Chapter

My Sister and i [Chapter 22]

22

Fire!

Chaerin yang naik di mobil Seunghyun bersama pengawal Jiyong yang lain mengerutkan dahi melihat kepulan asap hitam di langit, “Dari mana asap itu?”

Semuanya memperhatikan asap itu dengan dahi berkerut. Sebuah mobil pemadam kebakaran berlalu kencang disebelah mobil mereka.

“Perasaanku tidak enak..” ucap Daesung dan langsung menginjak gas mobilnya.

Mata Chaerin melotot melihat ternyata yang terbakar itu adalah rumah Songyi. “Rumahnya terbakar!!!” serunya panik. Begitu mobil berhenti, ia langsung berlari hendak masuk.

“Chaerin-ssi!!” teriak Seunghyun sambil menahan Chaerin.

“Hyuna didalam!!! Aku harus menolongnya!!” teriak Chaerin sambil meronta.

“Nona, sudah tidak ada orang didalam.. Anda tidak perlu khawatir..” ucap seorang pemadam memberi penjelasan.

Chaerin menatap pria itu kaget, “Ne?! Kau yakin? Apa kau sudah memeriksa kedalam?!” tanyanya.

“Ne.. tapi tidak ada orang didalam..” ucap pria itu.

“Ne? Kemana mereka membawanya?” gumam Seunghyun tak mengerti.

Chaerin terpaku menatap kobaran api di rumah besar itu.

Jiyong dan Hyunseung langsung menghampiri Seunghyun, “Ya, apa yang terjadi?! Mana Hyuna?!”

“Mereka tidak disini. Sepertinya mereka membakar rumah untuk menghilangkan jejak..” ucap Seunghyun memberitau.

“AGASSI!!!” teriak seorang pemadam kebakaran.

Jiyong dan yang lain baru menyadari Chaerin nekad berlari masuk disaat semuanya lengah. “YA!!” teriaknya dan hendak ikut mengejar juga, tapi pada petugas pemadam kebakaran langsung menahannya.

“Uhuk.. uhuk..” Hyuna berusaha menutup hidungnya karena asap dari luar sudah mulai memenuhi gudang. Hawa panas api dari balik pintu itu sudah terasa di kulitnya, namun ia tak bisa melakukan apapun selain berdoa seseorang akan datang menolongnya. Tapi jika melihat seperti ini, ia tidak bisa berharap banyak lagi. Matanya terpejam dan mulai menangis lagi, “Miane eonni.” Gumamnya.

Chaerin menutup hidungnya dengan tangan sambil terus berlari masuk, asap dan api ada dimana-mana. Membuat penglihatannya terhalangi juga sesak untuk bernafas. Tapi dia tidak akan mundur sebelum memastikan jika Hyuna memang tidak ada disini. Kakinya melangkah cepat ke tempat yang sudah dilalap api. “HYUNA!!! HYUNA!!” panggilnya sekeras yang ia bisa, “Uhuk!! Uhuk!!!” asap itu langsung menusuk pernafasannya. “HYUNA!!!!!”

Hyuna membuka matanya karena seperti mendengar seseorang memanggilnya, tapi ia masih ragu akan hal itu.

“HYUNA!!!”

Hyuna sangat yakin dengan suara itu, dan ia tau itu suara Chaerin. “EONNI!! AKU DISINI!!!” teriaknya.

Chaerin mendengar seseorang berteriak dan langsung mengedarkan pandangannya mencari asal suara itu meskipun disana sudah sangat berkabut dan api dimana-mana. “HYUNA!! Uhuk!! Uhuk!!”

“EONNI!!”

Chaerin menatap sebuah pintu yang sedang di lalap api, ia melangkah cepat kesana. “HYUNA!!”

“EONNI!! CHAERIN EONNI!!” teriak Hyuna dari dalam.

Chaerin yakin Hyuna ada diruangan itu dan segera mencari apa yang bisa dia gunakan untuk membuka pintu. Namun tidak ada yang terlihat selain api dan kabut asap. Ia juga tak berhenti terbatuk sejak tadi. Jika ia keluar meminta bantuan, api sudah pasti akan membakar adiknya terlebih dulu. Ia menatap pegangan pintu yang terbuat dari besi, ia tau itu pasti sangat panas dan bisa membakarnya. Namun ia tak punya pilihan lagi. Ia memejamkan matanya dan langsung melangkah maju menerobos api, dan membuka pintu itu. “AAAARGGGH!!” jeritnya sambil mendorong pintu.

