Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 29]

–Please Comeback to Me–

 29

I write and tear up this letter tens and hundreds of time..

Why is love only so heavy to me?

I cry, I cry all day till morning comes..

I don’t know if that’s the sun or moon, I don’t know if it’s day or night..

(Sistar – Give It To Me)

=Kamar Studio=

Hyuna menghitung keuangannya kedepan bersama Sohyun. Ia menghela nafas dalam sambil mengacak-acak rambutnya pelan, ‘Ahhh.. Eoteokhe? Bagaimana aku bisa membiayai diriku dan Sohyun?’ Batinnya tak mengerti, lalu memandang Sohyun yang sedang asik dengan bonekanya. Segunung masalah yang ia lihat tadi perlahan runtuh begitu melihat putrinya, bibirnya membentuk senyuman dan kembali memandang bukunya. ‘Gwenchana, aku bisa melewati ini! Jika aku tidak kuat, Sohyun akan kecewa padaku..’ Batinnya menyemangati dirinya.

Sohyun menghampiri Hyuna dan bergelayut manja, “Eomma, appa odiso?”

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Sohyun, “Appa tidak bisa kemari sekarang sayang..”

“Wae?” Tanya Sohyun.

Hyuna tersenyum, “Apa besok kau ingin bermain dengan Baekhyun samchon lagi?”

Sohyun kembali tersenyum lebar dan mengangguk cepat.

“Kalau begitu, kau harus segera tidur agar besok bisa berangkat pagi untuk bertemu Baekhyun samchon..” Ucap Hyuna.

“Keure!” Ucap Sohyun dan langsung berlari ke tempat tidur.

Hyuna menghela nafas dalam memandangi Sohyun. ‘Miane Sohyun-a..’ Batinnya sedih.

Sementara di tempat lain.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil memandangi photo dirinya, Hyuna dan Sohyun di ponselnya. Sekali lagi, ia memanggil nomor gadis itu tapi tetap tak tersambung. Ia tau gadis itu memblokir nomornya hingga tak bisa di hubungi. Satu tangannya memegang dahi dan memejamkan matanya perlahan.

=Akhir Minggu=

Hyuna selesai menyiapkan makanan untuk sarapan dan mematikan kompor, “Sohyun-a.. Ayo makan..” Ajaknya.

“Hmmm.. Eomma..” Gumam Sohyun lesu di sofa.

Hyuna memandang Sohyun bingung dan langsung menghampirinya, “Waeyo?” Tanyanya. Ia terkejut merasakan suhu tubuh putrinya sangat tinggi, “Omo! Sohyun-a!!” Ucapnya kaget.

Sohyun terbatuk-batuk dan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Hyuna yang mengelus pipinya, “Eomma..” Gumamnya dan mulai menangis.

Hyuna berusaha untuk tidak panik dan menghubungi seseorang, “Baekhyun-a! Kau dimana? Apakah sibuk?”

“Waeyo? Aku sedang bermain di rumah Hyungjun samchon..” Jawab Baekhyun yang menjepit ponsel di antara bahu dan kepalanya sambil tetap fokus pada game-nya.

“Yes!” Seru Hyungjun girang karena hampir mengalahkan Baekhyun dalam game balapan mobil.

“Itu curang samchon!” Protes Baekhyun kesal, namun ia langsung tertegun mendengar ucapan Hyuna. “Mwo? Sohyun? Oh, ne! Aku segera kesana!” Ucapnya dan memutuskan telepon. “Samchon, aku harus pergi..” Ucapnya sambil bangkit dan mengenakan jaketnya.

“Ne? Waeyo? Sepertinya aku mendengar nama Sohyun..” Ucap Hyungjun ingin tau.

“Ahh.. Benar..” Ucap Baekhyun yang ingat ia hanya memiliki motor, “Samchon, bisa pinjam mobilmu? Sohyun demam tinggi dan harus segera dibawa ke rumah sakit!”

Mata Hyungjun membesar, “Ne?! Kenapa tidak bilang dari tadi? Khaja!!” Ucapnya sambil menarik keponakannya pergi.

=Rumah Sakit=

“Jang Hyunseung-ssi, penglihatanmu sudah kembali dan tidak ada masalah lagi.” Ucap dokter yang memeriksa Hyunseung sambil tersenyum.

Hyunseung hanya memandang dokter itu datar, “Hmm..”

Ibu Hyunseung tersenyum senang, “Lalu, kenapa kepalanya masih sering sakit dokter?”

“Mungkin trauma benturan itu masih ada, atau bisa saja ia sedang merasa depresi hingga kepalanya sering terasa sakit meskipun sebenarnya tidak..” Ucap dokter itu sambil memandang Hyunseung.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan dokter itu.

“Ne?” Ibu Hyunseung melirik putranya, “Mmm.. Itu..”

“Terima kasih dokter..” Ucap Hyunseung sambil bangkit dan melangkah pergi.

Ibu Hyunseung memandang putranya sedih, lalu ikut bangkit dan membungkuk sopan pada dokter itu.

Hyunseung duduk di kursi tunggu apotek di rumah sakit untuk menunggu yang di resepkan dokter untuknya. “Ahhh.. Eomma, apa aku tidak bisa tunggu di mobil saja?”

“Aigoo.. Sudah, tunggu saja disini.” Ucap ibu Hyunseung.

Hyunseung mengelus kepalanya sebal.

Sementara itu.

Hyuna menggendong Sohyun keluar dari ruang perawatan dokter, putrinya hanya terkena flu biasa. Ia mengelus kepala putrinya yang terkulai lemas di bahunya.

