Chapter

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 3]

3

—Bad Thing Happened—

=Rumah Junhyung=

Gayoon, Jiyoon dan Hyuna sudah berubah menjadi tiga gadis sexy dan yang menawan ketika melangkah masuk ke rumah Junhyung di tengah hiruk pikuk pesta.

“Wuaa… party ini keren sekali..” ucap Hyuna di telinga Gayoon karena suara music memenuhi ruangan itu.

Gayoon mengangguk.

Junhyung yang duduk di sofa bersama teman-temannya dan beberapa gadis melihat isyarat temannya dan memandang ke sisi kanan, bibirnya membentuk senyuman melihat para gadis itu sudah tiba. Ia memandang teman-temannya dan memberi isyarat untuk mendekati mereka. ia berherak bangkit dan menghampiri ketiga gadis itu, “Hei girls…” sapanya.

“Annyeonghaseo sanbae..” sapa ketiga gadis itu hampir bersamaan.

“Wuaaa… kau sangat cantik Hyuna..” ucap Junhyung sambil memperhatikan penampilan Hyuna.

Hyuna yang saat itu mengenakan mini-dress hitam yanbg memperlihatkan kaki panjang dan mulusnya, juga make up yang membuat wajahnya terlihat lebih cantik tersipu malu. “Gumopta sanbae..” ucapnya malu.

Junhyung merangkul Hyuna dan memandang dua gadis lain, “Khaja, pestanya baru di mulai..” ucapnya sambil megajak ketiga gadis itu bergabung dengan teman-temannya.

Hyuna duduk bersama Junhyung, sementara Gayoon dan Jiyoon duduk di sofa lain bersama teman-teman pria itu. hyuna tersenyum malu ketika memandang Junhyung yang terus merangkul bahunya.

Junhyung mengambil segelas minuman dan memberikannya pada Hyuna, “Ini, minumlah..”

Hyuna mengendus aroma minuman itu dan memandang Junhyung, “Oppa, ini alcohol…”

Junhyung tersenyum, “Gwenchana… Hanya segelas.. Kau bukan anak kecil lagi kan?”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Junhyung dan memandang gelas itu, lalu melirik Gayoon dan Jiyoon yang terlihat sudah menikmati minuman di gelas mereka.

“Ayolah…” bujuk Junhyung sambil menyodorkan gelas ke bibir Hyuna.

Hyuna tersenyum pada Junhyung dan memegang kaki gelas itu, lalu meneguknya dengan cepat.

“Wuhuuu… kau lumayan juga sebagai pemula..” ucap Junhyung sambil mengelus rambut Hyuna.

Hyuna mengerutkan dahi karena rasa alcohol itu sangat asing di mulutnya, namun setelah itu ia tersenyum dan kembali memandang Junhyung.

Sementara itu.

Hyunseung berusaha menghubungi teman-teman Hyuna yang ia tau dan bertanya dimana gadis itu. hingga ia mendapatkan alamat Yong Junhyung. Ia berhenti di depan rumah besar itu dan memandang sekitar, dentuman music yang besar sudah terdengar dari sana. Kakinya melangkah dan membuka pintu utama. Keadaan didalam sudah seperti club malam, semuaorang terlihat mabuk dan menari tidak karuan. Ia tidak membuang waktu dan langsung mencari Hyuna sambil melangkah masuk. Kakinya berhenti ketika melewati ruang tengah, matanya membesar melihat Gayoon dan Jiyoon terlihat setengah sadar dan sedang di ciumi pria berbeda. Emosinya meningkat dan langsung menarik dua pria tak bermoral itu, “YA! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?!!” serunya marah.

“Aissh! Siapa kau?!” seru seorang pria itu kesal.

Hyunseung menatap kedua pria itu tajam, lalu menarik mereka bangkit dan mendorongnya menjauh. Gayoon dan Jiyoon masih tidak menyadari apa yang hampir mereka alami. Saat itu ia baru menyadari, Hyuna tidak disana. “Hyuna?” gumamnya sambil mengedarkan pandangannya. Junhyung juga tidak terlihat disana. Dengan cepat ia melangkah menyusuri ruangan demi ruangan dan membuka pintunya satu pergi satu. Di sebuah kamar di lantai dua, ia menemukan Hyuna. Bersama Junhyung.

