Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 16]

16

—I Love You, Oppa—

Hyuna berbaring di tempat tidurnya sambil mendengarkan penjelasan Hyunseung mengenai Sohyun di telepon, bibirnya membentuk senyuman. “Ahh.. syukurlah.. Aku sangat senang mendengarnya..”

“Ne..” ucap Hyunseung lega, “Pria itu akan menjalani proses hukum secara tertutup dan Sohyun tetap mendapat perlindungan. Mungkin dia tidak akan masuk sekolah selama beberapa saat, jangan khawatirkan dia. Arasso?”

“Ne, oppa..” ucap Hyuna. Ia diam sejenak mengingat sejak tadi mereka hanya membicarakan Sohyun, “Oppa, apa oppa akan terus tinggal di rumahmu yang sekarang?”

Hyunseung tertegun mendengar pertanyaan Hyuna, “Kenapa kau menanyakan itu?”

“Mmm… hanya ingin tau..” jawab Hyuna.

Hyunseung tidak tau harus memberikan jawaban apa pada Hyuna, ia menghela nafas dalam dan tersenyum tipis. “Keurom..” jawabnya pelan.

Hyuna sedih mendengar jawaban Hyunseung, “Hmm.. begitu..”

“Ne, aku hanya perlu menyelesaikan kuliahku. Mengambil spesialis, lalu bekerja sebagai dokter professional. Setelah itu aku akan menemukan gadis yang benar-benar kucintai dan menikahinya, lalu memiliki keluarga kami disini..” ucap Hyunseung berusaha terdengar ceria.

‘Jadi, bukan aku?’ batin Hyuna sedih.

“Hyuna?” panggil Hyunseung.

“Oh.. ne, aku masih disini oppa..” jawab Hyuna.

“Wae? Kau sudah mengantuk?” Tanya Hyunseung heran.

“Ne, keure.. Sampai besok oppa..” jawab Hyuna dan langsung memutuskan telepon. Ia menghela nafas dalam dan memandang langit-langit kamarnya sedih.

Di tempat lain.

Hyunseung yang juga berbaring di tempat tidurnya memandang layar ponselnya sambil menghela nafas dalam, “Maukah kau tinggal disini bersamaku, Hyuna?” gumamnya. Lalu melempar ponselnya ke bantal disebelahnya dan memandang langit-langit sedih.

 

=Cube High School=

Hyuna menghela nafas dalam dan menopang dagunya lesu.

“..Setelah itu aku akan menemukan gadis yang benar-benar kucintai dan menikahinya, lalu memiliki keluarga kami disini..”

Ia hanya kembali menghela nafas dalam ketika mengingat ucapan Hyunseung semalam, ‘Memangnya aku tidak bisa menjadi gadis itu, oppa?’ batinnya.

Gayoon dan Jiyoon yang duduk di depan Hyuna saling berpandangan dan memandang kebelakang.

“Hyuna-a, gwenchana?” Tanya Gayoon.

Hyuna memandang dua temannya dan mengangguk, “Ne..”

“Kenapa kau terlihat lesu lagi?” Tanya Jiyoon ingin tau.

“Hm? Aniya, hanya ada sesuatu..” jawab Hyuna dan berusaha memberikan senyuman terbaiknya.

Hyuna duduk seorang diri di perpustakaan karena Sohyun tidak datang ke sekolah. Ia membaca sebuah buku dengan wajah lesu.

Junhyung duduk di hadapan Hyuna dan memperhatikan ekspresi gadis itu heran, “Ada apa denganmu?”

Hyuna memandang Junhyung dan menggeleng pelan, “Aniya..”

“Apa karena Sohyun?” Tanya Junhyung.

“Salah satunya..” jawab Hyuna lesu.

Junhyung tersenyum, “Jika kau butuh teman bicara, aku akan mendengarkannya..”

Hyuna diam sejenak, lalu kembali memandang Junhyung. “Sanbae, apa yang akan kau lakukan jika menyukai seseorang?”

Junhyung tertegun mendengar pertanyaan Hyuna, “Ne? tentu saja mengungkapkan perasaanku.. Bukankah aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu?”

Hyuna tertegun mengingat hal itu, “Oh.. ne..” ucapnya canggung, lalu kembali memandang bukunya.

Junhyung mengerutkan dahi melihat ekspresi Hyuna, “Waeyo? Kau menyukai seseorang? Aku?”

Hyuna menatap Junhyung sebal, “Tentu saja bukan kau sanbae..” ucapnya.

Junhyung tertawa kecil, “Lalu, siapa?”

Hyuna menghela nafas dalam dan memandang kebawah sedih, “Aku tidak tau apa aku bisa menyukainya atau tidak..”

Junhyung tersenyum melihat wajah Hyuna, “Jika tidak yakin padanya, kau bisa mulai menyukaiku..”

Hyuna kembali menatap Junhyung kesal, “Sanbae, ini tidak lucu!” ucapnya, lalu bangkit dan berjalan pergi.

