Uncategorized

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 32]

–The Mission–

 32

Movie’s over, the movie is over..

The doors have opened and the curtains fall down..

Bye bye good bye bye..

Don’t make it bad oh girl, please leave..

The story that seemed like a dream..

It’s over now, our fate is over, it’s over..

(Block B – Movie’s Over)

=Ruang Kerja=

Hyunseung duduk di sofa bersama Taemin dan Eunji.

“Mwo? Jihyun?!” Tanya Eunji kesal.

“Ne.. Hyuna masuk di saat yang tidak tepat..” Jawab Hyunseung lesu.

“Oooh.. Eotheoke?” Gumam Taemin bingung.

Hyunseung memandang kedua temannya dan menghela nafas dalam sambil melonggarkan dasi di lehernya, “Aku ingin mempertahankan pernikahanku, tapi jika Hyuna tak ingin lagi bersamaku….” Ia menggantung ucapannya sejenak, “..kurasa kami memang harus berpisah..”

Taemin dan Eunji berpandangan kaget, lalu kembali memandang Hyunseung.

“Hyunseung, kau yakin?” Tanya Taemin.

Hyunseung menunduk sambil mengelus telapak tangannya.

Eunji diam memikirkan apa yang harus dia katakan.

“Ahh.. Ini film terburuk yang pernah kulihat..” Ucap Taemin sedih.

Hyunseung mengelus dahinya, “Tapi paling tidak aku masih memiliki Sohyun.. Meskipun dia akan tinggal bersama ibunya..”

“Andwae!!!” Seru Eunji, membuat Hyunseung dan Taemin terlonjak.

“Ya! Ada apa denganmu?!” Tanya Taemin kesal.

Eunji memandang Hyunseung sambil memegang bahu pria itu, “Kau yakin Hyuna mencintaimu dengan tulus kan?”

Hyunseung memandang Eunji bingung, “Ne? Ohh.. Ne..” Jawabnya pelan.

“Benar! Jika tidak mencintai Hyunseung, tidak mungkin Hyuna merasa sangat terluka saat Hyunseung meminta berpisah!” Ucap Taemin bersemangat.

“Nah!! Jika kau yakin, mungkin aku tau apa yang harus kita lakukan!” Ucap Eunji dengan senyuman evil di wajahnya.

Dahi Taemin dan Hyunseung berkerut, lalu saling berpandangan bingung.

“Apa ini tentang pura-pura mati yang pernah kita lakukan dulu?” Tanya Taemin tak yakin.

“Ani! Ini akan lebih hebat dari itu!” Jawab Eunji yakin.

“Lebih hebat bagaimana?” Tanya Hyunseung.

Eunji tersenyum lebar, “Kita butuh bantuan Naeun..” Jawabnya, “Bahkan Baekhyun..”

Taemin dan Hyunseung masih mengerutkan dahi menatap Eunji.

=Kampus=

Naeun yang melangkah menuruni tangga keluar kampus berhenti di anak tangga terakhir melihat Taemin berdiri di depannya, ia memalingkan wajah dan melangkah begitu saja seperti tak melihat pria itu.

Taemin segera menghadang Naeun dengan wajah menyesalnya, “Son Naeun, aku ingin berbicara sebentar..”

Naeun menghela nafas dalam dan menatap Taemin sambil menyilangkan kedua tangannya di dada, “Mwo?”

Taemin mengelus belakang kepalanya sambil menunduk, “Kau marah padaku?”

“Menurutmu?” Tanya Naeun.

“Ne, na ara..” Jawab Taemin sendiri, lalu memandang Naeun menyesal. “Baiklah.. Aku akan berbicara sebagai diriku. Bukan sebagai teman Hyunseung, juga aku ingin kau berbicara sebagai Son Naeun, bukan teman Hyuna.” Ucapnya, “Aku minta maaf atas keegoisanku. Seperti yang kau katakan untuk Hyuna, kau harus membelanya. Begitu juga denganku. Tapi saat ini kau sadar kalau aku terlalu kekanakan..”

