Chapter

My Sister and I [Chapter 3]

3

—My Sister!—

=Universitas=

Chaerin memperhatikan dosennya berbicara di depan kelas dengan tatapan kosong, ia sama sekali tak bisa berkonsentrasi. Sejak pagi tadi ia merasa ada sesuatu namun tak tau apa yang benar-benar terjadi.

So, any question?” Tanya Mr. Parker sambil mengedarkan pandangannya.

Chaerin mengangkat tangannya.

Yes, Miss Kim?” Tanya Mr. Parker.

Can I go to the toilet, sir?” Tanya Chaerin.

Mr. Parker tertegun, “Oh.. sure..

Chaerin bangkit sambil membawa tasnya dan berjalan menuju pintu keluar. Sebenarnya ia tidak ingin berada di kepasnya sekarang, jadi ia memutuskan untuk pergi ke kafetaria. Dimana Ailee dan Jay sudah menunggunya.

Ailee memandang Chaerin kaget melihat gadis itu duduk di sebelahnya dan mengambil jusnya.

Chae, I think your class is finished in half a hour..” ucap Jay sambil memandang jam tangannya dan memandang Chaerin bingung.

I can’t concentrate..” jawab Chaerin lesu.

Ailee memandang Chaerin heran, “What’s wrong now?

Chaerin menghela nafas dalam dan memandang kedua temannya bergantian, “I don’t know, but…. I feel something bad has happened..” ucapnya tak yakin.

Ailee dan Jay memandang Chaerin bingung bingung.

How bad?” Tanya Jay.

I don’t know..” jawab Chaerin sambil menggeleng dan menunduk lesu.

Ailee berpikir sejenak, “Mmm.. Chae, do you get a new e-mail from your sister?

Chaerin tertegun mendengar pertanyaan Ailee, “I haven’t checked my e-mail yet..” ucapnya dan memandang Jay, “May I borrow your notebook?

Sure..” jawab Jay sambil mengeluarkan notebook-nya dari tas dan memberikannya pada Chaerin.

Chaerin menerima notebook Jay dan menyalakannya, setelah menunggu beberapa saat layar masuk ke desktop. Ia langsung masuk ke akun e-mailnya dan memeriksa pesan masuk.

From: Hyuna_Kim

Eonni.. aku bertanya pada ibu asuhku apakah aku bisa bekerja di butik seniorku. Tapi eomma marah dan mengatakanku anak tidak tau diri karena dia telah memberiku tempat tinggal dan merawatku. Aku sedih sekali.. aku tidak ingin tetap disini.. eomma mengancam akan memberitau pihak social untuk kembali memasukkanku ke daftar anak asuh dari rumah ke rumah jika tidak menurutinya. Na eotheokhe eonni? Aku tidak mau pindah dari satu rumah ke rumah lain lagi.

Aku tidak ingin menganggap eomma jahat, tapi dia terus saja membuatku sulit. Ia memang menampungku dirumahnya, tapi memperlakukanku seperti pembantu. Aku ingin menganggapnya ibuku tapi dia yang membuatku merasa seperti anak pungut. Aku juga ingin melakukan apa yang kuinginkan, tapi dia tak pernah mengijinkanku.

Mereka juga tidak mengijinkanku berhubungan denganmu. Aku benar-benar takut eonni. Aku tidak mau hidup seperti ini.. tolong aku…

Chaerin tertegun membaca e-mail dari Hyuna, “What?” gumamnya tak percaya dan langsung membalasnya.

What’s wrong Chae?” Tanya Ailee ingin tau, lalu berpindah ke merapat dengan temannya itu untuk melihat layar.

Jay ikut melihat layar untuk tau apa yang di baca Chaerin.

Mata Ailee membesar, “Oh my god! They tortured your sister..” ucapnya tak percaya.

Jay menatap Ailee kaget dan kembali memandang layar notebook-nya, “Really?! Oh.. I can’t read it..” ucapnya bingung karena menulis pesannya dalam tulisan hangul.

Chaerin mengirimkan balasannya, namun betapa terkejutnya ia mendapat pemberitahuan kalau akun e-mail Hyuna tidak di temukan. Matanya melotot membaca pemberitahuan itu. “Not Found?! How can?!! No way!!” serunya panic.

Oh my god, this is bad..” ucap Ailee khawatir.

Your sister deleted her account?” Tanya Jay tak mengerti.

