Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 12]

12

—What?—

Mata Hyuna membesar mendengar penjelasan Hyunseung tentang Sohyun. Begitu juga dengan Junhyung.

“Hamil?!” Tanya Junhyung tak percaya.

Hyunseung memandang Junhyung heran, “Wae? Kau yang melakukannya?”

Junhyung mendengus kesal, “Aisshh.. menyentuhnya saja tidak pernah!”

“Lalu kenapa kau menyentuh Hyunaku?!” ucap Hyunseung sambil menarik kerah baju Junhyung.

“Oppa! Hajima!!” ucap Hyuna menahan Hyunseung dan mendorong pria itu kembali duduk.

Junhyung menatap Hyunseung kesal.

Hyunseung memalingkan wajahnya berusaha menetralkan emosinya.

“Oppa, bagaimana bisa Sohyun hamil? Dia tidak pernah terlihat dekat dengan pria..” jawab Hyuna.

Hyunseung memandang Hyuna dan berpikir sejenak, “Mmm.. Oppa tidak bisa yakin 100%, tapi jika melihat dari responnya tadi. Sepertinya dia tidak melakukan itu atas kemauannya..” ucapnya membuat prediksi.

“Ne? jadi maksudmu…..” Hyuna membungkam mulutnya sendiri tak percaya.

Junhyung tertegun, ‘Oh.. ternyata ada pria yang lebih bejat daripada aku..’ batinnya tak percaya.

“Eo-eoteokhe oppa? Bagaimana dengan Sohyun?” Tanya Hyuna, matanya memerah dan bulir air berjatuhan.

Hyunseung memandang Hyuna sedih dan merangkulnya, “Untuk sekarang, oppa minta rahasiakan hal ini.” Ucapnya, lalu menatap Junhyung tajam. “Kau juga..”

Junhyung membalas tatapan kesal Hyunseung, “Keurom!”

Hyunseung kembali memandang Hyuna, “Apa kau masih tidak bisa menghubungi orangtua Sohyun?”

Hyuna menggeleng sambil menyeka air matanya.

Hyunseung mengangguk dan mengelus kepala Hyuna, “Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja…”

Hyuna mengangguk, “Ne, oppa..”

Junhyung menatap tangan Hyunseung kesal, “Ya.. urus saja Sohyun, jangan memberi janji padanya..” ucapnya sambil mendorong pria itu menjauh dari Hyuna.

Hyunseung menatap Junhyung kesal.

Hyunseung sengaja meminta Hyuna pulang agar Misuk tidak khawatir, malam itu ia kembali berbicara secara pribadi dengan Sohyun.

Sohyun duduk dengan kepala tertunduk di ruang tunggu, ia tak tau harus melakukan apa lagi sekarang.

Hyunseung menghampiri Sohyun dengan dua minuman hangat, “Ini..” ucapnya sambil memberikan satu minuman tadi dan duduk di sebelah gadis itu.

Sohyun mengangguk sopan sambil menerima minuman itu, “Gamshamida..” ucapnya pelan.

Hyunseung menghela nafas dalam dan memandang Sohyun, “Hyuna berkata dia tidak bisa menghubungi ibumu..”

Sohyun menggigit bibir bawahnya, “Ibuku pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan..” jawabnya tanpa memandang Hyunseung.

Hyunseung mengangguk mengerti, “Bagaimana dengan ayahmu?”

Sohyun menggeleng, “Aku tidak tau dimana dia..”

“Oh..” komentar Hyunseung canggung, “Mmm.. Kwon Sohyun, apa ada orang yang yang bisa membantumu?”

Sohyun menggeleng lagi.

Hyunseung diam sejenak, “Mmm.. lalu, siapa pria yang harus bertanggung jawab atas kehamilanmu?”

Tangan Sohyun yang memegang minuman hangat itu tampak bergetar.

“Sohyun, jika kau tidak mempunyai siapa pun yang akan berjuang untukmu. Aku akan melakukannya..” ucap Hyunseung tulus.

Sohyun tertegun dan memandang Hyunseung dengan mata menahan air mata, “Dokter..”

“Karena itu, katakan padaku siapa pria itu..” ucap Hyunseung.

Bulir air berjatuhan dari mata Sohyun, “Dokter, kau mengatakan ini untuk membuatku merasa lebih baik?”