“Ne, kau memang begitu!” Potong Naeun.

“Maafkan aku..” Ucap Taemin bersungguh-sungguh.

“Wae?” Tanya Naeun.

Taemin mengelus belakang kepalanya dan menggigit bibir bawahnya, “Errr.. Oke, aku tidak akan membicarakan tentang kita! Aku akan membicarakan tentang yang lain..” Ucapnya mengganti topik.

“Ahhh.. Sudahlah, aku tidak ingin berbicara lagi..” Ucap Naeun dan berjalan pergi.

Taemin mengikuti Naeun sambil berbicara di belakangnya, “Son Naeun, apa kau tau Hyuna berencana mengurus perceraiannya dan Hyunseung?”

“Ara..” Jawab Naeun tanpa berhenti.

“Apa kau akan membiarkannya?” Tanya Taemin.

“Hyuna sudah memutuskannya..” Jawab Naeun lagi.

“Jika mereka berpisah, bagaimana dengan Sohyun?” Tanya Taemin.

“Aku dan Baekhyun akan membantu Hyuna membesarkannya..” Jawab Naeun lagi.

Taemin menarik tangan Naeun dan membuat gadis itu berbalik memandangnya. “Dan apa kau akan membiarkan Hyuna terluka semakin dalam setelah berpisah dari Hyunseung?” Tanyanya serius.

Naeun tertegun mendengar pertanyaan Taemin.

“Apa menurutmu Hyuna bisa mengatasi semuanya setelah berpisah dari Hyunseung?” Tanya Taemin.

Dahi Naeun berkerut, “Apa maksudmu?! Hyuna tidak bisa melakukan apa pun tanpa Hyunseung oppa?!” Tanyanya marah.

“Ne!! Hyuna hanya akan meratapi semuanya!!” Jawab Taemin yakin.

Naeun menyentak tangan Taemin dari lengannya dan menatap pria itu tajam, “Dengar oppa! Hyuna sudah memutuskan untuk bercerai! Karena apa? Karena Hyunseung oppa yang sebelumnya mengatakan itu!! Hyuna sangat terluka karena itu!! Jadi aku akan membantunya melupakan Hyunseung oppa!! Araso?!” Tegasnya, lalu berbalik pergi.

“Naeun-a..” Panggil Taemin, namun tak mengejarnya. Melihat gadis itu pergi, perlahan bibirnya membentuk senyuman. Karena ini misi pertamanya.

=Ruang Kerja=

“Jang Hyunseung ada di ruangannya?” Tanya Jihyun pada sekretaris Jung.

“Ne, tapi…”

“Baik..” Ucap Jihyun dan langsung berjalan ke ruangan kerja Hyunseung.

“Tapi nona..” Panggil Sekretaris Jung, tapi tak diberi respon apa pun.

Jihyun membuka pintu ruangan Hyunseung dan langsung masuk.

Eunji dan Hyunseung yang sedang membicarakan sesuatu di meja kerja memandang Jihyun aneh.

Jihyun tertegun melihat Eunji dan melangkah maju sambil menyilang kedua tangannya di dada, “Nuguseyo?” Tanyanya sinis.

Eunji mengerutkan dahi, “Kau bertanya padaku?”

Hyunseung menatap Jihyun aneh, “Kenapa kau kemari?”

“Oppa, kau baru akan mengurus perceraianmu tapi sudah membawa gadis baru?” Tanya Naeun sebal.

Eunji tertegun Jihyun tidak tau ia sepupu Hyunseung, hal itu malah mendapatkan ide di kepalanya.

“Apa maksud….”

“Memangnya kenapa?” Tanya Eunji memotong ucapan Hyunseung.

Hyunseung memandang Eunji bingung.

