Chapter

My Sister and I [Chapter 17]

17

My Sister 2

“Omo! Hyunseung pasti tau sesuatu tentang adikku!!” ucap Chaerin.

Jiyong langsung duduk tegap, “Mungkin saja..” ucapnya, “Ahh… tapi Hyunseung masih belum sadar..” ucapnya bingung.

Chaerin berusaha memutar otak untuk menemukan jalan keluarnya.

Jay yang sejak tadi memperhatikan menghela nafas dalam, “Find Junhyung..” ucapnya.

Chaerin menatap Jay, “You’re right!!” serunya, lalu memandang Jiyong. “Aku harus menemui Yong Junhyung!” ucapnya.

“Ne? Aku ikut bersamamu..” ucap Jiyong.

“Jangan! Kau tetap disini, pastikan Hyunseung baik-baik saja. Aku akan menemuinya bersama Jay..” ucap Chaerin cepat.

“Oh.. keure..” ucap  Jiyong sambil mengangguk.

Ailee keluar dari kamar perawatan Hyunseung dan melihat teman-temannya tampak serius, “Hei, membicarakan apa?” tanyanya.

Chaerin langsung berdiri, “Ailee, we have to find Yong Junhyung! Let’s go!” ucapnya dan langsung melangkah pergi. Jay mengikutinya dari belakang.

Sebelum melangkah mengikuti teman-temannya, Ailee berhenti sejenak memandang Jiyong. “Jiyong-ssi, aku membawakan makanan untukmu dan Eunsung-ssi.” Ucapnya sambil tersenyum.

Jiyong tersenyum, “Gumopta, Ailee-ssi..” ucapnya dan langsung berlari kecil mengikuti Chaerin dan Jay.

Sementara itu, Hyuna mendengar Ailee dan Jiyong berbicara karena pintu tidak ditutup rapat oleh gadis itu ketika keluar, dahinya berkerut dan memandang ke pintu karena mendengar ‘Ailee’. “Ailee?” gumamnya, lalu bangkit dan melangkah keluar.

Jiyong yang hendak membuka pintu tertegun melihat Hyuna keluar, “Oh.. Eunsung-ssi, waeyo?”

Hyuna memandang Jiyong, lalu memperhatikan ke sekitar. Tidak terlihat siapa pun.

“Waeyo?” tanya Jiyong bingung.

“Oh.. aniya..” jawab Hyuna dan kembali masuk.

Jiyong bingung melihat keanehan Hyuna, namun ia hanya melangkah masuk. “Wuaa.. makanan..” ucapnya sambil duduk disebelah gadis itu di sofa.

Hyuna tersenyum, “Ne, Yejin eonni membawakannya..” ucapnya memberitau.

Dahi Jiyong berkerut, “Yejin?” tanyanya sambil mengambil sumpit, “Oh.. maksudmu Ailee?” tanyanya lagi.

Dahi Hyuna berkerut juga, “Ailee?”

“Ne, itu nama inggrisnya..” ucap Jiyong dan mulai mencicipi makanan yang dibawakan Ailee.

Hyuna berpikir sejenak, “Nama inggris?”

“Ne, Ailee lahir dan besar di New York..” jawab Jiyong sambil terus makan.

Hyuna tertegun, “New York? Bagaimana oppa mengenalnya?”

Jiyong mengunyah makanan dimulutnya sambil memandang Hyuna dan menelan makanan itu, “Dia teman dari temanku yang juga tinggal di New York..”

“Teman dari temanmu? Siapa?” tanya Hyuna ingin tau.

“Namanya Chaerin..” jawab Jiyong.

Hyuna terpaku mendengar ucapan Jiyong, “Siapa?” tanyanya memastikan.

“Lee Chaerin..” jelas Jiyong.

Mata Hyuna membesar, “Lee Chaerin?!!” serunya kaget.

Jiyong menatap Hyuna kaget, “Ne.. Waeyo?”

Hyuna benar-benar tak percaya pendengarannya, pantas saja nama ‘Ailee’ tidak asing baginya karena Chaerin pernah bercerita tentang temannya itu. “Oppa, dimana Yejin eonni dan temannya yang bernama Lee Chaerin itu?” tanyanya sambil memegang tangan Jiyong.

“Mereka baru saja pergi tadi..” jawab Jiyong bingung.

Hyuna langsung berdiri dan berlari keluar dari kamar perawatan Hyunseung.

Jiyong memandang Hyuna bingung tanpa tau apa yang terjadi, “Waekeure? Dia mengenal Chaerin?” gumamnya tak mengerti.

Hyuna berlari menyusuri lorong dan ruangan yang mungkin dilewati Chaerin dan Ailee, matanya mulai memerah dan bulir air berjatuhan sambil memandang ke kanan dan ke kiri. “Eonni.. odiga… eonni..” gumamnya sambil terus mencari. Dalam hati ia berharap Lee Chaerin yang dimaksud Jiyong memang kakaknya.

