Uncategorized

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 2]

2

—Color of Life—

Hyunseung membuka pintu dan melangkah masuk, “Aku pulang..” ucapnya pelan.

Misuk langsung menyambut Hyunseung dengan wajah khawatir, “Oh.. kenapa kau pulang malam sekali?”

Hyunseung membungkuk sopan, “Cesongeo, eommanim. Tadi aku mengurus beberapa hal untuk mulai magang di rumah sakit..”ucapnya menyesal.

“Aigoo, kenapa kau tidak menghubungi eomma?” ucap Misuk khawatir sambil memegang pipi Hyunseung dan tersenyum, “Kau sudah makan?”

Hyunseung tersenyum, “Ne eommanim..” ucapnya.

Misuk menatap Hyunseung penuh kasih sayang, lalu mengelus kedua bahu pria itu. “Keure, masuk lah ke kamarmu..”

Hyunseung membungkuk sopan dan melangkah menuju tangga.

Misuk memperhatikan Hyunseung menaiki tangga dengan tatapan khawatir, lalu melangkah menuju kamarnya.

“Hyunseung sudah pulang?” Tanya Jongnam yang sudah duduk di tempat tidur.

Misuk naik ke tempat tidur dengan senyuman hangat, “Ne, yobo..” jawabnya.

Jongnam memandang Misuk heran, “Aku terkadang heran kenapa kau sangat perhatian pada Hyunseung..” ucapnya, lalu tertawa kecil.

Misuk tertawa kecil dan berbaring di tempatnya, “Hmm.. Hyunseung sudah seperti Hyuna di mataku..” ucapnya sambil memandang Jongnam.

Jongnam tersenyum, “Wajar saja, dia anak yang pintar dan sangat sopan. Aku bangga memperkenalkannya sebagai putraku..”

Misuk mengangguk, “Nadoo..” ucapnya, namun wajahnya berubah risau, “Ahh.. aku justru mengkhawatirkan putri kita..” ucapnya.

Jongnam ikut menghela nafas dalam dan memandang langit-langit, “Nadoo..”

Kamar Hyuna.

Hyuna berbaring di tempat tidur sambil berbicara dengan Gayoon dan Jiyoon menggunakan sambungan telepon, “Jadi kita bisa ikut di acaranya Junhyung oppa?” tanyanya senang.

Hyunseung yang baru kembali dari kamar mandi berjalan melewati kamar Hyuna menuju kamarnya sambil mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang ia sampirkan di lehernya, langkahnya terhenti mendengar Hyuna berbicara di dalam.

“Yes! Apa kita memerlukan gaun?” Tanya Hyuna bersemangat, “Keure..”

Tok! Tok! Tok!

Hyuna menoleh ke pintu.

“Hyuna-a, kau sudah tidur?” terdengar suara Hyunseung di seberang.

“Teman-teman, nanti kuhubungi lagi..” ucap Hyuna dan memutuskan telepon, lalu bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu.

Hyunseung memandang Hyuna yang sudah mengenakan baju tidurnya, “Oppa mendengar kau berbicara dengan seseorang, apa semuanya baik-baik saja?”

“Ne.. Gwenchana, tadi aku berbicara dengan temanku..” jawab Hyuna.

“Oh.. begitu.. Keure, selamat malam..” ucap Hyunseung.

“Selamat malam..” ucap Hyuna dan langsung menutup pintu.

Hyunseung menghela nafas dalam dan melangkah ke kamarnya.

 

Paginya.

“Eomma, aku berangkat!!” ucap Hyuna sambil berlari ke pintu depan.

“Hyuna! Sarapan dulu!” panggil Misuk, namun dijawab dengan detuman pintu yang di tutup tergesa-gesa oleh Hyuna. Ia hanya bisa menghela nafas dalam karena itu, “Aigoo..”

Jongnam melangkah masuk ke ruang makan dan duduk, “Mungkin dia sudah membuat janji dengan temannya, biarkan saja..” ucapnya.

