Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 25]

25

—Its’s Jun, From Junhyung—

“Sohyun-a..” panggil Jina sembari melangkah masuk ke rumah.

Sohyun keluar dari kamarnya dan tersenyum melihat Jina, “Ne, eomma..”

Jina tersenyum dan merangkul Sohyun, “Kau belum tidur?”

“Belum eomma, aku masih belajar..” jawab Sohyun.

Jina menatap Sohyun dalam, “Sohyun, jangan belajar terus.. Nikmati juga masa mudamu.. Kau bisa menghabiskan waktumu bersama temanmu, atau kau juga bisa menjalin hubungan dengan pria yang sukai..”

Senyum Sohyun perlahan memudar dan memandang kebawah sedih.

Jina tertegun dengan perubahan ekspresi Sohyun, “Waeyo Sohyun-a?” tanyanya sambil mengangkat dagu putrinya agar memandangnya.

Sohyun menghela nafas dalam, “Eomma, aku tidak seperti gadis lainnya. Aku akan membawa pengaruh buruk jika menjalin hubungan pria..”

Jina menatap Sohyun sedih, lalu mengelus rambut putrinya. “Ani.. kau seperti gadis lainnya. Cantik, pintar dan menarik..”

Sohyun menunduk, “Tapi aku sudah di perkosa eomma, juga sudah mengandung dan keguguran..”

Jina memegang kedua bahu Sohyun dan berhadapan dengan gadis muda itu, “Sohyun, tatap eomma..”

Sohyun memandang ibunya sedih.

“Kau gadis normal.. Araso?” ucap Jina meyakinkan Sohyun.

Sohyun menghela nafas dalam dan kembali memandang kebawah.

 

=Suatu Hari=

Sohyun tiba di sebuah pusat perbelanjaan dan duduk disebuah bangku menunggu Hyuna. Mereka berjanji akan bertemu disana dan menghabiskan waktu bersama.

“Annyeong..” Sapa Junhyung sambil duduk disebelah Sohyun.

Sohyun tertegun melihat Junhyung, “Sanbae?”

Junhyung merenggangkan tubuhnya dengan kedua tangan terentang dan berakhir dengan satu tangannya di sepanjang sandaran kursi dibelakang Sohyun. Bibirnya membentuk senyuman memandang gadis itu. “Sudah lama menungguku?”

Sohyun menatap Junhyung kaget, lalu memandang sekitar dan kembali memandang Junhyung. “Apa maksudmu sanbae?”

“Sudah, jangan banyak bertanya..” Ucap Junhyung sambil menggenggam tangan Sohyun, “Khaja..” Ajaknya sambil bangkit.

Sohyun tertegun Junhyung menariknya seperti itu, “Sanbae?”

Junhyung berjalan sambil memandang sekitar, lalu tersenyum pada Sohyun. “Apa kau suka anak anjing?”

“Anjing?” Tanya Sohyun bingung.

“Ayo..” Junhyung menarik Sohyun masuk ke sebuah toko anjing.

Sohyun memandang sekitarnya sesaat, agak bingung pada awalnya. Namun karena banyak anjing-anjing lucu, bibirnya membentuk senyuman dan menghampiri sebuah kandang.

Junhyung tersenyum melihat Sohyun mulai menyukai idenya, ia menghampiri gadis itu dan membungkuk melihat anjing kecil bertubuh putih dan kepala coklat itu. “Kau suka?”

Sohyun memandang Junhyung dan mengangguk, “Ne.. Dia lucu..” Ucapnya.

“Sebentar..” Ucap Junhyung, lalu memanggil seorang pelayan untuk membukakan kandang.

Sohyun tampak sangat senang saat dia bisa menggendong anjing jenis pudel itu, “Oohh.. Keyowa..” Ucapnya sambil mengelus kepala anjing kecil itu.

Junhyung senang melihat senyuman lebar diwajah Sohyun, tangannya terulur dan mengelus kepala anjing kecil tadi. “Haruskah kita mengadopsinya?”

Sohyun memandang Junhyung kaget, “Ne?”

“Jika ada dia, kau tidak akan kesepian dirumah. Keutjo?” Tanya Junhyung senang, lalu kembali memanggil pelayan tadi.

Setelah dari toko anjing.

