Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 24]

24

—Bright Sun with Pain Heart—

Hyuna masuk ke ruang makan dengan seragam sekolahnya dan senyuman lebar di wajahnya, “Annyeonghaseo..” sapanya pada Jongnam dan Misuk yang sudah terlebih dulu duduk disana.

Jongnam dan Misuk menatap Hyuna kaget.

Hyuna mengambil sumpit dan mulai makan, “Mmm.. enak sekali..” komentarnya sambil tetap makan.

Misuk mengerutkan dahi melihat Hyuna yang kembali ceria, “Hyuna-a, gwenchana?”

Hyun memandang ibunya dan tersenyum, “Ne eomma..” jawabnya, lalu menunduk menyesal. “Eomma, appa, aku menyesal sudah membuat kalian khawatir.. Cesonghamida..” ucapnya.

Jongnam tersenyum, “Aigoo.. putri kita sudah mulai dewasa ternyata..” ucapnya.

Hyuna tersipu malu, “Keuromyeon appa..”

Misuk tersenyum senang dan memegang tangan Hyuna, membuat putrinya memandangnya sambil tersenyum lebar. “Bagus Hyuna..”

Hyuna mengangguk dan melanjutkan makannya.

 

=Cube High School=

Hyuna masuk ke kelas dan duduk di tempatnya degan wajah ceria.

Gayoon dan Jiyoon langsung memandang kebelakang dengan wajah khawatir.

“Hyuna-a, gwenchana? Aku mendengar kau sampai di bawa ke UGD..” ucap Jiyoon cemas.

Hyuna tersenyum, “Gwenchana.. aku hanya mengalami gagal pernafasan ringan. Sekarang sudah tidak apa-apa..” ucapnya.

“Ahh.. Syukurlah..” ucap Gayoon lega.

Jiyoon tertegun sesaat, “Oh ya, apa kau benar berkencan dengan Junhyung sanbae sekarang? Teman-temannya berkata kau sampai diantar jemput olehnya beberapa hari lalu..” ucapnya penasaran.

“Ne! aku juga mendengar hal itu..” ucap Gayoon membenarkan.

Hyuna diam sejenak mendengar itu. ia sudah menjadikan Junhyung alat pembalasan dendamnya pada Hyunseung, dan ia tau itu sebuah kesalahan. “Ani.. kami hanya berteman dekat sekarang..” ucapnya.

“Oh! Dua hari lalu aku melihat Junhyung sanbae datang menemui temanmu Kwon Sohyun, sepertinya hubungan mereka tidak terlalu baik. Waeyo?” Tanya Jiyoon.

Hyuna baru teringat Sohyun, “Ah.. benar, aku harus pergi..” ucapnya dan langsung bangkit, lalu melangkah cepat menuju perpustakaan untuk menemukan Sohyun. Tapi gadis itu tidak di sana, jadi ia keluar dan mencari ke tempat lain. Seperti dugaannya, temannya itu berada di taman belakang seorang diri. Bibirnya membentuk senyuman dan menghampiri temannya, “Sohyun-a..”

Sohyun memandang Hyuna dan tersenyum, “Oh.. kau sudah kembali ke sekolah?”

Hyuna mengangguk, “Ne..” jawabnya. Wajahnya berubah canggung dan menatap Sohyun menyesal, “Sohyun-a, miane..” ucapnya pelan.

Sohyun mengerutkan dahinya bingung, “Wae?”

Hyuna mengelus belakang kepalanya canggung, “Mmm.. Tentang aku dan Junhyung sanbae, kami tidak memiliki hubungan apa pun..”

Sohyun tertegun mendengar ucapan Hyuna, lalu tersenyum tipis. “Memangnya kalau ada kenapa? Itu kan terserah padamu..”

Hyuna menggeleng dan memegang tangan Sohyun, “Aniya, sebenarnya aku mendekati Junhyung sanbae bukan karena aku menyukainya. Tapi aku hanya ingin membuat Hyunseung oppa cemburu..” ucapnya dengan kepala tertunduk.

Sohyun tertegun mendengar ucapan Hyuna, “Maksudmu Dokter Jang?”

