Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 18]

18

 

—My Favorite Dongsaeng

Sohyun berdiri di depan gang menuju rumah Junhyung sambil memainkan kerikil di dekat kakinya. Pria itu benar-benar di keluarkan dari sekolah akibat masalahnya waktu itu. jadi ia pikir harus meminta maaf untuk itu. kepalanya menoleh mendengar suara langkah kaki mendekat.

Junhyung yang mengenakan seragam sekolah khusus pria tertegun melihat Sohyun, “Kwon Sohyun?”

Sohyun membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, sanbae..”

Junhyung menghampiri Sohyun dan memandangnya bingung, “Kenapa kau disini?”

Sohyun memandang kebawah karena merasa sangat bersalah pada Junhyung, “Cesonghamida sanbae, karena membantuku kau sampai di keluarkan dari sekolah..”

Junhyung diam sejenak, lalu tertawa kecil. “Gwenchana, aku juga tidak terlalu suka sekolah disana.. terlalu banyak gadis cantik..” candanya.

Sohyun mengangkat wajahnya memandang Junyung bingung, “Sanbae?”

Junhyung tersenyum, “Kau merasa lebih baik?”

Sohyun diam sejenak dan tersenyum, “Ne, sanbae..”

Junhyung menghela nafas dalam, “Keure, aku sudah cukup menjadi anak jahat. Kurasa aku harus menjadi lebih baik sekarang..” ucapnya dan tertawa kecil.

Sohyun tertawa kecil, “Sanbae, seharusnya kau marah padaku..”

“Lupakan saja, aku lebih suka hidupku yang seperti ini..” ucap Junhyung dan mulai berjalan.

Sohyun mengikuti Junhyung sambil memandangnya bingung, “Seperti apa sanbae?”

Junhyung menghela nafas dalam, “Menjadi anak biasa..” jawabnya dan tertawa kecil sambil memandang Sohyun, “Ayahku benar-benar berpikir aku yang membuatmu hamil dan menggugurkan kandunganmu, jadi dia menarik semua fasilitas yang ia berikan. Ahh.. aku bahkan harus makan di kantis sekolah.. hahaha..”

Sohyun memandang Junhyung tak mengerti, lalu tertawa kecil. “Gumawoyo sanbae..”

Junhyung mengangguk, lalu menghela nafas kecewa. “Ahhh… aku tidak bisa mendekati Hyuna lagi..” ucapnya sebal.

Sohyun tertawa kecil.

 

=Keluarga Kim=

Jongnam memandang Hyuna yang tampak lesu menikmati makanannya. Ia menghela nafas dalam dan kembali memandang makanannya.

Misuk memandang Hyuna bingung dan mengelus rambutnya, “Waeyo Hyuna-a?”

Hyuna tertegun dan memandang Misuk, “Ne? oh.. aniya eomma..” jawabnya sambil tersenyum palsu dan kembali memandang makanannya.

Misuk menghela nafas dalam dan hanya tersenyum sambil mengelus rambut Hyuna, “Makanlah..”

Hyuna mengangguk, “Ne, eomma..” jawabnya.

Setelah sarapan, Hyuna melangkah keluar dari rumah dengan wajah lesu.

“Hyuna-a..” panggil Jongnam.

Hyuna berhenti dan berbalik memandang ayahnya, “Waeyo appa?”

Jongnam tersenyum dan melangkah menghampiri Hyuna, lalu memperhatikan wajah putrinya yang sekarang sudah menjadi remaja.

“Wae appa?” Tanya Hyuna bingung.

Jongnam merapikan rambut Hyuna dan memegang kedua bahu putrinya sambil tersenyum, “Hyuna, kau masih muda. Patah hati karena satu pria itu bukan berarti kau tidak akan jatuh cinta lagi. Arasso?”

Hyuna memandang ayahnya sejenak, lalu tersenyum dan mengangguk. “Ne, appa..”

Jongnam mencubit pipi Hyuna gemas, “Kau akan menemukan cinta sejatimu setelah kau benar-benar mengerti apa arti cinta yang sebenarnya, jadi jika seorang pria menolakmu. Berarti dia adalah pria yang melewatkan kesempatan mendapatkan gadis luar biasa sepertimu..”

Hyuna tersipu dan mengangguk, “Ne, appa..”

Jongnam tersenyum lebar, “Pergilah, nanti kau terlambat..” ucapnya.

“Ne, appa… annyeonghaseo..” ucap Hyuna dan melangkah pergi dengan riang.

Jongnam senang melihat Hyuna kembali ceria.

 

=Seoul Hospital=

Hyunseung berjalan di koridor sambil memijat pundaknya.

“Dokter Jang…”

Hyunseung berhenti dan berbalik, ia tertegun melihat Sohyun melangkah menghampirinya. “Kwon Sohyun?”

