Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 14]

14

—Believe Me—

Hyuna mencari-cari dimana Sohyun dan menemukan gadis itu di taman belakang, bibirnya membentuk senyuman dan langsung menghampiri temannya itu, “Sohyun-a.” sapanya sambil duduk disebelah temannya itu.

Sohyun memandang Hyuna dan tersenyum tipis.

Hyuna mendadak menjadi canggung, “Mmm.. Sohyun-a, kenapa kau masih tidak mengatakan siapa pria yang melakukan itu padamu?”

Sohyun menunduk, “A-ani.. Aku tidak ingin kau dan yang lain terlibat..” ucapnya.

“Tapi Sohyun, jika bukan kami, siapa yang akan membantumu?” Tanya Hyuna sedih.

“Jika dia tidak mau, tidak perlu membantunya..” ucap Junhyung sambil melangkah mendekati kedua gadis itu.

Hyuna memandang Junhyung tak mengerti, “Sanbae?”

Junhyung berhenti di belakang Sohyun, lalu menarik Hyuna bangkit. “Dia bisa menyelesaikan semuanya sendiri.. Jadi biarkan saja..” ucapnya.

“Sanbae!!” seru Hyuna marah sambil menarik tangannya.

Junhyung menatap Hyuna marah, “Pabo ya! Jika dia memang menganggapmu temannya, dia akan mengatakannya padamu tanpa ragu!” serunya.

Sohyun bangkit dan memandang Hyuna, “Gwenchana Hyuna, jika kau memberitaumu juga tidak ada yang akan bisa kau lakukan..” ucapnya, lalu berbalik pergi.

Hyuna tertegun mendengar ucapan Sohyun, “Sohyun-a..”

Junhyung menahan tubuh Hyuna, “Biarkan saja.. Untuk apa kau membantu orang yang tidak butuh bantuanmu?”

Hyuna menatap Junhyung kesal dan mendorongnya menjauh, “Aku tidak butuh saranmu, sanbae!” ucapnya dan melangkah pergi.

Junhyung menghela nafas dalam dan memandang Hyuna yang terus berjalan pergi.

 

=Sabtu siang=

Hyuna menghampiri Sohyun yang duduk di anak tangga, “Sohyun-a, kau menunggu seseorang?”

Sohyun memandang Hyuna dan menggeleng, “Ani, aku hanya ingin duduk disini sebentar..” ucapnya.

Hyuna memandang Sohyun sedih, “Sohyun-a.. Kau harus memberitau pria itu..” ucapnya pelan.

Sohyun memandang kebawah, “Aniya.. Aku lebih memilih mati dari pada memberitaunya..” ucapnya.

“Waeyo?” Tanya Hyuna.

Sohyun menghela nafas dalam dan memandang Hyuna, “Hyuna-a, apa kau benar-benar temanku?”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Sohyun, “Keurom..”

“Aku akan memberitaumu tentang ini, tapi kau harus berjanji untuk membantuku..” pinta Sohyun.

Hyuna mengedipkan matanya bingung.

 

=Rumah Keluarga Kim=

Hyunseung berhenti di depan pintu dan memandang bawaannya sambil tersenyum, lalu merapikan kerah bajunya. Lalu membuka pintu dan masuk, “Annyeonghaseo…” sapanya riang.

Misuk dan Jongnam yang duduk di sofa langsung tersenyum lebar melihat Hyunseung.

“Omona! Lihat siapa yang tiba..” ucap Misuk sambil bangkit dan melebaarkan kedua tangannya untuk menyambut Hyunseung.

Hyunseung meletakkan bawaannya dan memeluk Misuk.

“Aigoo.. kau ini..” ucap Jongnam dan tertawa kecil.

Misuk mengelus rambut Hyunseung sesaat sebelum ia melepaskan pelukannya dan memandang wajah pria itu sambil memegang kedau pipi pria muda itu, “Aigoo.. kenapa wajahmu tirus sekali?”

Hyunseung tersenyum lebar dan memegang kedua tangan Misuk di pipinya, “Aku sering menghabiskan waktu di rumah sakit eommanim, jadi waktu tidurku banyak berkurang.”

Misuk tampak sedih memandang wajah Hyunseung.

“Yobo, jangan seperti itu. Hyunseung kemari untuk mengunjungi orangtuanya, jangan membuat suasana menjadi haru biru seperti ini..” ucap Jongnam.

Misuk tertawa kecil dan melepaskan pipi Hyunseung.

Hyunseung tertawa dan memandang Jongnam, “Annyeonghaseo abeunim..” ucapnya sambil membungkuk sopan.

Jongnam tersenyum dan merangkul Hyunseung, “Aigoo.. kau semakin terlihat keren..” ucapnya bangga.

