna berpikir sejenak, “Mmm.. Hyunseung oppa selalu khawatir padaku, mengaturku ini dan itu. juga menggenggam tanganku erat ketika aku memegang tangannya. Apakah itu bisa dikatakan menyukaiku?”

Sohyun diam sejenak, “Mmm.. aku tidak tau sih.. Bagaimana jika bertanya pada Junhyung sanbae? Dia kan pria, tentu saja pria lebih mengerti pria.. Benarkan?”

Hyuna tersenyum dan mengangguk cepat, “Ne! kau benar!!”

 

=Kamar Sohyun=

Hyuna duduk di atas tempat tidur sambil bermain dengan Jun, Sohyun duduk disebelahnya. Junhyung duduk di kursi meja belajar temannya itu. “Bagaimana menurutmu sanbae?”

Junhyung berpikir sejenak, “Mmm.. Kalian bukan saudara kandung, dengan perlakuannya yang seperti itu… mmm.. kurasa dia menyukaimu..”

Hyuna tersenyum lebar, “Ne? jinja? Bagaimana kau tau?”

Junhyung diam sejenak, lalu bangkit dan melangkah menghampiri tempat tidur. Kemudian duduk di hadapan kedua gadis itu.

Hyuna dan Sohyun memandang Junhyung bingung.

Junhyung memandang kedua gadis di depannya bergantian, lalu mengulurkan tangannya pada Hyuna.

Dahi Hyuna berkerut melihat tangan Junhyung, “Waeyo sanbae?”

“Ulurkan tanganmu..” ucap Junhyung.

Ragu-ragu Hyuna mengulurkan tangannya dan memegang tangan Junhyung.

Junhyung menggenggam tangan Hyuna dan menatap gadis itu, “Menurutmu, bagaimana perasaanku saat ini?”

Hyuna diam sejenak merasakan genggaman Junhyung, lalu memandang pria itu. “Mmm.. biasa saja..” ucapnya.

Junhyung mengulurkan tangannya yang satu lagi pada Sohyun, “Kemarikan tanganmu..”

Sohyun mengulurkan tangannya dan membiarkan Junhyung menggenggam tangannya.

Junhyung memandang Sohyun, “Sekarang bagaimana menurutmu, Hyuna?” tanyanya tanpa memalingkan pandangannya.

Hyuna tertegun menatap tangan Junhyung yang terasa hangat, “Oh! Sekarang seperti bergetar dan hangat, sanbae..” ucapnya.

Junhyung tersenyum melihat wajah Sohyun merona, “Karena aku menggenggam tangan Sohyun..”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Junhyung dan baru menyadari Junhyung tersenyum memandang Sohyun yang tampak tersipu malu. “Tunggu, sepertinya aku melewatkan sesuatu disini..” ucapnya.

Junhyung tersenyum dan melirik Hyuna, “Menurutmu?”

Hyuna menatap Sohyun tak percaya dan menarik tangannya dari genggaman Junhyung, “Oh! Kalian…” ucapnya sambil menunjuk Sohyun dan Junhyung bergantian.

Junhyung tersenyum lebar dan memandang Sohyun yang wajahnya semerah tomat sekarang.

Hyuna tersenyum lebar, “Kan… sudah kubilang kalian itu sangat cocok bersama..” ucapnya, “Sanbae! Jangan pernah kasar padanya! Araso?!” ancamnya pada Junhyung.

Junhyung tertawa kecil, “Keurom..”

Sohyun tampak senang mendengar ucapan Junhyung, lalu memandang Hyuna. “Lalu, bagaimana denganmu?”

Hyuna berpikir sejenak, “Mmm.. meskipun aku belum bisa membuktikannya, tapi aku yakin kalau Hyunseung oppa juga memiliki perasaan padaku..”

“Tapi Hyuna, jika aku melihat saat Dokter Jang menatapmu.. aku seperti melihat dia memang memiliki perasaan special padamu..” ucap Sohyun ragu.

Junhyung berpikir sejenak, “Sejujurnya aku juga merasa aneh dengan sikap Dokter itu..” ucapnya mengeluarkan pemikirannya selama ini.

“Aneh bagaimana sanbae?” Tanya Hyuna ingin tau.

Junhyung memandang Hyuna, “Awalnya saat dia memukuliku saat itu, aku berpikir mungkin itu juga yang akan kulakukan jika adik perempuanku di lecehkan.. Tapi ketika kembali bertemu di rumah sakit, aku melihat dia memperlakukanmu lebih dari sekedar adik. Maksudku, dia terlihat seperti kekasihmu..”

Hyuna langsung tersenyum lebar, “Jinja?”

“Tapi, kenapa Dokter Jang berkata hanya menganggap Hyuna adik?” Tanya Sohyun ingin tau.

Junhyung berpikir sejenak, lalu mengangkat bahu. “Aku tidak tau juga.. Mungkin dia merasa lebih nyaman menjadikanmu adik..”

Hyuna mengerutkan dahi, “Tapi, Hyunseung oppa membawa kekasihnya kerumah beberapa minggu lalu..” ucapnya heran.

Sohyun dan Junhyung tertegun menatap Hyuna, “Ne?”

Hyuna mengangguk, “Ne, kekasihnya teman magangnya di rumah sakit.”

“Bagaimana orangnya?” Tanya Sohyun ingin tau.

Hyuna menghela nafas dalam dan menunduk sedih, “Orangnya cantik, baik, juga sopan..” ucapnya lesu, lalu memandang Junhyung dan Sohyun bergantian. “Sempurna sekali untuk menjadi kekasih Hyunseung oppa..”

Junhyung tersenyum lucu.

Hyuna menatap Junhyung aneh, “Waeyo sanbae?”

“Dokter itu sengaja membawa kekasihnya, untuk memberitaumu bahwa ada batasan diantara kalian..” ucap Junhyung menjelaskan.

Hyuna tertegun, “Ne?”

“Pria memang seperti itu, saat ia tidak ingin melukai seseorang lebih dalam. Ia akan mengatakan sesuatu dengan cara yang berbeda. Itulah yang dilakukan dokter itu..” jelas Junhyung.

Hyuna diam sejenak, “Lalu, apa yang harus kulakukan?”

“Tergantung apa yang ingin kau lihat..” ucap Junhyung.

Dahi Hyuna dan Sohyun berkerut, “Apa maksudmu, sanbae?” Tanya Hyuna.

“Jika kau ingin membiarkan hubungan seperti ini, ya sudah.. Jadilah adik yang baik. Tapi jika kau ingin membuktikan dia menyukaimu atau tidak…” Junhyung tersenyum evil, “..balas perlakuannya..”

Hyuna diam sejenak mencerna ucapan Junhyung, tak lama ia ikut tersenyum evil. “Ohh.. aku mengerti..” ucapnya.

“Apa sih?” Tanya Sohyun bingung.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 27]

  1. yipiiiiyyy akirnya sohyun jadian juga ma junhyung…
    ahhhh senang nyaaaa….
    moga aja junhyung bener2 isa ngilangi trauma sohyun..
    umma sohyun juga kayak nya setuju ma hubungan anaknya dgn junhyung..

    ugghhhh enak nya jd hyuna unni..
    punya temen curhat yg isa ngasih saran n pendapat2 nya gto…
    yachh orang awan aja tau kalo sikap hyun oppa emang gag wajar sebagai kakak k adik..
    penasaran rencana apa yg d siapin junhyung n hyuna unni mengingat senyuman evil mereka..
    siap2 ya hyunhyun oppa ma kejutan nya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s