Sohyun tersenyum dan menyodorkan sebotol minuman bervitamin pada Hyunseung, “Untukmu Dokter Jang,..” ucapnya.

Hyunseung menerima botol itu dan tersenyum lebar, “Aku masih magang, belum menjadi dokter..”

“Tidak akan lama lagi akan menjadi dokter kan..” ucap Sohyun.

“Apa yang membawamu kemari?” Tanya Hyunseung ingin tau.

“Mmm.. aku ingin berterima kasih padamu, Dokter Jang..” ucap Sohyun tulus.

Hyunseung tersenyum mendengar ucapan Sohyun, “Gwenchana, jangan mengingatnya lagi. Sekarang saatnya kau melanjutkan hidupmu dengan tenang..”

Sohyun mengangguk, “Ne, gamshamida Dokter Jang..”

Hyunseung mengangguk, “Keure, aku harus kembali ke UGD..” ucapnya dan mengangkat botol tadi, “Gumawoyo..” ucapnya, lalu melangkah pergi.

Sohyun tersenyum melihat Hyunseung berjalan pergi.

 

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung mengerutkan dahi mendengar suara ponselnya, ia sangat lelah karena semalaman berada di UGD dan pasien tidak berhenti berdatangan. Tangannya bergerak meraba-raba tempat tidur mencari dimana ponselnya tanpa membuka mata. Akhirnya ia menemukan benda itu dan mengintip sedikit untuk menemukan di mana tombol untuk menjawab, lalu menempelkannya ke telinga dengan mata terpejam. “Ne..” jawabnya mengantuk.

“Omo, Hyunseung-a.. Kau baik-baik saja?” Tanya Misuk di seberang.

“Hm?” dahi Hyunseung berkerut mendengar suara perempuan itu, “Oh.. eommanim.. Annyeonghaseo..” sapanya masih dengan mata terpejam dan suara mengantuk.

“Kenapa suaramu seperti itu Hyunseung? Kau sakit?” Tanya Misuk khawatir.

“Animida eommanim..” jawab Hyunseung sambil tersenyum, “Aku baru kembali dari rumah sakit jam 2 pagi..” jelasnya.

“Omo.. eomma miane, keure.. Istirahatlah lagi..” ucap Misuk.

“Aniya, gwenchana.. Ada apa eommanim?” Tanya Hyunseung sambil mengelus matanya dan bangkit perlahan.

“Tidak terlalu penting, istirhatlah dulu..” ucap Misuk.

“Katakan saja eommanim, aku sudah terbangun sekarang..” jawab Hyunseung.

“Ini tentang Hyuna..” ucap Misuk pelan.

Mata Hyunseung terbuka mendengar nama Hyuna, “Hyuna? Ada apa dengannya?”

“Mmm.. akhir-akhir ini Hyuna sering terlihat lesu, sepertinya ada yang mengganggu pikirannya. Apa kau bisa berbicara dengannya?” Tanya Misuk.

Hyunseung diam sejenak, ia tau mengapa Hyuna lesu seperti itu. “Mmm.. aku akan berbicara dengannya eommanim..”

“Gumopta Hyunseung-a..” ucap Misuk di seberang.

“Ne, eommanim..” jawab Hyunseung.

“Datanglah akhir minggu ini untuk makan bersama dirumah..” undang Misuk.

Hyunseung tersenyum, “Ne, eommanim..” ucapnya, dan telepon terputus. Ia menghela nafas dalam sambil menarik ponsel dari telinganya. Ia kembali berbaring dan memandang langit-langit kamarnya, “Aku tidak akan bisa mendapatkan keluargaku lagi, tapi aku bisa menemukan gadis lain.. Keutji?” tanyanya pada diri sendiri.

 

=Sepulang Sekolah=

Hyuna melangkah bersama Sohyun keluar dari gerbang dan berjalan menuju halte bis, namun langkah mereka terhenti melihat seseorang yang sudah menunggu mereka.

Junhyung tersenyum melihat para gadis itu, “Annyeong..”

“Sanbae?” ucap Hyuna tak percaya.

Sebuah Kafe tak jauh dari sekolah.

“Sanbae, kau tidak terlihat sedih dikeluarkan dari sekolah..” ucap Hyuna heran.

Junhyung tertawa kecil, “Untuk apa sedih, disana semua guru sudah tau aku trouble maker. Jadi tidak seru lagi disana.. hahaha..”

Sohyun tertawa kecil, “Sanbae, itu tidak lucu sama sekali..”

“Oh ya, kudengar kau masuk sekolah khusus laki-laki.. Bagaimana disana?” Tanya Hyuna penasaran.

Junhyung memasang wajah bosan, “Membosankan sekali..” jawabnya, “Isinya laki-laki semua, tidak ada yang bisa kugoda..” ucapnya dan menahan tawa.

“Aissh.. sanbae..” ucap Hyuna kesal.

