Uncategorized

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 31]

— Please Comeback to Me 3–

 31

Because you were here..

But not anymore, I can breathe..

Because you’re not next to me..

I can’t linger around you anymore..

I’m dying but right now..

You’re not here..

(Sistar19 – Gone Not Around any Longer)

=Rumah keluarga Jang=

Hyunseung membuka pintu dan masuk, saat itu ia tertegun mendengar Sohyun menangis. Ia sampai tak mengucapkan salam melihat ibunya kesulitan menenangkan putrinya.

“Ohh.. Hyunseung-a, sudah pulang?” Tanya ibu Hyunseung.

“Appa!! Appa!!” Tangis Sohyun histeris dan langsung ingin di gendong oleh ayahnya.

Hyunseung menggendong Sohyun dan menimang putrinya, “Waeyo? Sssssh.. Appa disini..” Ucapnya sambil mengelus punggung gadis kecil itu.

“Appa.. Eomma odiso? Eomma…” Tangis Sohyun.

Hyunseung tertegun dan menatap Sohyun.

Sohyun terisak-isak dan menarik kerah baju ayahnya, “Appa.. Eomma odiso?” Tangisnya.

“Dia terus mencari Hyuna..” Ucap ibu Hyunseung memberitau dengan wajah khawatir.

Hyunseung tidak tau harus mengatakan apa pada putrinya, dengan lembut ia menyeka air mata Sohyun. “Eomma sedang ada urusan sayang..”

“Andwaeyo.. Eomma…” Panggil Sohyun lagi.

Hyunseung menatap putrinya sedih dan memeluknya.

“Hyunseung, Sohyun sangat membutuhkan ibunya. Eomma mohon, hentikan pertengkaran kalian. Dia korban yang sebenarnya disini..” Ucap ibu Hyunseung khawatir.

“Eomma…” Tangis Sohyun.

Malamnya.

Akhirnya Hyunseung berhasil menidurkan Sohyun meskipun perlu waktu yang cukup lama karena putrinya terus mencari Hyuna dan tidak mau minum susu.

Ia menghela nafas dalam sambil mengelus kepala Sohyun yang tidur menelungkup di tempat tidur, “Appa miane..” Bisiknya dan mencium dahi putrinya.

Setelah memastikan putrinya tidak akan bangun hingga pagi, Hyunseung mengganti baju dan keluar dari kamar.

“Hyunseung? Kau akan pergi?” Tanya ibu Hyunseung bingung.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Hanya sebentar eomma, Sohyun sudah tidur. Tolong jaga dia sebentar..” Ucapnya.

Ibu Hyunseung mengangguk pelan, “Baiklah.. Hati-hati..”

Hyunseung melangkah menuju pintu depan.

=Kamar Studio=

Hyuna berbaring dengan satu sisi tubuhnya, kepalan tangannya berada di depan bibirnya sambil memperhatikan map putih di meja. ‘Apa kami akan berakhir seperti ini? Kenapa harus seperti ini?’ Batin Hyuna, bulir air matanya kembali mengalir mengingat ia akan benar-benar berpisah dari Hyunseung. Matanya terpejam dan membalik tubuhnya.

2 a.m.

Dok! Dok! Dok!

Dahi Hyuna berkerut dan membuka matanya perlahan, rasa kantuk masih menguasainya hingga belum begitu menyadari mengapa ia terbangun.

Dok! Dok! Dok!!

Hyuna bangkit perlahan dan memandang ke pintu, “Jam berapa ini?” Gumamnya, namun dia tidak melihat jam dan langsung melangkah ke pintu sambil mengelus matanya. Lalu membuka pintu, tiba-tiba orang yang berdiri di balik pintu langsung terdorong masuk karena bersandar di pintu itu dan memeluknya. Matanya melotot dan memandang pria itu.

“Hyuna…” Gumam Hyunseung sambil memeluk Hyuna erat.

Hyuna tertegun Hyunseung muncul dalam keadaan mabuk berat, “Oppa?”

Satu tangan Hyunseung mengelus rambut Hyuna dan satu lagi mendekap Hyuna erat, “Aku bersalah Hyuna.. Aku tau semua ini salahku.. Mianata..” Ucapnya penuh penyesalan.

Hyuna menahan tubuh Hyunseung yang bersandar padanya, ia kembali menutup pintu dan dengan susah payah membawa pria itu ke sofa. Tapi karena pria itu terlalu mabuk, ia sampai terjatuh bersama pria itu.

BRUKKK!!

Hyunseung merasakan bagian belakang tubuhnya terbanting ke lantai, “Ahhh…” Rintihnya sambil memegang kepala belakangnya.

