Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 21]

21

—It’s Hurt—

Eunji memandang Hyunseung yang hanya diam memandang keluar jendela taxi sejak meninggalkan rumah keluarga Kim. Bibirnya membentuk senyuman, “Hyunseung-a..”

Hyunseung memandang Eunji, “Ne?”

“Appo?” Tanya Eunji sambil tetap tersenyum.

Hyunseung diam sejenak, lalu tersenyum sedih. “Ne..”

“Jika kau memang menyukainya, seharusnya kau mengatakannya saja pada kedua orang tua angkatmu..” ucap Eunji memberi solusi.

Hyunseung memandang kebawah sedih, “Jika aku memberitau mereka tentang perasaanku pada Hyuna, abeunim dan eommanim akan merasa terluka..”

“Wae? Kau kan anak angkat mereka, kau dan gadis itu tidak terikat hubungan darah..” ucap Eunji tak mengerti.

Hyunseung memandang Eunji, “Kau tidak akan mengerti apa yang kurasakan..”

Eunji tersenyum, “Aku penasaran sampai kapan kau akan bertahan..”

Hyunseung menahan tawanya, “Entahlah, tapi paling tidak aku sudah memberi batasan antara aku dan Hyuna..” ucapnya.

“Hmm.. kita lihat saja..” ucap Eunji.

 

=Sekolah=

Istirahat tiba, semua orang di kelas sudah berhamburan keluar. Termasuk Gayoon dan Jiyoon. Tapi Hyuna masih tetap duduk di tempatnya sambil memikirkan Hyunseung. Hatinya terasa sangat sakit sekarang. “Aku benar-benar akan membuatmu menyesal, oppa..” gumamnya, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah menunggu nada tunggu beberapa saat, panggilan itu diangkat.

“Hyuna?”

“Sanbae, aku sudah memikirkan tentang pernyataan cintamu..” ucap Hyuna langsung.

“Ne?” ucap Junhyung bingung.

Pulang sekolah.

Sohyun melangkah keluar dari sekolah menuju halte bus, kakinya berhenti melangkah melihat Junhyung berdiri disebelah mobil seperti sedang menunggu seseorang. “Sanbae?”

Junyung memandang Sohyun dan tersenyum, “Oh.. Sohyun-a..”

“Kau sedang apa?” Tanya Sohyun bingung.

“Aku akan menjemput Hyuna..” jawab Junhyung.

Sohyun tertegun, “Oh…” komentarnya.

“Annyeong sanbae..” sapa Hyuna sambil menghampiri Junhyung, “Oh, Sohyun-a..”

Sohyun memandang Hyuna bingung, “Kau akan pulang bersama Junhyung sanbae?”

Hyuna tersenyum, “Ne, kau mau ikut?”

Sohyun tertegun dan memandang Junhyung yang terlihat tidak keberatan, “Mmm.. aniya, pergilah.. Aku naik bis saja..”

Hyuna mengangguk, “Keure, khaja sanbae..” ucapnya.

Junhyung membukakan pintu untuk Hyuna dan memandang Sohyun, “Bye Sohyun..”

Sohyun tersenyum tipis dan memperhatikan Junhyung masuk ke mobil, juga hingga mobil itu bergerak pergi. Ia menghela nafas dalam dan memandang ke bawah sedih, lalu kembali melangkah menuju halte.

Di dalam mobil.

Junhyung melirik Hyuna heran, “Kupikir kau hanya bercanda saat memintaku menjemputmu..”

Hyuna tersenyum, “Aniya, bukankah aku berkata akan mempertimbangkan pernyataan cintamu..”

Junhyung tersenyum, “Hmmm.. itu berarti kau sudah menjadi kekasihku..” ucapnya.

Hyuna merasa puas mendengar ucapan Junhyung, ia hanya menunggu hingga Hyunseung mengetahui tentang itu. “Kenapa tidak?”

Junhyung menatap Hyuna tak percaya, lalu tersenyum lebar. “Wuaaa.. ada apa denganmu sebenarnya?”

Hyuna tertawa kecil, “Tidak ada..”

 

=Beberapa Saat Kemudian=

Hyunseung duduk di tangga darurat sambil memandangi ponselnya, ia bimbang memutuskan akan menghubungi Hyuna atau tidak. “Eoteokhe?” gumamnya. Tangannya bergerak mencari kontak Hyuna dan menimbang sekali lagi. akhirnya ia benar-benar menghubungi nomor gadis itu dan menempelkan ponselnya ke telinga. Ia menunggu cukup lama hingga panggilan itu terangkat.

