Uncategorized

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 30]

— Please Comeback to Me 2–

 30

If I could just get over you I would..

Dong’t wanna love you anymore..

And missing you is like fighting a war..

It’s a battle I’m losing..

And I’d give up girl if I could..

If I could walk away as easily as you..

I would..

(Henry – I would)

=Rumah Keluarga Jang=

Hyunseung tersenyum melihat putrinya terlelap. Dengan lembut tangannya mengelus kepala gadis kecil itu dan mencium rambutnya. Sama seperti Hyuna, Sohyun juga selalu beraroma segar strawberry. Ia kembali menatap putrinya, “Kau tenang saja, eomma akan segera pulang..” Ucapnya pelan.

=Kamar Studio=

Hyuna berbaring di tempat tidur dengan bulir air mata berjatuhan. Sekarang Sohyun tidak bersamanya lagi. Hatinya terlalu terluka dan harga dirinya terlalu tinggi untuk kembali ke rumah Hyunseung. Tangannya terangkat dan memegang dadanya yang terasa sesak.

=Gallery=

Hyungjun tertegun melihat Hyuna sudah duduk di meja sekretaris, “Oh.. Sekretaris Kim?”

Hyuna tidak bisa menyembunyikan wajah sedihnya, tapi ia tetap berusaha terlihat biasa. “Ne, sajangnim?”

Dahi Hyungjun berkerut, “Kau tidak kembali pulang ke rumahmu?”

Hyuna menunduk sedih sambil menghela nafas dalam dan kembali memandang Hyungjun, “Aniya, aku tidak lagi tinggal disana.”

Hyungjun bisa melihat mata Hyuna memancarkan rasa luka yang dalam, “Sekretaris Kim, kau bisa mengambil cuti jika kondisi hatimu sedang tidak baik..”

Hyuna menggeleng pelan, “Aniya, sajangnim. Gwenchana. Aku harus tetap bekerja agar tidak menangisi Sohyun sepanjang hari..”

Hyungjun menatap Hyuna prihatin dan mengangguk pelan, “Keure, ingatkan aku untuk janji hari ini..” Ucapnya dan melangkah masuk ke ruangannya.

Hyuna membungkuk sopan dan kembali duduk. Kedua tangannya tergenggam seiring matanya yang memerah menahan air mata. Bagaimana mungkin ia bisa berdiam diri saat Sohyun sangat jauh darinya.

=Kampus=

Naeun melangkah di koridor sambil memikirkan Hyuna yang belum di ketahui tempatnya. Ia tertegun melihat Taemin melangkah diujung lorong dan langsung menarik kerah baju Baekhyun dengan kasar, matanya membesar dan segera berlari menghampiri mereka.

“Brengsek!! Jadi kau tau dimana Hyuna tapi tidak memberitau kami?!” Seru Taemin marah.

Baekhyun sama sekali tak terlihat takut dan menatap Taemin tak mengeti, “Jika iya kenapa?”

“Aissh!!” Taemin melayangkan tangannya untuk memukul wajah Baekhyun, namun Naeun menarik tangannya.

“Oppa!! Jangan!!” Seru Naeun panik.

Taemin menatap Naeun, “Apa kau juga tau dimana Hyuna?!”

Dahi Naeun berkerut, “Apa maksudmu oppa?”

Taemin melepaskan kerah baju Baekhyun dan menatap Naeun marah, “Oh! Karena itu kau berkata tidak akan membantu kami?! Keure!! Kalian memang sahabat baik!” Ucapnya dan langsung pergi.

Naeun memandang Taemin tak mengeti dan memandang Baekhyun, “Ada apa sebenarnya?”

Baekhyun merapikan kerah bajunya sambil melirik Taemin, “Berhubung dia sudah tau..” Ucapnya dan memandang Naeun, “Kau ingin bertemu Hyuna?”

Naeun tertegun, “Hyuna?!”

=Kamar Studio=

Naeun menggenggam tangan Hyuna dan menatapnya menyesal, “Jeongmal mianata Hyuna-a, aku seharusnya mendukungmu. Tapi aku malah memihak Hyunseung oppa..”

Hyuna menunduk sedih, “Ne..” Jawabnya pelan.

Naeun memeluk Hyuna erat.

Baekhyun memandang kedua gadis itu saling berpelukan, “Hyuna-a, kau benar-benar tidak akan kembali ke rumah manusia es itu?”

Naeun memandang Hyuna serius menunggu jawabannya.

Hyuna menghela nafas berat dan mengangguk, “Ne.. Aku tidak akan kembali ke sana..”

