Chapter

My Sister and I [Chapter 4]

4

—Coming To You—

=Apartemen=

Phuuuuuuuuuuuu…

Hyunseung menoleh ke ceret yang menandakan isinya sudah mendidih dan langsung mematikan kompor, lalu mengambil handuk kecil untuk memegang pegangannya dan menuangnya ke cangkir berisi teh dan gula. Lalu mengembalikannya ke atas kompor dan mengaduk cangkir perlahan. Setelah beberapa saat ia memindahkan gelas ke nampan yang sudah berisi semangkuk bubur dan membawanya ke kamar. Tanpa menimbulkan suara ia membuka pintu dan melangkah masuk perlahan, ia meletakkan nampan itu ke meja di sebelah tempat tidur dan memandang Hyuna yang terlelap dengan selimut membalut tubuh gadis itu. ia belum tau apa yang terjadi pada gadis itu, namun ia tau sesuatu buruk memburunya.

Dahi Hyuna berkerut karena mencium aroma makanan dan bergerak perlahan sambil membuka matanya.

Hyunseung bergerak duduk di pinggir tempat tidur, “Kau sudah bangun?”

Hyuna memandang ke asal suara Hyunseung masih dengan dahi berkerut, “Sanbae?”

“Sudah merasa lebih baik?” Tanya Hyunseung.

Hyuna memandang sekitar dan melihat dirinya yang mengenakan kaus besar dibalik selimut hangat itu, “Hm? Kenapa aku disini?” tanyanya bingung.

“Tadi pagi aku menemukanmu di ruang Club jahit..” jawab Hyunseung memberitau.

Hyuna bergerak duduk, “Ne?”

“Apa yang terjadi? Kenapa kau dipenuhi lumpur dan terluka seperti ini?” Tanya Hyunseung sambil menunjuk pergelangan tangan Hyuna.

Hyuna memandang pergelangan tangannya dan kembali teringat apa yang terjadi sebelumnya, spontan ia langsung menatap Hyunseung takut. “Sanbae! Apa kau memberitau mereka aku disini?!” tanyanya panic.

Dahi Hyunseung berkerut, “Siapa?”

Hyuna menarik selimut menutupi tubuhnya dan menunduk takut, “Keluarga asuhku..” ucapnya pelan.

Hyunseung terdiam sesaat, “Keluarga asuh?”

Hyuna menatap Hyunseung dengan mata memerah menahan air mata, “Sanbae, kumohon jangan hubungi mereka. Aku tidak mau mereka mengurungku lagi di gudang..” ucapnya dengan suara bergetar. Bulir air matanya berjatuhan dan tubuhnya mulai gemetaran.

Hyunseung tertegun menatap Hyuna, “Mereka yang membuatmu seperti ini?” tanyanya tak percaya.

Hyuna menunduk menyesal, “Ibu asuhku marah karena aku tetap berhubungan dengan eonni kandungku.. aku dikurung di gudang dan ikat, tapi kemarin malam aku berhasil kabur..”

Hyunseung menghela nafas dalam sambil berpikir sejenak. Melihat ekspresi Hyuna, ia tau apa yang gadis itu ceritakan bukan bualan. Dan gadis itu benar-benar ketakutan. “Mmm.. sudah, jangan menangis. Aku sudah membawakan bubur dan teh hangat..” ucapnya.

Hyuna memandang Hyunseung dan nampan di meja, “Sanbae, kau tidak akan menghubungi mereka kan?” tanyanya takut.

Hyunseung menggeleng pelan, “Aniya.. Kau tenang saja..” ucapnya, “Ini, makanlah.. kau pasti belum makan kan?”

Hyuna mengangguk pelan, “Ne..”

=Bandara Incheon=

Chaerin melangkah keluar dari pintu penerbangan luar negeri dengan tas ransel besar di punggungnya. Ailee mengikutinya sambil menarik koper berukuran sedang bersama Jay.

Wuaaah… this is Korea!” ucap Ailee girang dan menghirup aroma khas dari tanah kelahiran orangtuanya begitu tiba di depan bandara.