“Yoboseo..”

Hyunseung tertegun mendengar suara pria, dahinya berkerut perlahan. “Nuguseyo?”

“Oh.. kau pasti Jang Hyunseung kan?” ucap pria tadi.

“Ne, dimana Hyuna? Siapa ini?” Tanya Hyunseung langsung.

“Siapa itu?” terdengar suara Hyuna dari kejauhan.

“Jang Hyunseung..” jawab pria tadi.

“Ya! Berikan ponsel ini pada Hyuna!” seru Hyunseung.

“kenapa kau menjawabnya?!” seru Hyuna, lalu ponsel direbut dan panggilan berakhir.

Hyunseung tertegun dan menatap layar ponselnya tak percaya, “Siapa pria itu?” gumamnya, lalu kembali menghubungi nomor Hyuna. Tapi ponsel gadis itu tidak aktif lagi. “Mwoya?!” gumamnya, lalu mencoba menghubungi Misuk.

“Ne, Hyunseung-a.. Waeyo?’ Tanya Misuk diseberang.

“Annyeonghaseo, eommanim. Aku hanya ingin bertanya, apakah Hyuna dirumah? Dia tidak menjawab panggilanku beberapa hari ini..” ucap Hyunseung langsung.

“Hyuna? Ani, dia sedang belajar di rumah temannya. Jangan khawatir, dia hanya kesal kau membawa kekasihmu. Seperti biasa, dia akan kembali seperti dirinya lagi..” jawab Misuk.

“Ne, gamsamida eommanim..” ucap Hyunseung dan mengucapkan salam lagi, lalu memutuskan telepon. Ia masih belum tenang mendenga jawaban Misuk. “Kemana dia pergi? Siapa pria tadi?”

 

=Rumah Keluarga Kim=

Misuk mengintip keluar jendela dan menghela nafas dalam melihat Hyunseung yang datang secara tiba-tiba dan sekarang mondar-mandir didepan rumah menunggu Hyuna pulang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. “Dimana Hyuna?” gumamnya.

“Hyuna belum pulang?” Tanya Jongnam.

Misuk memandang Jongnam dan menggeleng lesu.

“Mwo? Aissh.. kemana gadis itu?! aku akan memberikan hukuman padanya ketika kembali!” ucap Jongnam kesal.

Hyunseung mengedarkan pandangannya lagi, tapi belum terlihat sosok Hyuna kembali. “Aissh!” gumamnya dan mencoba menghubungi gadis itu lagi, tapi tetap tidak aktif. “Kau benar-benar, Kim Hyuna!” ucapnya geram. Matanya terpejam dan spontan melindungi matanya dari sinar lampu sebuah mobil yang mendekat.

Junhyung menghentikan mobilnya di depan rumah Hyuna dan tertegun melihat Hyunseung berdiri di depan. “Sedang apa dia?” tanyanya.

Hyuna menatap Hyunseung kesal, lalu tersenyum pada Junhyung. “Sanbae, kau tidak akan membukakan pintu?”

Junhyung tersenyum dan langsung keluar dari mobil.

Hyunseung tertegun melihat Junhyung keluar dari mobil dan berjalan ke pintu penumpang, lalu membukakannya. Rahangnya mengeras melihat Hyuna keluar dari mobil itu.

Hyuna turun dan berdiri didepan Junhyung sambil tersenyum, “Gumopta sanbae..”

Junhyung mengangguk, “Ne.. masuklah..”

Hyuna melirik Hyunseung yang menatap marah kearahnya, ia tersenyum dan memegang kedua pipi Junhyung. Lalu menarik pria itu membungkuk dan mencium bibirnya.

Mata Hyunseung membesar, kedua tangannya terkepal menahan emosi.

Junhyung tertegun Hyuna menciumnya, namun ia bisa melihat gadis itu melirik kearah Hyunseung setelah melakukan itu. matanya ikut melirik pria tadi, lalu kembali memandang Hyuna. Sepertinya ia mengerti sekarang.

Hyuna tersenyum lebar, “Sampai besok sanbae..”

Junhyung tersenyum, “Ne..” ucapnya.

Hyuna melangkah menuju pagar rumah dan masuk seperti tidak terjadi apa pun, ia juga hanya melangkah begitu saja melewati Hyunseung.

Junhyung masuk ke mobilnya dan pergi.

Hyunseung berbalik dan menarik tangan Hyuna hingga berbalik menghadapnya.

