Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 13]

13

—Trouble—

Hyunseung, Eunji dan Dujun melangkah kembali ke ruang gawat darurat setelah melakukan riset di taman. Ia melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah sakit, lalu mengerutkan dahi melihat Jina keluar dari mobil sambil melambai pada seorang pria didalamnya.

Eunji memandang Hyunseung heran, “Waeyo, Hyunseung?”

“Hm? Oh.. aniya..” jawab Hyunseung.

“Siapa pria itu?” Tanya Dujun sambil memperhatikan mobil tadi pergi.

“Hm?” Eunji memandang mobil yang sama, “Ohh.. kudengar dari para perawat itu tunangan Dokter Kepala Choi..” jawabnya.

Hyunseung memandang Eunji kaget, “Tunangan?”

Eunji mengangguk, “Ne..” jawabnya.

“Hmm.. tidak heran, dia kan sudah tua..” ucap Dujun.

Eunji menatap Dujun aneh, “Ya, dia bisa memotong kepalamu jika mendengar itu..”

Dujun tertawa kecil, “Aku tidak mungkin mengatakan itu di depannya..”

“Oh ya, aku tidak melihat Dokter kepala Choi beberapa belakangan. Waeyo?” Tanya Hyunseung.

“Kau tidak tau? Dokter kepala Choi pergi keluar kota untuk menghadiri konferensi dokter senior..” jawab Eunji.

“Oh.. aku tidak tau..” ucap Hyunseung.

 

=Depan Rumah Sohyun=

Junhyung menghentikan mobilnya di depan rumah Sohyun dan memandang rumah yang cukup besar itu. “Hmm.. rumahmu besar juga..” komentarnya.

Sohyun membuka safety beltnya perlahan, lalu memandang Junhyung.

Junhyung memandang Sohyun bingung, “Wae?”

“Sanbae, kau baik padaku karena Hyuna kan?” Tanya Sohyun pelan.

Junhyung tertegun, “Ne? a-ani.. memangnya aku hanya boleh melakukan hal jahat?”

Sohyun memandang Junhyung tanpa ekspresi.

“Ada apa lagi denganmu? Aku kan sudah minta maaf tadi..” ucap Junhyung tak mengerti.

“Sanbae, apa kau pernah menyesali perbuatan jahatmu?” Tanya Sohyun.

Junhyung tertegun lagi mendengar pertanyaan Sohyun, “Mmm.. sekali..” jawabnya.

“Jika kau melakukannya lagi, apa kau akan menyesalinya?” Tanya Sohyun.

“Entahlah.. Kenapa kau menanyaiku terus? Sudah turun saja!” ucap Junhyung kesal.

Sohyun memandang kebawah, lalu membuka pintu. Namun ia tak langsung keluar dan kembali memandang Junhyung, “Sanbae, jika aku memintamu melakukan hal jahat padaku. Apa kau akan melakukannya?”

Junhyung terdiam mendengar pertanyaan Sohyun.

Sohyun mengangguk sopan, “Gamshamida, sanbae..” ucapnya dan keluar dari mobil Junhyung.

Junhyung mengerutkan dahi memikirkan ucapan Sohyun, “Apa maksudnya?”

 

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung mengenakan sweaternya dan keluar dari kamar. Dirumah berlantai dua dengan segala perabotan ini miliknya sekarang. Ia bahkan baru mengetahuinya setelah orangtuanya lama meninggal. Juga tabungan pendidikan yang bisa ia gunakan untuk mengambil spesialis nanti.

“Tuan, anda ingin sesuatu?” Tanya seorang pelayan ketika Hyunseung tiba di lantai bawah.

Hyunseung tersenyum tipis, “Tidak perlu pelayan Son, aku hanya ingin membaca buku di halaman belakang..” ucapnya, lalu melangkah menuju taman belakang.

“Oh.. bagaimana jika saya buatkan cemilan dan minuman dingin tuan?” Tanya pelayan Son lagi.