Hyunseung tersipu, “Gamshamida abeunim..” ucapnya. “Aku membawa beberapa hadiah..” ucapnya sambil mengambil bawaannya tadi.

“Omo.. kau belum bekerja, tapi sudah melakukan hal ini..” ucap Misuk menahan tawa.

Hyunseung tersenyum lebar, “Gwenchana eommanim, aku hanya ingin memberikan keluargaku hadiah..” ucapnya. “Ini untuk abeunim.. dan ini eommanim..” ucapnya sambil memberikan hadiah untuk kedua orang yang telah ia anggap seperti orangtuanya itu. ia senang kedua orang itu senang mendapatkan hadiahnya. Ia baru menyadari Hyuna tak kunjung muncul. “Eommanim, dimana Hyuna?”

“Hyuna? Oh.. dia berkata akan pulang terlambat karena akan membantu temannya..” jawab Misuk.

Hyunseung memandang Misuk, “Ne? teman yang mana?”

“Aigoo.. sudahlah, kau masih saja over-protective!” ucap Jongnam sambil menahan tawa. “Ayo kita duduk..” ucapnya sambil merangkul Hyunseung dan membawanya duduk ke sofa.

 

=Cube High School=

Junhyung memutar stir mobil masuk ke kawasan sekolah. Ia terpaksa kembali ke sekolah karena melupakan baju olahraganya di dalam laci meja. Dahinya berkerut melihat seorang gadis duduk di anak tangga dengan kepala tertunduk dan menutup kedua telinga dengan tangan. Rambut gadis itu sampai menutupi wajahnya.ia langsung memarkirkan mobilnya karena gadis itu masih mengenakan seragam sekolah. Ia turun dari mobil dan menghampiri gadis itu sambil memperhatikannya, “Ibayo… Apa yang kau lakukan?”

Gadis yang tak lain adalah Hyuna itu mengangkat wajahnya yang telah sembab karena terus menangis, “Sanbae..” ucapnya dengan suara serak.

Mata Junhyung membesar dan langsung duduk disebelah Hyuna, “Hyuna-a? waekeure?!”

Hyuna memandang kebawah sambil terus menangis.

Junhyung memegang kedua pipi Hyuna agar memandangnya dan menatap gadis itu khawatir, “Hyuna, katakan padaku! Ada apa?! Kenapa kau menangis disini?!”

Hyuna menggeleng dan kembali menunduk.

Junhyung tidak tau apa yang harus ia lakukan, lalu memandang sekitar dan kembali memandang Hyuna. “Hyuna, kau bersama siapa?”

Hyuna memejamkan matanya dan menggeleng.

Dahi Junhyung berkerut, “Ya! Kim Hyuna! Katakan padaku!!” serunya sambil menyentak tubuh Hyuna.

Hyuna membuka matanya dan mendorong Junhyung, “Aku tidak boleh mengatakannya sanbae!!” serunya.

Junhyung diam sejenak, “Hyuna, apa kau bersama Sohyun?” tanyanya ragu.

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Junhyung, “A-ani..” jawabnya gugup.

Junhyung menatap Hyuna curiga, “Dimana dia?”

Hyuna menggeleng kaku, “Aku tidak tau..”

Junhyung memegang kedua bahu Hyuna dan menatapnya serius, “Apa dia disini?! Dimana dia?! Kenapa kau menangis seperti ini?!”

Hyuna kembali menunduk, “Aku tidak bisa mengatakannya sanbae..” ucapnya.

Junhyung semakin yakin Hyuna tau sesuatu tentang Sohyun, “Hyuna! Apa yang dia katakan padamu? Dimana dia?”

Hyuna diam sejenak memandang Junhyung sambil menggigit bibir bawahnya, “Sanbae, dia memintaku untuk tidak melakukan apa pun. Aku hanya perlu duduk disini..”

Mata Junhyung membesar, “Demi tuhan Hyuna!! Dimana dia?!” serunya mulai panic.

Hyuna tersentak karena bentakan Junhyung, melihat pria itu benar-benar marah sekarang. Matanya perlahan memandang keatap sekolah.

Junhyung memandang ke arah atap sekolah, matanya melotot dan kembali menatap Hyuna. “Dia akan loncat dari sana?”

Hyuna mulai menangis lagi dan mengangguk pelan.

Junhyung menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna!! Apa yang kau pikirkan?!!” serunya marah, lalu berlari masuk ke gedung sekolah.

Hyuna menangis dan menutup telinganya lagi. saat itu ponselnya berbunyi, tangannya bergerak mengambil ponsel dan melihat siapa yang memanggil. Ternyata Hyunseung. Ragu-ragu jarinya menggeser tombol menjawab, lalu menempelkannya ke telinga.

“Hyuna-a, odiso? Oppa sudah menunggumu sejak tadi..” ucap Hyunseung diseberang.