Junhyung memandang Hyuna, “Bagaimana Hyuna, kau mau mempertimbangkan pernyataan cintaku sekarang?”

Sohyun tertegun mendengar pertanyaan Junhyung pada Hyuna dan memandang temannya itu.

Hyuna menatap Junhyung aneh, “Aku masih mempertimbangkannya..” ucapnya dan tertawa.

Junhyung tersenyum, “Jangan sampai aku berpaling saat kau menerimanya. Araso?”

Hyuna menahan tawa mendengar ucapan Junhyung.

Sohyun memandang kebawah sedih, kebaikan Junhyung hanya untuk menolongnya. Pria itu tidak memiliki perasaan lebih padanya.

Setelah dari kafe.

Hyuna dan Sohyun duduk di halte bus menunggu bus mereka tiba.

Sohyun memandang Hyuna, “Hyuna-a, apa kau menyukai Junhyung sanbae?”

Hyuna berpikir sejenak, “Mmm.. meskipun dia awalnya jahat padaku, aku tau dia orang yang baik sekarang. Tapi aku tidak tau apakah aku menyukainya atau tidak sekarang..”

Sohyun diam sejenak, “Apa kau tertarik padanya?”

Hyuna tersenyum lucu, “Wae? Kenapa kau ingin tau? Atau jangan-jangan kau menyukainya..”

Sohyun terkejut, “Mwo? Aniya.. Aku kan hanya ingin tau..”

Hyuna tertawa kecil melihat ekspresi malu Sohyun.

 

=Kamar Hyuna=

Hyuna yang sedang mengerjakan tugas rumahnya menoleh kearah ponselnya yang tergeletak di sebelahnya karena berbunyi, tangannya terulur dan membaca nama yang tertera disana. Ia tertegun sesaat melihat nama Hyunseung disana. Dengan berat hati ibu jarinya menggeser tombol hijau dan menempelkan telepon ke telinga. “Yoboseyo..”

“Hyuna-a, odiso?” Tanya Hyunseung diseberang.

“Mmm.. di kamarku, waeyo oppa?” Tanya Hyuna canggung.

“Mau menemuiku sebentar?” Tanya Hyunseung dengan nada ceria.

Hyuna diam sejenak, “Mmm.. keure..” jawabnya dan mendengarkan dimana mereka harus bertemu.

 

=Sebuah Tempat=

Hyuna melangkah memasuki sebuah taman sambil mengedarkan pandangannya.

Hyunseung yang duduk di sebuah bangku tersenyum melihat Hyuna muncul dan langsung berdiri, “Hyuna-a..” panggilnya sambil melambai.

Hyuna tertegun melihat Hyunseung dan menunduk canggung sambil melangkah menghampiri pria itu.

“Wae? Kau aneh sekali..” ucap Hyunseung menahan tawa.

Hyuna menatap Hyunseung tak mengerti, “Oppa, kenapa kau bisa berlaku seperti tidak terjadi apa pun?”

Hyunseung menghentikan tawanya dan mengelus pundaknya canggung, “Mmm.. itu.. Bukan seperti itu..”

Tiba-tiba Hyuna merasa bodoh karena merasa tidak nyaman sendiri, “Aissh.. apa pengakuanku waktu itu tidak berarti apa pun bagimu? Nappeun namja!! Jangan hubungi aku lagi!!” serunya kesal, lalu berbalik pergi.

“Ya, Hyuna..” panggil Hyunseung sambil menarik tangan Hyuna.

Hyuna berhenti dan menatap Hyunseung kesal, “Mwo?!”

Hyunseung menghela nafas dalam sambil menatap Hyuna, “Bukan seperti itu…” ucapnya pelan, “Oppa sampai tidak bisa tidur memikirkan ucapanmu. Karena itu oppa tidak menghubungimu selama beberapa hari ini..” ia diam sejenak karena Hyuna memalingkan wajah. “Hyuna-a, oppa sudah kehilangan keluarga saat kecil. Bahkan banyak hal yang tidak kuingat tentang keluargaku.. Tapi aku mengingat semua kebersamaanku denganmu, eommanim dan abeunim. Karena itu, aku tidak mau kehilangan keluargaku lagi.. Kau mengerti?”

Hyuna diam sejenak mencerna ucapan Hyunseung, lalu memandang pria itu.

Hyunseung tersenyum tipis, lalu memutar tubuh Hyuna berhadapan dengannya. “Kau mengertikan?”

Hyuna memandang kebawah sambil berusaha menahan air mata.

“Hyuna-a..” bujuk Hyunseung.

Hyuna mendorong tangan Hyunseung melepaskan bahunya, “Aissh!! Kenapa oppa harus dibesarkan keluargaku?!” tanyanya kesal dengan mata memerah menahan air mata.