Hyunseung memandang pelayan Son dan mengangguk, “Gamshamida..” ucapnya dan kembali melangkah.

Pelayan Son tersenyum senang dan langsung masuk ke dapur.

Hyunseung pergi ketaman belakang dan duduk disebuah kursi, lalu mulai membuka buku dan membacanya. Tak lama ponselnya berbunyi, ia segera mengeluarkan ponsel dari saku dan melihat siapa yang memanggilnya. “Ne, eommanim..” sapanya.

“Hyunseung-a, bagaimana kabarmu? Apa kau makan teratur disana?” Tanya Misuk langsung.

Hyunseung tersenyum, “Aku baik-baik saja eommanim, bagaimana denganmu? Maaf aku tidak bisa lebih sering menghubungimu..”

“Gwenchana.. yang terpenting kau baik-baik saja..” ucap Misuk lega.

Hyunseung sedih mengingat ia tidak tinggal dirumah keluarga Kim lagi.

“Hyunseung-a..” panggil Misuk.

“Ne, eommanim..” ucap Hyunseung.

“Eomma senang mengetahui kau dan Hyuna sering saling menghubungi. Eomma berpikir hubungan kalian akan memburuk, tapi syukurlah..” ucap Misuk senang.

Hyunseung tersenyum, “Hmm.. ne, eommanim. Aku tidak sengaja bertemu Hyuna dirumah sakit beberapa hari lalu dan semuanya berjalan begitu saja..” ucapnyalega.

“Tentu saja, oppa-dongsaeng memang seharusnya seperti itu..” ucap Misuk, yang membuat senyuman Hyunseung spontan menghilang. “Meskipun kalian bertengkar setiap hari, tapi kalian tetap akan kembali berbaikan dan akrab lagi..”

Hyunseung memandang kebawah sedih, “Ne, eommanim..” jawabnya, berusaha terdengar biasa.

Misuk menghela nafas dalam, “Hyunseung-a, eomma harap kau masih bisa memperhatikan Hyuna. Sejak kecil dia selalu bersamamu, dia jadi murung setelah kau pergi.”

Hyunseung memejamkan matanya dan memegang pangkal hidungnya, “Keurom eommanim.. Aku akan selalu memperhatikannya..”

“Keure, eomma akan menghubungimu lain kali..” ucap Misuk.

“Ne, terima kasih sudah menghubungiku. Eommanim..” ucap Hyunseung dan telepon terputus. Ia menghela nafas dalam dan menurunkan ponsel dari telinganya, “Oppa-dongsaeng?” gumamnya tak percaya.

“Tuan, ini cemilan dan minumanmu..” ucap pelayan Son sambil meletakan toples dan segelas orange-juice ke meja.

Hyunseung tersenyum tipis, “Ne, gamshamida..” ucapnya dan kembali membaca bukunya.

Pelayan Son membungkuk sopan dan berbalik pergi.

Hyunseung melirik pelayan Son pergi, lalu menghela nafas dalam sambil memejamkan mata dan memegang pangkal hidungnya. ‘Apa aku bisa hanya menjadi oppa bagi Hyuna?’ batinnya.

 

=Rumah Sohyun=

Sohyun berdiri di depan cermin sambil merapikan rambutnya. Tangannya berhenti bergerak ketika matanya memandang pantulan perutnya di cermin. Tidak lama lagi perutnya akan membesar dan semua orang akan tau. Tapi ia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ia segera mengambil tas dan berjalan keluar dari kamarnya.

“Sohyun, kau akan pergi sekolah?” Tanya ibu Sohyun, Choi Jina.

Sohyun berhenti dan memandang ibunya, saat itu ia melihat tunangan ibunya. Lee Donghae, yang terkadang menginap di rumah itu. “Ne, eomma..” jawabnya pelan.

“Apa kau mau pergi bersamaku? aku juga akan berangkat ke kantor..” ucap Donghae sambil tersenyum.