“Tapi, jika kau tidak kembali. Bagaimana dengan Sohyun?” Tanya Naeun.

Bulir air mata Hyuna mulai berjatuhan mengingat Sohyun, “Hyunseung oppa hanya ingin memancingku agar kembali ke rumahnya. Tapi aku tidak akan kembali! Meskipun hatiku akan terasa sangat sakit berpisah jauh dari Sohyun, aku akan tetap mempertahankan harga diriku..”

Baekhyun dan Naeun berpandangan sejenak, lalu kembali memandang Hyuna.

“Hyuna-a, kau yakin akan melakukannya?” Tanya Naeun memastikan.

Hyuna menyeka air matanya dan memandang kedua temannya bergantian, “Ne..” Jawabnya tanpa ragu, “Hyunseung oppa berpikir bisa melakukan apapun karena aku selalu bergantung padanya, jadi aku akan membuktikan kalau aku tidak butuh dia. Aku akan menjalani hidupku sendiri..” Ucapnya, bulir air mata kembali mengalir. “Dia memperlakukanku seperti sampah.. Aku berjuang dan berkorban demi dirinya, tapi dia menyuruhku pergi seperti wanita murahan yang telah bosan dia gunakan. Aku memohon agar dia mengubah keputusannya, tapi dia berkata aku tak akan bisa mengurusnya. Aku tidak akan kembali..” Ucapnya penuh amarah.

Naeun dapat melihat kedua tangan Hyuna gemetaran karena emosi yang memuncak, ia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan sahabatnya itu. “Aku akan membantumu..”

Baekhyun ikut mengulurkan tangannya, “Aku juga akan membantumu..”

Hyuna memandang Naeun dan Baekhyun bergantian, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan memeluk kedua temannya itu. “Gumawo..”

Naeun tersenyum sambil mengelus punggung Hyuna.

“Itulah gunanya sahabat Hyuna..” Ucap Baekhyun.

=Seminggu Kemudian=

Hyunseung tak percaya Hyuna tak juga kembali ke rumah meskipun ia membawa Sohyun. Rasa bersalahnya berlipat ganda, ia yang telah membuat gadis itu terluka dalam hingga tak sudi menatapnya lagi. Ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.

“Taemin, tolong caritau dimana Hyuna tinggal sekarang..” Ucapnya langsung.

Ditempat lain.

Hyuna duduk di pinggir tempat tidur sambil menatap boneka kesayangan Sohyun. Bulir air matanya berjatuhan dan menempelkan boneka itu ke dadanya. Ia benar-benar merindukan putrinya, tapi rasa sakitnya tetap memaksanya untuk bertahan. Perlahan ia berbaring sambil memejamkan matanya.

=Gallery=

“Sekretaris Kim, ini sebaiknya di letakkan dimana?” Tanya seorang pegawai pada Hyuna sambil memperlihatkan sebuah gucci.

“Ooh.. Sebaiknya di letakkan di sudut ruangan saja..” Jawab Hyuna dan tersenyum ketika pegawai itu berterima kasih. Ia merasa kasihan mereka selalu di omeli Hyungjun dan memutuskan untuk membantu.

Hyunseung melangkah masuk ke gallery dan melihat Hyuna melakukan pekerjaannya sambil tersenyum. Dengan hati-hati ia mendekati gadis itu agar tetap bisa melihat senyumannya, tapi senyuman itu langsung menghilang ketika gadis itu menyadari keberadaannya.

Hyuna menatap Hyunseung dingin, “Apa maumu?!”

Hati Hyunseung terasa sakit mendengar nada bicara dan tatapan Hyuna, “Hyuna, bisakah kita berbicara?”

Hyuna melipat kedua tangannya di dada, “Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi..” Ucapnya dan berjalan pergi.

“Hyuna, jebal..” Mohon Hyunseung.

Hyuna berhenti melangkah dan menghela nafas dalam sebelum kembali menatap Hyunseung. “Kau yang menendangku keluar, maka aku tidak akan masuk lagi!” Tegasnya dan berjalan pergi.

“Kim Hyuna!!” Seru Hyunseung tak percaya, gadis itu baru saja menghancurkan hatinya menjadi kepingan-kepingan kecil.

Hyuna berhenti karena sekarang para pegawai memandang mereka bingung.

“Aku bersalah Hyuna. Jeongmal mianata..” Ucap Hyunseung penuh penyesalan.

Hyuna berusaha mempertahankan wajah tanpa ekspresinya, meskipun air mata hampir jatuh dari matanya. “Aku tidak akan meminta apa pun ketika bercerai, aku hanya akan meminta hak asuh Sohyun..” Ucapnya dingin dan berjalan pergi.

