Chapter

My Sister and I [Chapter 13]

13

Where are You?

=Apartemen=

Chaerin kembali ke apartemen Jiyong sekitar pukul 9 malam karena Jay terus memaksa untuk mengantarkannya.

Jiyong langsung berdiri begitu mendengar pintu terbuka dan melihat Chaerin masuk dengan wajah sedih. “Chaerin..”

Chaerin mengangkat wajahnya memandang Jiyong, ini pertama kalinya ia mendengar pria itu memanggil namanya. Dahinya berkerut melihat ekspresi pria itu, “Wae?”

Jiyong menghela nafas dalam sambil menatap Chaerin, “Kenapa kau tidak memberitauku kalau kau dan adikmu adalah anak asuh?”

Chaerin menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya, “Yang penting kau sudah tau..” Ucapnya pelan dan melangkah menuju kamar tamu.

Jiyong memperhatikan Chaerin melangkah ke kamar dan menghilang di balik pintu.

Keesokan harinya.

Chaerin keluar dari gedung apartemen karena akan menemui teman-temannya, saat itu ia melihat Junhyung berdiri di lobi sambil memperhatikan sekitar. Dahinya berkerut dan bersembunyi dibalik sebuah pilar. Ia memperhatikan pria itu yang tampak mencurigakan, ‘Apa yang dia lakukan disini? Apa dia memata-mataiku?’ Batinnya curiga.

Junhyung mengerutkan dahi ketika melihat Hyunseung keluar dari lift dan berjalan keluar dari apartemen. Ia segera berbalik dan berpura-pura memperhatikan tulisan di dinding.

Chaerin memperhatikan Junhyung melirik Hyunseung yang berlalu begitu saja, ia semakin bingung melihat pria itu mengikuti sang pria muda. ‘Kenapa dia mengikuti pria itu?’ batinnya tak mengerti.

Jiyong yang baru menyusul berhenti di belakang Chaerin dan ikut mengintip, namun tak tau apa yang sedang di lihat gadis itu. “Apa yang kau lihat?”

Chaerin terkejut tiba-tiba Jiyong berbicara di dekat telinganya, “Ahhh.. kau menyejutkanku!” ucapnya kesal.

Jiyong cengengesan, “Kau sedang apa?”

Chaerin kembali melirik ke arah Junhyung yang sudah tak terlihat lagi, lalu memandang Jiyong. “Aku melihat pria dari keluarga asuh adikku itu.. Dia terlihat mencurigakan..” ucapnya berusaha mengingat bagaimana ekspresi pria itu tadi, “Dan baru saja dia mengikuti pria bernama Hyunseung itu..”

Jiyong tertegun, “Hyunseung?” tanyanya.

Chaerin mengangguk, “Ne..”

“Khaja.. aku harus memastikan Hyunseung tidak apa-apa..” ucap Jiyong sambil menarik Chaerin menuju parkiran basement.

Chaerin menahan langkahnya sambil menarik tanganya, “Kau segera ambil mobil, aku akan menemui teman-temanku di depan..” ucapnya.

“Keure..” ucap Hyunseung dan segera melangkah cepat menuju basement.

Chaerin melangkah keluar dari gedung apartemen dan melihat dua temannya berdiri menunggunya. “Guys..” sapanya sambil menghampiri mereka.

Ailee tersenyum melihat Chaerin dan memeluknya senang, “Kau tidur nyenyak?”

Chaerin mengangguk, “Ne.” Jawabnya.

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Jay karena kedua gadis itu baru saja berbicara dalam bahasa Korea.

Ailee menatap Jay sebal, “Pelajari bahasamu sendiri, pabo!” ucapnya dalam bahasa korea.

Jay mengerutkan dahi, “What?

Chaerin hampir tertawa melihat ekspresi bingung Jay, namun ia langsung teringat tentang Junhyung. “Oh.. right.. Apa kalian melihat seorang pria tinggi dan mengenakan jaket hitam berlalu disini? Setelah pria  yang mengenakan seragam sekolah?”

Jay dan Ailee berusaha mengingat.

No, I’m not..” jawab Jay karena tidak memperhatikan sekitar sejak tadi.

Oh.. that handsome guy who look cute in uniform?” tanya Ailee memastikan.

Chaerin mengangguk cepat, “Yes.. Where’s he go?

Ailee memandang ke kanan dan kiri, “Kurasa dia pergi menggunakan mobil..”

Tak lama sebuah mobil berhenti di dekat Chaerin dan teman-temannya. Kaca jendela bergerak turun dan tampak Jiyong didalamnya. Ailee dan Jay memandang pria itu bingung.