“Ahhh..” Rintih Hyuna sambil memegang dahinya, ia terjatuh ke bahu Hyunseung dan membenturkan kepalanya kesana.

Hyunseung tertegun mendengar rintihan Hyuna dan langsung menatap gadis itu, “Hyuna?” Ucapnya panik dan bergerak bangkit sambil memegang kepala gadis itu, “Gwenchana?”

Hyuna meringis dan mengangguk pelan.

Hyunseung menatap Hyuna menyesal sambil memperhatikan setiap inci dari wajahnya. Tangannya bergerak memegang kedua pipi gadis itu, matanya memerah dan bulir air ke berjatuhan pipinya. “Apa luka hatimu begitu dalam hingga kau tidak kembali meskipun Sohyun membutuhkanmu?”

Hyuna menatap kedua mata Hyunseung sedih, lalu mengalihkan pandangannya. “Oppa, perceraian kita akan segera di proses. Kau tidak bisa datang ke tempatku seperti ini..”

Hyunseung merasa hancur mendengar ucapan Hyuna dan menggeleng pelan, “Andwae.. Aku tidak mau.. Kumohon Hyuna..”

Hyuna menarik tangan Hyunseung dari pipinya dan menatap pria itu, “Aku akan menghubungi appanim..” Ucapnya, lalu bangkit.

Hyunseung menahan Hyuna agar tidak bangkit dan menatapnya memelas, “Hyuna.. Aku bersalah.. Aku bersalah padamu.. Jebal…” mohonnya sambil memukuli dadanya.

Bulir air mata Hyuna ikut berjatuhan melihat Hyunseung menangis sambil menahan tangan pria itu agar tidak menyakiti dirinya sendiri.

“Jebal Hyuna..” Mohon Hyunseung sambil menggenggam kedua tangan Hyuna dan menciumi jemarinya. “Aku benar-benar menyesal..”

Hyuna menghela nafas dalam, “Oppa, kau mabuk..” Ucapnya, “Ayo..” Ia menarik Hyunseung bangkit dan memapahnya ke sofa.

Hyunseung membanting tubuhnya ke sofa, kepalanya terasa kembali sakit. “Ahhh..” Rintihnya sambil memegang dahi.

Hyuna duduk di sebelah Hyunseung sambil mengelus kepalanya, “Oppa, kepalamu masih sering sakit?”

Hyunseung menyandarkan dahinya ke bahu Hyuna dengan mata terpejam menahan sakit di kepalanya.

Tangan Hyuna spontan bergerak ke kepala Hyunseung dan mengelus rambutnya, “Gwenchana oppa, sakitnya akan segera hilang..”

Hyunseung merasa nyaman karena elusan tangan Hyuna, tangannya bergerak memeluk tubuh gadis itu. “Hyuna.. Sohyun membutuhkanmu.. Aku membutuhkanmu..” Ucapnya pelan.

Hyuna tak memungkiri ia sangat mencintai Hyunseung, tapi hatinya terlanjur terluka dalam hingga tak bisa memaafkan pria itu dengan mudah.

7.50 a.m

“Arrgghh…” Erangan panjang keluar dari mulut Hyunseung karena kepalanya terasa sakit. Tangannya bergerak menyentuh dahinya dan membuka mata perlahan, beberapa saat ia baru menyadari ia tidak berada di kamarnya.

“Aku membuatkanmu teh madu..” Ucap Hyuna sambil meletakkan secangkir teh madu di meja.

Hyunseung menoleh dan memandang Hyuna kaget, “Hyuna?” Tanyanya sambil bergerak bangkit, tapi karena terlalu cepat kepalanya terasa lebih sakit. “Ahhh..”

Hyuna bergerak duduk di kursi di depan sofa. Ia tampak menghindari tatapan Hyunseung.

Hyunseung memandang Hyuna bingung dan memandang sekitar, “Kenapa aku bisa ada disini?”

“Semalam oppa datang sendiri..” Jawab Hyuna.

Hyunseung berusaha mengingat-ingat, ‘Ahh.. Taemin!’ Batinnya, lalu kembali memandang Hyuna. “Apa aku membuat keributan?”

Hyuna menggeleng, “Aniya..” Jawabnya, “Ini, minum saja teh madumu dan silahkan pergi..”

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna dan melirik teh madunya, ia menurunkan kakinya dari sofa dan duduk lurus kearah gadis itu. “Hyuna..”

Hyuna memandang Hyunseung dan kembali mengalihkan wajahnya, “Hmm..”

