Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 26]

26

—It’s Not a Joke—

Hyunseung keluar dari rumah dengan gaya kasualnya, ia berhenti sejenak di teras untuk memandang sepeda kesayangannya yang terparkir manis di depan garasi. Kepalanya menoleh ketika mendengar sebuah mobil berhenti di depannya. Bibirnya membentuk senyuman melihat sebuah mobil sport mewah berwarna putih itu.

Seorang penjaga rumah Hyunseung keluar dari mobil dan meghampiri pria itu, “Ini tuan..” ucapnya sambil memberikan kunci mobil.

Hyunseung menerima kunci itu, “Penjaga Kim, tolong pastikan sepedaku terawat dengan baik..” ucapnya.

“Saya mengerti tuan..” ucap penjaga Kim sambil membungkuk sopan.

Hyunseung melangkah menghampiri mobil barunya dan masuk. Ia memang tidak terbiasa membawa mobil, tapi bukan berarti dia tidak bisa. Ia menghidupkan mobil dan menginjak gas meninggalkan pekarangan rumahnya. Mobilnya berhenti sejenak di dekat pagar dan menunggu benda itu terbuka dengan sendirinya, lalu kembali melajukan mobilnya ke jalanan. Tak lama ia menghentikan mobilnya di lampu merah. Sejak ia mulai melaju di jalan raya, semua mata sudah tertuju pada mobilnya. Ia memandang langit dari kaca jendela, terlihat sangat cerah dan menyenangkan. Tangannya terulur menekan sebuah tombol di dashboard dan mengambil kacamata hitamnya, perlahan atap mobil bergerak terbuka dan tersimpan rapi di bagian belakang mobil. Para gadis yang berada di mobil di sekitarnya langsung menatapnya tertarik.

Namun apa yang Hyunseung lakukan?

Dengan gaya cueknya Hyunseung mengambil earphone dan memasangnya di telinga, lalu menunggu panggilannya di jawab. Matanya melirik lampu jalan yang sudah berubah hijau dan kembali menginjak gas mobilnya.

“Ne, oppa..” jawab Hyuna di seberang.

Hyunseung tersenyum mendengar suara Hyuna, “Dongsaeng favoritku, kau sudah pulang sekolah kan?”

“Ne, waeyo oppa?” Tanya Hyuna bingung.

“Jangan pulang dulu, oppa akan menjemputmu.. Araso?” Tanya Hyunseung.

“Keure..” jawab Hyuna riang.

“Sampai nanti..” ucap Hyunseung dan memutuskan telepon. Bibirnya membentuk senyuman lagi dan melirik kaca spion, memperhatikan bagaimana rambutnya berterbangan tertiup angin. Tapi ia tak peduli, ia merasa semakin keren seperti ini. >,<

 

=Cube High School=

Hyuna menghela nafas sebal sambil memandang ke kanan dan kiri menunggu Hyunseung yang berkata akan menjemputnya sejak tadi di depan sekolah.

Sohyun keluar dari gedung dan menghampiri Hyuna, “Hyuna-a, sedang apa?”

Hyuna memandang Sohyun, “Hmm.. Hyunseung oppa berkata akan menjemputku, tapi belum datang juga..”

“Ingin kutemani?” Tanya Sohyun.

Hyuna tersenyum, “Gwenchana, kau pulang saja.. Jun sudah menunggumu..”

Sohyun tersenyum, “Keure, sampai besok..” ucapnya sambil melambai dan melangkah pergi.

Hyuna memperhatikan Sohyun keluar dari pekarangan sekolah. Setelah temannya keluar pagar, dahinya berkerut melihat sebuah mobil sport berwarna putih masuk. Juga berhenti di depannya. Matanya membesar melihat siapa yang mengendarainya.

Hyunseung melepaskan kacamata hitamnya dan memandang Hyuna, “Annyeong dongsaeng favoriteku, sudah lama menunggu?”

Hyuna menatap mobil itu tak percaya, “Wuaaa.. oppa, mobil siapa ini? Keren sekali..” ucapnya sambil mendekati mobil keren itu dan memperhatikan permukaannya.