Sohyun diam memandang Donghae.

Jina tersenyum memandang Donghae, “Ada apa ini? Kau sudah sangat akrab dengan putriku?”

Donghae memandang Jina dengan senyuman manisnya, “Keurom, jika aku menikahimu aku juga menjadi ayah untuk Sohyun..”

“Pff… kau pandai sekali..” ucap Jina dan tertawa kecil.

Donghae bergerak bangkit dan mencium pipi Jina, “Keure, aku pergi..” ucapnya. “Khaja Sohyun..” ucapnya sambil melangkah duluan.

Sohyun masih terpaku memandang ibunya.

Jina memandang Sohyun bingung, “Waeyo Sohyun? Pergilah..”

“Eomma akan menikah?” Tanya Sohyun.

Jina tersenyum, “Keurom, bukankah Donghae ahjussi orang yang tepat?”

Sohyun tidak mengatakan apapun. Ia memandang kebawah dan membungkuk sopan, lalu berjalan keluar rumah.

 

=Perjalanan menuju sekolah=

Donghae melirik Sohyun yang sejak tadi hanya memandang keluar jendela. “Waeyo Sohyun-a? Kau terlihat tidak sehat..”

“Animida..” jawab Sohyun tanpa memandang Donghae.

Donghae mengangguk kecil dan kembali memandang kedepan.

Sohyun tertegun merasakan sebuah tangan memegang pahanya. Matanya memandang kebawah dan melihat tangan Donghae menarik roknya keatas.

“Bagaimana menurutmu dengan pernikahanku dan ibumu?” Tanya Donghae dengan senyuman di wajahnya.

Sohyun berusaha menahan air matanya dan kembali memandang ke jendela.

“Bukankah kita bersama lebih sering?” Tanya Donghae.

Sohyun memejamkan matanya ketika tangan Donghae mulai menyentuh paha dalamnya, “Ah-ahjussi..” ucapnya pelan.

“Ne?” jawab Donghae.

“Jika eomma tau tentang ini, apa kalian akan tetap menikah?” Tanya Sohyun pelan.

Donghae menghentikan mobilnya di depan sekolah Sohyun dan memandang gadis itu, tangannya berpindah dari paha gadis itu dan mencengkeram rambutnya.

“Aaahkk!!” rintih Sohyun sambil memegang rambutnya.

Donghae menatap Sohyun marah, “Apa kau akan memberitau ibumu, sayang?”

Sohyun menatap Donghae ngeri dan menggeleng cepat.

Donghae tersenyum manis dan melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Sohyun, lalu merapikannya dengan lembut. “Kau memang gadis manis..” ucapnya, lalu mencium bibir gadis itu.

Sohyun menelan ludah dan melepasksan safety beltnya, “Aku pergi..” ucapnya, lalu membuka pintu dan keluar. Ia langsung melangkah cepat menuju pintu depan, namun langkahnya terhenti karena melihat Junhyung berdiri tak jauh dari tempatnya memandangi mobil Donghae pergi.

Junhyung memperhatikan mobil itu hingga hilang dari pandangannya, lalu memandang Sohyun.

Sohyun menunduk dan langsung melangkah melewati Junhyung.

Junhyung menahan lengan Sohyun dan menatap gadis itu.

Sohyun memalingkan wajahnya agar tidak memandang wajah Junhyung.

“Dia yang melakukannya?” Tanya Junhyung.

Sohyun menarik lengannya, namun Junhyung sangat kuat.

“Aku melihatnya menciummu..” ucap Junhyung.

Sohyun menggigit bibir bawahnya dan menatap Junhyung, “Sanbae, kau hanya perlu memperhatikan Hyuna. Jangan buang waktumu untukku..” ucapnya.

Junhyung menatap Sohyun kesal, lalu melepaskan lengan gadis itu. “Keure..”