“Chaerin, ayo masuk!” panggil Jiyong.

Let’s go..” ucap Chaerin sambil melangkah ke mobil.

Ailee dan Jay ikut masuk ke belakang kursi penumpang.

“Sabuk pengaman..” ucap Jiyong sambil memutar stir mobil dan kembali menginjak gas.

Chaerin mengenakan sabuk pengaman dan memandang Jiyong, “Apa menurutmu pria itu bermaksud buruk pada Hyunseung?”

“Aku tidak tau, tapi kita harus memastikannya. Lebih baik kita langsung menuju sekolah Hyunseung..” ucap Jiyong.

Sementara itu.

Hyunseung mengendarai mobilnya sambil memikirkan ekspresi Hyuna yang tiba-tiba berubah kemarin. ‘Apa aku mengatakan sesuatu yang membuatnya sedih?’ batinnya tak mengerti. Ia berusaha mengingat apa yang ia katakan pada sebelum gadis itu merubah moodnya.

“Kuharap kau akan selamanya bersamaku..”

Dahi Hyunseung berkerut mengingat ucapannya kemarin, ‘Bukankah itu berarti aku ingin dia selalu bersamaku? Agar aku bisa menjaganya..’ batinnya tak mengerti. Setelah beberapa saat ia baru mengerti, ‘Ahhh.. aku tau.. dia pasti salah paham tenang butik itu..’ batinnya. Ia bermaksud jika Hyuna bersamanya, mereka bisa membuka butik yang lebih baik dan akan tetap bersama. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan memandangnya sekilas sambil tetap memandang jalanan, ia berencana menghubungi ke apartemennya agar bisa langsung menjelaskan maksudnya kemarin pada Hyuna. Tepat disaat dia sudah menemukan kontak panggilan ke apartemen, ia dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri ditengah jalan. Spontan ia melepaskan ponsel dan memutar stir ke kiri untuk menghindari orang itu. Namun mobilnya malah tak terkendali. “AAAAARGGGHH!!!” teriaknya panik.

BRUKKKKK!!!

Mobil Hyunseung naik ke trotoar dan menabrak halte bus yang saat itu kosong.

Junhyung yang masih berdiri ditengah jalan menoleh kearah mobil Hyunseung. Orang-orang mulai berdatangan untuk melihat kondisi pria itu, ia segera menyelinap dan berjalan pergi.

Jiyong melirik Ailee dan Jay di belakang, lalu melirik Chaerin yang tampak sangat antusias memperhatikan jalanan, “Chaerin, mereka temanmu?”

Chaerin memandang Jiyong, saat itu ia baru menyadari teman-temannya ada di belakang. “Oh.. ne.. Maaf, aku lupa memperkenalkan mereka. Ini teman-temanku, Ailee dan Jay.. Guys, this is Jiyong..

Ailee tersenyum, memamerkan smile-eye nya. “Annyeong.. Aku Ailee..” sapanya.

“Annyeong..” sapa Jiyong canggung.

Chaerin mengerutkan dahi melihat tak jauh di depan mereka ada kemurunan orang dan sepertinya baru saja terjadi kecelakaan. “Ya.. ada apa itu?”

Semuanya memperhatikan apa yang dimaksud Chaerin. Apalagi sebuah ambulance melewati mereka dengan bunyi sirene yang memekakkan telinga dan berhenti di dekat kerumunan itu.

Jiyong menepikan mobilnya dan melepas sabuk pengaman, “Aku akan melihatnya..” ucapnya dan segera turun. Ia menerobos kerumunan dan tertegun melihat tempat tidur yang di bawa para anggota medis dengan pria berlumuran darah diatasnya, matanya membesar karena merasa mengenal pria itu meskipun wajahnya di tutupi darah. Kepalanya memandang ke mobil yang penyok dibagian depan karena menabrak halte bis, itu adalah mobil Hyunseung.

Chaerin memperhatikan Jiyong masuk ke kerumunan dengan wajah penasaran.

Jay memandang Chaerin, “Chae, kau terlihat sudah dekat dengannya..” ucapnya.

Chaerin memandang Jay tak mengerti, begitu juga Ailee. “What?”

Jay menatap Chaerin serius, “Apa kau benar-benar baru bertemu dia?”

Ailee memandang Chaerin dan Jay bergantian, ia dapat merasakan atmosfir yang berubah drastis disini. “Hei.. jangan begitu. Jiyong hanya membantu, wajar jika dia terlihat akrab..” ucapnya menengahi.