“Apa kau benar-benar tidak akan kembali ke rumah?” Tanya Hyunseung pelan.

Hyuna diam sejenak, lalu kembali memandang Hyunseung. “Wae? Oppa yang ingin aku pergi..” Ucapnya dingin.

Hyunseung menunduk menyesal, “Aku tau semua kesalahanku. Aku memang sangat egois dan hanya memikirkan diriku..” Ucapnya.

“Minum tehmu dan pergi, oppa!” Tegas Hyuna.

Hyunseung menatap Hyuna dengan mata memerah menahan air mata, “Aku sangat menghargai perasaanmu. Tapi aku terlalu takut kau akan terluka karenaku. Saat aku tak bisa melihat, aku merasa tak berdaya. Aku selalu ingin melindungimu, tapi kemarin justru kau yang melakukannya. Aku tidak bisa membiarkan hal itu, kau terlalu berharga untuk hidup bersama pria tak berguna Hyuna..” Ucapnya. Bulir air kembali berjatuhan dari matanya.

Hyuna merasa sesak mendengar ucapan Hyunseung dan menatapnya marah, tangannya dengan cepat mengambil cangkir dan menyiramkan isinya ke wajah pria itu. “Mwo!! Apa aku sedangkal itu bagimu?!! Meskipun aku berpisah denganmu dalam keadaan seperti itu, apa menurutmu aku bisa melanjutkan hidupku dengan baik?!” Tanyanya marah.

Hyunseung terkejut merasakan air hangat itu di wajahnya, lalu menatap Hyuna tak percaya.

Bulir air mata Hyuna mengalir menatap Hyunseung, “Jika aku tidak pergi seperti ini, mungkin sekarang kita sudah menjadi orang asing. Saat aku memohon agar kau memikirkan lagi keputusanmu, apa kau mendengarkanku?! Tidak kan?! Maka aku tidak akan mendengarkanmu!!” Serunya.

Hyunseung menunduk menyesal, “Miane..”

Hyuna meletakkan cangkir itu dan menatap Hyunseung marah, “Aku tidak akan mengubah keputusanku! Kau bisa pergi..”

Hyunseung memandang Hyuna sambil menghela nafas berat, “Aku sangat menyesal Hyuna..”

“Aku tidak peduli!!” Ucap Hyuna tegas.

Hyunseung menghela nafas dalam dan menatap Hyuna tegas, “Keure, kau tidak akan kembali. Aku akan ikut tinggal disini bersamamu dan Sohyun!!”

Hyuna tertegun, “Mwo?! Oppa!!”

Hyunseung menyeka air teh di wajahnya dan bangkit sambil melepaskan baju hangatnya, “Aku akan mandi..” Ucapnya dan melangkah ke kamar mandi.

“Ya!! Oppa!!” Hyuna menarik tangan Hyunseung, “Apa yang kau lakukan?”

Hyunseung menatap Hyuna, “Mempertahankan pernikahanku..” Jawabnya dan kembali melangkah ke kamar mandi.

Malamnya.

Hyuna kembali ke kamar studionya dan menekan kombinasi kode, tapi tidak bisa. “Hm? Kenapa ini?” Gumamnya sendiri, lalu kembali menekan kombinasi kode. Tetap tak bisa. “Ah! Mwoya?!” Ucapnya bingung, lalu mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Baekhyun.

Tut.. Tut.. Tut..

Hyuna menunggu Baekhyun mengangkat panggilan itu. Ia tertegun melihat pintu terbuka sendiri dan melihat Hyunseung berada di dalam.

“Baru pulang?” Tanya Hyunseung seperti tidak ada sesuatu aneh terjadi.

“Ne, Hyuna-a..” Jawab Baekhyun di telepon.

Hyuna menatap Hyunseung bingung tanpa menjawab panggilan Baekhyun.

“Hyuna?” Panggil Baekhyun.

“Nanti kuhubungi lagi..” Ucap Hyuna dan memutuskan telepon itu, “Apa yang kau lakukan disini?!” Serunya.

Sohyun menyelinap keluar dari celah kaki Hyunseung, “Eomma!!” Ucapnya girang.

Hyuna tertegun melihat Sohyun, “Sohyun!!” Ucapnya girang dan menggendong putrinya sambil memeluknya erat.

“Eomma..” Ucap Sohyun menahan tangis dan memeluk leher ibunya.

“Ne, eomma disini sayang..” Ucap Hyuna sambil mengelus rambut dan punggung putrinya.

Hyunseung tenang melihat putrinya kembali bersama Hyuna, ia bergeser sambil membuka pintu lebar. “Ayo masuk, aku sudah membuat makan malam..”