Eunji mendekati Hyunseung dan memeluk lengannya, “Hyunseung akan segera bercerai, jadi kami bisa segera bersama kan.” Ucapnya, lalu tersenyum pada sepupunya. “Keutji, Hyunseung-a?” Tanyanya manja.

Hyunseung mengedip-kedipkan mata memandang Eunji tak mengerti.

Eunji memegang pipi Hyunseung dan menarik wajah pria itu mendekat, lalu mengecup pipinya. “Hmm.. Aku tidak sabar kau segera berpisah dari istrimu..”

Mulut Jihyun terbuka melihat apa yang dilakukan Eunji, “Ya!!”

Eunji memandang Jihyun aneh, “Wae? Kau tidak melihat kami sibuk? Keluar sana!”

Jihyun mendengus kesal, lalu menghentakkan kakinya dan langsung berbalik pergi.

Begitu pintu tertutup, Eunji langsung menahan tawa sambil memegang perutnya.

Hyunseung baru mengerti Eunji hanya bercanda, “Ya! Jika ingin bercanda beritau aku dulu!”

Eunji tertawa sambil mendorong pipi Hyunseung yang tadi dia cium, “Sudah.. Kau beruntung mendapatkan ciumanku..” Ucapnya, “Ayo selesaikan ini..” Ia kembali melanjutkan pekerjaan mereka.

Hyunseung menatap Eunji sebal, tak lama menahan tawa dan ikut melanjutkan.

=Gallery=

“Ne? Taemin mengatakan itu?” Tanya Baekhyun setelah mendengar cerita Naeun.

“Ne! Dia berkata Hyuna tidak akan bisa jika dia bercerai dari Hyunseung oppa.. Kenapa dia yakin sekali? Ahhh..” Ucap Naeun sebal.

“Mwo? Apa-apaan dia?” Ucap Baekhyun kesal, lalu memandang Hyuna. “Aku sudah menghubungi pengacara keluargaku…” Ucapannya terputus melihat ekspresi Hyuna menunduk sedih.

Naeun memegang tangan Hyuna, “Hyuna-a?”

Hyuna memandang teman-temannya, ia mencoba untuk tersenyum tapi malah terlihat aneh.

Baekhyun menyipitkan matanya menatap Hyuna, “Kau tidak berpikir untuk bercerai kan?”

“Aku kan sudah menyiapkan berkasnya, tentu saja aku akan bercerai..” Jawab Hyuna, namun terdengar ragu.

Naeun menatap Hyuna serius, “Hyuna, kutanyakan lagi padamu. Kau ingin bercerai atau tidak?”

Hyuna memandang Naeun dan menghela nafas dalam, “Aku………akan bercerai.”

Baekhyun mengelus belakang kepalanya dan memandang Hyuna, “Kau hanya ingin menggertak manusia es itu kan?”

Hyuna menunduk bingung.

“Hyuna, kau tidak benar-benar serius?” Tanya Naeun.

“Aku serius! Aku memang ingin bercerai..” Ucap Hyuna sambil memandang kedua temannya bergantian.

“Kau yakin?” Tanya Baekhyun lagi.

“Ne!” Jawab Hyuna yakin.

Naeun menarik bahu Hyuna agar menatapnya, “Hyuna, ini bukan keputusan sembarangan. Jika kau benar-benar melakukannya, kau mungkin saja akan menyesalinya seumur hidupmu..”

Hyuna kembali merasa bimbang, “Mmm..” Gumamnya dan menggigit bibir bawahnya ragu.

“Pikirkan lagi Hyuna..” Ucap Baekhyun, “Aku mengerti jika kau merasa sakit hati karena apa yang dilakukan si manusia es itu, tapi kau sendiri ragu dengan keputusanmu. Karena itu, pikirkan lagi..” Ucapnya.

Hyuna mengangguk berat, “Ne..”

