Uncategorized

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 5]

5

 

—Please, Stay With Me 2—

Hyuna kembali menghubungi Hyunseung tapi ponselnya masih tidak aktif, padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Ia menghela nafas dalam dan keluar dari kamar untuk bertanya pada ibunya. “Eomma..” panggilnya ketika melihat Misuk duduk di sofa menonton drama di tv.

Misuk memandang Hyuna dan tersenyum, “Ne, waekeure?”

Hyuna duduk di sebelah ibunya dan menatapnya serius, “Eomma, kenapa oppa belum pulang juga?”

“Oppa? Oh.. oppa tadi menghubungi eomma kalau ada pasien gawat darurat yang harus ia tangani. Jadi mungkin akan pulang sangat larut..” jawab Misuk.

Hyuna mengerutkan dahi, “Ne?” ucapnya tak mengerti, “Wae? Oppa kan masih dokter magang, kenapa sudah mengurusi pasien gawat darurat?”

“Jika kau bekerja di rumah sakit memang begitu, Hyuna. Sudah, jangan khawatir. Oppa sudah besar dan sudah bisa menjaga dirinya sendiri..” ucap Misuk sambil memegang tangan Hyuna dan kembali memandang layar tv.

Hyuna memandang kebawah sedih, ia tidak bisa melakukan apa pun lagi jika memang Hyunseung tidak ada waktu untuk berbicara dengannya.

Keesokan Harinya.

Hyunseung kembali ke rumah sekitar pukul 10 siang, jadi ia tidak akan bertemu Hyuna. Namun, begitu ia masuk ke kamar. Ia menemukan sebuah surat yang di tulis Hyuna diatas meja belajarnya. Ia menghela afas dalam dan duduk di pinggir tempat tidur untuk membaca surat itu.

Oppa, aku merasa oppa menghindariku. Wae? Apa kau marah padaku? Atau oppa merasa jijik karena apa yang terjadi padaku malam itu? Bukankah oppa berkata tidak terjadi apa pun? Lalu kenapa oppa seperti ini? Oppa, jangan berubah padaku. Apa yang harus kulakukan jika oppa tidak ada?

 

Kim Hyuna                            

Hyunseung diam sejenak membaca surat itu, lalu memandang sekitar kamarnya. “Miane, Hyuna..” gumamnya, lalu meremas kertas itu dan melemparnya ke tempat sampah.

 

=Cube High School=

Hyuna tidak bisa mengikuti pelajaran karena masih memikirkan Hyunseung. Ia penasaran apakah pria itu sudah membaca suratnya atau belum. Bahkan hingga jam sekolah usai, ia masih terlihat murung. Disaat teman-temannya yang lain sudah meninggalkan kelas, ia masih duduk disana seorang diri sambil memandang keluar jendela. Kepalanya menoleh ketika mendengar suara langkah kaki masuk, ia tertegun melihat Junhyung masuk bersama teman-temannya.

Junhyung tersenyum lebar melihat Hyuna, “Well.. well.. Sepertinya Hyuna-ku masih memikirkan kejadian malam itu..” ucapnya.

Hyuna mengerutkan dahi dengan tatapan kesal pada Junhyung, lalu menyandang tasnya dan melangkah pergi.

Junhyung dengan sigap menghadang langkah Hyuna, “Kau mau pergi? Bagaimana jika kuantar saja?”

Hyuna menatap Junhyung tajam, “Sanbae, biarkan aku pergi!” tegasnya.

Junhyung tertawa kecil, “Wae? Kau tidak ingin tau apa yang sebenarnya terjadi malam itu?”

Hyuna tertegun, senyuman Junhyung terlihat seperti ada sesuatu yang tidak baik. Namun ia berusaha tetap terlihat tidak takut, “Aku tau!! Minggir!”

Junhyung mencengkeram kedua bahu Hyuna dan menatap kedua matanya, “Aku sudah menidurimu..” ucapnya pelan, namun sangat jelas di telinganya.