Hyunseung menggeleng dan memegang tangan Sohyun, “Ani..” jawabnya, “Aku tidak akan membiarkan pria mana pun mencelakai seorang gadis baik sepertimu. Araso?”

Air mata Sohyun semakin banyak mengalir, “Tapi, jika aku mengatakannya.. Kau akan mendapat masalah, dokter..”

Hyunseung tersenyum tipis, “Gwenchana.. Aku ini pria, kau tenang saja..”

Sohyun tau ia bisa mempercayai Hyunseung, tapi ia tidak ingin membuka sesuatu yang sudah lama tertutup itu. ia hanya menunduk dan memandang kebawah.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Jam magangku sudah selesai, aku akan mengantarkanmu pulang..” ucapnya.

 

=Kamar Hyuna=

“Ne? dia tidak mengatakan apa pun?” Tanya Hyuna pada Hyunseung di telepon.

“Ne, oppa rasa dia trauma akan sesuatu atau sengaja menutupinya..” ucap Hyunseung.

Hyuna menghela nafas dalam, “Oppa, apa Sohyun baik-baik saja?”

“Ne, dia berjanji untuk tidak melakukan hal aneh sebelum oppa meninggalkan rumahnya. Juga meminta pembantunya agar memperhatikannya jika mulai mengurung diri dikamar..” jawab Hyunseung.

Dahi Hyuna berkerut, “Oppa sampai melakukan itu?”

“Keurom, bagaimana jika dia mengurung diri dikamar dan bunuh diri?” ucap Hyunseung heran.

“Kenapa oppa sangat perhatian padanya?” Tanya Hyuna curiga.

“Dia kan pasienku, juga temanmu. Tentu saja aku memperhatikannya..” jawab Hyunseung.

Hyuna mendengus kesal, “Pasien selalu menjadi alasanmu, ha?” tanyanya sebal.

“Ada apa lagi denganmu? Ahh.. aku tidak mengerti..” ucap Hyunseung ikut sebal.

“Oppa!” ucap Hyuna kesal.

“Ne.. ne..” jawab Hyunseung mengalah.

Bibir Hyuna membentuk senyuman mendengar Hyunseung masih membiarkannya menang.

“Eommanim dan abeunim baik-baik saja? Aku tidak sempat menghubungi mereka akhir-akhir ini..” Tanya Hyunseung.

“Ne, eomma terkadang masih menyiapkan bekal untukmu oppa..” ucap Hyuna dan tertawa kecil.

Hyunseung tertawa lirih, “Aku sangat merindukan bekal buatan eommanim..”

Hyuna tiba-tiba merasa sedih dengan obrolan mereka, “Kalau begitu, kenapa tidak kembali kemari oppa?”

Hyunseung tidak menjawab apa pun.

“Oppa?” panggil Hyuna.

“Ne, oppa masih disini..” jawab Hyunseung.

Hyuna diam sejenak, “Oppa suka rumah barumu?”

“Ne, meskipun hanya sendiri. Tapi aku menyukainya..” jawab Hyunseung pelan.

Hyuna berharap dirumah baru Hyunseung ada banyak hantunya hingga pria itu akan kembali kerumahnya. “O.. begitu..”

“Sudah malam.. Tidurlah..” ucap Hyunseung.

“Ne..” jawab Hyuna berat.

“Mmm.. besok oppa akan menghubungimu lagi.” ucap Hyunseung.

Hyuna langsung tersenyum lebar, “Ne, oppa..” jawabnya ceria.

Terdengar tawa kecil diseberang, “Selamat malam..”

“Selamat malam…” balas Hyuna dan telepon berakhir. Ia sangat senang Hyunseung berkata akan menghubunginya lagi, “Oppa akan menghubungiku besok!” ucapnya girang dan berloncat-loncatan di tempat tidur.

 

=Taman Belakang Sekolah=

Hyuna yang duduk di hadapan Sohyun memandang temannya itu khawatir, “Sohyun-a, gwenchana?”

Sohyun memandang Hyuna sejenak, lalu kembali menunduk, “Apa kau tau?” tanyanya pelan.

“Ne?” Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Sohyun, namun ia langsung mengerti. “Mmm.. ne..” jawabnya pelan, “Tapi kau tenang saja, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Aku berjanji! Aku juga akan membantumu..”