Hyunseung merasakan hal yang sama dengan Hyuna, hatinya juga terluka karena pertanyaan itu. sama seperti Hyuna.

Hyuna memalingkan wajahnya kesal.

Hyunseung menatap Hyuna dalam, ‘Oppa juga menanyakan itu, Hyuna..’ batinnya, namun bibirnya bergerak membuat senyuman dan mengelus rambut gadis itu, “Ya.. jangan cengeng, masih banyak pria yang akan mengantri untuk mendapatkanmu..” ucapnya menghibur.

Hyuna menatap Hyunseung kesal, “Sebanyak apa pun tidak ada artinya jika bukan kau, pabo oppa!”

Hyunseung tersenyum lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi. “Aigoo.. kau baru mengenal cinta kemarin sudah berlagak akan mati..” ejeknya.

“Oppa!” seru Hyuna kesal.

Hyunseung tertawa kecil dan merangkul Hyuna, “Kita makan saja.. Khaja..” ajaknya.

Hyuna awalnya cemberut karena Hyunseung tetap menolak perasaannya, namun tak lama bibirnya membentuk senyuman karena pria itu masih bersikap hangat seperti biasa.

Sebuah restaurant Jajangmyun.

Hyuna menatap Hyunseung yang makan dengan tenang di depannya sebal, “Oppa, kau akan menyesal karena menolakku..”

Sebelah alis Hyunseung naik memandang Hyuna, “Wae?”

“Pokoknya kau akan menyesal!” ucap Hyuna dan memandang mie-nya.

Hyunseung menahan tawa dan melanjutkan makannya, “Tidak lama lagi kau akan melupakan perasaanmu padaku, tenang saja..” ucapnya.

Hyuna menatap Hyunseung kesal, “Ne! saat itu kau akan menyesalinya..” ucapnya.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna, ucapan gadis itu memang benar. Namun ia tetap memaksakan dirinya untuk tersenyum.

Meskipun Hyuna berkata seperti tadi, ia tetap tidak bisa menerima jika Hyunseung menolak perasaannya. Lalu kembali menatap pria itu, “Ani! Aku akan membuatmu menyukaiku juga!”

Hyunseung menahan tawa lagi mendengar ucapan Hyuna, “Kemanhe.. kemanhe.. makan saja..” ucapnya.

Hyuna cemberut, “Aku serius..”

“Ne, araso.. makan saja mie-mu..” ucap Hyunseung sambil tertawa kecil.

 

=Rumah Keluarga Kim=

Taxi yang di naiki Hyunseung dan Hyuna berhenti di depan rumah keluarga Kim.

“Sebentar ahjussi..” ucap Hyunseung pada supir taxi, lalu ikut turun bersama Hyuna.

Hyuna tersenyum memandang Hyunseung.

Hyunseung tersenyum dan mengelus kepala Hyuna seperti anak kecil, “Keure, dongsaeng favoritku. Masuklah, sudah malam..” ucapnya dengan senyuman lebar.

Hyuna memukul perut Hyunseung pelan, lalu tertawa kecil. “Suatu saat nanti oppa akan mengakuiku sebagai gadis favoritmu.. Tunggu saja..” ucapnya tak mau kalah.

Hyunseung menahan tawa, “Keure, dongsaeng favoritku yang akan menjadi gadis favoritku.. masuklah, besok oppa akan menghubungimu..”

Hyuna tersenyum lebar, “Ne, oppa.. bye..” ucapnya dan melangkah masuk ke rumah.

Hyunseung kembali masuk ke taxi dan meminta supir untuk berjalan lagi. ketika taxi mulai berjalan, ia menoleh sekali lagi ke rumah keluarga Kim. Ia menghabiskan hampir seumur hidupnya di rumah itu bersama mereka. Hanya mereka yang ia miliki saat ini. Ia memandang ke depan sedih, rasanya ia tak sanggup melangkah ke hari esok.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

7 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 18]

  1. Akankah nanti sohyun ama junhyung? Tp mreka gak cocok -_-
    bikin hyuna jadian sekali donk ama junhyung biar hyunseung greget, tp kasian junhyung’a jg sih nanti jdian ama hyuna trs hyuna lari k’hyunseung. Aduh gimana donk?

    Yaudah lah yah, yerserah author’a aja hhehe… lanjut lanjut 🙂

  2. ihhhj gag ttegaa..
    jangan sampe hyuna jadian ma cowok lain..
    kasian hyunseong..
    dya kn juga menderitaa nolak hyuna…
    trus ntr kalo liat hyuna ma cowok lain pasti tambah nyesekk..
    kasiaaaann oppa…
    berharap orang tua hyuna cepetan sadar aja kalo hyun oppa pantes ny jd mantu bukan anak nya..

    ahhh setujuuuuu..
    sohyun ma junghyung ajaaa
    biar gag ganggu 2hyun lagi ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s