Chapter

My Sister and I [Chapter 24] [Ending]

24

 

—It’s Really Love!—

=Dua Tahun Kemudian=

Kehidupan Chaerin dan Hyuna di New York terasa berat di tahun pertama mereka, namun sekarang semuanya mulai berubah lebih baik.

Chaerin menyelesaikan kuliahnya dan bekerja di sebuah perusahaan periklanan terkenal di New York sebagai penganalisa keuangan disana. Ia tidak perlu memikirkan banyak hal untuk mendapatkan uang karena pendapatannya disana cukup untuk dirinya dan Hyuna.

Miss Lee, this is for you..” ucap Stefany yang sedang memberikan kiriman untuk para pegawai.

Chaerin tersenyum, “Thank’s Stef..” ucapnya sambil menerima sebuah bingkisan berukuran sedang itu. lalu membuka bungkusannya dengan hati-hati. Setelah merobek beberapa bagian, bibirnya membentuk senyuman melihat sebuah buku. Ini adalah buku yang ia tulis berlatar belakang dari kejadian yang menimpanya dan Hyuna. Buku itu sudah masuk cetakan kedua karena permintaan yang meningkat. Ia juga mendapatkan sebuah surat disana.

 

Dear Miss Lee Chaerin..

Congratulation for your best seller book..

 

Chaerin meletakkan buku itu di meja, lalu memandang ke dinding kaca transparan di sisi kirinya. Yang terlihat beberapa gedung tinggi lainnya seperti tempat dia bekerja saat ini. Setelah itu ia kembali melanjutkan pekerjaannya dengan senyuman mengembang diwajahnya.

Ditempat lain.

Hyuna mendalami dunia fashion dan mempelajari desain di universitas. Sekarang ia juga mengambil part time disebuah majalah fashion di New York. Sama seperti Chaerin, ia juga terkadang menulis artikel untuk majalah itu.

Hyuna, come on..” panggil Jeany dari pintu kelas.

Hyuna tersenyum dan segera memasukkan buku-bukunya kedalam tas, “Wait for me!” ucapnya dan berlari kecil mengejar temannya itu.

 

=Suatu Hari=

Kantor Chaerin.

Oh my god!” erang Melanie, teman sekantor Chaerin sambil menghampiri gadis itu.

Chaerin memandang gadis itu bingung, “What’s wrong, Mel?” Tanyanya bingung.

Melanie memutar bola matanya kesal, “You know, boss wants you to his office now..

Dahi Chaerin berkerut, “Why?

A client couldn’t speak english and he just wants to work with people who can speak Korean..” jawab Melanie kesal,

Chaerin hampir tertawa mengetahui itu, “What? He so Strange..

Just go to boss office! You can speak Koreanm don’t you?!” ucap Melanie mulai kesal lagi.

Okay.. okay.. I’m going now..” ucap Chaerin sambil bangkit dan berjalan menuju ruangan bosnya.

Tok! Tok! Tok!

Get in!” ucap seorang pria dari dalam.

Chaerin membuka pintu perlahan dan melangkah masuk, “You want to meet me, sir?”

Oh.. thank’s god.. Come in Miss Lee..” ucap Mr Clark yang terlihat sudah sangat bingung dengan situas disana. “Let me introduce you..” ucapnya sambil menunjuk pria yang duduk dihadapannya.

Chaerin melangkah mendekati meja kerja bosnya sambil memperhatikan pria itu berbalik, namun langkahnya langsung berhenti dengan tatapan tak percaya ketika menyadari orang itu adalah Jiyong. Ia sampai tertegun melihat pria itu.

Miss Lee, this is Mrs. Kwon from South Korea..” ucap bos Chaerin dan menjelaskan alasan Jiyong ada disana untuk pekerjaan dan memintanya menjadi penerjemah bahasa.

Sementara Jiyong dan Chaerin berdiri saling menatap sambil tersenyum satu sama lain.

Miss Lee?” panggil bos Chaerin.

I can do this, sir..” ucap Chaerin tanpa memutuskan tatapan matanya dengan Jiyong.