Hyunseung membuka pintu dan melangkah keluar, “Ehem.. tentu saja punyaku..” ucapnya bangga.

Hyuna menatap Hyunseung tak percaya, “Jinja? Wuaaa.. keren sekali!!!” ucapnya dan menyentuh permukaan mulus mobil itu.

“Ya.. jangan di sentuh seperti itu..” ucap Hyunseung sambil menahan tangan Hyuna.

Hyuna cemberut memandang Hyunseung, “Aissh..”

Hyunseung tersenyum melihat ekspresi Hyuna, “Sudah masuklah, oppa akan mengantarkanmu pulang..” ucapnya sambil menarik tangan gadis itu ke sisi lain mobil dan membukakan pintu.

Hyuna tersenyum lebar, lalu melangkah masuk.

Hyunseung menutup pintu mobil dan memutar untuk mencapai pintu pengemudi. Ia masuk dan menghidupkan mesin, “Let’s go..” ucapnya dan menginjak gas mobil.

“Wuuuuuu….” Sorak Hyuna senang karena angin mulai meniup rambutnya berterbangan. Ia merentangkan tangannya ke atas dan memejamkan matanya menikmati hembusan angin.

Hyunseung tersenyum, lalu mengambil sebuah topi dari dalam dashboard dan memasangkannya ke kepala Hyuna.

Hyuna membuka matanya dan memandang Hyunseung.

“Jika terpapar matahari kau akan pusing..” ucap Hyunseung dan kembali memasang kacamata hitamnya.

Hyuna tersenyum dan kembali merentangkan tangannya, “Wohoooo…” soraknya, “Oppa, apa bisa mengebut?”

Hyunseung tertawa kecil, “Ya, ini mobil baru.. Jika kecelakaan sayang sekali..” ucapnya.

Hyuna tertawa, “Benar juga..” ucapnya, “Oh ya, oppa bilang akan membeli mobil setelah memiliki penghasilan sendiri. Memangnya sekarang sudah ada?”

“Jika oppa menunggu hingga tabunganku cukup, mungkin saat itu kau sudah memiliki orang lain yang mengantar jemputmu kemana-mana..” jawab Hyunseung menahan senyumannya.

Hyuna cemberut, “Hmm.. jika begitu kenapa tidak oppa saja yang mengantar jemputku?”

Hyunseung hanya tersenyum, memamerkan gigi rapinya. ‘Baiklah..’ batinnya.

Hyuna memandang sekitar sambil tersenyum.

Hyunseung menghela nafas dalam dan melirik Hyuna, ia merasa senang bisa pergi bersama gadis itu. tapi hal ini akan berakhir secepat angin yang berhembus. Entah mengapa matanya terasa mulai basah mengingat ia tidak akan bisa bersama gadis di sebelahnya, beruntung kacamata hitam itu bisa menutupi matanya. “Hyuna..”

Hyuna memandang Hyunseung, “Ne, oppa..”

Hyunseung tetap memandang kedepan, rambutnya berterbangan tertiup angin. “Kau mau berkencan denganku?”

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Hyunseung, “Ne?”

Hyunseung diam sejenak, tak lama ia tertawa lucu. “Hanya bercanda..”

Hyuna mengerutkan hidungnya kesal, “Aissh!! Dasar oppa!” Ucapnya.

Hyunseung tertawa dan mengelus rambut Hyuna yang langsung cemberut. “Jangan selalu menganggap sesuatu serius, Hyuna…”

Hyuna menatap Hyunseung sebal, “Ne.. Tertawalah selagi kau bisa oppa.. Nanti setelah aku mempunyai kekasih, kau akan patah hati habis-habisan!” Ucapnya, lalu menjulurkan lidahnya dan kembali memandang ke depan.

Hyunseung tertawa lagi, namun setelah itu hanya kehampaan yang ia rasakan. ‘Kuharap aku bisa menutup kedua telinga dan mataku hingga hanya ada kau yang tersisa bagiku..’ Batinnya sedih.