Junhyung menahan tawanya melihat Hyuna pergi.

 

=Seoul Hospital=

Hyunseung mengaduk-aduk makanannya lesu, ia sama sekali tak bernafsu makan karena pembicaraan semalam dengan Hyuna.

Eunji mengerutkan dahi memandang ekspresi Hyunseung, “Ya.. ada apa denganmu?”

Hyunseung memandang Eunji, “Hm? Oh.. ani..” jawabnya.

Dujun mengerutkan dahi juga, “Ya, ada apa denganmu akhir-akhir ini?”

Hyunseung hanya tersenyum simpul.

Eunji masih memandangi wajah Hyunseung penasaran, “Wae? Apa ini ada hubungannya dengan seorang gadis?”

“Oh.. pasti karena seorang gadis!” ucap Dujun setuju.

Hyunseung menatap kedua teman-temannya bergantian, “Sudah diamlah..” ucapnya sebal, lalu kembali mengaduk-aduk makanannya. Ponselnya bergetar pendek, menandakan ada sebuah pesan masuk. Ia mengeluarkan benda itu dari saku dan memandang layarnya. Dahinya berkeut melihat pesan dari Hyuna.

From: Hyuna

Oppa, bagaimana jika nanti makan siang bersamaku? 😀

Hyunseung diam sejenak memikirkan apa yang harus ia lakukan, ia menghla nafas dalam dan membalas.

To: Hyuna

Keure, oppa akan menjemputmu disekolah.. 😀

 

=Rumah Keluarga Kim=

“Yobo, apa aku bisa memintamu melakukan sesuatu?” Tanya Misuk ketika melihat suaminya berlalu.

Jongnam berhenti dan memandang istrinya, “Waekeure?”

Misuk menghela nafas dalam dan memandang suaminya sedih, “Aku sama sekali belum merapikan kamar Hyunseung, setiap kali memandang pintu kamarnya aku akan menangis karena dia sekarang sangat jauh dariku..”

Jongnam menatap istrinya heran, “Keure, tidak perlu berlebihan seperti itu..” ucapnya dan melangkah naik ke tangga.

Misuk tersenyum dan kembali menonton tv.

Jongnam membuka pintu kamar Hyunseung dan memperhatikannya sejenak, seperti masih terasa sama seperti saat Hyunseung menempati kamar ini. Ia tersenyum tipis dan mulai merapikan kamar itu.

Sementara itu.

Hyunseung menghentikan sepedanya di depan rumah keluarga Kim dan memandang Hyuna yang bergerak turun.

Hyuna tersenyum lebar pada Hyunseung, “Oppa, kenapa tidak masuk dulu?”

Hyunseung tersenyum, “Aku harus kembali kerumah sakit, sampaikan saja salamku pada eommanim dan abeunim.. Keure, sampai besok..” ucapnya dan hendak mengayuh.

“Oppa..” panggil Hyuna sambil menahan tangan Hyunseung.

Hyunseung memandang Hyuna, “Wae?”

Hyuna menatap Hyunseung gugup, “Mmm… Aku ingin mengatakan sesuatu..”

Hyunseung menunggu apa yang akan di katakan Hyuna, “Mwo?’

Hyuna menghela nafas dalam sambil memandang kebawah untuk memberanikan dirinya, lalu kembali mengangkat wajahnya memandang Hyunseung. “Oppa, aku menyukaimu..” ucapnya.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna.

Wajah Hyuna terasa panas dan menunduk malu, “Mmm.. aku benar-benar menyukaimu oppa..” ucapnya lagi.

Hyunseung tidak tau harus mengatakan apa pun atas pernyataan cinta Hyuna, seharusnya gadis itu tidak mengatakan ini padanya.

Hyuna kembali memandang Hyunseung karena pria itu tak menjawab juga, “Oppa?”

Hyunseung memaksakan bibirnya membentuk senyuman dan mengelus kepala Hyuna, “Ne, oppa juga menyukaimu.. Kau kan dongsaeng favoritku..” ucapnya.

Hyuna tertegun, “A-ani.. bukan karena aku adikmu oppa.. Aku…”

“Masuklah…” potong Hyunseung, “Sudah malam, aku harus kembali. Bye, dongsaeng..” ucapnya dan langsung mengayuh sepedanya pergi.

Hyuna menatap Hyunseung pergi tak percaya, “Aku tidak ingin menjadi adikmu, oppa..” gumamnya sedih, lalu berbalik dan masuk ke rumah.

Sementara itu dari jendela kamar Hyunseung. Jongnam mendengar apa yang di ucapan Hyuna pada Hyunseung. Ia tak menyangka putrinya akan menyukai pria itu.

Kamar Misuk dan Jongnam.

Misuk memandang suaminya heran, “Yobo, waeyo?”

Jongnam tertegun dan memandang Misuk bingung, “Ne? oh.. anira.. hanya memikirkan sesuatu..” ucapnya dan tersenyum.