Hyuna mengangguk pelan, “Ne..”

“Jadi, pria yang kau ceritakan waktu itu adalah Dokter Jang?” Tanya Sohyun tak percaya.

“Mmm.. memang tidak masuk akal, tapi aku sudah sadar sekarang. Hyunseung oppa hanya menganggapku adiknya..” ucap Hyuna menjelaskan.

Sohyun mengangguk mengerti, namun ia kembali menatap Hyuna serius. “Hyuna-a, jadi maksudmu.. Kau tidak benar-benar menerima Junhyung sanbae?”

Hyuna menggeleng pelan.

Sohyun terlihat khawatir, “Eoteokhe? Junhyung sanbae sangat khawatir padamu, dia bahkan datang setiap hari ke sekolah untuk mencarimu.”

Hyuna diam sejenak dan tersenyum, “Gwenchana, aku akan berbicara dengannya nanti. Lagi pula, Junhyung sanbae itu bukan tipeku.. AKu tau siapa yang benar-benar menyukainya..”

Sohyun memandang Hyuna bingung, “Hm? Nugu?”

Hyuna tersenyum lebar, “Kau..”

Sohyun terkejut, “A-aku? Ani..” jawabnya sambil menggeleng.

“Aigoo.. memangnya kau bisa membohongi aku? Cih..” ucap Hyuna dan tertawa kecil, lalu bangkit. “Khaja.. sebentar lagi bel berbunyi..”

 

=Kafe Dekat Sekolah=

Junhyung memandang Hyuna tanpa ekspresi, “Aku juga sudah menduganya..” ucapnya datar.

Hyuna menunduk menyesal, “Miane sanbae..” ucapnya.

Junhyung menghela nafas dalam dan mengelus dahinya, “Tentang ciuman di depan rumahmu itu..”

Hyuna tertegun dan memandang Junhyung canggung, “Ahh… itu.. mmmm.. anggap saja balasanku karena kau melecehkanku waktu itu..”

Junhyung diam menatap Hyuna.

Hyuna menatap Junhyung menyesal, “Cesonghamida sanbae..”

Junhyung mendengus kesal dan memukul meja pelan, “Aissh.. jika tau tentang ini aku akan menciummu lebih hot malam itu..” ucapnya sebal.

Hyuna tertegun mendengar ucapan Junhyung, lalu tertawa. “Sanbae!”

Junhyung tertawa kecil, “Aissh.. ternyata aku hanya alat..” ucapnya sebal namun merasa lucu disaat bersamaan.

Hyuna tersenyum malu dan menyelipkan rambutnya kebelakang telinga, “Mmm.. sanbae, jangan buang waktumu untuk mengejarku. Aku tau siapa yang benar-benar menyukaimu..”

Junhyung memandang Hyuna tenang, “Kwon Sohyun?”

Hyuna tertegun, “Eoteokhe? Sanbae sudah tau?”

Junhyung tertawa kecil, “Dia sudah menjadi incaranku yang selanjutnya..”

“Aissshh.. kenapa tidak memberitauku?” ucap Hyuna sebal, “Jangan kasar padanya! Araso?!”

Junhyung mengangguk, “Keurom..”

Hyuna teringat sesuatu, “Oh ya, aku ingin mengembalikan kondommu.” Ucapnya sambil mengambil bungkusan kondom waktu itu dari tasnya dan memberikannya pada Junhyung.

Junhyung terkejut Hyuna meletakkan benda itu diatas meja dan langsung menyimpannya, “Ya! Micheoseo?!” bisiknya kesal.

Hyuna menjulurkan lidah dan tertawa kecil, “Kau tau, aku sampai ditampar Hyunseung oppa karena dia menemukan itu di tasku..”

Junhyung tertegun, “Ne? dia menamparmu karena ini?”

Hyuna menghela nafas dalam, “Tidak juga sih.. Karena kesal padanya, aku berkata kau memberikannya padaku karena kita tidur bersama..” ucapnya lesu.

Junhyung menahan tawa mendengar ucapan Hyuna, “Ya.. kau saja langsung berteriak saat aku memegang tanganmu..” ucapnya lucu.

