Chapter

My Sister and I [Chapter 16]

16

—My Oh My—

-Hyuna’s POV-

Aku memandang kekanan dan kiri, tapi tidak terlihat siapa pun disini. Sepertinya aku mengenali tempat ini, tapi aku tidak tau dimana. Aku melangkah sambil memperhatikan rumah kayu itu. Rumah kayu ini bertingkat dua, tidak ada banyak barang disini. Hanya sebuah kursi yang juga terbuat dari kayu.

“Hyuna?”

Aku tertegun mendengar suara itu, perlahan aku berbalik dan melihat eonni berdiri di depan tangga dengan tatapan haru menatapku. “Eonni..” ucapku dengan suara bergetar.

Mata eonni tampak basah karena air mata dan langsung melangkah cepat kearahku, “Hyuna!!”

Aku juga melangkah cepat kearahnya dan langsung berpelukan erat dengannya, bulir air langsung berjatuhan begitu saja dari mataku. Aku tidak percaya! Akhirnya aku bisa memeluk eonni lagi. Aku tau dia akan datang untukku.

Eonni mendekapku erat satu tangannya memegang kepalaku dan mencium puncak kepalaku berkali-kali, aku bisa mendengar ia juga terisak. “Eonni miane Hyuna.. Seharusnya eonni langsung datang untukmu..” ucapnya penuh sesal.

Aku menangis tersedu-sedu di dadanya, “Eonni..” tangisku. Aku sangat ketakutan dan sangat merindukannya. Sudah bertahun-tahun kami tidak bisa bertemu seperti ini.

-Hyuna’s POV end-

Hyuna terbangun dari tidurnya dengan air mata mengalir, ia langsung bergerak bangkit dan memandang sekitar. Ia masih berada di kamar perawatan Hyunseung namun sekarang ada di sofa. Ia langsun menangis menyadari apa yang ia alami barusan hanya mimpi. Chaerin belum menemukannya dan ia masih harus menghadapi semuanya sendiri. Matanya melirik kearah Hyunseung yang masih koma di tempat tidur. Ia memeluk lututnya yang tertutupi selimut tipis dan terus menangis.

Jiyong kembali masuk ke kamar perawatan Hyunseung dengan dua gelas susu hangat dan tertegun melihat Hyuna menangis, “Eunsung-ssi?” ucapnya sambil meletakkan dua gelas kertas tadi ke meja dan duduk di dekat kaki Hyuna. “Hei.. sudah, jangan menangis lagi. Hyunseung akan segera sadar..” ucapnya sambil memegang punggung tangan gadis itu.

Hyuna mulai terisak sambil memandang Jiyong, “Aku takut, oppa..” ucapnya.

Hyunseung menatap Hyuna iba, lalu dengan lembut menarik gadis itu ke pelukannya. “Jangan takut, aku akan terus menemanimu hingga Hyunseung tersadar. Araso?”

Hyuna mengangguk di bahu Jiyong.

-Chaerin’s POV-

Aku menyusuri rumah yang terbuat dari kayu ini. Ini adalah rumah dari salah satu keluarga yang pernah mengasuhku dan Hyuna belasan tahun lalu. Dari semua rumah yang pernah kami datangi, rumah ini yang paling kami sukai karena terbuat dari kayu. Tapi sekarang rumah ini terasa berbeda. Tidak ada perabotan apa pun dilantai atas ini. Aku mencari tangga untuk turun kebawah dan menemukannya. Aku menuruni tangga sambil memperhatikan keadaan dilantai bawah yang juga tanpa perabotan. Dahiku berkerut bingung. Ketika aku menoleh kearah lain, aku tertegun melihat seorang gadis berambut panjang berdiri di tengah ruangan lain. Meskipun aku tidak melihat wajahnya, hatiku memberitauku siapa gadis itu. Mataku langsung basah mengetahui siapa itu. “Hyuna?” ucapku pelan.

Gadis itu berbalik perlahan dan langsung menatapku tak percaya. “Eonni..” ucapnya dengan suara bergetar.

Tuhan! Aku tidak percaya dia benar-benar Hyuna. Adikku!! Tanpa ragu aku langsung melangkah cepat kearahnya dengan kedua tangan terbuka lebarsiap memeluknya erat, “Hyuna!!”

Dia juga melangkah cepat kearahku dan kami langsung berpelukan erat, aku benar-benar tak percaya bisa memeluknya lagi. Aku tidak ingin apa pun lagi sekarang. Aku hanya ingin memeluknya hingga aku mati! Bulir air mataku berjatuhan begitu saja.  Kedua tanganku mendekapnya lebih erat dan mencium puncak kepapalanya berkali-kali. “Eonni miane Hyuna.. Seharusnya eonni langsung datang untukmu..” ucapku dengan suara bergetar.

