Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 17]

17

—Broken Heart—

Hyuna berlari kecil ke perpustakaan ketika mendengar Sohyun sudah kembali masuk sekolah, bibirnya membentuk senyuman melihat temannya itu duduk membaca buku. “Sohyun-a..” sapanya dan duduk di sebelah gadis itu.

Sohyun tersenyum, “Hyuna-a..”

“Gwenchana?” Tanya Hyuna ingin tau.

Sohyun mengangguk, “Ne..” jawabnya.

Hyuna melirik ke kanan dan kiri, lalu mendekat pada Sohyun. “Bagaimana dengan kandunganmu?” bisiknya.

Wajah Sohyun berubah sendu dan menatap Hyuna sedih, “Eomma tidak mengijinkanku menggugurkannya..” ucapnya pelan.

Hyuna tertegun, “Lalu?”

Sohyun memandang kebawah sedih, “Eomma berkata, lebih baik aku memberikannya pada keluarga lain yang memang menginginkan anak dari pada membunuhnya..”

Hyuna menatap Sohyun sedih dan merangkul temannya itu, “Mungkin itu yang terbaik Sohyun..”

Sohyun memandang Hyuna dan mengangguk berat.

Beberapa Hari Kemudian.

Junhyung yang bosan di kelas memilih tidur di atap sekolah hingga jam pelajaran berakhir. Matanya terbuka mendengar pintu menuju atap terbuka, lalu melirik seorang gadis yang melangkah menuju pagar pembatas. Dahinya berkerut dan bergerak duduk, ia mengenali gadis itu. Kwon Sohyun.

Sohyun melangkah ke pagar pembatas dan memandang kebawah, rambutnya berterbangan di tiup angina hingga dia perlu memeganginya agar tidak menutupi wajah.

“Kau masih mau bunuh diri?” Tanya Junhyung.

Sohyun terperanjat dan memandang kebelakang kaget, “Sanbae?!”

Junhyung berdiri menatap Sohyun aneh dengan kedua saku ditangannya, “Kupikir masalahmu sudah selesai..”

Sohyun menghela nafas dalam dan kembali memandang kebawah. “Masalahnya tidak akan selesai selama aku mengandung anak pria itu..” ucapnya berat.

Junhyung menghela nafas dalam dan berjalan ke sisi Sohyun untuk memandang kebawah juga, “Gugurkan saja..”

“Ibuku tidak setuju untuk menggugurkannya..” ucap Sohyun berat.

Junhyung memandang Sohyun, “Apa kau benar-benar tidak menginginkannya?”

Sohyun diam sejenak, “Entahlah.. Aku merasa jijik karena ini perbuatan pria itu padaku. Tapi memikirkan dia akan di berikan pada orang lain…” ucapanya terhenti sejenak, “..aku tidak tau..” ucapnya sambil menggeleng.

Junhyung menghela nafas dalam dan berbalik, “Ikut aku..”

Sohyun memandang Junhyung bingung dan mengikuti pria itu.

Junhyung menuruni tangga dan terus turun hingga mereka tiba di tangga menuju lantai dasar. Ia berhenti dan memandang Sohyun.

Sohyun memandang Junhyung bingung, “Waeyo sanbae?”

Junhyung memutar tubuhnya menghadap Sohyun dengan wajah tanpa ekspresi, “Kau tau disini ada CCTv kan?”

Sohyun mengangguk bingung, “Ne..”

Dengan cepat Junhyung memegang kedua pipi Sohyun dan memajukan wajahnya seperti ia akan mencium gadis itu.

Sohyun terkejut dan langsung mendorong Junhyung, tapi pria itu menariknya lebih kencang. “Sanbae!!” serunya sambil terus mendorong pria itu. kakinya melewati lantai dan hampir melayang jatuh ke tangga jika pria itu tidak menahan tangannya. Matanya melotot pada Junhyung karena setengah tubuhnya masih condong ke bawah.

Junhyung mencengkeram satu tangan Sohyun dan menatap gadis itu tanpa ekspresi, “Jika ini kecelakaan, kau tidak akan menyesalinya..” ucapnya.

Dahi Sohyun berkerut, namun sebelum sempat ia bertanya. Pria itu melepaskan tangannya, membuatnya jatuh berguling di anak tangga. “Kyaaaaaaa!!!” teriaknya hingga berakhir di lantai bawah tak sadarkan diri.

Junhyung berdiri di lantai atas memandangi Sohyun yang tergeletak dibawah sana. Semua siswa dan siswi langsung keluar dari kelas masing-masing karena mendengar teriakan Sohyun tadi dan terkejut meihat gadis itu tergeletak di lantai. Guru Han juga keluar bersama yang lain dan langsung melotot padanya.