“Dia bahkan tidak membawa bekalnya..” ucap Misuk khawatir dan duduk.

Hyunseung yang sudah mulai makan memandang Misuk, “Mmm.. eommanim, hari ini aku akan pulang larut. Aku akan mengunjungi rumah sakit tempatku magang…” ucapnya memberitau.

Misuk memandang Hyunseung, “Keure..”

Jongnam memandang Hyunseung tak percaya, “Omona, kau sudah akan magang? Ahh.. waktu cepat sekali berjalan..” ucapnya dan tertawa.

Hyunseung tersenyum, “Ne, abeunim..” ucapnya.

Misuk menghela nafas dalam memandang tempat bekal Hyuna, lalu menyodorkan tempat makan Hyunseung. “Apa kau ingin membawa bekal?”

Hyunseung tersenyum pada Misuk, “Keurom eommanim.. jika tidak begitu aku akan lupa waktu dan mungkin tidak makan sama sekali..”

Misuk tersenyum, “Kalau begitu eomma akan menambahkan ayam untukmu..” ucapnya sambil membuka bekal Hyunseung dan memasukkan dua potong ayam kedalamnya.

Hyunseung tertawa kecil, “Gamshamida eommanim..” ucapnya tulus.

Misuk menatap Hyunseung dan mengelus kepalanya, “Habiskan sarapanmu..”

Hyunseung mengangguk dan melanjutkan makannya.

Jongnam tersenyum melihat perhatian istrinya pada Hyunseung. Ia tau istrinya itu antara iba pada nasib Hyunseung yang sebatang kara juga sangat tulus memberikan perhatiannya pada pria itu.

 

=Seoul Hospital=

Hyunseung bersama dua temannya, Dujun dan Eunji yang akan magang di bagian emergency sebuah rumah sakit berdiri di depan dokter pembimbing mereka. “Annyeonghaseo, Jang Hyunseung imnida.. Mohon bantuan anda sanbaenim..” ucapnya sambil membungkuk sopan, disambung dengan Dujun dan Eunji.

“Kalian akan mulai magang Senin nanti, kuharap kalian bisa berpartisipasi sebagaimana layaknya dokter sesungguhnya. Saat kalian menangani pasien, tidak ada julukan anak magang atau dokter professional. Arasso?” Tanya seorang dokter berwajah serius yang merupakan kepala dokter disana bernama Choi Jina.

“Ne, sanbaenim..” jawab Hyunseung, Dujun dan Eunji hampir bersamaan.

“Sekarang, pelajari apa yang ada di ruang gawat darurat. Lihat apa yang bisa kalian dapatkan sebagai petunjuk untuk mulai magang hari Senin nanti..” ucap Jina.

Setelah itu, Hyunseung, Eunji dan Dujun mulai memperhatikan para dokter dan perawat bekerja menangani pasien gawat darurat sambil mencatat apa saja yang penting.

 

=Cube High School=

Junhyung yang berjalan bersama teman-temannya sambil memainkan sebuah bola basket di tangannya melihat Gayoon, Hyuna dan Jiyoon duduk di kursi di lorong sambil tertawa kecil, ia memandang teman-temannya dan tersenyum. Seperti sedang merencanakan sesuatu diantara mereka, ia kembali memandang ketiga gadis tadi dan menghampiri mereka. “Hei girls..” sapanya.

Ketiga gadis itu langsung tersenyum ketika melihat Junhyung, “Annyeonghaseo..”

“Kalian sudah tau tema untuk party-ku kan?” Tanya Junhyung.

“Ne, sanbae.. kami akan datang tepat waktu..” jawab Gayoon.

“Keure, aku sangat mengharapkan kedatangan kalian..” ucap Junhyung sambil mengedipkan satu matanya dan berjalan pergi.

Jiyoon, Hyuna dan Gayoon tersenyum malu.

“Omo! Junhyung oppa benar-benar menunggu kita..” bisik Hyuna senang.