 

=Taman=

Sohyun tersenyum melihat Ilhoon yang sedang bermain bersama Jun sementara dia duduk di bangku, anjingnya terlalu bersemangat hingga membuatnya kelelahan harus berjalan kesana kemari. Beruntung Ilhoon muncul dan bisa mengajak Jun bermain.

Ilhoon berlari bersama Jun dan duduk di sebelah Sohyun, “Ahhh.. dia lincah sekali..” ucapnya sambil menyeka keringat di dahinya.

Sohyun tertawa kecil, “Keurom, dia baru 6 bulan. Jadi masih sangat aktif..”

Ilhoon tertawa kecil sambil mengelus kepala Jun, “Kau benar-benar hebat..” ucapnya.

Sohyun mengeluarkan makanan anjing dari tas kecil yang ia bawa dan memberikannya pada Jun sebagai hadiah karena kepintarannya.

Ilhoon mengatur nafasnya sejenak, lalu memandang Sohyun. “Ohya, pria yang waktu itu kekasihmu?”

Sohyun tertegun memandang Ilhoon, “Ne? oh.. a-ani..” jawabnya sambil memandang kebawah.

“Jinja? Tapi kalian terlihat dekat sekali..” ucap Ilhoon.

Sohyun tersenyum palsu, “Dia hanya terlalu baik padaku saja..”

Ilhoon memandang Sohyun ingin tau, “Kau bilang, waktu itu dia di keluarkan dari sekolah.. Wae?”

Sohyun tertegun dan memandang Ilhoon perlahan, “Oh.. itu.. mmm.. Ha-hanya… Mmm..”

Dahi Ilhoon berkerut, “Kenapa kau jadi gugup seperti ini?”

Sohyun tersenyum, “Ilhoon-a, sudah sore.. Aku harus kembali..” ucapnya sambil berdiri, “Sampai jumpa..” ia langsung menarik Jun pergi.

Ilhoon memandang Sohyun dengan dahi berkerut.

Sohyun melangkah kembali ke rumah dengan perasaan takut dan was-was, seperti ada orang yang berbisik di sekitarnya. Kedua tangannya gemetaran dan ia mulai melirik ke kanan dan kiri. Orang yang berlalu seperti memperhatikannya dan membicarakan nasib buruk yang telah ia rasakan. Ia mulai mempercepat langkah kakinya dan segera masuk ke rumah, meninggalkan Jun yang kebingungan sendiri di halaman.

Junhyung memarkirkan mobilnya di depan rumah Sohyun dan langsung turun, ia tertegun mendengar Jun langsung menggogong dan berlari kecil ke arahnya. “Hm? Jun-a, kenapa kau diluar?” tanyanya sambil menggendong anjing kecil itu, rasa bingungnya bertambah ketika melihat tali pengikat Jun masih terpasang. Ia memandang ke pintu depan sambil berusaha menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi. “Ayo kita masuk..” ucapnya sambil melangkah ke pintu dan membukanya, tidak terkunci. Begitu masuk pun ia tertegun melihat pembantu Sohyun yang biasanya pulang setelah sore masih disana.

“Oh.. Junhyung-ssi, syukurlah kau datang..” ucap pembantu dirumah Sohyun.

Junhyung menurunkan Jun dan menghampiri wanita setengah baya itu, “Waeyo ahjumma? Dimana Sohyun?”

“Junhyung-ssi, Agassi mengurung dirinya di kamar sejak kembali dari taman dan tidak menjawab panggilanku..” jawab ahjuma dengan wajah cemas.

Junhyung tertegun, “Ne?!” ucapnya kaget dan langsung melangkah cepat menghampiri pintu kamar Sohyun, “Sohyun!! Ya!! Kwon Sohyun!!” panggilnya sambil berusaha membuka pintu, juga menggedor benda itu seperti akan menghancurkannya.

“Agassi.. keluarlaah.. Junhyung ada disini..” panggil ahjumma.

“Ahjumma, apa ibu Sohyun sudah kembali?” Tanya Junhyung.