Sohyun keluar dari toko anjing dengan tali pengikat anjing ditangannya, bibirnya terus membentuk senyuman melihat anjing berkepala coklat tadi berloncat-loncatan girang.

Junhyung melangkah di sebelah Sohyun dan memandang anjing tadi, “Kau harus menjaganya dengan baik, araso?”

Sohyun mengangguk, “Keurom..” Ucapnya, lalu menggendong anjing lucu tadi.

“Oh ya, siapa namanya?” Tanya Junhyung.

Sohyun memandang Junhyung beberapa saat, lalu tersenyum dan memandang anjing tadi. “Dia jantan, jadi Yong..”

Dahi Junhyung berkerut, “Wae?”

“Atau…” Sohyun memandang Junhyung, “Jun..”

Junhyung mulai mengerti dan menahan tawa, “Ya.. Kenapa menggunakan namaku?”

Sohyun memandang anjing itu dan mengangkatnya, “Annyeong, Jun-a..” Ucapnya lucu.

Junhyung tertawa.

 

=Kafetaria Rumah Sakit=

“Dia sudah mengurungkan niatnya menyukaimu?” Tanya Eunji saat dia dan Hyunseung makan siang. Sementara Dujun masih harus menangani pasien.

Hyunseung menghela nafas dalam dan mengangguk, lalu tersenyum. “Ne..”

Eunji mengangguk mengerti, “Lalu, apa aku masih harus meneruskan sandiawara kita?”

Hyunseung diam sejenak, “Sepertinya aku masih membutuhkan bantuanmu, Eunji..”

Eunji tersenyum, “Jangan salahkan aku jika ternyata dia menyukai pria lain..” ucapnya.

Hyunseung tersenyum sedih, “Keurom.. Dia harus bertemu pria yang lebih baik dariku..” ucapnya pelan, lalu memandang makanannya.

 

=Cube High School=

Hyuna benar-benar merasa perubahan Sohyun sangat baik, gadis itu sudah mau pergi ke kafetaria bersamanya. Itu hal yang bagus.

“Hyuna-a, lihat ini..” ucap Sohyun sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Hyuna.

Hyuna memandang layar ponsel Sohyun dan tersenyum lebar melihat seekor anjing lucu yang di potret temannya itu, “Aaa.. keyowa.. anjing siapa?”

Sohyun tersenyum lebar, “Anjingku.. Namanya Jun..”

Hyuna memandang Sohyun tak percaya, “Jinja? Wuaaa.. lucu sekali..”

Sohyun memandang layar ponselnya sambil tersenyum.

“Sejak kapan kau memeliharanya?” Tanya Hyuna ingin tau.

“Mmm.. sejak kemarin..” jawab Sohyun.

Hyuna tertegun, “Kemarin? Kau membelinya?”

Sohyun tersenyum malu dan menggeleng, “Junhyung sanbae yang membelikannya..”

Hyuna menatap Sohyun tak percaya, lalu tersenyum lebar. “Ohh.. ketika kalian pergi bersama?”

Sohyun menunduk malu dan mengangguk pelan.

“Wuaaa… kalian sudah pacaran ya?” ucap Hyuna bersemangat.

“Ne? belum kok.. Junhyung sanbae membelikannya agar aku tidak kesepian di rumah..” ucap Sohyun malu.

“Kalian memang seharusnya bersama..” ucap Hyuna senang, “Ahh.. aku sepertinya harus meminta anak anjing atau anak kucing pada Hyunseung oppa.. hihihi..”

Sohyun menghela nafas dalam dan memandang Hyuna serius, “Hyuna, kupikir sebaiknya aku dan Junhyung sanbae berteman saja..”

Tawa Hyuna terhenti dan menatap Sohyun, “Ne? waeyo?”

Sohyun tersenyum tipis, “Aku hanya merasa Junhyung sanbae tidak benar-benar memperhatikanku karena dia ingin, tapi karena dia kasihan padaku..”

Hyuna diam sejenak, “Mmm.. aniya, itu hanya perasaanmu saja..”

Sohyun memandang layar ponselnya lagi dan tersenyum melihat photo Jun.