Hyuna menatap Hyunseung kesal, “Kenapa kau disini?”

“Agar bisa bersama keluargaku..” Jawab Hyunseung santai, lalu menarik Hyuna masuk.

Hyuna menurunkan Sohyun dan melihat makanan di meja, lalu kembali menatap Hyunseung. “Oppa, kau harus pergi setelah makan malam..”

Hyunseung tersenyum, “Aku akan menginap..”

Hyuna menatap Hyunseung tajam, “Mwo?!”

Hyunseung memandang Sohyun, “Sohyun-a, ayo makan..” Ajaknya dan langsung duduk ke sofa bersama putrinya.

Hyuna masih berdiri di tempatnya menatap Hyunseung marah.

Hyunseung memandang Hyuna bingung, “Sohyun eomma, kenapa hanya berdiri disana? Ganti bajumu dan makan bersama..” Ucapnya.

Hyuna tidak bisa menolak jika ada Sohyun disana. Ia berbalik dan masuk ke kamar mandi.

Malam itu. Hyuna, Sohyun dan Hyunseung tidur bersama di tempat tidur. Namun ada seseorang yang tak bisa terlelap kecuali putri mereka.

Hyuna membuka matanya dan melihat Hyunseung tidur sambil memeluk Sohyun di sisinya. Hatinya sangat bimbang saat ini, ia ingin tetap bersama pria itu, namun rasa sakitnya akan membuatnya terlihat seperti pecundang.

Keesokan harinya.

Karena hari ini hari Sabtu, Hyunseung berencana tidak akan pergi kemana pun agar Hyuna tak bisa mencoba mengusirnya lagi. Ia melirik Hyuna yang duduk di sofa sambil membaca sebuah berkas, perlahan ia bangkit dari lantai dan menghampiri gadis itu.

Hyuna menatap Hyunseung ketika pria itu duduk di sebelahnya, lalu bergerak bangkit.

Hyunseung menarik tangan Hyuna agar tak pergi dan menatapnya serius, “Kim Hyuna, apa selama ini kau tidak pernah merindukanku?”

“Aniyo, hatiku terlalu sakit untuk merindukanmu.” Ucap Hyuna tanpa ekspresi dan bergerak bangkit lagi.

Hyunseung kembali menahan tangan Hyuna dengan tatapan dalam, “Aku merindukanmu..” Ucapnya sepenuh hati.

Hyuna tertegun mendengar ucapan Hyunseung, lalu memalingkan wajahnya. “Kau tidak akan merasakannya setelah kita berpisah..” Ucapnya pelan.

Tangan Hyunseung menggenggam jemari Hyuna, “Aku sangat merindukanmu..” Ucapnya sepenuh hati.

Hyuna menghela nafas dalam dan kembali menatap Hyunseung tajam, “Aku mengerti mengapa kau sering mengatakannya akhir-akhir ini..”

Dahi Hyunseung berkerut, “Apa maksudmu?”

Hyuna menarik tangannya dari genggaman Hyunseung, “Karena aku pasti akan langsung memaafkanmu kemarin, tapi tidak akan lagi..” Ucapnya dingin dan bangkit.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna, saat itu ia melihat gadis itu memegang map putih seperti yang telah ia robek waktu itu. “Tunggu..” Ucapnya sambil ikut bangkit.

Hyuna menatap Hyunseung, “Mwo?”

“Kau benar-benar akan mengajukan masalah ini ke pengadilan?” Tanya Hyunseung tak percaya.

“Ne, Baekhyun membantuku  menemukan pengacara. Kuharap kau juga..” Jawab Hyuna tanpa ragu, lalu menyimpan berkas tadi ke tas dan duduk dilantai bersama Sohyun.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya.

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 31]

  1. hyuna kenapa gini , kl km cerai am seungi itu sama aja apa yg kamu lakuin lebih dr apa yg seungi lakuin ke km 😥
    andwe jangan sampe 2hyun cerai 😦
    gue selalu mewek baca ff mu hanna 😥
    next ^^

  2. kenapa masalahnya jadi tambah ribet gini 😦
    kasian hyunseung oppa 😥
    tapi si sohyun kok cepet bgt bisa bicara sama jalannya ya..
    Bayi ajaib haha

  3. d tengah mewek masi bisa senyum baca kekeraskepalaan hyun oppa…
    gag nyangka oppa bakal milih tinggal bareng gtooo..
    ayolahhh hyuna unni dalam hati mu kan juga berat too pisah ma hyun oppa..
    kasian sohyun juga kalo pisah ma salah satu kalian..
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s