Misuk tersenyum dan menarik selimut ke tubuhnya, “Aku senang tadi Hyuna berkata dia pergi bersama Hyunseung..”

Jongnam tertegun mendengar ucapan Misuk, “Wae?”

Misuk memandang Jongnam dengan tatapan bahagia, “Itu berarti putra-putri kita benar-benar memiliki hubungan yang baik meskipun tidak memiliki hubungan darah..”

DEG!! Jongnam terdiam mendengar ucapan Misuk. “Jadi, kau hanya ingin Hyunseung menjadi putra kita?”

Misuk tertawa kecil, “Tentu saja, apa maksudmu hanya ingin?”

Jongnam tertawa palsu, “Ani.. maksudku, dia memang putra kita..” ucapnya.

Misuk tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke bahu Jongnam.

Jongnam merangkul Misuk yang sudah memejamkan matanya, namun ia tak bisa tenang sedikit pun setelah mendengar pengakuan Hyuna pada Hyunseung.

 

=Seoul Hospital=

Hyunseung melangkah di koridor menuju ruang control dokter, ia memandang ke saku dan mengambil ponselnya karena benda itu bergetar. Ia tertegun meihat Jongnam memanggilnya dan segera mengangkatnya, “Ne, abeunim.. Annyeonghaseo..” sapanya.

“Hyunseung-a, bisakah kita berbicara sebentar?” Tanya Jongnam.

Kafetaria rumah sakit.

Hyunseung tersenyum pada Jongnam yang duduk di depannya, “Waeyo abeunim?”

Jongnam tersenyum tipis dan menatap Hyunseung, “Hyunseung, kau tau aku tidak terlalu suka berbasa basi..”

Senyuman Hyunseung memudar, “Ne, abeunim..”

Jongnam menatap Hyunseung serius, “Apa kau menyukai Hyuna?”

Hyunseung tertegun, “Ne?”

Jongnam menghela nafas dalam, “Abeutji mendengar pengakuan Hyuna padamu semalam..”

Hyunseung menunduk bingung mendengar ucapan Jongnam.

“Karena itu, abeutji ingin tau. Apa kau juga menyukai Hyuna?” Tanya Jongnam lagi.

Hyunseung benar-benar bingung dengan pertanyaan itu, lalu memandang Jongnam dengan senyuman manisnya. “Abeunim, Hyuna sudah seperti adikku sendiri..” jawabnya.

Jongnam bisa melihat kebohongan di mata Hyunseung, ia menghela nafas dalam dan mengulurkan satu tangannya untuk memegang tangan pria itu. “Miane Hyunseung, apa tau kau menyukainya bukan sebagai adikmu..”

Senyum Hyunseung perlahan memudar, “Abeunim..”

Jongnam memandang kebawah sedih, lalu kembali memandang Hyunseung. “Abeutji dan eomma sudah menganggapmu seperti putra kami sendiri. Sejujurnya kami tidak berharap kau dan Hyuna bersama..”

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Jongnam, perlahan kepalanya menunduk dan mengangguk. “Ne, abeunim.. Aku mengerti..”

“Abeutji mengerti mengapa kau terlalu memperhatikan Hyuna, tapi abeutji berpura-pura tidak tau agar eomma tidak menyadarinya.. Tapi kalian sudah semakin besar, abeutji tidak bisa berpura-pura tidak tau lagi..” ucap Jongnam pelan.

Hyunseung diam sejenak, lalu kembali memandang Jongnam dan tersenyum tipis. “Keurom abeunim, aku akan tetap menjaga Hyuna sebagai adikku.. aku juga tidak ingin kehilangan keluargaku lagi, aku akan menjaganya sepenuh hatiku..”

Jongnam tersenyum, “Abeutji tau kau akan mengerti, Hyunseung..”

Hyunseung mengangguk, “Ne, abeunim..”

Toilet Pria.

Hyunseung masuk ke toilet pria dan menyandarkan punggungnya ke dinding, lalu mendongakkan kepalanya menatap langit-langit. Hatinya terasa sangat hancur harus menerima kenyataan dia dan Hyuna harus menjalani hidup sebagai saudara. Matanya mulai memerah karena air mata namun ia tetap menahannya, ia berbalik dan menempelkan dahinya ke dinding. ‘Kenapa aku harus tumbuh di keluargamu, Hyuna?’ batinnya sedih.

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 16]

  1. gadis yg dimaksud seungi itu aq , hahahaha *pedebanget :p
    nah kl urusan 2hyun bakalan panjang banget cerita nya , liat aja nyampe 32 part , hehehehehe ^^

  2. ughhhh kenapa gag d bolehin sichh ma appa nya hyuna..
    padahal kn hyun oppa bukan anak kandung nya..
    n kalo 2hyun bersatu kn hyun oppa bsa bersatu lagi..
    aissshhh sedih banget oppa sampe nangis gto..
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s