“Yong Junhyung!!!” seru Guru Han.

“Omo! Sam! Dia berdarah!! Cepat hubungi ambulance!!” seru seorang gadis.

Junhyung memandang darah yang mengalir dari kepala dan diantara paha gadis itu. ia mengangguk kecil dan berbalik menaiki tangga dengan santainya.

Guru Han melotot, “YA!! YONG JUNHYUNG!!” teriaknya marah.

 

=Rumah Sakit=

Hyunseung mendengar keributan dari pintu masuk ruang darurat, seorang dokter yang lebih senior dan beberapa perawat langsung menghampiri pasien itu. dahinya berkerut melihat ada seorang gadis lain yang datang bersama pasien, Hyuna.

“Hyuna, tenangkan dirimu.. Dia tidak apa-apa.” Ucap Guru Jin, wali kelas Sohyun.

Hyuna mengangguk pelan, “Ne, sam..”

Hyunseung menghampiri Hyuna dan menatapnya khawatir, “Hyuna-a, kenapa kau disini?”

“Oppa!” seru Hyuna dan memeluk Hyunseung.

Hyunseung mengelus punggung Hyuna dan memandang gadis itu bingung, “Waekeure?”

Hyuna melonggarkan pelukannya dan memandang Hyunseung, “Oppa, Junhyung sanbae mendorong Sohyun jatuh dari tangga..” ucapnya dan mulai menangis.

Mata Hyunseung melotot dan memandang Sohyun yang masih di tangani dokter dan perawat.

“Cokiyo, anda siapa?” Tanya Guru Jin pada Hyunseung.

Hyunseung memandang Guru Jin dan menyadari Hyuna masih memeluknya, ia langsung melepaskan pelukan gadis itu dan membungkuk sopan pada Guru Jin. “Annyeonghaseo, Aku dokter magang disini. Namaku Jang Hyunseung, aku cukup dekat dengan keluarga Hyuna..”

“Ohh.. begitu.. pantas saja..” ucap Guru Jin.

“Mmm.. Guru Jin, bisakah kita berbicara sebentar?” Tanya Hyunseung.

Guru Jin tertegun, “Ne? waeyo?”

Dahi Hyuna berkerut menatap Hyunseung, “Oppa?!”

“Ini tentang Sohyun..” ucap Hyunseung dan memimpin jalan.

Guru Jin memandang Hyuna dan mengikuti Hyunseung.

“Aiss.. oppa..” ucap Hyuna sebal.

 

=Ruang Perawatan Sohyun=

Keesokan harinya, setelah Sohyun sadar. Guru Han datang bersama Junhyung dan guru Jin untuk membahas kejadian kemarin.

Guru Han menatap Junhyung yang duduk santai di sofa sambil membaca majalah, lalu memandang Jina yang mengenakan pakaian dokter. “Maafkan ketelodaran pihak sekolah untuk menangani kasus ini, Sohyun eommanim..” ucapnya menyesal.

Jina tersenyum tipis, “Ne, terima kasih anda mau membahas masalah ini secara tertutup..” ucapnya.

Guru Han mengangguk, “Dan….” Ia memandang Hyunseung dan Hyuna yang juga ada di ruangan itu, “Kenapa kalian juga ada disini?”

Hyuna dan Hyunseung saling melirik, lalu garuk-garuk kepala.

“Mereka disini karena permintaanku..” ucap Jina.

“Oh.. ne..” jawab Guru Han. Lalu memandang Sohyun yang duduk di tempat tidur dengan pakaian pasien, “Sohyun, dari rekaman CCTv yang kami lihat. Junhyung terlihat memaksamu dan dia dengan sengaja melepaskan tanganmu saat itu. apakah itu yang benar-benar terjadi?”

Sohyun tertegun mendengar pertanyaan Guru Han dan memandang Junhyung yang masih asik membaca majalah.

“Gwenchana kau bisa mengatakannya..” ucap Guru Han.

Jina memandang Sohyun serius, “Benarkah dia melakukan itu?”

Sohyun menunduk dan mengangguk pelan.

Guru Han menatap Junhyung marah, “Ya!”

Guru Jin memegang bahu Guru Han, “Sonsaengnim, tenangkan dirimu. Ini rumah sakit..” ucapnya.

Jina memandang Junhyung dengan dahi berkerut.

Guru Jin memandang Jina, “Oh, ya.. benarkah Sohyun keguguran?” tanyanya dengan dahi berkerut.

Jina tertegun dan menatap Hyunseung yang langsung menunduk dan bersembunyi di belakang Hyuna kesal.

