Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 8]

8

—Junhyung’s Feeling—

Hyuna akhirnya kembali ke sekolah setelah beberapa hari menenangkan diri di rumah. Begitu ia datang, Gayoon dan Jiyoon langsung menyambutnya.

“Hyuna-a! gwenchana?! Ahh.. aku khawatir sekali..” ucap Gayoon.

Hyuna tersenyum tipis, “Gwenchana..” jawabnya.

Jiyoon menatap Hyuna penasaran, “Hyuna, benarkah Junhyung sanbae menciummu di ruang music?”

Hyuna memandang ke bawah sedih dan mengangguk, “Ne..”

Gayoon mengerutkan dahinya, “Tapi, kenapa dia berlaku kasar seperti itu?”

Hyuna menghela nafas dalam dan memandang kedua temannya bergantian, “Bukankah sudah kukatakan dia tidak pernah meniduriku, karena itu dia menjebakku…”

“Ne? bagaimana kau yakin sekali? Saat itu kan kau mabuk..” ucap Jiyoon bingung.

Hyuna berusaha menahan emosinya karena teman-temanya masih berpikir rendah padanya, “Sudahlah.. aku tidak ingin membahas ini lagi..” ucapnya, lalu mengeluarkan buku pelajarannya.

Hyuna lebih suka menghabiskan waktunya di perpustakaan bersama Sohyun dari pada bersama dua temannya yang tidak pernah mengerti bagaimana dirinya.

“Ohh.. jadi begitu.” Ucap Sohyun setelah mendengar cerita Hyuna tentang awal mengapa Junhyung berlaku seperti itu.

“Tapi jangan beri tau siapa pun, araso?” ucap Hyuna mengingatkan.

Sohyun tersenyum dan mengangguk, “Keurom..”

“Oh ya, bagaimana jika sepulang sekolah kita pergi ke kafe yang dekat sekolah?” Tanya Hyuna.

Sohyun diam sejenak, lalu mengangguk. “Keure..”

 

=Beberapa Saat Kemudian=

Hyuna duduk di sofa bersama Misuk untuk menyaksikan drama favorit ibunya.

Hyunseung turun dari lantai atas dan bergabung dengan kedua wanita di rumah itu, “Drama apa ini?” tanyanya sembari duduk di sebelah Hyuna.

“Drama kesukaan eomma, oppa..” jawab Hyuna.

“Hmm..” Hyunseung mengangguk mengerti dan ikut menyaksikan.

“Ooohh.. kenapa mereka harus berpisah? Ahh.. benar-benar tak bisa di mengerti..” ucap Misuk sambil geleng-geleng kepala.

Hyunseung tertawa kecil mendengar komentar Misuk.

Hyuna memandang Hyunseung bingung karena pria itu tertawa. Tapi, melihat pria tersenyum lebar menyaksikan drama di tv, membuat jantungnya berdegup kencang dan kegugupan menyelimutinya. Hyunseung yang selama ini terlihat seperti seorang oppa, mulai terlihat berbeda di matanya. Itu terasa lebih special sekarang. Ia memandang kebawah sambil menahan senyumannya, perlahan ia menyandarkan kepalanya ke bahu pria itu.

Hyunseung tertegun merasakan kepala Hyuna bersandar ke bahunya, matanya bergerak melirik gadis itu. namun ia langsung kembali memandang layar tv ketika gadis itu memandangnya. Ia merasakan gertaran aneh di dadanya.

Hyuna melihat jemari besar Hyunseung di dekat lututnya, tangannya bergerak untuk memegang tangan pria itu.

“Ahhh!! Dia sengaja menjatuhkannya!” ucap Hyunseung tiba-tiba sambil menunjuk tv dengan tangan yang hendak di pegang Hyuna.

Hyuna kembali menarik tangannya dan duduk canggung di tempatnya, ia bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan drama itu lagi sekarang.

Keesokan paginya.