Sohyun melangkah masuk tanpa memandang ke belakang lagi.

 

=Malamnya=

“Apa Sohyun masih belum mengatakan apa pun padamu?” Tanya Hyunseung di telepon saat memiliki waktu senggang di rumah sakit.

Hyuna yang berbaring di tempat tidurnya cemberut, “Oppa, kau meneleponku hanya untuk mengetahui tentang Sohyun?” tanyanya sebal.

Hyunseung tersenyum, “Aniya, oppa hanya ingin tau saja.”

“Kalau begitu hubungi saja dia, kenapa meneleponku?” Tanya Hyuna kesal.

“Hmm.. keure, berikan nomornya padaku..” ucap Hyunseung.

Hyuna tertegun, “Ne? oh.. a-ani.. aku tidak punya..” ucap Hyuna langsung.

Hyunseung menahan tawa, “Karena itu oppa bertanya padamu..”

Hyuna tersenyum sendiri mendengar Hyunseung tertawa, “Oppa, apa akhir minggu ini oppa ada waktu?”

“Hm? Wae?” Tanya Hyunseung.

“Oppa kan sudah lama tidak bertemu denganku, apa tidak mau menghabiskan waktu bersamaku lagi?” Tanya Hyuna tak habis pikir.

Hyunseung tertawa kecil, “Keure, oppa juga rencananya akhir minggu ini akan kerumahmu.. Oppa sangat rindu dengan masakan eommanim..”

Hyuna kembali cemberut, “Hanya itu?”

“Ne, apalagi?” pancing Hyunseung jahil.

“Aissh.. oppa tidak merindukanku?!” Tanya Hyuna kesal.

Hyunseung menahan tawa, “Pabo, tentu saja..”

Hyuna tertegun dan merasakan kedua pipinya terasa panas, lalu tersenyum malu. “Jinja?”

Hyunseung tertegun karena ucapannya sendiri, “Keurom, kau dongsaeng kesayanganku..” ucapnya pelan.

Senyuman Hyuna menghilang, “Dongsaeng?”

“Jadi kau ingin kuanggap noona?” Tanya Hyunseung berusaha membuat lelucon.

“Aissh.. tidak lucu oppa!” ucap Hyuna sebal.

Hyunseung tertawa palsu, berusaha menutupi rasa sedihnya. “Keure, tidurlah. Oppa tidak ingin eommanim memarahiku besok karena menghubungimu hingga larut malam..”

“Hmm.. ne, oppa..” ucap Hyuna pelan.

“Selamat malam..” ucap Hyunseung.

“Hmmm..” gumam Hyuna.

Hyunseung mengakhiri telepon dan memandang layar ponselnya, ia hanya bisa menghela nafas dalam. Entah mengapa ia merasa terluka karena ucapannya sendiri. “Dongsaeng..” gumamnya berat. Lalu bangkit dan melangkah menuju ruang control dokter.

Sementara itu, Hyuna meletakkan ponsel di sebelahnya dan menghela nafas dalam. “Dongsaeng?” gumamnya sedih. “Oppa, apa kau hanya menganggapku dongsaeng?”

 

<<Back           Next>>

Advertisements

7 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 13]

  1. udda yakin degh yang hamilin sohyun donghae iya kan ???????
    duh kasian neh 2hyun galau berkepanjangan :3
    tuh kan bener nie ff bakal jd complicated >_<

  2. ugghhhh ternyta tunangan ibu ny sendiri yg bikin hamil..
    pantesan dya jd takut n trauma gtoo…
    jahat bgt sich donghae oppa…
    ugghhhh nappeun..
    berharap nya junhyung ma sohyun ajaaa..
    karna sikap penasaran junhyung k sohyun jd bikin dya gag ganggu hub 2hyun lg…
    n hyunhyun oppa gag ada rasa k jina kan???
    knpa aneh sikap hyunhyun oppa k jina…

    lanjuuuuttt gag sabar next chap ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s