Hyuna tertegun dan menatap Junhyung tak percaya, “M-mwo?”

Junhyung tersenyum sinis melihat respon Hyuna, “Sebelum aku membawamu ke kamar, aku sudah melakukannya di ruang tengah. Kau sangat mabuk hingga tidak tau apa yang terjadi.” Ucapnya.

Mata Hyuna membesar, “A-ani!! Kau pasti berbohong!!”

Junhyung tertawa kecil dan melangkah ke belakang Hyuna, lalu memegang kedua bahu gadis itu dari belakang sambil menghadapkannya kearah teman-temannya. “Kau bisa tanya mereka.. Kau ingatkan mereka bersama kita di ruang tengah?” bisiknya di telinga gadis itu.

Tubuh Hyuna mulai gemetaran melihat teman-teman Junhyung tersenyum sinis sambil menatapnya. Matanya memerah dan bulir air berjatuhan.

Junhyung memeluk Hyuna dari belakang dan memandang gadis itu, “Sssshh.. uljima.. Oppa akan memperlakukanmu dengan lebih baik..” ucapnya, satu tangannya bergerak mengelus rambut Hyuna lembut.

Hyuna benar-benar tak percaya apa yang baru saja ia dengar, tapi ia tak ingin mempercayainya begitu saja. Tangannya melepaskan pelukan Junhyung dan mendorong pria itu menjauh, “Jangan sentuh aku!!” serunya, lalu berlari keluar dari kelas sambil terus menangis.

Junhyung tertawa melihat Hyuna pergi dan memandang teman-temannya.

“Ya, apa kau benar-benar menyukai gadis itu?” Tanya teman Junhyung sambil tertawa.

“Tidak juga.. Jika tidak berhasil sekali, aku harus tetap berusaha hingga bisa menidurinya. Benarkan? Hahahahaha.. sudah, aku pergi..” ucap Junhyung dan melangkah pergi.

 

=6 p.m=

“Aku pulang..” ucap Hyunseung sambil melangkah masuk, namun tidak ada yang menyambutnya kali ini. Ia memandang sekitar bingung, lalu melangkah ke dalam.

Tok! Tok! Tok!

“Hyuna-a..”

Hyunseung menoleh kearah kamar mandi, lalu melangkah ke sana. Ia heran melihat Misuk mengetuk-ketuk pintu kamar mandi dan terlihat khawatir, “Eommanim, waekeure?”

Misuk memandang Hyunseung, “Oh.. Hyunseung! Hyuna sudah berjam-jam di dalam, tapi dia tidak menjawab panggilan eomma..” ucapnya panic.

Hyunseung terkejut, “Ne?!” ucapnya dan berusaha membuka pintu, namun tidak bisa. Dengan cepat ia mengetuk pintu itu, “Hyuna! Hyuna-a!! buka pintunya!!”

“Hyuna-a…” panggil Misuk khawatir.

Hyunseung menempelkan telinganya ke permukaan pintu dan memfokuskan pendengarannya, hanya terdengar suara air mengalir.

“Eoteokhe Hyunseung?” Tanya Misuk khawatir.

“Aku akan mendobraknya, eomma..” ucap Hyunseung, lalu mundur beberapa langkah. Lalu menubruk pintu itu beberapa kali hingga berhasil dibuka paksa.

“Hyuna-a!” panggil Misuk begitu pintu terbuka.

Hyunseung langsung masuk dan menemukan Hyuna duduk bersandar di bawah shower masih dengan seragamnya, gadis itu terlihat tak sadarkan diri.

“Omo! Hyuna-a!!” seru Misuk.

Hyunseung mematikan shower dan mengambil handuk untuk membalut tubuh gadis itu, lalu menggendongnya keluar dari kamar mandi.

Beberapa saat kemudian.

Hyunseung memeriksa Hyuna yang sudah berbaring di tempat tidur dengan piyama. Gadis itu terlihat pucat dan belum sadarkan diri.