Hyuna tertawa kecil, “Kan sudah kubilang, saat itu aku sangat kesal. Jadi aku jadikan saja itu untuk membuatnya semakin marah.”

Junhyung geleng-geleng kepala dan memasukkan kondom tadi ke tasnya.

“Oh ya sanbae, apa kau benar-benar menggunakannya?” Tanya Hyuna ingin tau.

“Aku? Ani.. aku hanya menyimpannya untuk berjaga-jaga.. Hahahaha..” tawa Junhyung.

“Aissh,.. kau bersikap seperti bad boy tapi tidak benar-benar pernah melakukannya.. Dasar aneh.. hahaha..” tawa Hyuna.

 

=Seoul Hospital=

Hyunseung melangkah di koridor dengan pakaian biasa karena jam kerjanya sudah berakhir, sekarang saatnya ia menghabiskan waktu di rumahnya dan menyibukkan diri dari pemikiran tentang Hyuna. Namun sepertinya ia tidak bisa melakukan itu. ia tertegun dan spontan berhenti melangkah melihat Hyuna berdiri di ujung lorong masih dengan seragam sekolah dan kepala tertunduk.

Hyuna melirik Hyunseung canggung dan kembali menunduk, lalu membungkuk sopan. “Annyeonghaseo..”

Kafetaria rumah sakit.

Hyuna dan Hyunseung duduk berhadapan dengan perasaan canggung. Tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dulu.

Hyuna melirik Hyunseung, pria itu tampak hanya memperlihatkan wajah dingin dan terus memalingkan wajah. Kepalanya menunduk menyesal, “Mianeyo, oppa..” ucapnya pelan.

Hyunseung akhirnya memandang Hyuna.

Hyuna mengangkat wajahnya memandang Hyunseung, “Aku tidak akan kekanakan lagi oppa.. Aku akan lebih dewasa sekarang..” ucapnya.

Hyunseung masih menatap Hyuna tanpa ekspresi, “Menurutmu aku marah hanya karena itu?”

Hyuna benar-benar gugup mendapat tatapan seperti itu dari Hyunseung, “Miane oppa..”

Hyunseung menghela nafas dalam dan mengelus belakang kepalanya, “Aku hanya ingin tau satu hal..” ucapnya serius, membuat Hyuna menatapnya tanpa berkedip. “Apa kau menggunakan kondom itu?”

Hyuna tertegun, “Ne? a-ani..” jawabnya sambil menggeleng.

Hyunseung terkejut dan menatap Hyuna dengan mata membesar, “Mwo?! Kau melakukan itu tanpa pengaman?! Ya!! Kau ingin berakhir seperti Sohyun?!” tanyanya kesal.

“A-ani oppa.. aku bahkan tidak tau dimana rumah Junhyung sanbae..” ucap Hyuna dengan suara semakin lama semakin kecil. Namun cukup jelas di telinga Hyunseung.

Hyunseung terdiam sesaat untuk mencerna ucapan Hyuna, “Jadi maksudmu, kau tidak tidur dengannya?”

Hyuna mengangguk cepat, “Ne, oppa..”

Hyunseung memang masih terlihat tanpa ekspresi, tapi dalam hati ia merasa benar-benar lega hingga ingin berteriak kegirangan. Ia memalingkan wajahnya berusaha menahan senyum yang ingin mengembang.

Hyuna menatap Hyunseung ngeri, “Oppa, apa kau masih marah padaku?”

Hyunseung menghela nafas dalam dan kembali memandang Hyuna, lalu tersenyum manis. Satu tangannya terulur dan memegang tangan Hyuna, “Bagaimana oppa bisa marah pada Dongsaeng favoritku?”

Hyuna tersenyum lebar dan menggenggam tangan Hyunseung yang memegang tangannya.

“Keure.. Kau sudah makan? Disini ada makanan pedas juga..” ucap Hyunseung ceria.

Hyuna menggeleng sambil memegang perutnya sambil cemberut, “Belum.. aku tidak bisa makan memikirkan oppa marah padaku..”