Hyunseung hampir menangis mendengar ucapan Hyuna, “Andwae..” Gumamnya menahan sakit.

Hyuna masuk ke toilet dan mulai menangis menahan sakit di dadanya. Hatinya seperti kembali merasakan sakit ketika Hyunseung berkata akan menceraikannya.

=Ruang Kerja=

Hyunseung menopang dahinya dengan tangan.

“Kau yang menendangku keluar, maka aku tidak akan masuk lagi!”

“Aku tidak akan meminta apa pun ketika bercerai, aku hanya akan meminta hak asuh Sohyun..”

“Saat itu Hyuna berkata kalau ia sangat terluka karena oppa tidak menghargai pengorbanannya dan memutuskan sepihak tentang perceraian kalian. Dia juga ingin meminjam uangku untuk memulai hidup barunya seperti apa yang oppa inginkan..” “Sudah jelas Hyunseung oppa yang menginginkan Hyuna pergi dan memulai hidupnya sendiri, jadi apa yang salah paham? Apakah ada arti lain dibalik ‘memulai hidup sendiri’?”

Hyunseung memejamkan matanya dan memijat dahinya yang mulai terasa sakit lagi. Terdengar pintu terbuka namun ia terlalu malas mengangkat kepalanya, “Sekretaris Jung, aku tidak dalam mood baik. Tolong keluar..” Ucapnya. Ia tertegun merasakan sentuhan di kepalanya dan langsung mengangkat wajahnya, spontan tangannya menepis tangan orang yang memegang kepalanya.

Jihyun memandang Hyunseung khawatir, “Oppa, sepertinya kau belum terlalu sehat. Kenapa sudah masuk bekerja?”

Hyunseung menatap Jihyun marah, “Kenapa kau disini?!”

“Oppa, wajahmu pucat sekali..” Ucap Jihyun sambil memegang pipi Hyunseung.

Hyunseung mendorong tangan Jihyun, “Keluar!” Ucapnya.

Jihyun menatap Hyunseung dan kembali memegang kedua pipi pria itu dan mendekatkan wajahnya.

Hyunseung memalingkan wajahnya sebelum bibir Jihyun menyentuh bibirnya dan menahan kedua bahu gadis itu, lalu menatapnya marah. “Apa yang kau lakukan?!” Tanyanya.

Jihyun tetap menahan wajahnya beberapa senti dari Hyunseung dan membalas tatapan pria itu, perlahan bibirnya membentuk senyuman sinis. “Oppa, jika kau menikahiku. Hidupmu tidak akan kacau seperti ini..” Bisiknya.

Mata Hyunseung menyipit menatap Jihyun, “Tutup mulutmu! Sekarang pergi dari wajahku!”

Di depan ruangan Hyunseung.

Sekretaris Jung langsung berdiri dan membungkuk sopan melihat Hyuna muncul, “Annyeonghaseo..”

“Apa suamiku ada?” Tanya Hyuna.

“Ne..” Jawab Sekretaris Jung, lalu melirik ke pintu ruangan Hyunseung yang masih terbuka sedikit. Ia kembali ingat Jihyun belum keluar, “Mmm.. Tapi….”

“Terima kasih..” Potong Hyuna dan langsung masuk ke ruangan Hyunseung. Begitu mendorong pintu dan melangkah masuk, ia langsung tertegun melihat posisi Jihyun dan suaminya.

Hyunseung menoleh kearah pintu dan langsung mendorong Jihyun sambil bangkit,  “Hyuna?”

Hyuna menatap Hyunseung dingin. Masih jelas di ingatannya saat pria itu berkata dirinya sangat memalukan karena muncul dengan pakaian sexy. Tapi saat ini ia melihat sendiri apa yang terjadi.

Hyunseung tak memikirkan apa pun karena terlalu rindu pada Hyuna, dengan cepat ia menghampiri gadis itu dan bergerak untuk memeluknya. “Aku tau kau akan kembali..”

Hyuna menahan Hyunseung dengan memukul dada pria itu bersama sebuah map putih, “Ini untukmu!” Ucapnya dingin.

Tangan Hyunseung yang terbuka lebar untuk memeluk Hyuna membeku sambil memandang map itu, “Apa ini?” Tanyanya dan mengambil map itu.

“Berkas perceraian kita.” Jawab Hyuna dan langsung berbalik keluar.

Mata Hyunseung melotot memandang Hyuna yang berjalan pergi, “Mwo?! Hyuna!!” Panggilnya dan langsung mengejar gadis itu.

Jihyun yang menyaksikan Hyuna dan Hyunseung tersenyum sinis, “Bercerai?”