Chaerin masih menatap layar notebook tak percaya beberapa saat, lalu menggeleng. “No, she won’t do that. Never..

So, why you can’t found it?” Tanya Jay masih tak mengerti.

Ailee memandang Jay, “Not Chae’s sister who deleted it..” ucapnya, lalu memandang Chaerin khawatir. “But, her foster family..

Mata Jay membesar, “What?!

Chaerin langsung berdiri, “I have to go to Korea, now!” ucapnya.

=Rumah Keluarga Kim=

Hyuna tidak tau sudah berapa lama ia terkurung di dalam ruang pengap itu. juga entah berapa banyak air matanya yang mengalir memohon agar mereka mengeluarkannya dari sana. Bahkan karena ia terus memberontak dan berusaha kabur, Songyi memerintahkan Junhyung mengikat kedua tangan dan kakinya.

Siang itu Jiyoon masuk ke gudang dengan makanan yang akan di berikan untuk Hyuna, “Ya.. ini..” ucapnya sambil meletakkan makanan itu di depan Hyuna.

“Jiyoon-a, kumohon.. Minta eomma mengeluarkanku dari sini.” Mohon Hyuna sambil menangis.

Jiyoon menatap Hyuna jijik, “Diamlah!!” serunya, lalu bangkit dan berjalan keluar.

“Jiyoon!! Jiyoon!!” panggil Hyuna dan kembali menangis tersedu-sedu. Ia berusaha menyeret tubuhnya ke pintu dan mengetuk-ngetuknya dengan kedua tangannya yang terikat, “Eomma.. keluarkan aku dari sini.. Eomma, aku menyesal..” tangisnya sambil memukul-mukul pintu itu.

Tak jauh dari pintu gudang, Junhyung menatap pintu itu sedih. Ia berbalik dan berjalan menuju pintu depan.

=Butik Songyi=

“Ne, maafkan saya.. Hyuna merasa tidak sehat beberapa hari ini.. Jadi saya membawanya berobat ke kampung halaman saya. Masih belum di putuskan dia akan pindah sekolah atau tidak, tapi saya akan segera memberitau pihak sekolah..” ucap Songyi pada guru Hyuna di telepon, “Ne, gamshamida songsaenim..” ucapnya dan memutuskan telepon. “Fiuuh..” ucapnya lega.

Junhyung menghampiri Songyi, “Gommo..”

Songyi memandang Junhyung, “Oh.. Junhyung-a, waeyo?”

Junhyung menghela nafas dalam, “Mm.. aku ingin bertanya tentang Hyuna, sampai kapan dia akan berada disana?”

Songyi memutar bola matanya kesal, “Biarkan saja dia begitu dulu, dia harus diberi pelajaran agar tidak membantah ucapanku lagi..”

“Ne, tapi ini sudah terlalu lama gommo..” ucap Junhyung khawatir.

“Yong Junhyung, dengarkan saja bibimu ini dan kembalilah pulang..” ucap Songyi tegas.

Junhyung tak bisa membantah bibinya, “Keure..” ucapnya pelan.

=Malamnya=

Junhyung membuka kunci pintu dan membukanya perlahan, lalu mengintip kedalam.

Hyuna yang terlalu lelah menangis memandang Junhyung lemah, “Oppa..”

Junhyung melangkah masuk dan menghampiri Hyuna, juga menyamakan tingginya dengan gadis itu. “Gwenchana?”

“Oppa.. tolong keluarkan aku.. Aku takut disini..” mohon Hyuna.

Junhyung menatap Hyuna sedih, “Aku akan membawamu ke toilet..” ucapnya, lalu membuka ikatan tangan gadis itu.

“Aww..” rintih Hyuna pelan ketika tali itu terlepas dari kulit tangannya.

Junhyung mengelus pergelangan tangan Hyuna yang membiru akibat ikatan tali, lalu membuka ikatan kakinya. Juga meninggalkan bekas yang sama di pergelangan kaki gadis itu. “Ayo..” ucapnya sambil membantu gadis itu bangkit.

“Ahh.. kakiku..” rintih Hyuna karena kakinya terasa lemah.

“Berpegangan padaku..” ucap Junhyung sambil merangkul Hyuna dan membantunya melangkah keluar dari gudang menuju toilet di dapur. Satu tangannya terulur membuka pintu dan membawa gadis itu masuk. “Aku akan menunggu diluar..” ucapnya, lalu melangkah keluar dan menutup pintu.