Hyuna menatap Hyunseung kaget, “Oppa!”

Hyunseung menatap Hyuna marah, “Apa yang kau lakukan tadi?! Menciumnya?!!”

Hyuna menatap Hyunseung tajam, “Wae? Apa urusanmu?!”

“Ya! Dia hampir memperkosamu! Dia melecehkanmu!! Dan kau menciumnya begitu saja?!” seru Hyunseung marah.

Hyuna menyentak tangan Hyunseung, “Ne!! aku menciumnya!! Wae?!!” serunya, “Jangan pedulikan aku!!” serunya lagi, lalu melangkah cepat memasuki rumah.

“Ya! Kim Hyuna!!” teriak Hyunseung.

Jongnam dan Misuk yang duduk di sofa langsung bangkit begitu melihat Hyuna masuk, mereka yang awalnya ingin memarahi gadis itu langsung mengurungkan niat karena mendengar Hyunseung berseru.

“KIM HYUNA!!” seru Hyunseung.

Hyuna berhenti dianak tangga paling bawah dan menatap Hyunseung tajam, “MWO?!!”

Hyunseung menatap Hyuna penuh emosi, “Neo…” ucapnya tertahan.

Hyuna memalingkan wajahnya dan melangkah cepat menaiki tangga.

Hyunseung mendengus kesal dan langsung mengejar Hyuna ke lantai atas.

Misuk dan Jongnam saling berpandangan, “eoteokhe?” Tanya Misuk.

Jongnam menggeleng, “Biarkan Hyunseung yang mengurusnya..”

Brakk!!

Hyuna terperanjat mendengar pintu dibelakangnya terbuka paksa dan langsung berbalik, ia terkejut melihat Hyunseung masuk dengan wajah sangarnya.

“Kim Hyuna! Kau sudah kehilangan akal sehatmu?!” Tanya Hyunseung marah.

Hyuna menatap Hyunseung kesal, lalu melipat kedua tangannya di dada. “Ani..” jawabnya dingin.

“Kau menciumnya! Kau yang menciumnya Hyuna!!” ucap Hyunseung tak percaya.

Hyuna tersenyum sinis, senang umpannya benar-benar membuat Hyunseung kebakaran jenggot. “Wae? Oppa tidak pernah berciuman dengan kekasihmu?”

Hyunseung tertegun dengan mata membesar, “Kau.. kau berpacaran dengan Junhyung?” tanyanya tak percaya.

Hyuna menghela nafas dalam sambil melepaskan tasnya, lalu berbalik untuk meletakkan tas di tempat tidur. “Ne..” jawabnya santai.

Hyunseung semakin terbakar emosi, tangannya terulur untuk memegang tangan Hyuna dan memutar gadis itu kembali berhadapan dengannya. Namun terlalu kasar hingga membuat tas yang dipegang gadis itu terjatuh ke lantai.

“Ahhkk!! Oppa! Sakit!!” seru Hyuna.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Wae? Masih banyak pria baik, Hyuna.. Kenapa kau bersama Yong Junhyung?!!” serunya marah.

Hyuna menatap Hyunseung tajam, “Bukan urusanmu..” ucapnya dingin. “Sekarang keluar dari kamarku!!” serunya sambil mendorong pria itu menjauh darinya.

Hyunseung terdorong mundur beberapa langkah, namun tidak bergerak untuk keluar.

Hyuna hendak mengambil tasnya saat menyadari ada barang yang berserakan dari tasnya.

Hyunseung memandang tas Hyuna di lantai dan mengerutkan dahi melihat dua benda yang seharusnya tidak dimiliki gadis itu, Kondom. matanya melotot dan menatap Hyuna, “Kim Hyuna!!”

Hyuna menatap Hyunseung kesal, “Aissh!” gumamnya dan segera memunguti benda itu dan kembali memasukkannya ke dalam tas. Ia terkejut ketika Hyunseung tiba-tiba menarik tangannya dan mendongak menatap pria itu.

Hyunseung menatap Hyuna tajam, “Kenapa kau memiliki itu?”

Hyuna mendengus kesal dan memalingkan wajahnya.

Hyunseung menyentak tubuh Hyuna bangkit berdiri, “Aku bertanya kenapa kau memiliki benda itu?!!” serunya marah.

Hyuna tersentak mendengar seruan Hyunseung, namun kembali menatap pria itu dingin. “Junhyung sanbae yang memberikannya padaku..”

Hyunseung tertegun, “Kau… kau tidak….” Ia tidak sanggup melanjutkan ucapannya.