“Annyeongha…,,.” Sekretaris Jung berhenti berbicara melihat Hyunseung menarik Hyuna.

“Apa maksudmu?! Aku tidak butuh ini!” Ucap Hyunseung marah sambil menyodorkan map tadi.

Hyuna melirik map itu dan kembali menatap Hyunseung, “Bukankah oppa yang berkata akan menceraikanku? Aku hanya memberi kemudahan, kau kan sangat sibuk di ‘ruanganmu‘..” Ucapnya dingin, lalu menyentak tangan Hyunseung dari tangannya.

Hyunseung tetap memegang tangan Hyuna, “Hyuna! Kita harus berbicara!”

“Berbicaralah nanti di pengadilan!” Ucap Hyuna dan mendorong Hyunseung marah, lalu melangkah pergi.

“Hyun…” Kepala Hyunseung tiba-tiba terasa sangat sakit dan membuatnya tak bisa mengejar Hyuna, “Arrrgg!!”

Sekretaris Jung terkejut, “Omo! Sajangnim, gwenchana?” Tanyanya sambil menghampiri Hyunseung.

Hyunseung merasa kepalanya berdenyut, pandangannya juga kabur. Bayangan Hyuna yang terus melangkah pergi terlihat seperti siluet.

=Gallery=

Hyungjun keluar ruangannya dan menghampiri meja Hyuna, “Sekretaris Kim, aku…” Ucapannya terputus ketika gadis itu mengangkat wajah memandangnya. “Oh.. Sekretaris Kim, kau sakit?”

Hyuna menghela nafas dalam dan mengelus pundaknya, “Hanya sedikit pusing, sajangnim..”

Hyungjun menatap Hyuna prihatin, “Istirahatlah dirumah, kau terlihat sangat tertekan.”

Hyuna mengangguk pelan, “Ne, sajangnim..” Jawabnya, perlahan ia bangkit sambil mengambil tasnya. Baru berdiri semuanya terasa bergoyang dan membuatnya hampir terjatuh jika Hyungjun tidak segera merangkulnya.

“Oh! Gwenchana?” Tanya Hyungjun kaget.

Hyuna memegang dahinya dan mengerutkan dahi. Setelah beberapa saat rasa pusing di kepalanya berkurang, “Ne..”

Hyungjun membantu Hyuna berdiri tegap dan menatapnya serius, “Khaja, sebaiknya aku mengantarkanmu..”

“Aniya, sajangnim.. Aku akan pulang sendiri..” Ucap Hyuna sambil melepaskan rangkulan Hyungjun, tapi ia kembali kehilangan keseimbangannya.

Hyungjun kembali menarik Hyuna dan merangkulnya, “Sudah, jangan keras kepala. Ayo..” Ucapnya dan membantu gadis itu melangkah.

=Kafe=

Taemin berusaha menyatukan kertas-kertas yang di sobek Hyunseung menjadi miliaran bagian, “Ahhh.. Aku tidak bisa!” Ucapnya menyerah.

“Hyunseung, katakan itu kertas apa!” Ucap Eunji sebal pada sepupunya yang hanya diam sambil mengaduk-aduk minumannya.

“Hanya kertas..” Jawab Hyunseung datar.

Key garuk-garuk kepala, “Hyunseung, kami tidak bisa membantumu jika kau tidak memberitau masalahmu..”

“Kalian tidak akan bisa melakukan apa pun..” Ucap Hyunseung.

“Aku tau, pasti karena Hyuna..” Tebak Eunji, “Apa yang terjadi?”

Hyunseung menghela nafas dalam dan bangkit, “Aku harus kembali ke kantor..” Ucapnya dan langsung pergi.

“Ya.. Aissh..” Ucap Eunji sebal.

“Ahhh.. Dia jadi semakin aneh begitu..” Ucap Key bingung.

<<Back          Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 30]

  1. andwe hyuna kenapa km bener” ceraikan seungi 😥

    kenapa kepala seungi masih sakit , aq harap dya gg kena penyakit apapun 🙂
    next ^^

  2. yaaachh knpa hp ikuutt eror gni..
    salah komeennnn..
    mian hanna unni komen ku sama kayak d chap 29..
    hp eror tiba2 pindaah d chap 29 padahal crta chap30 *jd curhat

    ughhh malah jadi makin ribeeettt…
    si jihyun tu malah memperkeruh
    keadaan uh..
    aisshhh jinjja…
    hyuna unni kembali ajaaa..
    kalian sama2 sakit gto hlo kalo
    pisahhh…
    lanjuuuttttt 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s