=Kamar Studio=

Hyunseung menekan kombinasi kode dan membukanya, lalu melangkah masuk. Ia terpaksa lembur karena kemarin sempat lama tidak masuk bekerja. Ia melepaskan baju hangat dan meletakkannya ke sofa, langkahnya berhenti di sebelah tempat tidur untuk melihat Hyuna yang tidur membelakangi pintu sambil memeluk Sohyun. ‘Apa kita bisa melewati ini Hyuna?’ Batinnya berat. Tubuhnya membungkuk sedikit dan menopangnya dengan satu tangannya ke kasur, tangannya yang lain terulur mengelus pipi Sohyun yang terlelap. Matanya melirik Hyuna, dengan lembut dan hati-hati ia mengelus rambut gadis itu. Namun menatap gadis itu sekarang membuatnya menghela nafas dalam karena masalah mereka saat ini. Ia berdiri tegap lagi dan melangkah ke kamar mandi.

Ketika terdengar pintu kamar mandi tertutup, Hyuna membuka matanya perlahan. Sebenarnya ia sedih harus melakukan ini, tapi terlalu dini baginya menyerah.

=Ruang Kerja=

“Bagaimana Naeun?” Tanya Eunji pada Taemin.

Taemin tersenyum, “Aku sudah melakukan tugasku. Dia pasti sudah berbicara tentang Hyuna dan membuatnya ragu.”

Eunji tersenyum, “Bagus..” Ucapnya, lalu memandang Hyunseung. “Kau?”

“Aku tidak tau bagaimana memulai rencanamu, tapi aku akan memulainya hari ini..” Jawab Hyunseung.

“Baiklah..” Ucap Eunji.

“Ya.. Aku akan melakukan apa?” Tanya Key bingung.

“Mmm.. Tugasmu nanti..” Ucap Eunji.

Hyunseung menghela nafas dalam dan duduk bersandar sambil memijat pelipisnya.

Eunji memandang Hyunseung, “Kepalamu masih sering sakit?”

“Ne..” Jawab Hyunseung pelan.

Eunji berpikir sejenak, lalu tersenyum. “Great! Kita bisa menggunakan itu untuk jurus terakhir..”

Dahi Hyunseung berkerut menatap Eunji, “Dia tidak akan terjebak dengan ide itu lagi..”

“Itu pilihan terakhir.. Tentang saja..” Ucap Eunji sambil tersenyum.

=Kampus=

Naeun kembali menghela nafas kesal melihat Taemin sudah menunggunya di depan kampus, ia menghampiri pria itu dan menatapnya sebal. “Oppa, ada apa lagi?!” Tanyanya sebal.

Taemin memandang Naeun bingung, “Ne? Wae?”

“Kau masih ingin membicarakan tentang Hyuna dan Hyunseung oppa?” Tanya Naeun kesal.

“Ne, tapi aku tidak mencarimu..” Jawab Taemin.

Naeun tertegun, “Ne?”

Taemin memandang ke belakang Naeun, “Oh.. Ya! Byun Baekhyun!” Panggilnya.

Naeun memandang ke belakang dan menatap Taemin tak percaya, “Byun Baekhyun?”

Baekhyun mengerutkan dahi mendengar Taemin memanggilnya, “Wae?” Tanyanya aneh.

Naeun merasa malu karena Taemin mencari Baekhyun, “Oh.. Ya sudah, aku pergi..” Ucapnya dan langsung melangkah pergi.

Taemin memandang Naeun pergi sambil menahan senyumannya.

Baekhyun memandang Naeun, “Ya.. Naeun-a! Kupikir kita akan pulang bersama..” Ucapnya sebal.

Taemin menatap Baekhyun kaget.

Naeun berhenti dan kembali memandang ke belakang, “Ppaliwa!” Ucapnya dan melangkah menuju parkiran motor.

Taemin memandang Naeun yang berjalan pergi dan Baekhyun yang masih berdiri di hadapannya bergantian, “Ya! Kenapa kau pulang bersama Naeun?”