Sohyun kembali memandang Hyuna, terlihat keputusasaan dalam tatapannya. “Apa yang harus kulakukan?”

Hyuna mengulurkan tangannya memegang tangan Sohyun, “Sohyun, aku dan Hyunseung oppa akan membantumu. Kau hanya perlu mengatakan siapa dia..”

Sohyun diam sejenak, matanya terlihat mulai digenangi air. “Jika aku memberitau kalian…” ucapnya pelan, “..apa aku bisa menggugurkannya?” sebulir air jatuh dari matanya.

Hyuna tertegun, “Sohyun-a..”

“Menggugurkan kandungan tidak semudah yang kau pikirkan..” ucap Junhyung sambil duduk disebelah para gadis itu.

Hyuna terkejut melihat Junhyung, apalagi Sohyun. “Sanbae?”

Junhyung menatap Sohyun, “Jika kau menggugurkan kandungan di umur semuda ini, kau akan terus dihantui rasa bersalah..”

Sohyun menunduk dengan bulir air mata berjatuhan.

Hyuna memandang Sohyun sedih, “Sohyun-a, katakan saja siapa pria itu. kami akan membantumu..”

Sohyun menyeka air matanya dan bangkit, “Aku akan kembali ke kelasku..” ucapnya dan melangkah pergi.

Hyuna ikut bangkit, “Sohyun-a..”

“Siapa yang memperkosamu, Kwon Sohyun?” Tanya Junhyung ketika Sohyun berlalu di depannya.

Sohyun tertegun dan spontan langkahnya langsung berhenti.

Junhyung menatap Sohyun yang masih memunggunginya, “Ayahmu? Pamanmu? Atau saudara laki-lakimu?”

Bulir air mata Sohyun kembali berjatuhan mendengar pertanyaan Junhyung.

Hyuna melotot mendengar ucapan Junhyung, “Sanbae?!”

Sohyun berbalik dan menatap Junhyung marah.

“Wae? Atau mereka semua?” Tanya Junhyung dengan wajah tak bersalah.

“Tutup mulutmu!!” seru Sohyun dan langsung menyerang Junhyung. Ia mengulurkan kedua tangannya untuk mencekik pria itu, namun pria itu lebih cepat darinya.

Junhyung dengan sigap menahan kedua tangan Sohyun dan mendorong gadis itu berbaring ke rerumputan, ia juga menahan kedua kaki gadis itu agar tidak menendangkannya dengan menjepit kedua kaki gadis itu diantara kakinya. Ia menahan kedua tangan Sohyun di atas kepala gadis itu.

“Sanbae!! Apa yang kau lakukan?!!” seru Hyuna sambil menarik Junhyung, namun pria itu tak beranjak.

Mata Sohyun membesar menatap Junhyung yang sekarang menahan tubuhnya.

Junhyung menatap Sohyun dingin, “Apa mereka melakukannya seperti ini?”

Sohyun memejamkan matanya erat dan menangis tersedu-sedu.

“Sanbae..” ucap Hyuna pelan, karena ia juga hampir menangis melihat Sohyun seperti itu.

Junhyung melepaskan kedua tangan Sohyun dan menyingkir dari tubuh gadis itu.

Sohyun menutup wajahnya dengan kedua tangan dan terus menangis.

Hyuna memandang Sohyun sedih, lalu memandang Junhyung yang berdiri disisinya. “Sanbae, eoteokhe?”

Junhyung memandang Hyuna, “Jangan khawatir, kita akan menemukan cara untuk membantunya..” ucapnya, tangannya terulur dan menggenggam tangan gadis itu yang gemetaran.

Hyuna mengangguk dan kembali memandang Sohyun.

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 12]

  1. hihihi suka pas hyunhyun oppa bilang hyunaku…
    kedengaran nya gag d ucapin buat nglindungin hyuna sbg adek dechhh…
    awas keceplosan hlo oppa..
    kekekekke

    argggg penasaran ma sohyun…
    siapa yg bikin dya sampe trauma gtoo…

    ugghhhh konflik nya hyunseong hyuna n junhyung udah mulai trasaaa…

    menanti manis2an nya 2hyun…
    lanjuuttt ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s