“Eoteokhe Hyunseung? Dia baik-baik saja?” Tanya Misuk khawatir.

“Apa yang dia lakukan di kamar mandi sampai seperti ini?” Tanya Jongnam tak mengerti.

Hyunseung melepaskan stetoskop dari telinganya dan memandang orangtua Hyuna, “Tidak ada yang mengkhawatirkan eommanim, abeunim. Sepertinya Hyuna hanya mengalami sedikit masalah hingga membuatnya depressi.” Jelasnya.

Jongnam dan Misuk terkejut, “Depresi? Dia kan masih 17tahun…” ucap Misuk tak percaya.

“Ne, eommanim. Di usia Hyuna yang masih belasan ini, memang tidak heran jika dia terlalu memikirkan sesuatu secara berlebihan hingga menjadi depresi karena tidak ada penyelesaiannya.. Aku akan membantu Hyuna, jadi jangan khawatir.. Eommanim, appanim..” ucapnya menenangkan.

Misuk berpandangan dengan Jongnam tak mengerti.

Hyunseung bergerak bangkit, “Gwenchanayo, eommanim, abeunim. Kalian beristirahat saja dulu, aku akan menjaga Hyuna dan memastikanya baik-baik saja..” ucapnya.

Misuk menatap Hyuna khawatir, “Bagaimana mungkin eomma tidak khawatir..”

Jongnam merangkul Misuk, “Gwenchana Yobo, Hyuna sudah memiliki dokter yang sangat hebat. Tidak perlu khawatir..”

Hyunseung tersenyum dan membungkuk sopan ketika orangtua Hyuna melangkah pergi. Setelah pintu kamar tertutup, ia bergerak duduk di sebelah Hyuna sambil memandangi gadis itu sedih. “Apa yang terjadi padamu?” gumamnya tak mengerti. Lalu merapikan barang-barangnya lagi.

Hyuna membuka matanya perlahan dan memandang Hyunseung, “Oppa..”

Hyunseung tertegun dan menatap Hyuna tak percaya, “Oh.. kau sudah sadar?”

Mata Hyuna memerah dan bulir air mulai mengalir.

Hyunseung mengerutkan dahi, “Waeyo Hyuna?”

Hyuna bergerak bangkit dan langsung memeluk Hyunseung sambil terus menangis.

Hyunseung tertegun merasakan pelukan Hyuna, namun tangannya bergerak mengelus punggung gadis itu agar merasa lebih baik. “Waeyo? Kau membuat eommanim dan abeunim khawatir..” ucapnya.

Hyuna melepaskan pelukannya dan menatap Hyunseung sambil terus menangis, “Oppa.. Aku mengerti jika kau merasa jijik padaku..” ucapnya pelan.

Hyunseung menatap Hyuna tak mengerti, “Apa maksudmu?”

Hyuna menutup mulutnya dan menangis tersedu-sedu.

“Hyuna… waekeure?” Tanya Hyunseung sambil memegang kedua pipi Hyuna dan menatap gadis itu serius.

“Oppa, apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanya Hyuna.

“Jelaskan padaku, baru aku bisa menjawab pertanyaanmu..” jawab Hyunseung.

Hyuna menatap kedua mata Hyunseung bergantian, pria itu terlihat sangat khawatir padanya. “Oppa…”

“Wae? Kau bisa mengatakannya..” ucap Hyunseung lembut.

“Junhyung sanbae..” lanjut Hyuna terbata-bata.

Hyunseung tertegun mendengar nama Junhyung, “Wae?”

Hyuna kembali menangis sambil mencengkeram baju tidurnya di bagian dada, “Oppa.. dia sudah meniduriku..” ucapnya dan menangis tersedu-sedu lagi dengan kepala tertunduk.

Hyunseung terkejut mendengar ucapan Hyuna, “Mwo?! Siapa yang mengatakannya?!”