“Aku akan berdandan cantik besok malam..” ucap Jiyoon bersemangat.

“Nadoo..” timpal Gayoon.

“Tapi Hyuna, apa kau bisa meminta ijin pada orangtuamu?” Tanya Jiyoon pada Hyuna.

Hyuna tersenyum lebar, “Tenang saja, aku sudah memikirkan cara..” ucapnya, “Aku akan berkata kita belajar kelompok sepulang sekolah jadi akan pulang terlambat. Hahahaha.. bagaimana?”

Gayoon dan Jiyoon tertawa mendengar ucapan Hyuna, “Wuaa.. kau berani sekali..”

Hyuna memandang Jiyoon, “Kalau kau bagaimana?”

“Aku akan berkata pada bibiku kalau aku ada pelajaran tambahan dan akan mengerjakan tugas sebentar..” jawab Jiyoon dan tertawa kecil.

“Keure, besok sepulang sekolah kita berkumpul di rumahku dan bersiap ke party Junhyung sanbae!!”” ucap Gayoon bersemangat.

 

=2 a.m=

Hyunseung membuka pintu perlahan dan masuk ke rumah tanpa menimbulkan bunyi, ia kembali menutup pintu dan menguncinya. Tangannya bergerak mengelus belakang leher sambil melangkah menuju tangga. Sebagai calon dokter dan anggota magang sudah bukan hal baru jika merasakan ketidak adilan saat bertugas, dan ia merasanya sekarang. Langkahnya terhenti sebelum menaiki tangga karena lampu menyala dan memandang sekitar, ia tertegun melihat Misuk dengan sweater di sisi lain ruangan. “Annyeonghaseo eommanim..” sapanya sambil membungkuk, “Ceseongeo, apa aku membangunkanmu?”

Misuk menghampiri Hyunseung sambil tersenyum, “Aniya, eomma hanya khawatir kau belum pulang..” jawabnya, lalu memegang bahu pria itu. “Kau sudah makan?”

Hyunseung tersenyum tipis, “Ne, eommanim..” jawabnya.

Misuk menghela nafas dalam dan menatap Hyunseung khawatir, “Aigoo, belum sebulan kau magang disana, tapi wajahmu sudah tirus seperti ini..” ucapnya.

Hyunseung tertawa kecil, “Gwenchana eommanim, dengan begini aku akan menjadi dokter yang lebih tangguh. Keutji?”

Misuk tersenyum, “Keure, istirahatlah..”

Hyunseung mengangguk, “Ne, eommanim.. Ah.. ne, besok aku bisa libur. Aku tidak ikut sarapan besok karena sepertinya aku memerlukan tidur panjang..” ucapnya pelan.

Misuk mengangguk, “Keure, istirahatlah yang cukup. Wajah tampanmu terlihat mengerikan..” ucapnya menahan tawa.

Hyunseung tersenyum malu dan membungkuk sopan, “Selamat malam eommanim, semoga tidurmu nyenyak..” ucapnya.

Misuk mengelus kepala Hyunseung dan memperhatikan pria itu menaiki tangga beberapa saat, lalu melangkah kembali ke kamarnya.

Hyunseung melangkah pelan menuju kamarnya agar tidak mengganggu tidur Hyuna. Namun langkahnya berhenti di depan kamar gadis itu dan memandang ke pintu, perlahan tangannya memegang gagang pintu dan membukanya sedikit. Kepalanya masuk ke celah pintu dan mengintip kedalam, seulas senyum terbentuk di bibirnya melihat Hyuna terlelasp di tempat tidur. Ketika hendak menutup pintu, matanya tidak sengaja melihat sebuah mini-dress hitam tergantung di pintu lemari. Dahinya berkerut dan kembali memandang Hyuna, namun ia hanya kembali menutup pintu dan melangkah ke kamarnya.

Hyuna masuk ke ruang makan dan melihat ayah dan ibunya sudah mulai sarapan, namun tidak ada Hyunseung. “Oppa mana eomma?” Tanyanya sembari duduk.