Hyuna menuruni tangga sambil mengelus matanya yang mengantuk. Ia melangkah menuju kamar mandi. “Hoaaaammm..” ia menutup mulutnya ketika menguap. Tangannya terulur dan membuka pintu kamar mandi, lalu masuk dengan mata terpejam. Namun ia kembali membuka matanya ketika mendengar suara shower.

Hyunseung terpaku melihat Hyuna berdiri diambang pintu menatapnya tanpa ekspresi.

Hyuna mengedipkan matanya beberapa kali melihat Hyunseung berdiri di bawah shower tanpa mengenakan apa pun. Matanya bergerak turun mengikuti lekuk tubuh pria itu dan terkejut melihat kearah mana ia memandang.

“YA!” seru Hyunseung sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan tangan.

Mata Hyuna melotot setelah otaknya bekerja kembali, “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” jeritnya sambil menutup kedua matanya dengan tangan.

Ruang Tengah.

Ketenangan di pagi itu langsung pecah karena jeritan Hyuna. Seluruh keluarga duduk di ruang tengah dengan perasaan canggung.

Misuk memandang Jongnam untuk memulai pembicaraan, tapi suaminya tampak bingung harus mengatakan apa.

Hyunseung yang sudah mengenakan sweater dan celana jeans juga tak bisa mengatakan apapun karena kejadian konyol tadi pagi.

Hyuna sendiri duduk memeluk lututnya di sofa dengan kepala tertunduk. Ia tidak tau harus membahas dari bagian mana untuk menyelesaikan kecanggungan ini.

“Mmm..” Jongnam memulai pembicaraan, “Jadi.. apa yang terjadi?” tanyanya pelan.

Hyunseung dan Hyuna memandang Jongnam, lalu kembali menunduk bingung.

“Mmm.. Hyuna-a, bisa kau ceritakan kenapa kau berteriak tadi?” Tanya Misuk.

Hyuna tertegun, “Ne? oh.. a-aku.. aku hanya… errr…” ia menggigit bibir bawahnya ragu.

Jongnam memandang Hyuna, “Apa Hyunseung masuk begitu saja saat kau di kamar mandi lagi?”

Hyunseung tertegun, “Aniya, abeunim! Dia yang masuk sembarangan..” ucapnya tanpa sadar.

Jongnam dan Misuk menatap Hyunseung kaget, “Ne?!” seru mereka tak percaya, lalu menatap Hyuna.

Hyuna terkejut menjadi tersangka, “Ne? oppa yang tidak mengunci pintu! Mana kutahu dia ada didalam!” ucapnya membela diri.

Misuk dan Jongnam kembali memandang Hyunseung.

“Mwo?!! Apa kau tidak tau ada tata krama untuk mengetuk pintu?!” seru Hyunseung pada Hyuna.

Misuk dan Jongnam kembali memandang Hyuna.

“Aku sedang mengantuk! Aku tidak ingat untuk mengetuk! Salah sendiri kenapa tidak mengunci pintu!!” seru Hyuna kesal.

“Aisssh!! Kau bahkan melotot melihat tubuhku!! Apanya yang mengantuk?!” seru Hyunseung tak mau kalah.

Mata Misuk dan Jongnam melotot mendengar ucapan Hyunseung, “MWO?!!” seru mereka, lalu menatap Hyuna tak percaya.

Wajah Hyuna memerah mengingat apa yang ia lihat tadi, “A-ani!! Aku tidak melihat apa pun!!!” ucapnya sambil menggeleng dan memberi tanda X dengan kedua tangannya.

“Jinja?! Lalu kenapa kau berteriak?!” Tanya Hyunseung.

Hyuna tergagu, “A.. i.. itu.. A-aku.. Aku terkejut!!”

“Jadi, kau masuk begitu saja ketika Hyunseung sedang mandi?” Tanya Misuk tak percaya.

“Sudah kubilang oppa tidak mengunci pintu eomma..” ucap Hyuna membela diri.

Jongnam memandang Hyuna dan Hyunseung bergantian, lalu memandang putrinya dengan wajah serius. “Hyuna-a…”

Hyuna memandang ayahnya, “Ne, appa..”