Sementara itu. Chaerin melangkah cepat meninggalkan rumah sakit bersama dua temannya.

Ailee bingung melihat orang-orang disekitar mereka terlihat memegang selebaran, “Hm? Ada promosi apa ya?” gumamnya bingung.

Chaerin memandang sekitar dan baru menyadarinya, “Hm? Kenapa semuanya membawa selebaran?”

Jay ikut memperhatikan dan melihat beberapa selebaran tergeletak di jalanan, ia membungkuk dan mengambil selebaran itu. “Sepertinya ini selebaran orang hilang..” ucapnya dalam bahasa inggris.

“Ne? Siapa?” tanya Ailee sambil melihat selebaran itu.

Chaerin tidak memperhatikan teman-temannya karena ingin menghubungi Bom.

Dahi Ailee berkerut memperhatikan gambar orang di selebaran itu, “Omo.. ini Cha Eunsung-ssi..” gumamnya.

Jay memandang Ailee, “Cha Eunsung? But, this is Kim Hyuna right?” tanyanya sambil menunjuk tulisan dibawah photo itu.

Chaerin tertegun mendengar nama Hyuna, “Who?” tanyanya sambil mengambil selebaran itu dan memperhatikannya. Matanya membesar disana memang memajang photo Hyuna, “This is my baby sister!” ucapnya tak percaya.

Ailee terkejut, “Really? But Cha Eunsung really look like this girl!” ucapnya sambil menunjuk gambar itu.

Chaerin menatap Ailee kaget dengan mata membesar, “Ne?!”

Ow.. that’s mean Hyunseung know about your sister..” ucap Jay menyimpulkan.

Oh my god! Yong Junhyung is here!!” ucap Chaerin dan kembali berlari ke dalam gedung rumah sakit. Jika memang Cha Eunsung itu Hyuna, ia harus menemukannya terlebih dulu sebelum Junhyung.

Jiyong yang masih kebingungan sambil melanjutkan makan mendengar ponselnya berbunyi. Ia segera menelan makanan dimulutnya dan menjawab panggilan itu, “Ne, Seunghyun..”

“Tuan besar, Yong Junhyung mencelakai Jang Hyunseung karena teman anda itu melindungi adik Chaerin-ssi..” ucap Seunghyun memberitau.

Jiyong tertegun, “Ne? Jadi dia tau dimana adik Chaerin?”

“Dari kamera CCTV di jalanan dan apartemen anda, terlihat Jang Hyunseung membawa adik Chaerin-ssi ke apartemennya..” jelas Seunghyun.

Jiyong terkejut, “Apartemennya?!” serunya sambil memandang Hyunseung yang masih koma, “Jadi.. Cha Eunsung?” ucapnya tak percaya, “Aku harus pergi!” serunya sambil memutuskan telepon dan langsung mengejar Hyuna.

Junhyung melangkah menuju ruang perawatan Hyunseung setelah bertanya pada bagian informasi. Langkahnya terhenti ketika melihat Hyuna berjalan sambil mencari-cari seseorang dari kejauhan, namun gadis itu berbelok ke lorong lain. Jadi ia langsung mengikutinya.

Hyuna terus melangkah mencari Chaerin dengan air mata berjatuhan, ia harus bertemu kakaknya. Ia tidak ingin kehilangan kakaknya lagi. “Eonni..” gumamnya sambil terus mencari. Ia berhenti karena tidak tau harus kemana lagi, jadi ia berbalik dan ingin melewati jalan lagi. Tapi ia langsung terpaku ketika melihat Junhyung mengikutinya. Dan lebih parah, pria itu memandang kearahnya. Ia langsung berlari pergi sebelum pria itu semakin dekat.

Junhyung terkejut melihat Hyuna berlari, “Ya! KIM HYUNA!!” teriaknya, membuat semua orang disana terkejut dan memandangnya bingung. Tapi ia tak peduli karena harus mendapatkan Hyuna.

Chaerin yang kembali melangkah cepat menuju kamar perawatan Hyunseung berhenti melangkah mendengar teriakan Junhyung dan langsung memandang kearah suara pria itu.

Ailee dan Jay terkejut mendengar teriakan yang sama.

“Oh! Dia menemukan adikmu!” seru Ailee panik.

Shit!!” seru Chaerin dan langsung berlari kearah Junhyung pergi, begitu juga dengan Ailee dan Jay.

Hyuna berusaha berlari sekencang yang ia bisa. Namun ketika tiba di bagian belakang rumah sakit nafasnya mulai habis dan langkahnya tak bisa secepat tadi.

Junhyung mempercepat langkahnya dan langsung menyergap Hyuna dari belakang.

“KYAAA!!” teriak Hyuna kaget dan tubuhnya berguling ke lantai bersama Junhyung.

Junhyung mengatur nafasnya yang terasa sesak sambil menahan tubuh Hyuna.

Hyuna yang panik berusaha melepaskan diri, namun Junhyung masih terlalu kuat untuknya. “Oppa! Lepaskan aku!!” teriaknya.