Hyunseung menatap Hyuna iba, “Aigoo.. dongsaeng favoritku benar-benar khawatir aku marah..” ucapnya sambil mengelus kepala Hyuna, lalu tertawa kecil. “Khaja.. kita makan bersama dan pulang..”

Hyuna mengangguk, “Ne, oppa..”

 

=Rumah Keluarga Kim=

Hyunseung dan Hyuna melangkah menuju rumah keluarga Kim sambil bergandengan tangan.

Hyuna cemberut menatap Hyunseung, “Oppa, kan sudah kubilang untuk beli mobil. Memangnya tidak capek jalan seperti ini terus?” protesnya.

Hyunseung tersenyum memandang Hyuna, “Aku akan membelinya setelah aku mengumpulkan uang sendiri..”

“Aissh.. oppa kan sudah mempunyai harta warisan sekarang, apa susahnya sih beli mobil?” Tanya Hyuna sebal.

Hyunseung tertawa lucu melihat ekspresi Hyuna, “Jika oppa membeli mobil, oppa tidak akan bisa jalan berdua seperti ini bersama dongsaeng favoritku..” ucapnya sambil menunjukkan tangannya dan Hyuna yang saling tergenggam.

Hyuna menatap Hyunseung sebal, namun bibirnya membentuk senyuman. “Jadi oppa tidak akan bergandengan tangan dengan kekasihmu?”

Hyunseung berpura-pura berpikir, “Entahlah.. mungkin kami bisa duduk berdua dan saling mengobrol saja..” ucapnya sambil melirik Hyuna.

Hyuna tersenyum lebar, “Jinja?”

Hyunseung mengangguk, “Lagi pula aku merasa tidak terlalu nyaman menggandeng tangan gadis yang masih baru kukenal..”

Hyuna senang mendengar ucapan Hyunseung dan menarik tangan pria itu yang ia genggam ke dadanya, “Keure! Hanya aku yang boleh menggenggam tanganmu seperti ini..”

Hyunseung tertawa kecil, “Ne..”

Begitu masuk ke pagar, Hyuna berlari kecil masuk kerumah sambil menarik Hyunseung.

Hyunseung tertawa kecil melihat kelakuan Hyuna seperti saat mereka kecil dulu.

“Eomma.. eomma..” panggil Hyuna ketika masuk ke rumah.

Misuk muncul dari ruang makan dengan wajah bingung, “Waeyo Hyuna? Oh.. Hyunseung-a..”

Hyuna menarik Hyunseung kedepan Misuk, “Eomma, Hyunseung oppa sudah tidak marah lagi padaku..” ucapnya senang.

Misuk tertegun mendengar ucapan Hyuna dan memandang Hyunseung.

Hyunseung tertawa kecil dan membungkuk sopan pada Misuk, “Annyeonghaseo eommanim..”

Misuk tersenyum melihat wajah kedua putra dan putrinya kembali ceria, “Jika seperti ini kan lebih baik..” ucapnya sambil memegang pipi Hyunseung dan Hyuna.

Hyuna memandang Hyunseung sambil tersenyum, ‘Kurasa lebih baik seperti ini, oppa..’ batinnya.

Hyunseung tersenyum memandang Hyunseung, ‘Keure, selama kau bisa tersenyum seperti ini. Aku akan melakukan apa pun untukmu..’ batinnya.

 

<<Back           Next>>

 

Advertisements

6 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 24]

  1. Wah..wah… Ternyata junhyung udah ngincer sohyun.. Wkwk xD
    Gapapa deh hubungan oppa-dongsaeng begini.. Lebih seru?! XD
    next thorr

  2. omo…..I don’t know what must I say, but they still decide to hold each other feeling. I think it will hurt
    over all is good, but please make it longer, ne? 😀

  3. bukan nya itu juga sejenis hubungan lebih dr kakak adik yaaa..
    hanya hyuna unni yg bole pegang tangan hyun oppa..
    argghhh apapun hubungan ny asal jangan saling menyakiti lg ajaaa..

    hahhaha junhyung ternyata gag sesuai image yg dya bikin selama ini..
    ahhhh ternyata dya juga udah tau perasaan sohyun..
    bener2 gag terduga orang nyaa…
    berharap mereka segera bersama ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s