“Apakah penis Hyunseung termasuk besar atau kecil?” Tanya Jongnam dan menahan tawa bersama istrinya.

Wajah Hyunseung dan Hyuna spontan menjadi merah padam.

“APPA!!”

“ABEUNIM!!”

Seru mereka bersamaan.

 

=Perjalanan Menuju Sekolah=

Hyuna melangkah canggung bersama Hyunseung yang mendorong sepedanya tanpa berbicara. Matanya melirik pria itu, terlihat pria itu sangat malu sekarang. Ia menahan tawa mengingat pertanyaan ayahnya tadi.

Hyunseung menatap Hyuna kesal, “Kau senang tubuhku menjadi lelucon?”

Hyuna berusaha keras untuk tidak tertawa ketika memandang pria itu, “Aniya..” jawabnya sambil menggeleng.

Hyunsueng menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya malu, “Aissh..” gumamnya.

Hyuna tertawa kecil, “Seharusnya aku memberitau appa kalau penismu kecil..” candanya.

Wajah Hyunseung merah padam dan melotot pada Hyuna, “Ya!!”

Hyuna menutup mulutnya menahan tawa karena respon Hyunseung.

“Nappeun gijibe..” ucap Hyunseung kesal dan memalingkan wajahnya.

Hyuna memegang perutnya sambil terus tertawa.

Tidak mau kalah dengan lelucon Hyuna, Hyunseung menemukan sebuah ide dan tersenyum evil sambil memandag gadis di sebelahnya. Satu tangannya terangkat dan merangkul gadis itu, “Hyuna-a, oppa ingin mengatakan sesuatu..”

Tawa Hyuna berhenti dan menatap Hyunseung tak percaya, “Ne?”

Hyunseung tersenyum pada Hyuna.

Jantung Hyuna berdegup kencang, ‘Apa oppa akan menyatakan perasaannya padaku?’ batinnya menebak.

Hyunseung sedikit menunduk untuk mendekati telinga Hyuna, “Kau ingat malam kau hampir di celakai seniormu?” bisiknya.

Hyuna mengangguk pelan dengan wajah merona.

“Aku memeriksamu dengan melihat seluruh tubuhmu..” bisik Hyunseung lagi.

Spontan Hyuna berhenti melangkah dan menatap Hyunseung dengan mata melotot.

Hyunseung tersenyum lebar dan melepaskan rangkulannya dari bahu Hyuna, lalu melirik dada gadis itu. “Aku tau dadamu kecil..” ledeknya dan langsung berlari sambil mendorong sepedanya.

Hyuna memandang dadanya dan menatap Hyunseung kesal, “YA!! AISSH!! YA!! Jang Hyunseung!!!” serunya seperti orang gila.

Hyunseung naik ke sepedanya dan mengayuh pergi, satu tangannya melambai pada Hyuna di belakang.

“Aissh.. dasar mesum!!” gumam Hyuna kesal.

 

=Sepulang Sekolah=

Hyuna melangkah meninggalkan sekolah sambil memikirkan ucapan Hyunseung.

“Aku tau dadamu kecil..”

Ia cemberut dan memandang dadanya, “Aissh.. memangnya kenapa kalau dadaku kecil?” gumamnya kesal. Ia mengangkat kepalanya untuk memandang kedepan, namun kakinya langsung berhenti melangkah ketika melihat seseorang berdiri di depannya.

Junhyung mengenakan jaket bertudung dengan wajah sendu menatap Hyuna.

“Sa-sanbae..” ucap Hyuna takut.

Junhyung menghela nafas dalam, “Kenapa suaramu bergetar seperti itu?”

“N-ne? a-aniya..” jawab Hyuna, kakinya bergerak perlahan mundur.

“Tidak perlu takut, aku….” Ucapan Junhyung terhenti karena Hyuna sudah melarikan diri. Dia menghela nafas dalam memperhatikan gadis itu kabur. Ia melihat gadis itu masuk ke sebuah gang, sebagai berandalan di sekitar sana ia cukup tau jalan pintas melewati jalanan ini.