Sebelah alis Baekhyun terangkat memandang Taemin, “Wae? Naeun bukan kekasihmu, jadi kau tidak perlu tau..” Ucapnya, “Jadi kenapa kau memanggilku? Penting tidak? Jika tidak aku akan langsung pergi..”

Taemin menghela nafas dalam sambil menatap Baekhyun kesal, “Siapa bilang Naeun bukan kekasihku?” Tanyanya.

Baekhyun tersenyum sinis dan menyilangkan kedua tangannya di dada, “Naeun sudah menunjukkan kalau dia tertarik padaku sejak kecil, jadi kurasa akan menyenangkan jika kami melanjutkan cinta masa lalu..”

“Mwo?” Tanya Taemin kesal, lalu memandang ke arah Naeun yang berdiri disebelah motor Baekhyun dan kembali menatap pria di depannya sambil tersenyum evil. “Keure, kita lihat siapa yang di cintai Naeun sekarang..” Ucapnya.

Dahi Baekhyun berkerut, namun ketika hendak bertanya Taemin sudah melangkah cepat menuju Naeun. “Ya!” Panggilnya sambil mengikuti pria itu.

Naeun berdiri membelakangi para pria tadi di sebelah motor Baekhyun sambil bermain game di ponselnya, ia mengembungkan pipi karena bosan. Seseorang menarik bahunya hingga membuatnya berbalik, belum sempat ia melihat siapa yang menariknya, ciuman lembut langsung mendarat di bibirnya. Matanya melotot menyadari wajah Taemin yang ada di hadapannya.

Mata Baekhyun ikut melotot melihat apa yang di lakukan Taemin, “Ya!!” Serunya sambil menarik pria itu dan tanpa sadar melayangkan tinjunya.

Duakkk!! Taemin terhuyung dan hampir terjungkal jika tidak berpegangan ke motor di dekatnya.

Naeun kembali mengedipkan matanya dan menyadari apa yang yang terjadi, ia lebih terkejut melihat Baekhyun menghampiri Taemin dan kembali menarik bahunya. Tanpa ragu temannya itu melayangkan pukulannya ke wajah Taemin berkali-kali. “Baekhyun!! Berhenti!!” Serunya sambil menahan Baekhyun.

Baekhyun melepaskan Taemin dan mundur beberapa langkah sambil menatap pria itu marah.

Taemin terbanting ke aspal karena kepalanya terasa sangat pusing, juga darah yang memenuhi wajahnya karena sudut bibirnya pecah.

“Baekhyun! Apa yang kau lakukan?!” Seru Naeun marah, lalu menghampiri Taemin. “Oppa! Gwenchana?” Tanyanya khawatir.

Taemin memejamkan matanya beberapa saat dan memandang Naeun, “Gwenchana..” Jawabnya pelan dan menyeka darah di sudut bibirnya.

Naeun menatap Taemin menahan tangis, “Ayo bangkit oppa..” Ucapnya sambil membantu pria itu bangkit.

Baekhyun menatap Naeun tak percaya, “Ya! Kenapa kau membantunya? Dia tiba-tiba menciummu!”

Naeun menarik satu tangan Taemin ke bahunya dan menatap Baekhyun kesal, “Tapi kau tidak boleh memukulinya seperti ini!” Serunya, “Khaja oppa..” Ucapnya dan membawa Taemin berjalan perlahan karena pria itu masih merasa pusing.

Mulut Baekhyun terbuka tak percaya melihat Taemin diam-diam tersenyum penuh kemenangan ke arahnya. “Mwo? Aissh..” Gumamnya kesal.

<<Back          Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 32]

  1. aduuhhh bebeb sampe segito nya sichhh…
    rela d pukulin cuma buat buktiin cinta naeun…
    arggghhhh penasaran rencana nya eunji…
    lumayan chap nie sedikit menghibur..
    rasakan tu jihyun..
    coba dya tau eunji sepupu ny hyun oppa pasti langsung sok manis dech..
    dasarrrrr….
    lanjuuttttt ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s