Hyuna berusaha berdiri tegak sambil berpegangan ke dinding, kepalanya memandang ke pintu sedih. Saat itu ia baru menyadari kondisi pergelangan tanganya. ‘Eonni, tolong aku..’ batinnya.

Terdengar hujan mulai turun diluar rumah. Juga angin bertiup cukup kencang.

Hyuna menoleh mendengar jendela di sana bergetar hebat karena air hujan dan angin yang bertiup, sebuah ide langsung muncul di kepalanya. Kepalanya memandang pintu dan kembali memandang jendela. Tangannya yang gemetaran terulur dan menghidupkan kran air agar terdengar seperti ia sedang menggunakan wc. Lalu dengan susah payah melangkah ke jendela.

Junhyung memandang jam tangannya, sudah hampir setengah jam Hyuna didalam. Ia mendekatkan telinganya ke pintu, masih terdengar suara air kran. “Hyuna..” panggilnya sambil mengetuk pintu, tak ada jawaban. “Hyuna..” panggilnya lebih keras, tetap tak mendapat jawaban. Dengan cepat tangannya membuka pintu dan masuk, tapi tidak ada siapa pun disana. “Kim Hyuna!!” serunya, saat itu ia menyadari jendela tidak tertutup rapat. “Oh tidak!!” serunya dan langsung berlari keluar.

=Club Jahit=

Hyunseung menghela nafas dalam sambil melangkah menuju club jahit. Sebenarnya hanya dia yang selalu datang kesana, juga Hyuna. Tapi gadis itu sudah berhari-hari tidak muncul. Langkahnya berhenti dengan dahi berkerut melihat lumpur di depan pintu, perlahan ia melangkah menghampiri pintu dan membukanya. Noda lumpur itu masih terlihat hingga ke satu sisi ruangan. Ia mengikuti noda lumpur itu hingga mendekati boneka torsho Hyuna. Ia terkejut menemukan seseorang yang dipenuhi lumpur meringkuk di bawah meja. Perlahan ia berjongkok untuk memperhatikan orang itu lebih jelas. Terlihat jelas itu adalah seorang gadis yang mengenakan baju tidur di penuhi lumpur dan basah kuyup. Matanya membesar melihat pergelangan kaki gadis berkulit putih ikut membiru. Tanpa ragu ia mendekati wajah gadis itu sambil menarik rambut basah yang menutupi wajah gadis itu, ia semakin terkejut menyadari gadis itu adalah Hyuna. Kedua mata gadis itu terlihat bengkak dan kedua pergelangan tangannya juga membiru. “Ya! Kim Hyuna!!” ucapnya sambil mengguncang bahu gadis itu.

“Hmm..” gumam Hyuna dan membuka matanya perlahan.

“Ya.. ada apa denganmu?” Tanya Hyunseung khawatir.

Hyuna tersadar sepenuhnya dan memandang Hyunseung, spontan ia langsung berteriak dan bergerak menjauh dari pria itu.

Hyunseung terkejut, “Ya! Ada apa denganmu?!”

Hyuna semakin memojokkan dirinya di bawah meja sambil memeluk kedua lututnya dan menatap Hyunseung takut.

Dahi Hyunseung berkerut, “Hyuna, waekeure?” tanyanya tak mengerti.

Hyuna mulai menangis ketakutan, “Jangan beritau mereka.. kumohon.. aku takut..” tangisnya memohon.

Hyunseung tak tau harus mengatakan apa karena respon Hyuna.

=Rumah Keluarga Kim=

“Bagaimana bisa dia melarikan diri darimu?!!” seru Songyi pada Junhyung.

Junhyung menunduk menyesal, “Cesonghamida gommo, aku tidak berpikir dia akan melarian diri melalui jendela..” ucapnya.

Jiyoon memandang ibunya khawatir, “Eoteokhe eomma?”

“Akan menjadi masalah jika Hyuna mengadu pada pihak social..” ucap Songyi takut.

Junhyung memandang Songyi, “Gommo, Hyuna hanya ketakutan. Aku akan mencarinya..”

“Temukan dia sebelum pihak social mengetahui tentang hal ini..” ucap Songyi tegas, lalu melangkah menuju kamarnya.

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “My Sister and I [Chapter 3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s