“Ne?! So-Sohyun?!” ucap Guru Han sambil menatap Sohyun tak percaya.

Sohyun menunduk menahan air matanya.

“Jadi, sebelumnya dia hamil dan sekarang keguguran? Ahh.. tidak bisa di percaya.. bagaimana mungkin?!” Tanya Guru Han pada Jina.

Jina menunduk bingung, ia tentu tidak mau aib yang terjadi pada putrinya di ketahui oleh orang banyak.

Guru Jin memandang Hyuna yang langsung menunduk, “Kalian tau juga tentang hal ini?!”

Junhyung menghela nafas dalam dan membalik halaman di majalahnya, “Karena itu aku membiarkannya jatuh ditangga..” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya.

Semuanya menatap Junhyung kaget.

“M-Mwo?!” seru Guru Han.

“Jadi kau sengaja membiarkan Sohyun jatuh ditangga karena kau tau dia hamil?!” Tanya Guru Jin tak percaya.

“Begitulah..” jawab Junhyung santai.

“Ahh!! Kau benar-benar Yong Junhyung!!” seru Guru Han.

“Sanbae!!” seru Hyuna tak percaya.

“Tapi, siapa yang menghamilinya?” Tanya Guru Jin pada Jina, lalu memandang Sohyun yang kembali menunduk.

“Mmm.. itu..” Jina bingung harus menjawab apa.

Junhyung mengangkat wajahnya dan memandang Guru Jin, “Sam…”

Guru Jin dan Han memandang Junhyung.

“Menurutmu, kenapa aku ingin menggugurkan kandungannya?” Tanya Junhyung.

Mata Guru Jin dan Han melotot, “Mwo?!”

Hyuna dan Hyunseung juga melotot pada Junhyung.

Sohyun menatap Junhyung tak percaya, begitu juga dengan Jina.

“Neo!! Kali ini aku akan benar-benar menghabisimu!!” seru Guru Han dan menarik kerah baju Junhyung dan menyeretnya keluar.

“Sonsaengnim..” panggil Guru Jin, “Oh.. saya permisi..” ucapnya sambil membungkuk sopan, “Cepat sembuh Sohyun-a..” ucapnya dan langsung mengejar Guru Han.

Hyuna berpandangan dengan Sohyun, lalu dengan Hyunseung. “Ada apa dengannya?”

Jina menatap Sohyun serius, “Sohyun-a, apa kau berhubungan dengannya?”

Sohyun menggeleng, “Aniya eomma.. Aku tidak tau kenapa Junhyung sanbae mengatakan itu.” ucapnya tak mengerti.

Hyunseung memandang Sohyun, “Dia hanya ingin membantumu Sohyun..”

Sohyun dan Jina memandang Hyunseung.

“Dia tau kau tidak bahagia karena anak yang kau kandung, jadi dia membuat kecelakaan itu untuk menggugurkannya. Juga, jika sekolahmu tau kau telah hamil, kau pasti di keluarkan. Tapi dia mengambil tanggung jawab itu dengan menjadikan dirinya tersangka dan kau akan di lindungi sebagai korban. Araso?” jelas Hyunseung.

Sohyun tertegun mendengar penjelasan Hyunseung, lalu berpandangan dengan ibunya.

Hyuna memandang Hyunseung tak percaya, “Jinja oppa?”

Hyunseung mengangguk dan tersenyum, “Ternyata dia memiliki hati juga..”

 

=Malamnya=

Hyunseung mengantarkan Hyuna kembali kerumah karena khawatir gadis itu akan pulang seorang diri. Ia menghentikan sepedanya dan menunggu Hyuna turun.

“Oppa, kau kan sudah punya banyak uang. Kenapa tidak beli mobil saja sih?” Tanya Hyuna heran.

Hyunseung tertawa kecil, “Shiro.. sepeda ini dibelikan abeunim untukku karena lulus masuk ke SMA favoritku..”

Hyuna tersenyum lebar, “Ahh.. ini kuno oppa..

“Sudah, masuklah..” ucap Hyunseung.

“Oppa, tunggu..” ucap Hyuna sambil menahan tangan Hyunseung.

Hyunseung memandang Hyuna, dari tatapan gadis itu, ia sudah bisa menebak apa yang akan di katakan gadis itu. “Mmm.. oppa harus segera kembali, sudah mau hujan.. Sampai besok..” ucapnya cepat.

“Aku mencintaimu oppa!” seru Hyuna.

Hyunseung langsung terpaku mendengar ucapan Hyuna, ia tidak sempat kabur jadi tidak bisa mengelak.