“Kau semakin menarik, Chaerin-ssi..” ucap Jiyong.

Chaerin tersenyum lebar dan melangkah maju untuk memeluk Jiyong. Pria itu juga langsung membalas pelukannya.

Mr. Clark tertegun melihat kedua orang itu malah saling berpelukan.

Universitas Hyuna.

Hyuna melangkah ditaman sambil memperhatikan buku desainnya, “Humm.. sepertinya ini sudah bagus..” ucapnya, lalu mengangkat wajahnya kedepan sambil terus berjalan. Ketika melewati sebuah bangku, ia berhenti melangkah karena seperti melihat seseorang yang ia kenali duduk disana. Ragu-ragu ia berbalik dan memandang pria yang duduk tenang sambil membaca buku itu. matanya membesar dan melangkah pelan menghampiri pria itu. “Oppa?”

Hyunseung tersenyum mendengar Hyuna memanggilnya dan memandang gadis itu, “Long time no see..” ucapnya dan berdiri.

Hyuna masih menatap Hyunseung tak percaya, “Oppa..” ucapnya dengan suara bergetar seiring bulir air mata yang berjatuhan dari matanya.

Hyunseung menatap Hyuna lembut, “Kau masih cengeng Hyuna..”

Hyuna tidak bisa menahan tangisnya karena kembali bertemu dengan Hyunseung lagi setelah 2 tahun berpisah. “Oppa..” ucapnya dan langsung memeluk pria itu erat.

Hyunseung memeluk Hyuna sambil membelai rambut gadis itu, “Ne, aku juga merindukanmu..”

Setelah bisa menenangkan diri, Hyuna melepaskan pelukannya dan memandang Hyunseung. “Oppa, kenapa kau bisa ada disini?”

Hyunseung mengelus pundaknya, lalu menunjukkan sebuah kartu pada Hyuna.

Hyuna memperhatikan kartu itu dan menatap Hyunseung tak percaya, “Oppa juga mahasiswa disini?!”

Hyunseung mengangguk.

“Wuaaaa!!!” sorak Hyuna girang sambil kembali memeluk Hyunseung.

Kali ini Hyunseung mendekap Hyuna erat dan menyandarkan dagunya ke bahu gadis itu, “Hmm.. aku tidak bisa bertahan lagi jika tidak bertemu denganmu, jadi kuputuskan untuk mengikutimu kemari..”

Hyuna tersenyum lebar mengetahui itu.

Hyunseung melepaskan dekapannya dan memandang Hyuna, “Meskipun sekarang kita satu tingkat, kau tetap harus menghargaiku, arasso?”

Hyuna tertawa kecil dan mengangguk, “Keurom, oppa..” ucapnya, lalu menggenggam tangan Hyunseung. “Oppa, mau kutemani berkeliling dan kukenalkan pada teman-temanku?”

“Oh? Kau sudah mempunyai teman-teman?” tanya Hyunseung menahan tawa.

“Ne.. mereka baik padaku.. Itu mereka, ayo..” ucap Hyuna sambil menarik Hyunseung, “Jeany! Caitlyn!!” panggilnya.

Hyunseung hanya tersenyum ketika mengikuti Hyuna.

 

=Apartemen=

Ahhh.. I want to die!!” ucap Ailee yang baru kembali ke apartemen dan langsung membanting tubuhnya ke sofa.

Hyuna tertawa melihat Ailee, “Eonni, jangan mati dulu. Kau belum menikah..” candanya.

Ailee tertawa kecil dan bergerak duduk, “My boss will kill me soon..” gerutunya sambil tertawa, lalu memandang sekitar. “Mana Chaerin?’

Here..” jawab Chaerin sambil menghampiri Ailee dan Hyuna di ruang tengah bersama semangkuk buah strawberry.

“Wuaaa.. strawberry..” ucap Hyuna senang.

Bekas luka bakar ditangan Chaerin masih terlihat, namun ia tak pernah terganggu melihatnya. Itu akan selalu mengingatkannya betapa berat jalan yang harus ia lewati untuk bersama adik kesayangannya.

