Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 10]

10

—Hyuna’s Feeling—

-Hyuna’s POV-

=Flashback=

“Ya!”

Aku berhenti ketika mendengar Hyunseung oppa berseru dan menatapnya kaget, “Waeyo oppa?!!” seruku kesal.

Hyunseung oppa memutar bola matanya dan bergerak bangkit dari sofa sambil menatapku dengan kedua tangan terlipat di dada. “Ya, kau pikir berapa usiamu sekarang?! Kenapa mengenakan celana seperti ini disaat ada pria di rumah?!”

Aku memandang kakiku dan menatap Hyunseung kesal, “Wae? Semua orang sudah seperti ini sekarang! Oppa saja yang kolot!” ucapku dan memalingkan wajah, lalu melangkah begitu saja. Aku bisa mendengar oppa bergumam kesal di belakangku. Aku naik ke lantai atas namun tidak langsung masuk ke kamarku, aku mengintip kelantai bawah. Melihat Hyunseung oppa masih mengomel di depan eomma. Bibirku membentuk senyuman dan memandang kakiku, aku memang sengaja mengenakan celana pendek ini untuk menarik perhatian Hyunseung oppa yang selalu sibuk dengan buku-bukunya sejak kemarin. Aku berbalik dan melangkah riang masuk ke kamarku.

=Flashback end=

Aku melirik Hyunseung oppa yang makan dengan tenang disebelahku, lalu kembali memandang makananku sambil menahan senyuman. Aku tidak tau sejak kapan, oppa terlihat sangat mengagumkan dimataku. Sejak kecil, kami selalu bersama. Mungkin seharusnya aku menganggapnya hanya sebagai oppa, tapi kenapa aku merasakan hal lain saat bersamanya? Kuharap suatu saat oppa tau apa yang kurasakan ini. >,<

Setelah makan malam, aku dan Hyunseung oppa melangkah naik ke lantai atas.

“Sampai besok oppa..” ucapku pada Hyunseung oppa dan melangkah ke kamarku.

“Hyuna-a..” panggil Hyunseung oppa.

Aku berhenti dan memandang Hyunseung oppa, “Ne?”

Hyunseung oppa menatapku dalam, seperti ada sesuatu serius yang akan ia bicarakan. Dan itu sepertinya tidak terlalu baik.

“Waeyo oppa?” tanyaku ingin tau.

Hyunseung oppa terlihat ragu untuk berbicara, “Mmm… ada sesuatu yang harus oppa katakan padamu..”

Deg! Ada apa ini? Hal apa yang ‘harus’ ia katakan dengan wajah serius seperti itu? “Ohh.. keure..” ucapku, lalu masuk ke kamar dan menunggunya masuk sambil duduk di pinggir tempat tidurku.

Hyunseung oppa masuk ke kamarku dan menarik kursi meja belajarku agar bisa duduk berhadapan denganku. Aku memandangnya penasaran, ingin tau apa yang akan ia katakan. Ia menghela nafas dalam dan menatapku, “Mmm..” ia bergumam panjang sambil mengelus belakang kepalanya. “Kau tau abeunim pergi keluar kota kan?”

Aku memandangnya bingung, “ne..” jawabku pelan.

Hyunseung oppa memalingkan pandangannya sejenak untuk menghilangkan gugup, lalu kembali memandangku. “Well, kau juga tau abeunim mengurus sesuatu mengenai orangtuaku..”

Aku semakin tidak mengerti, apa yang akan di katakan Hyunseung oppa?

Kali ini, Hyunseung oppa terlihat sedih dan serba salah. Apa yang sebenarnya ingin ia katakan padaku?

“Oppa, ada apa?” tanyaku memancingnya agar segera berbicara. Aku sudah penasaran setengah mati tapi dia masih berkutat dengan pikirannya sendiri.

Hyunseung oppa menghela nafas dalam, “Oppa…” ia menghela nafas dalam sekali lagi, “Begini Hyuna..” ucapnya memulai, aku mengangguk menandakan aku akan mendengarkan. “Ayahku, sebelum ia meninggal, ternyata menyimpan semua harta keluarga kami untukku dan akan di wariskan padaku ketika aku berusia 20 tahun..” ucapnya pelan. Aku tidak mengatakan apa pun agar dia bisa meneruskan ceritanya. “Tapi, karena aku tinggal bersama keluargamu sejak kedua orangtuaku meninggal, aku sama sekali tidak tau tentang hal itu. Hingga pengacara keluargaku dulu menghubungi abeunim awal bulan lalu, meskipun sudah terlambat 2 tahun, aku tetap mendapatkan semua harta warisan keluargaku..”

Aku mengangguk mengerti, namun tetap menatapnya serius menunggu apa yang akan ia katakan lagi.

Hyunseung oppa mengelus belakang kepalanya lagi, “Mmm.. dan aku harus menempati rumah milik keluargaku..” ucapnya pelan, namun cukup jelas untukku dengar.

Tapi tunggu!

“..aku harus menempati rumah milik keluargaku..”

Itu artinya… oppa harus pergi dari rumah ini?

Hyunseung oppa menatapku sedih, “Oppa, akan segera pindah ke rumah keluarga oppa Hyuna..”

Aku tidak tau harus mengatakan apa. Rasanya duniaku berhenti mendengarnya. Kenapa oppa harus pergi? “Waeyo? Oppa tidak suka tinggal disini?”