Jay menatap Chaerin beberapa saat dan memalingkan wajahnya.

Chaerin dapat melihat kemarahan dalam tatapan Jay, pria itu tidak suka dengan kedekatannya dan Jiyong.  Ia menghela nafas dalam dan memandang ke arah pintu kemudi yang kembali terbuka.

Jiyong masuk dengan tergesa-gesa dan kembali mengenakan sabuk pengamannya, “Itu Hyunseung!” jelasnya sambil kembali menghidupkan mesin dan menginjak gas pergi.

Apartemen.

Hyuna duduk di pinggir tempat tidur sambil memikirkan ucapan Hyunseung kemarin. ‘Oppa hanya ingin aku membantunya di butik..’ batinnya sedih. Kepalanya menoleh pada i-pad Hyunseung yang masih tergeletak di meja di sebelah tempat tidur. Tangannya terulur dan mengambil i-pad itu. Sudah hampir dua minggu ia tidak pernah memeriksa e-mailnya lagi. Meskipun tidak banyak berharap, ia menghidupkan benda itu dan masuk ke akun e-mail Hyunseung. Ia sebenarnya tidak ingin membukanya lagi. Apalagi terlihat beberapa e-mail masuk. Tawaran untuk Hyunseung bekerja di butik mereka. ‘Wuaah.. oppa sangat terkenal juga..’ batinnya kagum. Beberapa e-mail di bawah undangan itu, ia terpaku dan menatap nama pengirimnya tak percaya.

Chaerin_Lee

“Eonni?” gumam Hyuna tak percaya dan langsung membukanya.

From: Chaerin_Lee

Hyuna, eonni datang untukmu. Sekarang eonni di Korea dan sudah mencarimu kemana-mana. Dimana kau? Kau baik-baik saja? Maafkan aku karena baru datang sekarang. Eonni benar-benar menyesal semua ini terjadi padamu dan itu semua salahku. Dimana kau Hyuna? Cepat balas e-mail ini begitu kau membacanya..

Mata Hyuna mulai basah dan bulir air berjatuhan. “Eonni..” ucapnya dengan suara bergetar, antara bahagia dan terlalu sedih karena ia terlambat membuka e-mail itu. Jari-jarinya bergerak mengetik pesan balasan dan mengirimnya. “Eonni.. aku tau eonni akan datang..” gumamnya penuh haru.

=Rumah Sakit=

Jiyong, Chaerin, Ailee dan Jay melangkah menuju ruang UGD untuk melihat keadaan Hyunseung.

“Chae, aku dan Jay akan menunggu disini..” ucap Ailee sebelum masuk ke ruang UGD.

Chaerin mengangguk dan masuk bersama Jiyong.

“Maaf, anda tidak bisa masuk kemari..” ucap seorang perawat sambil menahan Jiyong dan Chaerin.

“Suster, aku kenalan dari korban kecelakaan beberapa saat lalu. Namanya Jang Hyunseung..” jelas Jiyong.

“Baik tuan, mohon menunggu beberapa saat. Pasien masih di periksa dokter..” ucap perawat itu.

Jiyong menghela nafas dalam dan mengangguk, “Keure..”

Perawat itu berbalik dan kembali melakukan kegiatannya.

Chaerin memperhatikan sekitar namun tidak tau dimana Hyunseung, lalu memandang Jiyong. “Ya.. kau harus segera menghubungi keluarganya..”

Jiyong memandang Chaerin, terlihat keprihatinan di matanya. “Meskipun aku menghubungi mereka, mereka tidak akan datang..”

Chaerin tertegun, “Ne?”

Jiyong menghela nafas dan bergerak duduk di sisi kirinya, Chaerin ikut duduk sambil menatapnya menunggu jawaban. Ia kembali memandang gadis itu, “Paling tidak, ketika sesuatu terjadi padaku. Para noonaku akan datang. Mungkin ayahku juga, meskipun hanya untuk marah-marah tak jelas. Tapi Hyunseung…” dia diam sejenak, “..meskipun keluarganya tau, mereka tidak akan datang.”

Chaerin tertegun mendengar penjelasan Jiyong, “Wae?”

“Jiyong memiliki banyak saudara yang membencinya. Mereka sudah tidak berhubungan selama hampir aku mengenal Hyunseung tinggal di sebelah apartemenku. Aku sudah menganggapnya seperti adikku, karena dia tidak mempunyai siapa pun. Terkadang aku juga membantunya menangani usaha yang diberikan ayahnya..” jelas Jiyong sedih.