“Hup!” ucap Ailee sambil memasukkan sebuah strawberry ke mulutnya.

Hyuna melakukan hal yang sama dan saling menertawai bersama Ailee karena pipi mereka jadi menggembung karena strawberry.

Chaerin tertawa kecil, “Kalian seperti seumuran saja..” candanya.

“Oh ya, eonni.. Hyunseung oppa sekarang ada disini..” cerita Hyuna senang.

Chaerin menatap Hyuna kaget, “Ne?”

“Omo! Hyunseung?” ucap Ailee tak percaya.

“Ne, Hyunseung  oppa masuk ke universitasku juga..” cerita Hyuna senang.

“Jinja?” tanya Chaerin tak percaya, “Jiyong juga sekarang ada disini..”

Hyuna dan Ailee terdiam menatap Chaerin.

“Jiyong oppa?” tanya Hyuna tak percaya.

Ting! Tong!!

“Oh.. tamu, aku akan membukanya.” Ucap Hyuna sambil bangkit dan berlari ke pintu.

Chaerin dan Ailee melanjutkan obrolan mereka mengenai Jiyong sambil makan strawberry.

Hyuna membuka pintu dan melihat siapa yang berdiri didepan, “Who is it?” tanyanya. Matanya membesar melihat dua pria yang berdiri didepan pintu memegang pai buah.

Jiyong dan Hyunseung tersenyum lebar pada Hyuna yang tampak terkejut.

“Hello, we’re your new neighbor..” ucap Jiyong ramah.

“Kenapa Hyuna lama sekali ya?” tanya Ailee bingung.

Chaerin bergerak bangkit dan menghampiri Hyuna, “Siapa Hyuna?” tanyanya sambil membuka pintu lebih lebar. Ia ikut terpaku melihat dua pria itu, “Sedang apa kalian?”

“Kami penghuni apartemen disebelah kalian..” ucap Hyunseung sambil tersenyum.

Chaerin tertegun sesaat, lalu berpandangan dengan Hyuna. Ia tertawa kecil dan membiarkan kedua pria itu masuk.

 

=Coffe Break=

Jay menatap Ailee kaget, “Kwon Jiyong?” tanyanya tak percaya.

Ailee tertegun melihat reaksi Jay, ia menghela nafas dalam dan memandang kebawah. “You still like Chaerin, don’t you?

Jay sekarang yang tertegun mendengar ucapan Ailee.

Ailee menatap Jay sebal, lalu mengambil coklat dinginnya. “Pabo ya, kau tidak tau siapa yang menyukaimu tapi terus berharap dengan gadis yang hanya menganggapmu teman..” ucapnya dalam bahasa Korea dengan nada datar, lalu bergerak bangkit tanpa mempedulikan wajah bingung temannya itu. “I go back now..” ucapnya dan melangkah pergi.

Jay diam ditempatnya, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan bergerak bangkit. “Ailee..”

Ailee berhenti dan kembali memandang Jay, “What?

“Aku tertkejut bukan berarti aku cemburu kan?” tanya Jay dalam bahasa Korea.

Ailee tertegun mendengar Jay sangat fasih berbahasa Korea, “J-Jay?”

Jay tersenyum, “Maaf aku selalu berbohong kalau aku tidak bisa berbahasa Korea..”

Ailee mengedip-kedipkan matanya bingung, lalu kembali teringat ucapannya barusan. ‘Omo! Dia mengerti ucapanku tadi!’ batinnya malu, “Oh.. aku pergi..” ucapnya dan langsung melangkah cepat.

Jay tau Ailee merasa malu dan langsung menahan tangan gadis itu, membuat sang gadis terkejut dan memandangnya malu. “Don’t running away..

Ailee memalingkan wajahnya, “Ahh.. that’s so embrassing!” ucapnya malu.

Jay tertawa kecil dan merangkul Ailee, “Let’s go.. waste your time little more with me..” pintanya.

Ailee memandang Jay tak percaya, perlahan pipinya memerah dan menunduk malu.