Mata Hyunseung melotot melotot dengan gigi saling bergemertak melihat Junhyung sedang menciumi tubuh Hyuna di tempat tidur. Kemarahan naik ke kepala dan langsung melangkah cepat masuk.

Junhyung terkejut tiba-tiba seseorang menarik bahunya, begitu kepalanya menoleh, sebuah pukulan melayang ke wajahnya hingga ia terbanting ke lantai.

“Brengsek!!!” teriak Hyunseung, lalu tanpa ampun menginjak-injak Junhyung dan menendanginya terus menerus. Akhirnya ia berhenti ketika merasa harus menghela nafas akibat kemarahan yang memuncak. Matanya memerah menatap Junhyung penuh kemarahan. Pria itu terbaring di lantai dengan darah berlumuran di wajahnya. Kepalanya menoleh ke tempat tidur dan melihat Hyuna yang terbaring tak sadarkan diri. Ia menghampiri tempat tidur dan duduk di sebelah gadis itu, “Hyuna.. Hyuna..” panggilnya sambil memegang kedua pipi gadis itu.

“Hmmm…” gumam Hyuna di tengah kesadarannya yang lemah.

Hyunseung menatap Hyuna marah, lalu memandang pakaian gadis itu yang berantakan. ia memejamkan mata sejenak untuk menetralkan amarahnya, kemudian bangkit dan merapikan baju gadis itu. “Ayo Hyuna, kita pergi..” ucapnya sambil menarik kedua tangan gadis itu ke bahunya dan memggendongnya pergi.

 

=Motel=

Hyunseung bersandar ke dinding sambil berbicara di telepon, “Ne, eommanim.. Aku menjemput Hyuna dan mengajaknya menonton sebentar. Tidak perlu menunggu kami..” ucapnya pelan, berusaha terdengar ceria.

“Ohh.. begitu.. Baiklah.. jika pergi denganmu eomma tidak khawatir..” ucap Misuk lega.

“Ne, eommanim.. Istirahatlah, aku membawa kunci cadangan.” Ucap Hyunseung, lalu telepon terputus. Ia menghela nafas dalam dan menarik ponselnya dari telinga, kepalanya tertunduk sambil memeluk lututnya. Ia baru saja berbohong agar Misuk tidak khawatir. Kepalanya terangkat perlahan dan memandang Hyuna yang berbaring di kasur lipat dengan tenangnya. Ia menggeleng sendiri dan memegang dahinya. Gadis itu baru saja merusak hidupnya sendiri, ia tidak tau bagaimana respon Misuk dan Jongnam jika mengetahui tentang hal ini.

“Hmmm…” gumam Hyuna sambil bergerak sedikit, lalu membuka matanya. “Ahhh.. kepalaku..” erangnya sambil memegang kepala.

Hyunseung memandang Hyuna tanpa mengatakan apa pun.

Hyuna memandang sekitarnya bingung, lalu memandang Hyunseung yang duduk di sudut ruangan. “Oppa?”

Hyunseung masih menatap Hyuna tanpa mengatakan apa pun, ia benar-benar tidak tau harus mengatakan apa saat itu.

Hyuna memejamkan matanya lagi dan bergerak bangkit, “Aww..” gumamnya sambil memijat dahinya. Setelah beberapa saat ia baru menyadari ia berada di tempat asing, “Hm? Oppa, ini dimana?”

Hyunseung menghela nafas dalam dan memandang kebawah, “Motel..” jawabnya pelan.

Hyuna tertegun dan menatap Hyunseung tak percaya, “Ne?!” serunya kaget, lalu melihat dirinya di balik selimut dan menutup tubuhnya dengan selimut itu meskipun ia masih mengenakan pakaiannya seperti tadi. “Oppa! Kenapa kau membawaku kemari?!!” serunya.

Hyunseung menghela nafas dalam dan menatap Hyuna, “Kau sudah melewati batas Hyuna..” ucapnya dingin.