Chaerin merasa iba pada Hyunseung, “Ohh.. begitu..” ucapnya pelan, “Apa kau tau mengapa ia dibenci para saudaranya?”

“Hyunseung bukan tipe orang yang akan menceritakan masalahnya pada orang. Karena itu dia selalu terlihat tanpa ekspresi.. selama bertahun-tahun aku mengenalnya, dia tidak pernah tersenyum. Sekali pun..” jawab Jiyong.

Chaerin menghela nafas dalam. Saat itu ia langsung teringat Hyuna. Adiknya tidak punya siapa pun untuk di dimintai pertolongan. Pasti adiknya akan menghubunginya. Tapi dimana dia? Dia sangat jauh di New York. Merasa bertanggung jawab tapi tidak ada yang benar-benar bisa ia pertaruhkan untuk Hyuna.

Jiyong menyadari Chaerin sekarang sudah tidak memikirkan Hyunseung, karena gadis itu memalingkan wajah dengan tangan saling tergenggam. “Chaerin-a, wae?”

Chaerin tertegun dan kembali memandang Jiyong, “Ne? Oh.. aniya..”

“Kau mengingat adikmu lagi?” tanya Jiyong.

Chaerin diam sejenak dan mengangguk, “Ne..” jawabnya.

Jiyong tersenyum hangat sambil mengulurkan tangannya memegang tangan Chaerin, membuat gadis itu menatapnya kaget. “Kau akan berkumpul lagi dengan adikmu. Aku berjanji..”

Chaerin merasa tenang mendengar janji Jiyong, bibirnya membentuk senyuman dan mengangguk. “Terima kasih Jiyong..”

Jiyong tersenyum lebar, senang melihat Chaerin tampak nyaman bersamanya.

“Kerabat Jang Hyunseung..” panggil seorang perawat.

Jiyong langsung menoleh dan berdiri, “Saya!!!” ucapnya cepat.

“Tuan, anda diminta menemui dokter..” ucap perawat itu dan menujukan kemana Jiyong harus pergi.

Jiyong mengangguk, “Ne, gamshamida..” ucapnya, lalu melangkah ke sana.

Chaerin mengikuti Jiyong keluar dari ruang UGD.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Ailee.

“Masih belum pasti..” jawab Chaerin, lalu memandang Jiyong. “Kau bisa pergi menemui dokter sendiri? Aku harus membicarakan sesuatu pada teman-temanku..”

Jiyong mengangguk, “Keure..” ucapnya dan langsung melangkah pergi.

Jay menatap Jiyong yang berjalan pergi, lalu memandang Chaerin.

Chae, Are you alright?” tanya Ailee karena ekspresi Chaerin masih terlihat risau.

Chaerin tersenyum tipis, “Ayo duduk..” ucapnya dan bergerak duduk di sisi kiri lorong. Jay dan Ailee ikut duduk dikedua sisinya.

“So, apa kau mengetahui sesuatu tentang adikmu?” tanya Ailee ingin tau, karena kemarin mereka terlalu serius berdebat jadi tidak sempat membicarakan itu.

Chaerin menghela nafas dalam dan menggeleng, “Belum..”

“Lalu, siapa pria yang kecelakaan itu?” tanya Jay ingin tau.

Chaerin memandang Jay, “Namanya Jang Hyunseung, dia tinggal di sebelah apartemen Jiyong.” Jelasnya.

“Hmm..” gumam Jay mengerti.

“Jadi, kita akan menunggu disini?” tanya Ailee.

“Ne.. Aku ingin tau bagaimana keadaannya..” jawab Chaerin.

“Chae, tujuanmu kemari untuk mencari adikmu. Kenapa kau membuang waktu seperti ini? Kau bahkan belum mengenalnya lama..” ucap Jay tak mengerti.

“Aku memang belum lama mengenalnya, tapi Jiyong sudah menganggap Hyunseung seperti adiknya sendiri. Jadi aku harus membantunya juga..” jelas Chaerin.

Jay menatap kedua mata Chaerin marah, “Why? Kau juga belum mengenal siapa Kwon Jiyong..” ucapnya dingin.

Chaerin terdiam mendengar ucapan Jay.

Ailee hanya bisa memandang kedua temannya bergantian, bingung harus mengatakan apa. “Errr… guys.. this is hospital..” ucapnya pelan.

He is my friend, Jay..” ucap Chaerin pelan sambil menatap kedua mata Jay.

Just friend?” tanya Jay menegaskan.

Yes..” jawab Chaerin.

<<Back          Next>>

Advertisements

2 thoughts on “My Sister and I [Chapter 13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s