“Tentu saja oppa suka, Hyuna..” ucap Hyunseung oppa, “Oppa tumbuh disini bersamamu, eommanim dan abeunim.. disini aku mendapatkan keluargaku. Tapi semua ini sudah di rencanakan oleh ayahku, aku harus mengikutinya..”

Mataku mulai basah karena air mata mendengar ucapannya, “Wae? Untuk apa harta warisan jika oppa tidak bersama keluargamu?” tanyaku kecewa.

Hyunseung oppa memandang kebawah sambil mengelus telapak tangannya, tak lama ia kembali mengangkat wajahnya memandangku. Lalu tersenyum tipis, “Oppa sudah menyiapkan barang-barang yang akan oppa bawa, besok oppa akan pandah kerumah keluarga oppa..”

Aku tertegun, “Mwo? Besok?”

Hyunseung oppa bangkit, “Tidurlah..” ucapnya, lalu melangkah ke pintu.

Aku langsung berdiri dan menarik tangan Hyunseung oppa, bulir air mataku berjatuhan mengetahui ini yang membuat eomma menangis tadi pagi. “Oppa! Kenapa tiba-tiba oppa pergi?!”

Hyunseung oppa diam sejenak, lalu memandangku. “Eomma dan abeunim sudah mengetahuinya sejak awal bulan ini..”

Mataku membesar, “Mwo?! Jadi hanya aku yang tidak tau tentang ini?! Wae?!!”

Hyunseung oppa menatapku sedih, tangannya yang lain mengelus rambutku. “Tidurlah.. Oppa masih harus membereskan barang-barang..” ucapnya dan melangkah lagi.

“OPPA!!” teriakku, bulir air mataku terus berjatuhan. Tak percaya ia benar-benar akan pergi.

Hyunseung oppa berhenti, namun tidak memandangku.

“Oppa, waekeure? Kenapa kau tidak memberitauku? Wae?! Apa aku tidak penting bagimu? Wae oppa?” tangisku. Hyunseung oppa masih terpaku, aku memegang lengannya dan memandang wajahnya. “Oppa…”

Hyunseung oppa akhirnya memandangku, aku bisa melihat ia juga terluka memilih untuk pergi. Tapi kenapa ia tetap melakukan ini?

“Oppa…” ucapku dengan suara bergetar.

Hyunseung oppa memegang belakang kepalaku dan menarikku ke tubuhnya, tangannya yang lain memelukku erat.

Aku menangis di dadanya dan memeluk tubuhnya. “Waeyo oppa?”

“Mian…” ucap Hyunseung oppa pelan.

Keesokan harinya, Hyunseung oppa benar-benar pergi. Ia di jemput mobil pribadi keluarganya.

Eomma memegang kedua pipi Hyunseung oppa dan menatapnya dalam, “Jaga dirimu.. Pastikan pembantumu disana menyiapkan bekal untukmu setiap pagi, arasso??”

Hyunseung oppa tersenyum dan mengangguk, “Ne, eommanim..”

Eomma terlihat sangat berat untuk melepaskan Hyunseung oppa, tapi ia tetap tersenyum meskipun bulir air sudah berkumpul di matanya.

“Eommanim, katakan pada abeunim aku akan sering berkunjung. Aku tidak bisa menunggunya kembali, tapi aku akan datang untuk berpamitan..” ucap Hyunseung oppa.

Eomma mengangguk, “Ne..”

Hyunseung oppa akhirnya memandang kearahku yang duduk memeluk lutut di sofa sambil menonton tv. Aku tidak akan peduli dia pergi, aku benar-benar tidak akan peduli. Baginya mungkin aku tidak lebih dari saudari yang tumbuh bersamanya, jadi dia merasa tidak perlu memberitauku tentang hal ini.

Eomma memandangku, “Hyuna-a..”

Aku tidak menjawab, bahkan berlaku seperti aku tidak mendengar panggilan eomma.

“Hyuna-a, oppa akan pergi. Kau tidak ingin mengatakan apa pun?” Tanya eomma.

Aku mematikan tv dan bangkit sambil memandang Hyunseung oppa, tatapannya terlihat ingin aku bersikap seperti biasa dan melepas kepergiannya dengan senyuman. Tapi kenapa hatiku terasa sangat sakit?

“Hyuna-a…” panggil Hyunseung oppa.

“Pergilah..” ucapku, lalu melangkah menuju tangga.

“Hyuna!” panggil eomma kesal.

Hyunseung oppa memandangku sedih, lalu memandang eomma dengan senyuman sedihnya. “Gwenchana eomma.. aku tau dia masih kesal karena menjadi orang terakhir yang diberitau..”

Eomma memandang oppa sedih, “Mian, dia hanya belum dewasa..”

Hyunseung oppa mengangguk mengerti, “Ne, eomma..”

Sejak hari itu, aku tidak lagi bertemu Hyunseung oppa. Dia juga tidak menghubungiku. Rasa kecewaku terasa semakin besar. Hatiku terasa seperti sedang di permainkan olehnya, wae?

-Hyuna’s POV end-

 

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 10]

  1. Huahh…. Part nangis-nangisan nih 😥
    huhuhuhu, kenapa hyunseung pergi sih… Padahal hyuna sudah mulai merasakan perasaannya 😦

  2. ughhhh neneran pisah rumah dechh 2hyun…
    huhuhu sedih banget d part ini..
    iyaaa knpa harus pindah..
    d jual saja ato gmna gto rumah nya..
    kn keluarga kim masi dengan senang hati menerima nya..
    huhuhuhu wae oppa *ikut2an hyuna unni
    next ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s