“Aniya, nyonya akan bermalam di rumah sakit malam ini..” jawab ahjumma.

Junhyung memandang pintu kamar Sohyun panic, lalu kembali memandang ahjumma. “Ahjumma, tidak ada cara lain. Aku akan mendobraknya..” ucapnya.

Ahjumma mengangguk, “Ne, silahkan Junhyung-ssi..”

Junhyung mundur beberapa langkah, lalu menendang pintu itu sekali. Dua kali, hingga pintu itu terbuka paksa. Ia langsung berlari masuk dan mengedarkan pandangannya, “Sohyun! Kwon Sohyun!!” panggilnya. Namun gadis itu tak terlihat di mana pun.

“Agassi..” panggil ahjumma bingung karena tak terlihat dimana Sohyun disana.

Tempat tidur Sohyun masih terlihat rapi, tidak ada barang yang terlihat rusak atau mencurigakan. Tapi gadis itu tak terlihat dimana pun.

“Omo.. dimana Agassi?” Tanya ahjumma panic.

Junhyung mengedarkan pandangannya lagi, “Sohyun!” panggilnya, tetap tidak terdengar gadis itu menjawabnya. Kakinya melangkah ke jendela dan melihat benda itu masih terkunci dengan rapi, setelah mengedarkan pandangannya sekali lagi. matanya berhenti melihat lemari besar di pinggir ruangan, meskipun ragu ia tetap melangkah kesana.

“Aku akan menghubungi nyonya..” ucap ahjumma dan langsung keluar dari kamar Sohyun.

Junhyung berhenti di depan lemari dan memegang kedua pegangan pintunya, dengan satu sentakan ia membuka benda itu. matanya membesar melihat Sohyun duduk meringkuk di bawah gantungan baju dengan mata terpejam dan kedua tangan menutup telinganya. Ia langsung berlutut dan memegang kedua bahu Sohyun. “Sohyun-a!!” panggilnya.

Seluruh tubuh Sohyun gemetaran, perlahan matanya terbuka dan menatap Junhyung tegang.

Junhyung menatap Sohyun tak mengerti, “Sohyun, waekeure?” tanyanya sambil memegang pipi gadis itu.

Tangan Sohyun tampak gemetaran ketika membuka telinganya, satu tangannya terulur dan mencengkeram tangan Junhyung. “S-sanbae.. Di-dia ingin menyakitiku lagi.. a-aku ta-takut..” ucapnya.

Junhyung menatap Sohyun iba dan menarik gadis itu ke pelukannya, “Gwenchana.. Aku ada disini, kau tidak perlu khawatir..” ucapnya.

Sohyun mendekap Junhyung erat dan memejamkan matanya.

“Tidak akan ada yang menyakitimu lagi, tenanglah Sohyun..” ucap Junhyung sambil mengelus rambut Sohyun.

Sohyun sama sekali tidak menangis. Rasa takut membuat dirinya tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

“Ssshh.. tenangkan dirimu..” ucap Junhyung lembut, perlahan tangannya menarik kaki Sohyun dan menggendong gadis itu ke tempat tidur.

 

 

<<Back           Next>>

 

Advertisements

6 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 26]

  1. Lho… Sohyun kenapa lagi???
    Diganggu siapa lg???
    Terus kenapa hyunseung gak bisa bersama hyuna lagi??? Knp??
    Wae…wae…??

  2. ya ampun hanna hanna pasti seungi waktu di mobil keren banget >_<
    emang seungi mau kemna ?????
    kasian 2hyun 😦
    sohyun jd trauma gara" bang donghae waktu itu 😥
    untung ada junhyung 🙂

  3. aduuuhhhh hyunhyun oppa gag akan kemana2 kan????
    tu cuma galau karna gag bisa saling bersama aja kan???
    hyuna unni bener2 udah bisa ngendaliin perasaan nyaa..
    saluutt dechh..

    ahhhh sohyun trauma ny belum hilang jugaaa..
    kasian sampe ngumpet d lemari gtooo..
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s