Hyuna tersenyum sinis melihat ekspresi Hyunseung, “Ne, aku tidur dengannya..” ucapnya santai.

Mata Hyunseung kembali membesar, “Mwo?!”

“Kau tau kenapa aku pulang terlambat? Karena aku menghabiskan waktu di tempat tidurnya..” ucap Hyuna, ia benar-benar puas melihat ekspresi Hyunseung sekarang.

PLAKK!!!

Tangan Hyunseung bergerak sendiri menampar wajah Hyuna hingga gadis itu terbanting cukup keras ke tempat tidur.

Hyuna memegang pipinya yang benar-benar terasa nyeri, bahkan darah mengalir dari sudut bibirnya. Lalu menatap Hyunseung tak percaya, “O-oppa?”

Tangan Hyunseung yang baru saja menampar Hyuna tampak gemetaran dan terkepal menahan emosi. Ia berusaha menahan dirinya untuk tidak menarik rambut gadis itu dan menamparinya hingga tak sadarkan diri. “Hyuna…” ucapnya pelan, terdengar penuh tekanan karena kemarahan yang masih memuncak di kepalanya. “.. kau benar-benar gadis murahan..” lanjutnya.

Hyuna terkejut mendengar ucapan Hyunseung, “OPPA!!!” serunya, bulir air matanya langsung mengalir mendengar pria yang ia cintai menjulukinya seperti itu.

“Keure… Oppa… ani..” ucap Hyunseung memperbaiki, “Aku tidak akan menghubungimu lagi..” ucapnya, lalu berbalik dan berjalan pergi.

Hyuna menangis tersedu-sedu sambil tetap memegang pipinya menatap Hyunseung yang terus melangkah pergi. “Oppa!!” panggilnya, namum pria itu bahkan tidak menoleh. “JANG HYUNSEUNG!!!” teriaknya hingga tenggorokannya sakit.

Hyunseung membuka pintu kamar Hyuna dan terus melangkah keluar seperti tidak mendengar Hyuna berteriak.

“Ya! Jang Hyunseung!!!” teriak Hyuna karena Hyunseung tidak juga berhenti, ia langsung bangkit dari tempat tidur meskipun kakinya terasa bergetar. “Oppa..” panggilnya sambil mengejar Hyunseung.

Hyunseung berusaha menahan air matanya yang hendak terjatuh ketika menuruni tangga.

“Hyunseung oppa!!” panggil Hyuna dari anak tangga paling atas.

Hyunseung melangkah menuju pintu depan, namun ia berhenti sejenak karena Misuk dan Jongnam tampak kaget dengan Hyuna yang terus berteriak. Ia membungkuk sopan dan langsung melangkah keluar.

“Oppa!! Khajima!!” seru Hyuna sambil berlari ke pintu depan.

“Hyuna-a, ada apa?” Tanya Misuk sambil menarik Hyuna.

“Lepaskan eomma!!” ucap Hyuna sambil mendorong tangan Misuk dan berlari lagi keluar rumah. Namun Hyunseung sudah mengayuh sepedanya pergi. “Oppa!!” panggil Hyuna lagi, tapi pria itu terus pergi tanpa memandang ke belakang. “Oppa khajima..” tangisnya melihat pria itu pergi. Kakinya terasa lemah dan terduduk di depan pagar rumahnya. “Oppa miane..” ucapnya pelan dan terus menangis tersedu-sedu.

Misuk mengampiri Hyuna dan merangkulnya, “Hyuna-a, waekeure?” tanyanya panic.

Jongnam tertegun melihat Hyuna menangis seperti itu, lalu memandang Hyunseung yang terus pergi.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

11 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 21]

  1. Aigoo….. Ada apa ini……
    Hiks…hiks…. Hyuna juga keterlaluan sih kalau ngebales hyunseung dengan kaya gitu… 😥
    duhh next thor… Feel nya kerasa banget! Daebakk deh buat author! (y)

  2. Aaaa, lanjutin lagi thor 😀 ^^v , semalem aku baca dari yg chap 1-21 sampe jam 1/2 12 :D, asikk bgt , kereennnkereennnn 1000 jempol buat authornya

  3. ughhhhh sesekkk….
    jd hyuna yg nyesel dgn tindakan ny sendiri…
    aduhhh makin komplek ni masalah nya..
    hyun oppa jg gto..
    knpa gag blg aja suka..
    huks huks part ini sesuai judul ny .
    hurt TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s