 

=Suatu Sore=

Sohyun membawa Jun berjalan-jalan ke taman di dekat rumahnya, ia senang bisa keluar dan menghabiskan sore seperti ini. Biasanya dia hanya mengurung diri dirumah dan menyendiri juga di sekolah. Ponselnya berbunyi dari saku baju hangat, ia mengeluarkan ponsel dan memandang layarnya, ternyata Junhyung memanggil. Pria itu memang berkata akan datang untuk membawa Jun jalan-jalan. Namun sebelum sempat dia mengangkat panggilan itu, ia dikejutkan dengan Jun yang tiba-tiba berlari hingga tali yang ia pegang terlepas. “Oh! Jun!! Jun-a!!” panggilnya dan langsung berlari mengejar anjingnya.

Anjing kecil itu berlari sangat kencang, Sohyun sampai kehilangan jejaknya. Gadis itu mencari-cari di sekitar taman. “Jun-a.. Jun!! odiso?! Jun-a..” panggilnya.

Sohyun mulai panik, “Ahh.. eoteokhe?” gumamnya sambil memandang sekitar dan terus berjalan.

“Aigoo.. keyowa..”

Sohyun mendengar suara seorang pria dan menoleh karena merasa tidak asing dengan suara pria itu, ia tertegun meihat seorang pria berjongkok sambil mengelus Jun. “Jun-a…” panggilnya.

Jun memandang Sohyun dan berlari menghampiri tuannya lagi sambil menggoyang-goyangkan ekornya girang.

Sohyun mengendong Jun dan mengelus kepalanya, “Ya.. kenapa berlari seperti itu? bagaimana jika kau diculik orang?!”

Pria tadi berdiri dan tertawa kecil.

Sohyun memandang pria itu canggung.

“Annyeong, Kwon Sohyun.. Sudah lama sekali tidak bertemu..” sapa pria itu.

Sohyun tersenyum kaku, “Ne, Jung Ilhoon..”

Pria bernama Jung Ilhoon itu tersenyum lebar, “Kau tidak berubah sama sekali, masih cantik seperti terakhir aku melihatmu..”

Sohyun tersipu malu, “Kupikir setelah pindah ke Jepang kau akan berubah, ternyata tidak..”

Ilhoon tertawa kecil dan melangkah menghampiri Sohyun, “Kupikir kau yang banyak berubah..” ucapnya, lalu memandang Jun dan mengelus kepalanya. “Kau ingat dulu kau menangis karena anjing keluargaku?”

Sohyun tertawa kecil, “Itu karena anjing keluargamu besar sekali, aku jadi takut..”

Jung Ilhoon adalah teman masa kecil Sohyun yang tinggal di sebelah rumahnya dulu, tapi sejak lulus SMP dia dan keluarganya pindah ke Jepang.

Sohyun melangkah bersama Ilhoon sambil menarik tali Jun, “Kau datang untuk berlibur?”

Ilhoon berpikir sejenak, “Mmm.. ani, hanya akan mengurus beberapa hal. Lalu kembali lagi ke Jepang..”

“Hmm.. begitu..” ucap Sohyun sambil mengangguk mengerti, “Lalu, dimana kau akan menginap selama di Korea?”

“Aku akan tinggal di rumah neneku.. Wae? Kau merindukanku kan?” ledek Ilhoon.

Sohyun tertawa kecil, “Ani.. untuk apa merindukanmu..”

Junhyung yang sejak tadi menunggu Sohyun akhirnya menyusul ke taman, ia mengerutkan dahi melihat gadis itu berjalan dengan seorang pria. Apalagi gadis itu terlihat tersipu dan tertawa malu. Ia mendengus kesal dan melangkah menghampiri gadis itu.

Sohyun tertegun melihat Junhyung, ia baru ingat kalau pria itu akan datang. “Oh, sanbae.. sudah tiba?”

“Aku menghubungimu sejak tadi, kenapa kau tidak menjawab panggilanku?” Tanya Junhyung kesal.

“Ne? oh.. miane, sanbae.. aku tadi mengejar Jun, dia berlari pergi dan aku sempat kehilangan dia..” jawab Sohyun menyesal.

Junhyung memandang Ilhoon yang masih berdiri disebelah Sohyun dengan gaya santai, “Nuguseyo?” Tanya, terdengar ia tidak senang melihat pria itu disana.

“Aku? Jung Ilhoon, kau siapa?” Tanya Ilhoon balik.