Hyuna berusaha menahan tangisnya dan memandang Hyunseung, “Sebelum membawaku ke kamar, dia sudah memperkosaku di ruang tengah.. Teman-temannya menyaksikan semua itu, oppa..” ceritanya dengan suara bergetar dan membenamkan wajahnya di dada bidang Hyunseung.

Hyunseung terdiam beberapa saat mendengar ucapan Hyuna.

Hyuna tak Hyunseung pasti tak ingin mengenal gadis memalukan sepertinya lagi, bahkan pria itu akan merasa lebih jijik padanya. Ia menarik wajahnya dari dada Hyunseung dan memalingkan wajahnya, “Pergilah oppa..” ucapnya.

Hyunseung masih mematung di tempatnya menatap Hyuna.

Hyuna memeluk lutut dan membenamkan wajahnya di antara lutut sambil terus menangis, “bagaimana jika appa dan eomma tau?” tangisnya.

Hyunseung memalingkan wajahnya.

Hyuna menyadari Hyunseung memalingkan wajah dan itu membuatnya semakin terluka. Tidak hanya pria itu, dia juga merasa jijik pada dirinya sendiri.

Hyunseung menghela nafas dalam dan kembali memandang Hyuna, lalu dengan lembut mengelus rambut gadis itu.

Hyuna tertegun dan mengangkat wajahnya untuk menatap Hyunseung tak percaya.

“Dia berbohong padamu..” ucap Hyunseung pelan.

Dahi Hyuna berkerut dan mengedip-kedipkan matanya, “Ne?”

Hyunseung mengelus belakang kepalanya dan menunduk canggung, “Malam itu, setelah membawamu ke motel…” ucapnya memulai, lalu memandang Hyuna yang masih memandangnya tidak mengerti. “Aku hanya ingin memastikan… mmm.. kalau pria itu tidak melakukan sesuatu.. jadi… errr..” ia kembali memandang kebawah.

Hyuna menatap Hyunseung tak mengerti, “Waeyo oppa?”

Hyunseung menghela nafas dalam dan memandang Hyuna, “Aku memeriksa organ kewanitaanmu…” ucapnya.

Hyuna terdiam mendengar ucapan Hyunseung, matanya berkedip-kedip tak mengerti. “Organ apa?” tanyanya memastikan.

Hyunseung tau hal ini memalukan, tapi ia harus mengatakannya. “Aku memeriksa organ kewanitaanmu, hanya untuk memastikan apa kau di perkosa atau tidak.. Karena itu aku yakin kau tidak di perkosa..”

Tak lama mata Hyuna membesar dan memandang kebagian tubuh bawahnya, ia baru mengerti apa yang di katakan Hyunseung. Lalu menatap pria itu kesal, “MWORAGU?!!!” teriaknya.

Misuk dan Jongnam yang sedang menyiapkan makan malam tertegun mendengar teriakan Hyuna dan spontan saling memandang.

“Itu suara Hyuna kan?” Tanya Jongnam.

“Omo, ada apa lagi dengan mereka..” ucap Misuk dan langsung melangkah cepat ke lantai atas, begitu juga suaminya. Namun begitu mereka tiba di lantai atas…

DUAK!!

“Aaaarggh!!!” teriak Hyunseung yang berlari keluar dari kamar Hyuna sambil memegang kepalanya yang baru saja terkena lemparan buku gadis itu.

“Dasar kau pria mesum!!!” teriak Hyuna sambil keluar dari kamarnya dan kembali melemparkan bukunya pada Hyunseung.

Hyunseung menangkis buku itu dan menatap Hyuna tak percaya, “Mwo?! Ya!! Aku ini dokter!! Wajar jika aku memeriksa pasien!!” serunya tak mau kalah.

“Siapa yang pasienmu?!!” seru Hyuna dan kembali melemparkan buku.

DUAAKK!! Sudut buku itu mengenai bawah mata kiri Hyunseung.