“YA!!” seru Chaerin sambil berlari menghampiri Junhyung dan Hyuna.

Junhyung tertegun melihat Chaerin berlari kearahnya.

Mata Hyuna membesar melihat Chaerin, “EONNI!!!” teriaknya sekuat tenaga.

Junhyung  bergerak bangkit dengan cepat sambil tetap memegangi Hyuna, lalu menyeretnya pergi.

“Andwae!! Lepaskan!!” seru Hyuna sambil berusaha menarik dirinya.

“Kau harus ikut aku!” tegas Junhyung.

Jay mempercepat langkah kakinya melewati dua temannya dan langsung menerjang Junhyung.

DUAKK!! Tendangan Jay mengenai dada Junhyung.

Hyuna melayang karena Junhyung tiba-tiba melepaskan dirinya, “Kyaaaa!!”

“Hyuna!!” seru Chaerin sambil menangkap tubuh Hyuna sebelum membentur lantai dan menjadikan tubuhnya bantalan.

BRUKK!! Chaerin dan Hyuna jatuh ke lantai.

“Ahhh…” erang Chaerin menahan sakit.

“Omo!! Kalian tidak apa-apa?” tanya Ailee panik.

Jay mengunci gerakan Junhyung dan menahan pria itu di lantai dengan lututnya.

Jiyong berlari ke arah mereka, “Ya! Kalian baik-baik saja?!” serunya sambil berlari.

Punggung Hyuna terasa nyeri, namun ia langsung tersadar ia sudah bersama Chaerin. “Eonni!” serunya sambil bangkit.

Chaerin meringis sambil memegang belakang kepalanya, “Ahhhh.. sakit sekali..”

“Eonni, gwenchana?” tanya Hyuna sambil tangan Chaerin.

Chaerin langsung memandang Hyuna dan bergerak bangkit sambil memegang kedua pipi adiknya, “Hyuna!!” ucapnya penuh haru dan langsung memeluk adiknya erat.

Hyuna menangis tersedu-sedu di bahu Chaerin sambil memeluk kakaknya erat. “Eonni…” tangisnya dengan suara bergetar.

Chaerin memejamkan matanya sambil mendekap Hyuna dan mengelus rambut panjang gadis itu. Bulir air juga menyelinap dari sudut matanya. Rasanya ia tak ingin melepaskan pelukannya dari adik kesayangannya ini.

Mata Ailee ikut berkaca-kaca menyaksikan kakak beradik itu akhirnya bertemu lagi.

Jiyong menghampiri Jay dan membantu pria itu memegangi Junhyung.

Chaerin melepaskan pelukannya dan menatap wajah Hyuna sambil memegang pipi gadis itu. Matanya memperhatikan setiap inci wajah adiknya. Ia terlalu bahagia hingga tak bisa menghentikan air matanya.

Hyuna menatap Chaerin sambil terus terisak, “Eonni…” ucapnya.

Chaerin tersenyum dalam tangisnya dan langsung menciumi setiap inci diwajah Hyuna, lalu kembali memeluk tubuh gadis itu erat.

“Eonni, neomu bogoshipo..” ucap Hyuna dengan suara bergetar.

“Eonni doo, Hyuna..” ucap Chaerin.

“Errr… maaf, aku tidak mau merusak momen kalian..” ucap Jiyong, membuat Chaerin, Hyuna dan Ailee memandangnya. “Tapi kita punya tahanan disini..” ucapnya sambil menunjuk Junhyung yang berusaha melepaskan diri meskipun tak ada gunanya.

Chaerin tersenyum lebar dan kembali memandang Hyuna, lalu menyeka air mata adiknya. “Khaja..” ajaknya sambil bangkit.

Hyuna ikut bangkit dan kembali memeluk Chaerin. Rasanya ia sangat takut kejadian ini hanya mimpinya saja dan akan terbangun suatu saat.

Chaerin merangkul Hyuna dan mengelus rambut adiknya lembut sambil tersenyum.

Ailee tersenyum sambil menyeka air mata Chaerin, membuat temannya itu memandangnya. “Benarkan kita akan menemukannya..”

Chaerin mengangguk, “Thank you..

“Ayo cepat!” seru Jiyong sambil menyeret Junhyung bersama Jay.

Chaerin melangkah pelan bersama Hyuna yang masih memeluk pinggangnya dari samping, tangannya juga tak melepaskan bahu gadis itu.

Hyuna yang sejak tadi menyandarkan pipinya ke dada Chaerin mendongak memandang kakaknya, “Eonni..”

Chaerin menunduk memandang Hyuna, “Ne..”

“Kita akan terus bersamakan setelah ini?” tanya Hyuna.

Chaerin tersenyum lebar, “Tentu saja..” ucapnya.

Hyuna tersenyum dan kembali menyandarkan kepalanya ke dada Chaerin.

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “My Sister and I [Chapter 17]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s