Chaerin berhenti dan memandan teman-temannya, “Firstly, we have to find a place to stay..” ucapnya.

About that..” ucap Ailee sambil melepaskan kacamata hitamnya, “Don’t worry, I’ve told the guard of my grandmother’s house here. So we just have to go there..” ucapnya memberitau.

Chaerin mengangguk mengerti, “Okay..

So, let’s go..” Ajak Jay dan mengulurkan tangannya memanggil taxi.

Can we go eat first? I’m starving…” ucap Ailee sambil memegang perutnya.

Okay..” ucap Chaerin setuju.

=Restauran Cepat Saji=

Karena Jay tidak bisa memakan masakan Korea, Chaerin dan Ailee terpaksa mengalah dengan makan makanan ala Amerika.

Chaerin memikirkan apa yang harus ia lakukan pertama kali untuk menemukan Hyuna, ia tidak tau dirumah mana adiknya itu sekarang.

“Chae, apa yang kau pikirkan?” Tanya Ailee ingin tau.

Jay yang sedang mengunyah hamburger memandang Chaerin.

Chaerin menghela nafas dalam dan memandang kedua temannya bergantian, “Aku memikirkan bagaimana caraku menemukan alamat dimana adikku di asuh..” ucapnya.

“Hm? Adikmu tidak memberitau dimana dia di asuh?” Tanya Ailee bingung.

“Dia pernah memberitauku dulu, tapi aku tidak ingat.. Aku juga tidak mencatatnya.. Ahh.. I’m so stupid..” ucap Chaerin kesal.

“Lalu, apa yang akan kita lakukan pertama kali?” tanya Ailee ingin tau.

Chaerin berpikir sejenak, “Aku masih memikirkannya..”

English please!” tegas Jay karena tak mengerti bahasa Korea.

Ailee dan Chaerin memandang Jay aneh.

You really don’t know a thing about Korea?” Tanya Ailee tak mengerti.

Jay memutar bola matanya kesal dan kembali makan.

Chaerin menemukan sebuah ide, “Aha!!”

Ailee dan Jay memandang Chaerin penasaran.

Chaerin memandang kedua temannya bergantian, “Aku akan mendatangi kantor pihak social dan mencaritau dimana adikku di asuh terakhir kali!” ucapnya bersemangat.

Ailee tersenyum lebar, “That’s a great idea!!” serunya senang.

Dahi Jay berkerut, “What’s the idea?” tanyanya tak mengerti.

Just do it!” ucap Chaerin.

=Kantor Pihak Sosial=

Chaerin menghampiri meja informasi, “Annyeonghaseo..” sapanya.

“Ne, ada yang bisa kubantu nona?” Tanya informan di sana.

“Mmm.. bisakah kau membantuku menemukan seorang anak asuh?” Tanya Chaerin.

“Baik, siapa namanya?” Tanya wanita itu sambil bersiap mengetik.

“Lee Hyuna, tapi sekarang ia menggunakan Kim sebagai nama keluarganya..” jawab Chaerin.

“Hmm.. anak asuk yang diangkat tetap..” ucap wanita itu sambil mengetikkan nama Hyuna dan menunggu hasilnya.

Chaerin menatap wanita itu serius, berharap ia akan mendapatkan data tentang Hyuna.

“Baik, aku menemukannya..” ucap wanita itu dan memandang mesin printer yang mencetak hasil pencariannya, lalu memberikannya pada Chaerin. “Ini nona…”

Chaerin tersenyum lebar menerima kertas itu, “Gamshamida!” ucapnya senang, lalu segera keluar untuk menemui teman-temannya.

So, you find it?” Tanya Ailee.

Chaerin tersenyum lebar sambil menunjukkan kertas alamat di tangannya, “Let’s go met her!” ucapnya bersemangat.

=Songyi’s Butik=

Ailee, Chaerin dan Jay memandang papan nama butik itu bingung.

A boutique?” ucap Jay tak mengerti.

