Chapter

My Sister and I [Chapter 23]

23

Be The Light

“Eonni, maafkan aku..” ucap Hyuna penuh penyesalan pada Chaerin yang akhirnya kembali sadar setelah dirawat dirumah sakit.

Chaerin tersenyum dan membelai rambut adiknya, “Gwenchana, yang terpenting kau tidak apa-apa..”

Bulir air mata Hyuna mulai berjatuhan menatap Chaerin, “Eonni, kenapa eonni menjual photo seperti itu untuk mengumpulkan uang? Aku sangat menyesal sekarang..” ucapnya pelan, “Seharusnya aku tidak menuduhmu seperti ini..”

Chaerin menarik Hyuna ke pelukannya sambil tersenyum, “Gwenchana Hyuna, eonni akan melakukan apa pun untukmu..” ucapnya dengan mata terpejam.

Hyuna menangis dibahu Chaerin dan melingkarkan kedua tangannya di tubuh gadis itu.

Malamnya.

Hyuna yang dirawat di kamar yang sama bersama Chaerin tersenyum melihat Jiyong dan Hyunseung masuk, “Oppa..” sapanya.

“Hei semua, bagaimana keadaan kalian..” sapa Jiyong riang.

“Aku sudah membaik, tapi eonni masih sering sesak nafas..” lapor Hyuna.

Chaerin tersenyum pada Hyuna, “Eonni gwenchana..” ucapnya pelan.

“Kalian tenang saja, Jiyoon sudah tertangkap dan akan kupastikan masuk ke sel yang sama dengan ibunya..” ucap Jiyong dan tertawa penuh kemenangan.

Hyunseung tersenyum dan duduk di pinggir tempat tidur Hyuna sambil memandang Chaerin, “Chaerin-ssi, kau sudah membaik?”

Chaerin mengangguk, “Ne, dokter berkata luka bakarku tidak sampai 5%..” jawabnya sambil mengangkat tangan kanannya yang di balut perban.

Hyunseung memandang Hyuna, “Keadaanmu?”

“Gwenchana oppa..” jawab Hyuna.

“Oh ya, ini..” ucap Jiyong sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan memberikannya pada Chaerin.

Hyuna tertegun melihat buku kecil itu adalah passport dan langsung memandang Hyunseung yang terpaku melihat buku itu.

Chaerin tersenyum, “Gumawoyo Jiyong-ssi..” ucapnya, lalu memandang Hyunseung yang terlihat menatap passport ditangannya.

“Oppa..” ucap Hyuna menyesal.

Hyunseung menunduk sesaat, lalu memandang Hyuna. “Kau akan pergi ke New York?”

Hyuna menatap Hyunseung menyesal, “Miane oppa..”

Hyunseung tampak sangat sedih dan kembali menunduk.

“Jeongmall mianeyo, oppa..” ucap Hyuna menyesal.

Chaerin memandang Hyuna sedih, lalu berpandangan dengan Jiyong.

Hyunseung menghela nafas dalam dan kembali memandang Hyuna, “Gwenchana..” ucapnya pelan.

Hyuna memandang Hyunseung tak mengerti, “Ne?”

Hyunseung tersenyum, “Aku berpikir tidak ada yang akan berada disisiku jika kau pergi. Tapi aku salah..” ucapnya, lalu memandang Jiyong, “Jiyong hyung yang selama ini membantuku. Aku sadar kalau aku tidak sendiri..” ucapnya, membuat Jiyong tersenyum. Lalu kembali memandang Hyuna, “Meskipun kau pergi ke New York, aku tidak akan menahanmu. Karena aku melihat sendiri bagaimana perjuangan Chaerin-ssi untuk mendapatkanmu kembali..”

Chaerin tersenyum mendengar ucapan Hyunseung.

“Oppa?” ucap Hyuna tak percaya.

Hyunseung mengelus rambut Hyuna, “Aku akan mengunjungimu sesekali..” ucapnya sambil tersenyum.

Hyuna tersenyum lebar mendengar ucapan Hyunseung.

=Bandara Incheon=

Chaerin menunggu Hyuna berbicara dengan Hyunseung sebelum mereka berjalan masuk ke boarding pass. Bibirnya membentuk senyuman melihat kedua anak muda itu terlihat manis bersama.

Jiyong yang berdiri disebelah Chaerin melirik gadis itu dan ikut tersenyum.

Chaerin menyadari Jiyong tersenyum memandangnya dan memandang pria itu aneh, “Ada apa denganmu?”