“O-oppa…” ucap Hyuna dengan suara bergetar.

“Hyuna? Hyuna! Waekeure? Dimana kau sekarang?” Tanya Hyunseung langsung.

Sementara itu.

Junhyung bersyukur ia tidak pernah menyepelekan olahraga untuk tubuhnya, staminanya cukup kuat untuk berlari menaiki tangga di gedung berlantai 3 itu menuju atap sekolah. Ketika ia keluar dari pintu, matanya langsung memandang sekitar dan menemukan Sohyun berdiri di dekat pagar pembatas. Ia mengatur nafasnya sejenak dan melangkah mendekati gadis itu, “Ya, Kwon Sohyun..” panggilnya dengan nafas terengah-engah.

Sohyun memandang ke belakang dan melihat Junhyung.

“Ya.. kau pikir dengan meloncat kebawah kau bisa menyelesaikan semua masalahmu?!” Tanya Junhyung kesal.

Sohyun menghela nafas dalam, lalu berdiri memandang Junhyung. “Lalu apa yang harus kulakukan? Membiarkan benih di perutku tumbuh dan membesarkannya? Memikirkan siapa ayahnya sangat menyiksaku.. Aku lebih baik mati jika dia tau aku telah mengandung benihnya!” ucapnya, bulir air berjatuhan begitu saja dari pipinya.

Junhyung diam sejenak menatap Sohyun, “Pabo ya? Jika kau mati, semua yang berusaha kau tutupi tidak akan terbuka. Pria yang sangat kau benci itu akan hidup dengan baik karena kebusukannya akan terkubur bersama jasadmu.. Jika kau memang membencinya! Hancurkan dia!”

Sohyun menatap Junhyung tak mengerti, “Untuk apa kau melakukan ini, sanbae? Aku sudah berkata kau tidak perlu membuang waktumu untukku..”

Junhyung menghela nafas dalam sambil mengelus belakang kepalanya, lalu menatap Sohyun serius. “Aku tidak peduli kau akan bunuh diri atau tidak, tapi Hyuna kau melibatkan Hyuna! Dia mungkin tidak akan memaafkan dirinya sendiri hingga mati setelah kau benar-benar melompat dari sini. Itu yang kupedulikan..” ucapnya, “Juga, aku kagum pada pria itu karena bisa membungkam mulutmu dengan rapat. Andai aku juga bisa melakukan hal ini sebelumnya.. Hyuna tidak akan seperti ini.”

Dahi Sohyun berkerut, “Apa maksudmu?”

“Hyuna bisa melawanku, karena ada seseorang yang akan berjuang untuknya. Kurasa kau benar-benar sendiri hingga tak bisa melawan pria itu..” ucap Junhyung dan tersenyum sinis.

Sohyun terdiam dan memandang sedih ke bawah.

“Sudahlah.. waktuku tidak banyak.. Jika kau ingin bunuh diri, lakukan sendiri dan jangan libatkan siapa pun! Termasuk Hyuna!!” tegas Junhyung, lalu berbalik pergi.

Didepan gedung.

Hyunseung mengayuh sepedanya cepat memasuki kawasan sekolah Hyuna, ia memarkirkan sepedanya dan langsung berlari meghampiri gadis itu di tangga.

Hyuna sangat lega melihat Hyunseung, “Oppa..” ucapnya dan langsung memeluk pria itu.

Hyunseung mendekap Hyuna erat, “Ssshh… gwenchana oppa ada disini.” Ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu. “Waekeure? Kenapa kau menangis disini?”

Hyuna melepaskan pelukannya dan memandang Hyunseung, “Oppa, aku melakukan hal buruk..” ucapnya.

Dahi Hyunseung berkerut, “Apa maksudmu?”

“So-Sohyun..” ucap Hyuna.

“Dia disini..” ucap Junhyung sambil melangkah keluar dari gedung.

Hyunseung dan Hyuna spontan memandang kea rah Junhyung dan melihat Sohyun berjalan di belakang pria itu.

“Sohyun-a..” ucap Hyuna sambil memeluk Sohyun.

“Miane, Hyuna..” ucap Sohyun menyesal.

“Apa yang terjadi?” Tanya Hyunseung tak mengerti.

Junhyung menghela nafas sambil memandang Hyunseung, “Tanyakan saja padanya..” ucapnya sambil melirik Sohyun, lalu melangkah menuju mobilnya.

Hyunseung memandang Sohyun yang hanya menunduk, lalu memandang Hyuna yang tampak menghindari tatapannya.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 14]

  1. ugghhh untuk kali aku setuju ma junhyung…
    kalo sampe sohyun jd bunuh diri pasti dech hyuna bakal nyesel seumur hidup..
    untung junhyung tiba tepat waktu..
    tp kasian juga kalo jd sohyun..
    serba salah…
    next ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s