Mata Hyuna melotot melihat api langsung merambat kemana-mana begitu pintu terbuka. Juga Chaerin yang langsung berlutut sambil memegang tangan kirinya, “Eonni!!”

Chaerin memandang Hyuna, “Hyuna!!” ucapnya, ia melupakan sakit ditangannya dan langsung bangkit untuk menghampiri adiknya.

“Eonni..” ucap Hyuna antara lega dan ketakutan. Bulir air matanya mengalir menatap wajah Chaerin yang dipenuhi asap hitam.

Chaerin terus terbatuk ketika berusaha membuka ikatan tangan Hyuna secapat yang ia bisa, “Gwenchana. Uhuk! Eonni disini..” ucapnya.

Hyuna membantu Chaerin melepaskan ikatan di kakinya begitu kedua tangannya terlepas.

“Kita harus keluar..” ucap Chaerin sambil merangkul Hyuna.

BRUUUKK!!!

“Kyaaa!!” teriak Hyuna kaget ketika kayu dari langit-langit jatuh karena di lalap api.

Chaerin memeluk Hyuna erat dan melihat diluar gudang tidak ada yang bisa terlihat lagi selain kepulan asap. Ia memandang adiknya yang terlihat ketakutan. Dengan cepat ia melepaskan pelukannya dan melepaskan baju hangatnya untuk membalut kepala adiknya.

“Eonni?” ucap Hyuna tak mengerti.

“Apa pun yang terjadi, ikuti eonni dan jangan lepaskanku!” ucap Chaerin memberitau.

Hyuna mengangguk cepat.

Chaerin merangkul Hyuna dan menahan baju hangatnya menutupi kepala adiknya, ia menelan ludah langsung berlari keluar dari gudang bersama Hyuna.

Hyuna mencengkeram pinggan Chaerin sambil mengikuti kakaknya.

Chaerin berhenti tepat sebelum sebuah kayu balok yang sudah dimakan api terjatuh ke depannya.

“Eonni!!” teriak Hyuna kaget.

Chaerin memejamkan matanya yang mulai terasa perih karena asap, lalu kembali membukanya untuk memperhatikan sekitar. Ia tak berhenti terbatuk-batuk karena asap. Ia kembali melangkah ke satu arah karena melihat cahaya diseberang.

“Ada orang disana?!” tanya seorang petugas kebakaran yang kembali masuk mencari Chaerin.

Chaerin mendengar suara pria itu, namun nafasnya terasa sesak untuk menjawab. Ia terus melangkah kearah pria itu, namun tubuhnya terasa sangat lemah. Ia memandang Hyuna yang masih memeluk pinggangnya, lalu mendorong adiknya kearah pria tadi.

“Eonni?!!” seru Hyuna kaget karena tidak merasakan tubuh kakaknya lagi.

Petugas pemadam tadi mendengar teriakan Hyuna dan langsung mencarinya, “Agassi?”

Hyuna membuka wajahnya dari baju luar Chaerin, tapi hanya kabut asap yang terlihat. “Uhuk! Uhuk!!”

Akhirnya petugas tadi menemukan Hyuna, “Oh! Agassi!! Ayo!!!” ucapnya sambil merangkul gadis itu dan membawanya keluar.

“Tunggu! Eonni!! eonni!!!” teriak Hyuna panik, tapi petugas itu tetap membawanya keluar.

Semua pria yang menunggu diluar sangat tegang menatap kedalam rumah.

“OH! Itu mereka!!” ucap Seunghyun yang melihat seorang petugas pemadam membawa seorang gadis keluar.

Mata mereka membesar, “Oh! Hyuna!!” seru mereka.

“Eonni!!! EONNI!!” teriak Hyuna sambil menangis kearah dalam rumah.

“Tenang agassi, petugas lain akan menemukannya..” ucap petugas itu sambil terus menyeret Hyuna menjauh.

Hyunseung melangkah cepat kearah Hyuna sambil memegang dadanya yang terasa sakit, “Hyuna!” ucapnya khawatir.

Jiyong berlari menghampiri Hyuna yang dibawa kearah ambulance. “Hyuna, mana Chaerin-ssi?”

Hyuna menangis sambil tetap berusaha melepaskan diri dari pegangan petugas tadi, “Eonni masih didalam!! Lepaskan aku!!”

Mata Jiyong melotot dan langsung menatap kearah rumah yang sudah dilalap api, “Chaerin!!” serunya. “Andwae!!!” teriaknya sambil berlari masuk ke rumah, tapi pengawalnya langsung menahan tubuhnya.

“Tidak tuan muda!! Itu berbahaya!!” seru Taeyang.