Hyuna mengerutkan dahi dan berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya, matanya membesar dan menatap Hyunseung tak percaya. Meskipun tidak jelas, ia ingat Junhyung membawanya kesebuah kamar. Bulir air matanya mulai berjatuhan. Ia mengelus lehernya dan menggosok kulitnya yang terbuka karena merasa jijik pada dirinya sendiri. “Eoteokhe?” gumamnya sambil terus menangis.

Hyunseung menghela nafas dalam dan mendekati Hyuna, lalu dengan lembut menarik gadis itu ke pelukannya.

“Na eoteokhe oppa??” tangis Hyuna di dada Hyunseung.

Hyunseung tak mengatakan apa pun dan hanya mengelus rambut Hyuna. “Dia tidak melakukan apa pun..” ucapnya menenangkan gadis itu. “Jangan menangis..” ucapnya lagi.

Hyuna memandang Hyunseung dengan matanya yang memerah, “Oppa, dia tidak memperkosaku kan?”

Hyunseung menatap kedua mata Hyuna dan memegang pipi gadis itu, “Tidak Hyuna..”

Hyuna menunduk dan menempelkan wajahnya di dada Hyunseung sambil terus menangis.

“Tenang Hyuna, kau sudah aman sekarang..” ucap Hyunseung lembut. setelah beberapa saat, ia melepaskan pelukannya dan memandang Hyuna. “Khaja, kita harus pulang..”

Hyuna masih terisak-isak, “Eo-eoteokhe, oppa? Eomma dan appa pasti akan marah besar padaku..”

“Oppa sudah berkata oppa menjemputmu dan membawamu pergi menonton, mereka tidak menunggu kita.” Ucap Hyunseung menjelaskan. Namun Hyuna masih terlihat ketakutan, “Dengar, oppa tidak akan membahas tentang ini. Jika kau berjanji tidak akan berbohong lagi, berhenti menjadi Hyuna yang liar sebelum kau benar-benar di perkosa seseorang. Araso?”

Hyuna mengangguk, “Ne, oppa..” jawabnya dengan suara serak.

Hyunseung mengelus kepala Hyuna, “Khaja…”

 

=Rumah Keluarga Kim=

Hyuna merasa lebih baik pagi ini karena Hyunseung menyembunyikan semuanya dari Misuk dan Jongnam, juga memberikannya teh herbal hingga rasa mualnya karena alcohol yang ia minum semalam. Ia keluar dari kamar dan tertegun melihat Hyunseung juga keluar dari kamar sebelah.

Hyunseung menyandang tas di satu bahu dan memandang Hyuna yang langsung menunduk canggung. Ia menghela nafas dalam dan melangkah menuju tangga tanpa mengatakan apa pun.

Hyuna memandang Hyunseung, lalu memandang kebawah dan melangkah menuruni tangga.

Hyunseung membungkuk sopan begitu tiba di ruang makan, “Annyeonghaseo..” sapanya, lalu bergerak duduk.

“Sudah siap untuk hari ini, Hyunseung?” Tanya Jongnam.

Hyunseung tersenyum, “Ne, abeunim..”

Hyuna masuk ke ruang makan dan bergerak duduk.

Misuk memandang Hyuna bingung, “Hyuna-a, waekeure? Kau terlihat tidak baik..” ucapnya.

Hyuna tertegun dan memandang Misuk, “Ne? oo.. aniya. Eomma, aku hanya merasa sedikit lelah…” ucapnya sambil mengelus pundak. Lalu melirik Hyunseung yang terlihat menikmati sarapan.

Hyunseung meletakkan sumpit dan meneguk air, “Aku selesai, terima kasih untuk sarapannya..” ucapnya sambil berdiri dan membungkuk sopan pada Jongnam dan Misuk, “Annyeonghaseo..”

Hyuna tertegun melihat Hyunseung selesai lebih cepat.

“Kau sudah akan pergi?” Tanya Misuk.

“Ne, eommanim.. Aku harus menganalisa beberapa hal..” ucap Hyunseung, lalu mengambil tempat bekalnya, “Aku pergi abeunim..” ucapnya dan melangkah pergi meninggalkan ruang makan.

Hyuna memandang Hyunseung yang berjalan pergi begitu saja, lalu memandang makanannya. Entah mengapa ia merasa sepertinya pria itu sengaja menghindarinya.