“Yong Junhyung..” jawab Junhyung.

“Mmm.. Ilhoon-a, ini seniorku di sekolah..” jelas Sohyun, “Sebelum dia dikeluarkan..” gumamnya.

Ilhoon mengangguk mengerti, “Oh…”

Sohyun memandang Junhyung, “Sanbae, ini teman mainku dulu. Dia sekarang tinggal di Jepang..”

Junhyung mengangguk mengerti, lalu merengkul Sohyun sambil mengambil tali pengikat Jun. “Khaja, sudah hampir gelap… Annyeong..” ucapnya pada Ilhoon dan membawa Sohyun pergi.

“Sanbae?” Sohyun memandang Junhyung bingung.

Ilhoon mengerutkan dahi melihat Sohyun di bawa pergi, lalu tersenyum sendiri. “Wuaaa.. aku tidak menyangka dia sudah menjadi gadis yang menarik..” gumamnya.

Sementara itu.

“Sanbae.. kenapa kau menarikku seperti ini?” Tanya Sohyun sambil mendorong tangan Junhyung dari bahunya saat mereka sudah tiba di depan rumah.

Junhyung memasang wajah tak bersalah dan menggendong Jun, “Wae? Aku hanya kasihan pada Jun. lihat, dia kelaparan..” ucapnya sambil memperlihatkan wajah Jun.

Sohyun memandang Junhyung aneh, lalu melangkah ke pintu. “Keure..” ucapnya.

Junhyung tersenyum lebar dan langsung mengikuti Sohyun masuk.

Sohyun dan Junhyung duduk di sebelah Jun yang dengan bersemangat menikmati makanannya.

“Dia tidak mengganggumu kan saat malam?” Tanya Junhyung.

“Aniya, saat malam dia akan langsung menempati tempat tidurnya. Lalu membangunkanku di pagi harinya…” cerita Sohyun ceria.

Junhyung tersenyum melihat Sohyun ceria, “Apa kau menyukai Jun?”

Sohyun mengangguk, “Ne…”

“Kalau Yong Junhyung?” Tanya Junhyung.

Sohyun tertegun dan menatap Junhyung tak percaya.

Junhyung menatap kedua mata Sohyun dalam, perlahan wajahnya bergerak maju mendekati wajah gadis itu. jarak diantara mereka semakin tipis.

Tanpa sadar Sohyun memejamkan matanya dan menunggu Junhyung yang terus mendekati wajahnya.

Junhyung memejamkan matanya dan merasakan bibirnya mendarat di bibir Sohyun.

“Sohyun-a, eomma pulang..” sorak Jina dari pintu depan.

Sohyun dan Junhyung spontan membuka mata dan bergerak bangkit dengan menjaga jarak satu sama lain.

Jina muncul di pintu dapur, “Sohyun..” panggilnya, ia langsung tertegun melihat Junhyung.

“Eomma.. sudah pulang?” Tanya Sohyun gugup.

Junhyung tersenyum dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, eommanim..”

Jina mengangguk, “Oh.. ne.. kau datang..” ucapnya, “Apa yang kalian lakukan disini?” tanyanya.

Sohyun tertegun, “Ne? ohh.. ka-kami.. hanya.. mmm…”

“Kami baru saja memberi makan Jun, eommanim..” jawab Junhyung.

Sohyun memandang Junhyung, lalu menghela nafas lega.

“Ohh.. Mmm.. terima kasih kau memberikan anjing itu pada Sohyun, dia jadi lebih ceria setelah merawatnya..” ucap Jina.

Junhyung tersenyum dan mengangguk, “Ne, eommanim..” jawabnya, lalu saling melirik bersama Sohyun.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

7 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 25]

  1. Yah… Jina ngerusak suasana nih.. Padahal lg seru2nya… 😀
    aigooo junhyung bisa romantis jugaa XD
    “apa kau menyukai Jun?”
    “ne…”
    “kalo Yong Junhyung?”
    XD

  2. yachhh jangan sampe junhyung patah hati lg..
    jangan sampe sohyun ma illhon..
    ketika junhyung mulai serius knpa sohyun malah yg raguu..
    gag ada 2hyun moment nya 😦
    tp sohyun junhyung juga udah cukup mabis kok..
    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s