Hyuna menatap Hyunseung penuh harap pria itu akan menjawab ucapannya, “Oppa..”

Hyunseung menghela nafas dalam dan memandang Hyuna sambil tersenyum manis, “Hyuna, tentu saja kau mencintaiku.. Kau kan….”

“Bukan sebagai adikmu oppa!” potong Hyuna, membuat Hyunseung terdiam mendengar ucapannya. Matanya memerah menahan air mata, “Aku sangat takut kau akan pergi meninggalkanku, oppa..”

Hyunseung menatap Hyuna dalam, rasanya ia ingin memeluk Hyuna erat dan berkata ia tidak akan pernah meninggalkan gadis itu selamanya. Atau mungkin satu ciuman akan memperjelas perasaannya selama ini. Ia menghela nafas dalam dan tersenyum tipis. “Hyuna-a..”

“Apa oppa tidak mencintaiku?” Tanya Hyuna.

Hyunseung memalingkan wajahnya menahan sedih, ia tidak mungkin mengatakan tidak. Tapi ia harus. Dengan berat hati ia kembali memandang Hyuna dan tersenyum tipis, “Hyuna, kita tumbuh bersama. Oppa menjagamu sepenuh hati oppa, kau tau kan?” ucapnya memulai, “Semua itu… karena kau sudah seperti adikku sendiri..” ucapnya pelan. Ia berusaha menahan perasaan sakitnya sendiri.

Hyuna tertegun, “Hanya adik?” tanyanya dengan nada terluka, satu persatu bulir air matanya mulai berjatuhan.

Hyunseung menyeka air mata Hyuna dan mengelus rambut gadis itu, “Oppa miane, kita bersaudara Hyuna. Kau bisa memberikan hatimu pada pria lain.” Ucapnya lembut.

Hyuna menepis tangan Hyunseung yang mengelus rambutnya, “Apa kau bisa mengatur hatimu?!” serunya, lalu berbalik dan berlari masuk ke rumah.

Hyunseung terpaku melihat Hyuna berlari masuk, matanya mulai di penuhi air dan sebulir air terjatuh dari matanya. “Karena itu aku harus pergi jauh darimu Hyuna..” gumamnya. Ia mengatur nafasnya dan menyeka air matanya, lalu mengayuh sepedanya pergi.

Dari jendela kamar Hyunseung, Jongnam menghela nafas berat melihat Hyuna dan Hyunseung bertengkar tadi. Ia langsung menutup jendela dan berjalan keluar dari kamar Hyunseung.

Hyuna berlari ke lantai atas dengan air mata yang terus berjatuhan, ia tertegun melihat ayahnya ada di lantai atas. “Appa? Sedang apa disini?”

Dahi Jongnam berkerut, “Memangnya appa tidak boleh melihat-lihat kamar anak appa?”

Hyuna mendengus kesal dan masuk ke kamarnya.

Jongnam menghela nafas dalam dan ikut masuk ke kamar putrinya, “Hyuna-a…”

Hyuna menelungkup di tempat tidur dengan wajah terbenam ke bantal sambil menangis untuk meredam suaranya.

Jongnam menatap putrinya sedih, lalu duduk di pinggir tempat tidur putrinya dan memandangi gadis itu. “Hyuna-a…” panggilnya.

Hyuna mengangkat kepalanya dan menatap ayahnya kesal, “Wae appa?! Aku ingin sendiri!!” serunya, lalu melanjutkan tangisannya.

“Waeyo? Ceritalah..” bujuk Jongnam, “Hyuna-a..”

Hyuna bergerak duduk dan menatap ayahnya, “Appa.. aku sudah mengatakan perasaanku padanya.. Tapi dia hanya menganggapku adiknya!! Eoteokhe appa?? Appa, na eoteohke?” tangisnya.

Jongnam menatap putrinya sedih, lalu membelai rambut Hyuna.

<<Back           Next>>

Advertisements

6 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 17]

  1. ya apmpun junhyung cool nya kelewat batas :p
    aq suka karakter junhyung disini *mianheseungi 🙂
    masalah kehamilan sohyun selesai 🙂
    dan skrg masalah 2hyun ?????

  2. huhuhu tu kan hyuna appa..
    knpa gag ngrestuin aja sichh 2hyun..
    kn kasian mereka sama2 suka pi gga isa bersama…
    ntr kalo hyunhyun oppa hd menantu orang lain nyesel hloo..

    ahhhh junhyung keren bangeeet..
    dya mau berkorban sampe sgto nyaa..
    padahal yg dya suka kn hyuna pi sampe berkorban segto nyaa..

    pi part nie bener2 berurai air mata..
    TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s