“Chaerin!!” teriak Jiyong panik, namun ia tak bisa melepaskan diri. Terdengar letusan-letusan kecil dari dalam. Lalu terlihat api sudah menjalar ke pintu luar rumah. Bulir air matanya berjatuhan menyadari Chaerin tak kunjung keluar. Tidak ada orang yang keluar lagi dari sana. Meskipun air sudah disemprotkan, api tetap menjalar kemana-mana. Kakinya terasa lemah dan jauh berlutut sambil menangis, “Chaerin..” ucapnya sedih.

Hyuna mendorong petugas medis yang hendak memasangkan selang oksigen padanya, “Shiro!! Aku harus kembali kesana!!” teriaknya.

“Hyuna!! Berhenti!!” ucap Hyunseung menahan Hyuna.

“Oppa, eonniku masih disana..” tangis Hyuna pada Hyunseung.

Hyunseung menatap Hyuna sedih, “Tidak ada yang bisa keluar dari sana lagi Hyuna.” Ucapnya pelan.

Hyuna terpaku dengan bulir air mata terus berjatuhan, perlahan kepalanya menoleh kearah rumah itu. “Eonni..” ucapnya tercekat.

“Hyuna, tenangkan dirimu..” ucap Hyunseung dengan suara bergetar, karena ia tau apa yang sudah terjadi pada Chaerin didalam sana.

“EONNI!!” teriak Hyuna histeris dan langsung berusaha melepaskan diri dari pegangan petugas medis. “ANDWAE!! EONNI!! CEPAT KELUAR!!” teriaknya sambil terus menangis.

Hyunseung memeluk Hyuna dan mengelus rambutnya, “Cukup Hyuna..” ucapnya pelan.

“Eonni..” ucap Hyuna lemah dan terduduk lemah sambil terus menangis histeris.

Seunghyun menunduk sedih, Chaerin mengorbankan dirinya untuk Hyuna. Itu sangat menyedihkan.

“OH!! Lihat!!” seru Daesung sambil menunjuk pergerakan dari dalam rumah.

Jiyong, Seunghyun dan pengawal lainnya menatap ke tengah kabut asap itu serius. Tak lama keluar petugas pemadam terakhir. Mata mereka membesar melihat pria itu menggendong seseorang dipungungnya yang tertutupi jaket merah pemadamnya.

“Chaerin!!!” teriak Jiyong.

“Medis!!” seru pemadam tadi sambil berlari ke ambulance.

Hyuna langsung berdiri melihat pria itu berhasil membawa Chaerin, “Eonni!!” teriaknya.

Pria tadi membaringkan Chaerin ke tandu yang langsung dibawa kedalam ambulance.

“Nona, ayo..” ucap seorang petugas medis.

Tanpa berpikir panjang, Hyuna langsung berlari masuk ke ambulance untuk melihat keadaan Chaerin. “Eonni..” panggilnya sambil duduk sebelah tandu. Mobil itu mulai bergerak untuk membawa mereka menuju rumah sakit.

Para petugas medis langsung memasangkan alat bantu pernapasan pada Chaerin dan memberikan pertolongan pertama keluka bakarnya.

“Agassi, kenakan ini..” ucap seorang petugas sambil memasangkan alat bantu pernafasan pada Hyuna.

Hyuna tidak menolak dan kembali memandang Chaerin. Bulir air matanya terus berjatuhan melihat kakaknya tak sadarkan diri. “Eonni..” gumamnya. Kepalanya menoleh kearah tangan Chaerin yang terdapat luka bakar, ia ingat setelah membuka pintu kakaknya itu langsung memegang tangannya. Ia kembali memandang wajah kakaknya sambil terus menangis, kakanya sengaja membakar tangan gadis itu sendiri untuk dirinya. “Eonni..” panggilnya sambil mengelus pipi Chaerin.

Dahi Chaerin berkerut dan membuka matanya perlahan.

“Eonni! Eonni..” panggil Hyuna tak percaya bercampur senang.

Chaerin memutar kepalanya lemah kearah Hyuna.

Hyuna tersenyum dalam tangisnya, “Eonni..”

Chaerin tersenyum lemah melihat Hyuna baik-baik saja. Namun matanya kembali menutup dan tak sadarkan diri lagi.

Mata Hyuna membesar, “Eonni?!”

“Keadaan menurun!!” ucap petugas medis sambil melangkah sesuatu pada Chaerin.

Hyuna menatap Chaerin tak percaya, “Eonni!! Andwae!! Eonni!!”

<<Back          Next>>

Advertisements

2 thoughts on “My Sister and i [Chapter 22]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s