“Eonni..” tangisnya didadaku. Aku benar-benar merindukannya.

-Chaerin’s POV end-

Chaerin tersentak dari tidurnya dengan air mata berjatuhan. Ia langsung bergerak bangkit dan memandang ke sekitar, ia masih di kamar Ailee dengan gadis itu tidur disisinya. Bulir air matanya terus berjatuhan menyadari apa yang terjadi tadi hanya mimpi. Ia belum menemukan adiknya, ia masih harus menunggu hingga seseorang menemukan adiknya itu.

Ailee terbangun mendengar Chaerin menangis, ia langsung bangkit dan merangkul sahabatnya. “Chae, are you okay?” tanyanya khawatir. Karena ini pertama kalinya ia melihat gadis itu menangis.

Chaerin langsung menyeka air matanya, “I’m sorry, I’m just thinking about something..” ucapnya.

Ailee menghela nafas dalam, “Don’t worry, we’ll find your sister..” ucapnya menghibir.

Chaerin memandang Ailee dan tersenyum, “Thank you..” ucapnya pelan.

=Siangnya=

Chaerin dan Ailee keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan, Jay keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan sambil menunggu para gadis itu menyiapkan sarapan.

“Chae, kau akan ke rumah sakit lagi hari ini?” tanya Ailee sambil membalik telur dadar.

“Mungkin iya, aku harus menemui pengacara Kwon lagi..” jawab Chaerin sambil mengaduk masakannya.

“Hmm.. Oh ya, apa kau pernah bertemu Cha Eunsung-ssi itu sebelumnya?” tanya Ailee ingin tau.

Chaerin mengingat sejenak, “Sepertinya belum..” jawabnya.

“Sepertinya dia kekasihnya Hyunseung-ssi..” ucap Ailee.

“Aku tidak pernah tentang itu, tapi baguslah.. Berarti ada seseorang yang menenami Hyunseung sekarang..” ucap Chaerin lega.

Dahi Ailee berkerut mendengar nada bicara Chaerin dan memandang temannya itu, “Kenapa kau terdengar lega  begitu?”

Chaerin memandang Ailee, “Karena Jiyong-ssi berkata Hyunseung selalu sendiri.”

“Oh.. pantas saja..” ucap Ailee sambil mematikan kompor dan memindahkan telur dadar yang ia masak tadi.

Sementara itu di Rumah sakit.

Jiyong memandang Hyuna yang duduk tenang di sofa, “Sudah merasa lebih baik, Eunsung-ssi?”

Hyuna memandang Jiyong dan mengangguk pelan, “Ne..”

Jiyong tersenyum simpul, “Oh ya, apa kau sudah lama tinggal di apartemen Hyunseung?”

Hyuna mengelus belakang kepalanya, “Mmm.. tidak juga..”

“Gwenchana, jangan khawatir. Selama Hyunseung belum sadar, kau bisa merasa nyaman bersamaku.” Ucap Jiyong menenangkan Hyuna.

Hyuna tersenyum perlahan, “Ne, gumopta oppa..”

Jiyong tersenyum lebar, ‘Gadis ini cute sekali, kenapa Chaerin tidak bisa seperti ini?’ batinnya menahan tawa.

Hyuna memandang kearah Hyunseung yang masih dalam alam bawah sadarnya, ‘Segeralah sadar oppa..’ batinnya sedih.

=Ruangan Bom=

“Tuan muda memintaku mencari siapa yang mencelakai Jang Hyunseung, anggotaku sudah mulai mencarinya.” Ucap Seunghyun memberitau.

Chaerin mengangguk mengerti.

“Cepat atau lambat orang itu harus ditemukan..” ucap Bom.

“Tapi, apa kau menemukan sesuatu tentang adikku?” tanya Chaerin.

Seunghyun mengeluarkan sesuatu dari balik blazernya dan memberikannya pada Chaerin.

Chaerin mengambil amplop berwarna coklat itu dan melihat isinya. Setelah beberapa saat ia baru menyadari kalau itu adalah pembiyaan untuk Hyuna selama menjadi anak asuk dari pihak sosial. Dahinya berkerut, “Semua ini diberikan untuk Hyuna?” tanyanya bingung.

“Ne, Chaerin-ssi.. Untuk sekolah, uang saku dan tabungan pendidikan..” ucap Seunghyun memberitau.

Chaerin memandang Seunghyun tak mengerti, “Ne? Tapi adikku sering bercerita kalau dia kesulitan mendapat uang saku dari keluarga asuhnya..”