 

=Akhir Pekan=

Hyunseung dan Jiyong ikut berakhir pekan di apartemen para gadis itu karena mereka tidak memiliki makanan.

“Ini dimasukkan kemari?’ tanya Hyunseung pada Hyuna.

Hyuna mengangguk, “Ne, oppa..”

Chaerin menyiapkan meja makan, matanya melirik Jiyong yang sejak tadi memandangnya sambil tersenyum. Ia membalas senyuman pria itu dan tetap melanjutkan kegiatannya.

Ting! Tong!

Semuanya spontan memandang ke arah pintu.

“Aku yang buka!!” ucap Ailee sambil berlari kecil ke pintu.

“Hm? Ailee eonni mengundang seseorang?” tanya Hyuna pada Chaerin.

Chaerin menggeleng tanda tidak tau.

Hey guys..” sapa Jay.

“Oh.. Jay?” ucap Chaerin bingung.

“Hei, long time no see..” ucap Jay pada Jiyong.

Jiyong tersenyum.

“Oppa, what are you doing here?” tanya Hyuna bingung.

Jay tersenyum sambil memandang Ailee disisinya, “Aku diundang kekasihku..” jawabnya dalam bahasa Korea.

Chaerin tertegun mendengar Jay berbahasa Korea, “Oh my god!! Kau berbahasa Korea!”

Hyuna tersenyum, “Eonni baru tau?”

Chaerin memandang Hyuna kaget, “Kau sudah tau?”

Hyuna mengangguk, “Ne..”

Chaerin menatap Jay kesal, “You’re little brat!” ucapnya.

Jay tertawa kecil, “Forget it! Mana makanannya? Aku lapar..” ucapnya sambil duduk di sebelah Jiyong.

Chaerin tersenyum dan memandang Ailee yang tampak senang ada Jay disana, kepalanya memandang kearah Hyuna dan Hyunseung yang terlihat kompak. Lalu memandang Jiyong yang juga secara kebetulan memandangnya.

Jay mengedipkan sebelah matanya pada Chaerin dan kembali memandang majalah ditangannya.

Chaerin senang semuanya berakhir dengan baik. Ia kembali bersama Hyuna, juga mendapatkan pria yang terbaik untuknya. Kwon Jiyong.

 

 

 

===THE END===

<<Back

Advertisements

12 thoughts on “My Sister and I [Chapter 24] [Ending]

      1. Kurang…. panjang hehehehe ff author bagus semua >< tapi author bakalan post ff baru lagi kan? 😀

  1. wah uDah ending aJa, sebenarnya aQ gg rela sih teTapi semuanya akhirnya happy ending. . .
    kLo endingnya memuaskan but terlalu cepat . . .
    di tunggu lagi ffnya terutama tentang Hyuna n Hyunseung . . .
    Gomawo 🙂 🙂 🙂

  2. wah uDah ending aJa, sebenarnya aQ gg rela sih teTapi semuanya akhirnya happy ending. . .
    kLo endingnya memuaskan but terlalu cepat dan aQ berharap ada season 2 nya . . .
    di tunggu lagi ffnya terutama tentang Hyuna n Hyunseung . . .
    Gomawo 🙂 🙂 🙂

  3. Sebetulnya ceritanya kurang panjang…
    Tapi untung ceritanya happy end ^^
    terus lanjut bikin ff yang lain yaa thor 🙂

  4. Happy Ending~~~ wuah …. mewek nih tpi akhirnya happy ending.. semangat deh buat next story nya.. request yg ada hyuna hyunseung nya yg jd main role yah author nim ^^ thx ❤

  5. Wah unnie aku udah baca semua ff unnie yg watak utamanya hyuna dan hyunseung,unnie kau bagus dlm menulis,aku rasa kau lebih hebat dari penulis beneran.aku harap 1 hari nanti kau dpt tawaran untuk menjadi seorang penulis yg keren,semua cerita mu yg watak utamanya hyuna dan hyunseung,pasti keren..kamu memang nenar2 daebak unnie,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s