Jiyong semakin tersenyum lebar, “Ani..”

“Lalu kenapa tersenyum seperti itu?” tanya Chaerin tak mengerti.

“Karena kau ada disebelahku..” jawab Jiyong.

Chaerin tertegun, “Mwo?”

Jiyong tersenyum lebardan menarik kedua bahu Chaerin agar berhadapan dengannya, “Kuharap kau akan merasa lebih baik setelah Hyuna ada bersamamu..” ucapnya.

Chaerin tersenyum tipis dan mengangguk, “Ne.. Kuharap kau juga merasa lebih baik setelah berbaikan dengan ayahmu..”

Jiyong tertawa kecil, “Aku tidak akan pernah cocok bersama ayahku.. Tapi kau memberikanku pelajaran berharga untuk hidupku, bahwa aku harus berjuang untuk adikku..”

Chaerin senang mendengarnya, “Ne, paling tidak kau bisa bertahan dirumah untuk adikmu…”

Jiyong mengangguk, “Ne..”

Sementara itu.

Hyuna menatap Hyunseung yang menempelkan tangannya ke pipi pria itu sedih.

Hyunseung kembali membuka matanya dan memandang Hyuna sambil tersenyum, “Jangan menangis lagi.. Aku ingin kau pergi sambil tersenyum.. Araso?”

Hyuna mengangguk dan tersenyum tipis, “Ne, oppa..”

Hyunseung mengenggam satu tangan Hyuna dan bergerak maju sambil memegang kepala gadis itu untuk mencium dahinya.

Wajah Hyuna merona merasakan kecupan manis Hyunseung di dahinya.

Hyunseung kembali memandang Hyuna, “Ayo, kakakmu sudah menunggu..”

Hyuna mengangguk dan berjalan menghampiri Chaerin dan Jiyong.

“Sudah selesai?” tanya Chaerin.

Hyuna langsung memeluk Chaerin dari samping sambil mengangguk, “Ne, eonni..”

Chaerin tersenyum pada Hyunseung, “Terima kasih atas bantuanmu selama ini, Hyunseung-ssi..”

Hyunseung mengangguk, “Ne, jaga dirimu Chaerin-ssi..” ucapnya.

“Keurom, kami pergi.. Bye semua..” ucap Chaerin sambil melambai dan melangkah menuju boarding pass.

“Bye oppa..” lambai Hyuna.

=Pesawat=

Berkat Jiyong, Hyuna dan Chaerin bisa kembali di kelas bisnis, jadi mereka bisa duduk dengan nyaman.

Hyuna memperhatikan awan putih yang terlihat cantik dari jendela pesawat yang sudah mulai mengudara. Ia merasa sedih akan meninggalkan Korea, tapi merasa senang karena akan tetap bersama Chaerin.

Chaerin meletakkan tasnya di lemari diatas tempat duduk, lalu bergerak duduk lagi disebelah Hyuna. Ia memandang adiknya yang masih asik memandang keluar, “Kita akan tiba sekitar 8 jam lagi..” ucapnya memberitau.

Hyuna memandang Chaerin sambil tersenyum, “Ne, eonni..”

Chaerin menatap Hyuna, “Kau sedih?”

“Mmm.. sedikit..” jawab Hyuna.

Chaerin tersenyum dan mengelus rambut adiknya, “Pikirkan saja kita akan tinggal bersama lagi mulai sekarang..”

Hyuna mengangguk dan menyandarkan kepalanya ke bahu Chaerin.

Chaerin mengelus rambut Hyuna sambil menonton layar kecil di depannya.

Hyuna diam untuk berpikir, lalu memandang kakaknya. “Eonni..”

Chaerin kembali memandang Hyuna, “Ne?”

Hyuna mengangkat kepalanya memandang Chaerin, “Eonni,  setelah ini, apa yang akan kita lakukan?”

Chaerin diam sejenak memikirkan pertanyaan Hyuna, bibirnya kembali membentuk senyuman. “Eonni akan melakukan apa pun. Jika kita bersama, tidak akan terasa berat lagi kan?”

Hyuna tersenyum dan mengangguk, “Ne, eonni..”

Chaerin menggenggam tangan Hyuna sambil tetap tersenyum pada adiknya itu.

<<Back          Next>>

Advertisements

2 thoughts on “My Sister and I [Chapter 23]

  1. Akhirnya hyuna ama chaerin bisa bersama lagi…. :’)
    yaahhh walaupun sedih juga karena mesti ninggalin hyunseung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s