“Oppa pulang sangat larut, jadi biarkan dia tidur dulu..” jawab Misuk sambil memberikan semangkuk nasi ke hadapan Hyuna.

Hyuna memandang ibunya bingung, “Ne? waeyo? Kupikir oppa baru magang..” uca[nya sambil mengambil sumpit.

“Justru karena itu, seniornya pasti membebankan semuanya pada Hyunseung..” ucap Jongnam menimpali.

Hyuna mengunyah makanan di mulutnya dan mengangguk mengerti, “Hmm.. begitu..” ucapnya mengerti.

“Oh ya, kau akan belajar kelompok bersama Gayoon dan Jiyoon?” Tanya Misuk.

Hyuna mengangguk, “Ne eomma..” jawabnya.

Jongnam memandang Hyuna, “Ne? memangnya sudah hampir ujian ya?”

Hyuna menatap Jongnam sebal, “Appa, memangnya hanya karena ujian aku belajar?”

Misuk tertawa kecil, “Itu kebiasaan ayahmu..” ledeknya.

Hyuna tertawa mendengar ucapan ibunya.

Jongnam tertawa kecil, “Baguslah kalau begitu..” ucapnya. “Apa perlu appa jemput ketika pulang nanti?”

“Ne? oh.. gwenchana… Gayoon berkata akan mengantarkanku dan Jiyoon..” jawab Hyuna cepat.

Jongnam mengangguk, “Keure, pastikan kau tiba dirumah sebelum pukul 6..” ucapnya.

Hyuna tertegun, namun langsung mengangguk dan melanjutkan makannya.

 

=11 p.m=

Misuk yang sedang menonton drama kesukaannya mendengar pintu di lantai atas terbuka, terdengar juga langkah kaki berat menuruni tangga. Ia memperhatikan beberapa saat hingga terlihat Hyunseung dengan sweater melar dan celana santai sambil mengelus mata. Rambut pria itu terlihat berantakan dan terlihat bekas lipatan kain yang membekas di pipinya. “Akhirnya kau bangun juga..” ucapnya sambil tersenyum.

Mata Hyunseung tampak seperti belum mau terbuka. Ia berhenti di anak tangga terakhir dan memandang Misuk dengan sebelah mata tertutup, “Annyeonghaseo..” sapanya dengan suara parau sambil membungkuk sopan, lalu melangkah ke kamar mandi.

Misuk tersenyum dan kembali memandang layar tv. Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Ia kembali menoleh untuk memperhatikan Hyunseung yang melangkah ke ruang makan, “Makanan ada di kulkas.. hangatkan dulu dengan microwave..” ucapnya dengan suara lantang.

“Ne..” jawab Hyunseung dari ruang makan.

Misuk kembali asik dengan acara tv. Namun, hingga acara tv itu berakhir Hyunseung belum kembali beralu. Ia memandang ke ruang makan bingung, lalu bangkit dan melangkah ke sana. Begitu tiba diambang pintu, ia berhenti dan tertawa kecil melihat Hyunseung yang tertidur di meja dapur dengan posisi duduk dan kepala bertumpu di lipatan tangannya.

2 p.m

Hyunseung kembali terbangun dan menyadari ia kembali ada di kamarnya. Perlahan ia bergerak duduk dan memandang sekitar sambil menggaruk lehernya. Setelah beberapa saat, ia mengelus matanya dan turun dari tempat tidur. Perutnya benar-benar terasa lapar.

Misuk yang sedang menyiapkan makanan tersenyum melihat Hyunseung kembali muncul, “Kau sudah bangun?”

“Ne, eommanim..” ucap Hyunseung pelan dan bergerak duduk di meja makan, “Eommanim, aku lapar..”

Misuk tertawa kecil dan meletakkan semangkuk mi ramen yang sudah ia masak untuk Hyunseung ke hadapan pria muda itu, “Ini.. makanlah…”

Hyunseung tertegun melihat mangkuk itu karena minya masih hangat, lalu memandang Misuk. “Eotheokhe?” gumamnya tak mengerti.