Seunghyun menghela nafas dalam, “Mereka memanfaatkannya, Chaerin-ssi.”

Chaerin terkejut, “Mwo?! Adikku harus kelaparan bekerja disana agar mendapat uang saku, tapi ternyata ia hanya di manfaatkan?!” ucapnya marah.

Seunghyun mengangguk.

Chaerin terlihat sangat marah, “Aissh.. wanita tua itu!” gumamnya sambil menggenggam tanganya erat.

“Ini bukti yang bagus Seunghyun-ssi, kita bisa menjebloskannya ke penjara dengan mudah..” ucap Bom.

Ponsel Seunghyun berbunyi, ia segera mengeluarkan ponselnya dan mengangkat panggilan itu. “Ne..”

Bom mengelus bahu Chaerin yang terlihat sangat marah, “Paling tidak sekarang dia sudah tidak bersama mereka lagi..” ucapnya menghibur.

Chaerin memandang Bom dan mengangguk pelan, “Ne..”

Seunghyun memutuskan telepon dan memandang Chaerin dan Bom bergantian.

“Waeyo Seunghyun-ssi?” tanya Bom bingung.

“Anggotaku sudah menemukan siapa yang mencelakai Jang Hyunseung..” jawab Seunghyun.

“Ne? Siapa?” tanya Chaerin ingin tau.

“Sebentar..” Seunghyun mengunduh sebuah file melalui ponselnya dan memperlihatkan kumpulan photo pada Chaerin.

Chaerin langsung melihat semua photo yang sepertinya diambil melalui CCTV jalanan. Terlihat seorang pria bertubuh tinggi berdiri di tengah jalan ketika mobil Hyunseung melaju dan berbelok ke kiri hingga menabrak halte. Dahinya berkerut karena wajah pria itu tidak terlihat jelas. “Siapa pria ini?” tanyanya pada Seunghyun.

Seunghyun mengambil ponselnya dan melakukan sesuatu pada gambar itu, lalu kembali memperlihatkannya pada Chaerin.

Chaerin memperhatikan photo itu, perlahan dahinya berkerut dan menatap Seunghyun kaget.

“Yong Junhyung..” ucap Seunghyun pelan.

“Ne? Kenapa dia mencelakai Hyunseung?” tanya Bom tak mengerti.

“Saya akan menyelidikinya lebih lanjut lagi..” jawab Seunghyun.

=Dua Hari Kemudian=

Hyuna duduk disebelah Hyunseung yang masih dalam keadaan sama sambil memandangi wajah pria itu, “Oppa, kenapa tidak sadar juga?” gumamnya sedih.

Pintu terbuka perlahan dan masuk Ailee sambil tersenyum lebar, “Cha Eunsung-ssi..” bisiknya sambil menghampiri gadis itu.

Hyuna memandang Ailee tersenyum, “Eonni..”

Ailee mengangkat tas kecil yang dia bawa, “Aku membawakanmu makanan..” ucapnya.

Hyuna memandang tas itu dan kembali memandang Ailee sambil tersenyum.

Sementara itu diluar.

Chaerin, Jay dan Jiyong duduk di ruang tunggu sambil membicarakan tentang penyebab Hyunseung kecelakaan.

“Aisssh.. aku harus membuat perhitungan dengan pria itu!” ucap Jiyong geram.

“Aniya, jangan dulu. Kita harus menyelidikinya lagi. Aku yakin semua ini pasti berhubungan dengan adikku..” ucap Chaerin, lalu diam sejenak. “Oh.. apa mungkin Hyunseung-ssi mengenal adikku?”

Jiyong diam sejenak untuk berpikir, “Dimana adikmu bersekolah?”

“Cube High School..” jawab Chaerin.

Jiyong tertegun, “Cube?”

Chaerin mengangguk, “Ne..”

Jiyong tampak terkejut, “Hyunseung juga bersekolah disana..” ucapnya.

Mata Chaerin membesar, “Ne?! Kau serius?!”

Jiyong mengangguk, “Ne..”

Chaerin berusaha berpikir sejenak, “Omo! Hyunseung pasti tau sesuatu tentang adikku!!”

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “My Sister and I [Chapter 16]

  1. Aaaaa…
    Knpa chaerin ga masuk ja sih ke ruangan hyunseung..
    Gak sbar nunggu klanjutannya..
    I hope you will update soon..

  2. Kenapa chaerin gak masuk aja sih ke ruangan hyunseung…
    Kenapa cuman ailee doank…
    padahal udah dikit lagi ketemu….
    ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s