Chaerin memandang kertas ditangannya, “Maybe they live here too.. Just go in first..” ucapnya sambil melangkah kearah pintu dan mendorongnya. Ailee dan Jay mengikutinya.

“Annyeonghaseo..” sapa seorang pegawai didekat pintu.

“Annyeonghaseo.. Maaf, apa aku bisa bertemu dengan nyonya Jung Songyi?” Tanya Chaerin.

“Ne? oh.. apakah sudah membuat janji nona?” Tanya pegawai tadi.

“Mmm.. belum, tapi aku harus bertemu dengannya. Apakah dia ada?” Tanya Chaerin hati-hati.

Pegawai itu terlihat bingung, lalu memandang ke satu sisi. “Nyonya Jung..” panggilnya dan langsung menghampiri Songyi.

Chaerin dan dua temannya memndang kearah pegawai tadi pergi.

She’s your sister’s foster mom?” Bisik Ailee.

I don’t know, maybe..” bisik Chaerin ragu.

She’s look good..” bisik Jay.

No, she’s not..” bisik Chaerin.

Songyi memandang kearah Chaerin setelah mendengar pegawainya berbicara, lalu melangkah menghampiri gadis itu dan temannya. “Annyseonghaseo, anda mencariku Agassi?”

“Annyeonghaseo, apakah anda Jung Songyi?” Tanya Chaerin.

Songyi mengangguk, “Ne..”

“Apa aku bisa bertemu Hyuna?” Tanya Chaerin langsung.

Songyi tertegun, “Ne? Hyuna?”

Chaerin berusaha mempertahankan wajah tanpa ekspresinya, jika tidak ia sudah menjambak wanita di depannya. “Ne.. Lee Hyuna..” ucapnya, “Ani, sekarang dia sudah menjadi Kim Hyuna..” ucapnya lagi dengan nada dingin.

Songyi menatap Chaerin, “Nuguseyo?” terdengar ia tidak senang dengan keberadaan gadis itu.

“Lee Chaerin..” jawab Chaerin tanpa ragu.

Songyi tersenyum sinis, “Apa maumu? Kau sudah tidak bisa bertemu dengan Hyuna..”

Chaerin menatap Songyi tajam, “Mwo?! Apa hakmu melarangku bertemu adikku sendiri?” tanyanya mulai marah.

Songyi melipat kedua tangannya di dada, “Dia sudah tidak tinggal di tempatku lagi..” Ucapnya cuek.

“Apa yang kau katakan?! Dia masih tinggal disini beberapa hari lalu!” Tegas Chaerin kesal.

Songyi menyipitkan matanya menatap Chaerin, “Darimana kau tau? Dia itu gadis liar! Dia selalu semaunya!” Ucapnya kesal.

“Mworagu?!!” Seru Chaerin marah dan melangkah maju.

“Chae!!” Seru Ailee dan Jay sambil menahan teman mereka.

Chaerin menatap Songyi marah, “Jung Songyi-ssi, katakan dimana Hyuna!”

Songyi mendengus kesal, “Bagaimana aku bisa tau dimana dia?! Kalian sama saja!! Gadis liar!” ucapnya kesal.

“Ya!” seru Chaerin sambil hendak menyerang Songyi, namun Ailee dan Jay tetap menahannya.

Songyi mundur ketakutan karena kegarangan Chaerin, “Penjaga!!”

Akibatnya..

Chaerin, Ailee dan Jay di dorong keluar butik dan tidak bisa masuk lagi karena menjaga di sana.

“Aissh!!” seru Chaerin sambil menendang kerikil di kakinya kesal.

So, what we gonna do?” Tanya Jay ingin tau.

I have to find my sister!” tegas Chaerin.

Yes, we know Chae.. But….” Ailee garuk-garuk kepala bingung.

I’ll find a way! I have to!” tegas Chaerin.

Ailee dan Jay berpandangan bingung tanpa mengatakan apa pun lagi.

<<Back          Next>>

Advertisements

2 thoughts on “My Sister and I [Chapter 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s