“Arrrgghh!!!” jerit Hyunseung sambil memegang bawah matanya.

“Omona!! Kalian ini!!” seru Misuk yang kembali tersadar begitu melihat Hyunseung terluka.

Ruang tengah.

Hyunseung membaringkan kepalanya ke pangkuan Misuk yang telah dialasi bantal karena ibu angkatnya itu sedang menempelkan sekantung kecil es batu ke bawah mata kirinya yang memar. “Aw.. aw..” rintihnya.

“Aigoo.. kau sudah dewasa Hyunseung, tahan sedikit..” ucap Misuk lucu.

Jongnam memandang Hyunseung sejenak, lalu memandang Hyuna yang duduk dengan kepala tertunduk di sofa, “Hyuna, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuat oppa-mu cedera seperti ini?”

Hyuna garuk-garuk kepala, “Mmm.. Habis, Hyunseung oppa itu mesum appa..” kadunya.

Misuk memandang Hyuna tak mengerti, “Mesum? Hyunseung oppa menjagamu dan memperhatikanmu, kenapa kau melemparinya dengan buku?”

“Oh ya, lalu kenapa kau mengurung diri di kamar mandi dan depresi seperti tadi?” Tanya Jongnam.

Hyuna memandang ayahnya kaget, “Ne? ohh.. itu.. aku.. aku hanya…”

“Apa kau sedang patah hati?” Tanya Misuk.

“Ne? a-aniya..” jawab Hyuna cepat, “Mmm… aku hanya… err.. hanya masalah remaja eomma, appa..” jawabnya sambil tertawa palsu.

“Tapi melihat kondisimu tadi, masalahmu terlihat berat sayang..” ucap Misuk khawatir.

Hyuna bingung harus menjawab apa dan memandang Hyunseung yang juga meliriknya.

“Aww.. eommanim.. sakit..” rintih Hyunseung.

“Omo.. miane,..” ucap Misuk kaget.

Hyuna langsung bangkit dan menghampiri Hyunseung, “Eomma, hati-hati.. Nanti mata oppa bisa beku..” protesnya dan mengambil kantung es tadi dari tangan ibunya dan menggantikan mengompres mata Hyunseung.

Hyunseung melirik Hyuna tanpa mengatakan apa pun. Dengan begitu masalah Hyuna tidak akan di perpanjang.

 

<<Back            Next>>

Advertisements

11 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 5]

  1. Kyaaahhh… saya suka saya sukaa.. ><
    Author daebak lah kalo bikin ff 2hyun, pesen'a nyampe banget *Eeaaa

    Lanjut donk pleaseee /puppy eyes/

  2. lol~ hyuna kalo udah ngamuk serem yaaa XD
    tuh kan junhyung jahat banget….
    Btw, disini hyunseung emg jadi dokter apa sih??

  3. puahahaha ini kocak.. organ apa? pfftttt huahahaha sumpah ini ketawa trus .. xD please update yah~~ thanks ^^

  4. uwah daebakkk
    kayanya hyunseung suka sm hyuna sebagai seorang gadis bukan ade. ditunggu next chapternya chingu fighting

  5. Kyaaaa hyuna…
    Hyunseung nekat bgt ngomong jujur ke hyuna…
    kalo aku yg jadi hyuna pasti tambah depresi dan malu bgt ketemu hyunseung 😫😨😱
    Haha lucuu 😄

  6. my seungi diem” udda liat ntu nya hyuna o.O
    aigoo hyuna kenapa sadis segh am oppa nya kan kasian 😥
    untung aja bang jok gg dpetin hyuna 🙂
    next next ^^
    #bbyong

  7. hahahah ternyata tu yg buat hyunhyun oppa jd anehh..
    kekkeke ternyata ada kayak gto nyaa..
    mood hyuna unni bsa brubah2 gtoo ..
    ru aja nangis d shower tb2 bisa marah2 gto..
    hhaha
    makin kerennn epep nya eon..
    next ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s