Hyuna berlari sekencang yang ia bisa hingga ia hampir kehabisan nafas. “Ahhh… lelah sekali!” ucapnya sambil mengatur nafas.

Junhyung mengintip dari balik tembok, seperti yang ia duga. Ia akan bertemu Hyuna jika memotong jalan lewat sana. Dengan tenang ia melangkah keluar dan kembali berdiri di depan gadis itu.

Mata Hyuna membesar melihat Junhyung, “Sa-sanbae..”

“Jangan kabur atau aku akan menciummu di tengah jalanan ini!” ancam Junhyung.

Hyuna terkejut, “N-Ne..”

Junhyung menghela nafas dalam sambil memandang kebawah, lalu memandang Hyuna. “Apa aku membuatmu terluka?’

Hyuna mengangguk jujur.

Junhyung mengangguk mengerti, “Aku mengerti..” gumamnya, lalu menatap Hyuna. “Miane..”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Junhyung, “Ne?”

“Miane..” jawab Junhyung lagi.

Dahi Hyuna berkerut, “Mworagu?”

Junhyung menahan emosinya dan memegang tangan Hyuna, membuat gadis itu terperanjat kaget. “Kubilang…” ucapnya serius, “..maafkan aku..”

Hyuna menatap Junhyung tak percaya, karena kedua mata pria itu memperlihatkan ketulusan.

“Aku sempat berpikir untuk mencelakaimu.. Dan aku menyesal..” ucap Junhyung.

Rasa takut Hyuna mulai berkurang sekarang, “Kau sudah melakukannya sanbae..” ucapnya.

Junhyung memutar bola matanya kesal dan melepaskan tangan Hyuna, “Intinya aku menyesal telah melakukannya, mengerti?”

Hyuna memandang Junhyung tak mengerti dengan dahi berkerut, “Kenapa kau melakukan ini sanbae?”

Junhyung memalingkan wajahnya, “Nadoo molla..” jawabnya.

Hyuna menatap Junhyung curiga, “Apa sanbae merencanakan sesuatu lagi karena kau di skorsing karena aku?”

Junhyung menatap Hyuna kesal, “Aku tidak di hukum Karena kau! Aku dihukum karena perbuatanku! Araso?!”

“Keure, aku pergi sekarang..” ucap Hyuna dan berbalik pergi.

Junhyung mendengus kesal dan melangkah mengikuti Hyuna, “Karena kau berbeda, Kim Hyuna!!”

Langkah Hyuna berhenti mendengar ucapan Junhyung.

Junhyung sendiri tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan, tapi ia tidak ingin menahannya. “Air matamu saat itu mengenai pipiku..” ucapnya, “Aku merasa sangat menjijikkan karena berpikir untuk mencelakaimu.”

Hyuna berbalik memandang Junhyung tak percaya.

“Aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku juga tidak akan menyentuhmu lagi. aku akan membuatmu menyadari keberadaanku, hingga kau memintaku untuk melakukannya..” ucap Junhyung pelan.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

9 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 8]

  1. kan dede seungi sangat gede kata siapa kecil , hahahahaha LOL
    mereka sadar gg segh mereka udda liat organ dalam mereka :p
    cie bang jok minta maaf cie cie udda suka am hyuna :3
    next next next ^^
    #ppyong

  2. ngakak :v gw bacanya pertanyaannya appa hYuna somvlak banget . . . ?
    kNapa FF nie malah agak Sedikit Yadong . . !

  3. hahahhah pertanyaan appa hyuna gah terduga banget..
    cieeee hyuna unni udah mulai ada rasa ma hyunhyuna oppa..
    sampe ngarepin oppa nyatain cinta nya gto..
    kekkeke

    argghhh junhyung oppa duluan ngungkapin perasaan nya..
    walopun gag secara langsung..
    jangan mudah tergoda yachh unni tetap lah pada hyunhyun oppa…

    next^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s