Misuk tersenyum, “Eomma hanya mempunyai firasat kau akan terbangun, jadi eomma memasakkannya..”

Hyunseung tersenyum dan mengangguk sopan, “Gamshamida..” ucapnya sambil mengambil sumpit, “Sekamat makan..” ucapnya lagi dan mulai makan.

Misuk melanjutkan masakannya dengan senyuman diwajahnya.

Hyunseung memandang sekitar karena sangat sepi, “Hyuna belum pulang eommanim?”

“Ne, dia berkata akan belajar kelompok bersama teman-temannya..” jawab Misuk.

“Hmm..” gumam Hyunseung sambil mengangguk mengerti.

“Hmm.. paling tidak dia masih memikirkan sekolahnya, meskipun terkadang ia sangat tak terkendali..” ucap Misuk lega.

Hyunseung terdiam mendengar ucapan Misuk dan memandang wanita yang berdiri membelakanginya itu.

“Mungkin dia bisa masuk universitas bagus sepertimu juga..” ucap Misuk dengan senyuman diwajahnya, “Eomma harap juga begitu..” ucapnya lagi.

Hyunseung tiba-tiba merasa curiga dengan Hyuna yang tiba-tiba mau belajar kelompok, padahal sejak SMA gadis itu hanya memikirkan fashion dan make up. Ia segera menyelesaikan makannya dan bangkit, “Eommanim, terima kasih makanannya. Aku akan kembali ke kamar..” ucapnya dan langsung melangkah keluar dari ruang makan.

Misuk memandang Hyunseung sekilas, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

Hyunseung naik ke lantai atas dan menghampiri pintu kamar Hyuna. Perlahan ia membuka pintu kamar gadis itu sambil memperhatikan ke dalam. Tak terlihat hal yang mencurigakan, jadi ia masuk dan kembali menutup pintu. Ia tidak ingin mencurigai Hyuna, tapi ia harus mencari tau kenapa gadis itu pergi belajar kelompok. Ia memperhatikan meja belajar dan tempat tidur, tapi tidak ada yang mencurigakan. Ia berbalik dan melangkah ke pintu, tapi langkahnya terhenti dan menoleh ke lemari. Mini dress yang ia lihat semalam sudah tidak ada. Dahinya berkerut dan melangkah cepat ke lemari, juga memeriksa apakah mini dress itu disana, ternyata tidak ada juga. Ia langsung menghela nafas dalam dan memutar bola matanya kesal, sepertinya ia tau kemana Hyuna.

 

 

<<Back                 Next>>

 

Advertisements

8 thoughts on “I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 2]

  1. Wah..wah.. Junhyung lg nge rencanain apa tuh… *lirik curiga
    Eommannya hyuna perhatian banget ama hyunseung tuh 😀 truss hyuna kenapa jadi kaya anak manja genit(?) gitu ya??? lol~ XD
    *gak ngerti dah gw komen apa -_-

  2. wah keren ff’nya,, ditunggu next chapternya.. duh jd khawatir sm hyuna, y semoga hyunseung bisa terus jagain hyuna

  3. FF baru lagi.. yeheeyyyy~~ rated M kah? semoga.. hahaha aku suka bgt ini ama FF nya yookyung~ssi… ❤ please buat trus castnya hyuna hyunseung.. suka bgt~ daebak!!!

  4. huwaaaaa hyunhyun oppa kyeoptaaaa…
    bener2 menantu idaman..
    *hlooo

    kyaaaaa hyuna unni nappeun…
    udahh bohong gtoo ma umma appa nya…
    hihihihi tp gag bisa nipu hyunseong oppa dechhh…
    ayoooo oppa gagalin rencana hyuna unni..

    unni epep mu makin keren catar membahana…
    akuu lanjut next chap yaa eon…
    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s