 

=Cube High School=

Hyuna melangkah menuju kelas dengan kepala tertunduk memikirkan kejadian yang terjadi kemarin. Juga sikap Hyunseung pagi ini padanya.

“Hyuna!!” panggil Gayoon dan Jiyoon sambil menghampiri Hyuna.

Hyuna memandang kedua temannya, “Kalian sudah datang?” tanyanya lesu.

“Ya, neo gwenchana? Kudengar kau dibawa Junhyung sanbae ke kamarnya..” ucap Gayoon setengah berbisik.

Hyuna menatap Gayoon kaget, “Eoteokhe? Bagaimana kau tau?”

Jiyoon memandang sekitar dan menarik Hyuna masuk ke toilet wanita. “Jadi benar? Apa kau….” Ia memandang ke bagian bawah tubuh gadis itu tak percaya.

Gayoon memegang kedua bahu Hyuna dan menatapnya serius, “Hyuna-a, kau benar-benar tidur dengan Junhyung sanbae?”

Mata Hyuna membesar dan menggeleng cepat, “Ani!”

“Junhyung sanbae berkata kau mabuk berat dan dia juga, tanpa sadar kalian melakukannya. Lalu oppamu datang dan memukulinya hingga babak belur..” ucap Jiyoon.

Hyuna menatap Jiyoon tak percaya, “Mwo?! Aniya!! Aku tidak tidur dengannya!!” tegasnya.

Gayoon menghela nafas dalam, “Gwenchana Hyuna, kau bisa terbuka pada kami. Junhyung sanbae juga berkata akan merahasiakannya dari yang lain..”

Mata Hyuna memerah dan bulir air mengalir, “Aniya! Aku benar-benar tidak tidur dengannya! Hyunseung oppa tiba sebelum sanbae melakukan sesuatu padaku! Juga dia yang sengaja ingin meniduriku!” ucapnya meyakinkan.

Jiyoon memegang kedua bahu Hyuna dan menatap gadis itu serius, “Hyuna, saat itu kau mabuk berat. Kau tidak tau apa yang terjadi, tapi kau tenang saja.. Junhyung sanbae akan merahasiakannya..”

Hyuna menatap kedua temannya bergantian tak percaya, “Kenapa kalian tidak percaya padaku?”

“Junhyung sanbae yang mengatakannya Hyuna, dia berkata kau sangat mabuk hingga setengah sadar. Sanbae juga berkata semua itu salahnya, jadi kau tidak perlu malu Hyuna..” ucap Gayoon.

Hyuna benar-benar tak percaya kedua temannya lebih mempercayai Junhyung dari pada dirinya, “Tapi aku benar-benar tidak tidur dengan Junhyung sanbae..” ucapnya.

Jiyoon melangkah maju dan memeluk Hyuna, “Jangan khawatir, kami akan melindungimu..” ucapnya sambil mengelus punggung temannya itu.

Hyuna tidak tau harus mengatakan apa lagi, tidak akan ada yang percaya padanya jika dua temannya juga tidak percaya.

Hyuna berjalan bersama dua temannya dengan kepala tertunduk. Ia merasa malu pada dirinya sendiri karena telah pergi ke acara Junhyung. Ketika mengangkat kepalanya, ia tertegun melihat Junhyung duduk di lorong bersama para pria lain.

Junhyung memandang kearah Hyuna dan tersenyum evil, lalu mengelus bibir bawahnya.

Hyuna langsung memalingkan wajahnya dan melangkah lebih cepat.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

6 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 3]

  1. ya ampun my seungi bener” macho i love it ❤
    nah nah ternyata bang joker seorang playboy :p
    sabar hyuna eonnie akan selalu mempercayai mu *ngomongapague -_-
    next ^^
    #bbyong

  2. pyuuhhh untung hyunhyun oppa dateng tepat waktuu…
    ugghh junhyung oppa bener2 nappeun namja..
    kasian hyuna unni..
    sahabat sendiri aja gag mercayain dya..
    ugghh penasaran ma sikap hyunseong oppa yg tiba2 brubah..
    next yaa eon ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s