“Eomma… Appa odiso?” Tanya Sohyun pelan.

Hyuna tertegun dan memandang Sohyun, ia terpaku di tempatnya karena pertanyaan putrinya. “Sohyun ingin bertemu appa?”

“Hmm..” Gumam Sohyun sambil mengangguk di bahu Hyuna.

‘Sepertinya dia sakit karena ingin bertemu ayahnya..’ Batin Hyuna, lalu mencium dahi putri kecilnya.

Hyungjun dan Baekhyun menghampiri Hyuna.

“Bagaimana? Dia tidak apa-apa kan?” Tanya Baekhyun khawatir.

Hyuna tersenyum tipis, “Ne, hanya terkena flu..”

“Flu? Omo.. Itu bisa berbahaya untuk anak seumurannya..” Ucap Hyungjun sambil mengelus punggung Sohyun.

“Aigoo.. Sohyun, appo?” Tanya Baekhyun dengan suara iba.

Sohyun menyembunyikan wajahnya di sudut leher Hyuna sambil mempererat pelukannya di leher ibunya, “Hmmm..”

“Ya.. Kau ini..” Ucap Hyuna sambil memukul bahu Baekhyun pelan.

Baekhyun tertawa lucu.

“Apa dia sudah cukup hangat? Nanti flunya semakin parah..” Ucap Hyungjun.

“Kurasa sudah..” Ucap Hyuna, “Oh.. Aku harus menebus obat Sohyun..”

“Obat, ohh.. Kau kesana saja, aku akan menggendongnya..” Ucap Hyungjun sambil mengambil Sohyun dari gendongan Hyuna.

“Oh, gwenchana sajangnim?” Tanya Hyuna tidak enak.

“Gwenchana, kau seperti tidak mengenalku saja..” Jawab Hyungjun lucu dan memeluk Sohyun agar lebih hangat.

Hyuna tersenyum, “Keure, aku akan pergi menebus obatnya..”

Baekhyun berdiri di belakang Hyungjun agar bisa melihat wajah Sohyun, “Annyeong..” Sapanya sambil mengelus pipi gadis kecil itu.

Sohyun memandang Baekhyun, lalu memandang sekitar tapi tak menemukan Hyuna dimana pun. “Eomma..” Panggilnya.

“Sssh.. Gwenchana Sohyun-a, eomma menebus obatmu..” Ucap Hyungjun sambil mengelus punggung Sohyun.

“Hmmm.. Eomma..” Rengek Sohyun dan mulai menangis.

“Ahh.. Jangan menangis, Sohyun.. Bersama samchon saja..” Ucap Baekhyun menghibur.

“Aniyo.. Eomma.. Eomma!!” Sohyun mulai berteriak histeris.

“Omo.. Eoteokhe..” Ucap Hyungjun bingung.

“Ya sudah, kita ke tempat Hyuna saja..” Ucap Baekhyun sambil garuk-garuk kepala.

“Khaja..” Hyungjun melangkah menuju apotek.

Hyunseung menyandarkan punggungnya dan memandang lantai tanpa mengatakan apa pun.

“Hyunseung, eomma ke toilet sebentar..” Ucap ibu Hyunseung dan bangkit.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil memperhatikan ibunya pergi, lalu mengedarkan pandangannya. Dahinya berkerut melihat seorang gadis berambut pendek sebahu berwarna pirang yang di ikat satu kebelakang. Namun ia langsung memalingkan wajahnya karena kembali melihat bayangan Hyuna, hal itu sering terjadi karena ia selalu memikirkan gadis itu apa pun yang ia lakukan. Ia memejamkan mata dan memijat dahinya.

Hyungjun dan Baekhyun tiba di apotek namun tidak melihat Hyuna, “Hm? Dimana dia?”

“Apa sudah pergi ya?” Tanya Baekhyun sambil memandang sekitar.

Hyungjun ikut memandang sekitar, “Sepertinya..”

“Ayo kita langsung ke mobil..” Ucap Bakehyun.

Sohyun terisak-isak pelan sambil memandang sekitar mencari ibunya, saat itu ia melihat Hyunseung duduk sambil memijat dahinya. Matanya membesar dan langsung berontak di gendongan Hyungjun, “Appa!!! Appa!!” Panggilnya.

Hyungjun terkejut Sohyun tiba-tiba berontak, “Oh! Waeyo Sohyun-a?”

Baekhyun memandang Sohyun bingung, “Sohyun-a, waeyo?”

Sohyun terus berontak dan menangis histeris, “Appa!!”

Hyunseung mengerutkan dahi dan membuka matanya, lalu memandang kearah suara anak kecil tadi. Matanya langsung membesar melihat Sohyun di gendong seorang pria, “Sohyun-a!!” Panggilnya sambil berdiri.

Hyungjun menurunkan Sohyun karena takut gadis kecil itu akan terjatuh, tapi gadis itu langsung berlari. “Sohyun-a!!”

Hyunseung tak percaya melihat putrinya dan langsung menangkap gadis kecil itu dan memeluknya erat. Ia tertegun merasakan suhu tubuh putrinya melebihi suhu biasa, “Oh.. Kau demam sayang?” Tanyanya sambil memegang dahi Sohyun.

“Aku sakit appa..” Rengek Sohyun dan memeluk leher ayahnya sambil menangis.

“Ssssh..” Ucap Hyunseung sambil mengelus punggung Sohyun dan memandang kearah putrinya datang tadi.

Baekhyun mematung melihat Hyunseung.

“Siapa itu?” Tanya Hyungjun pada keponakannya.

Baekhyun menelan ludah melihat tatapan mematikan Hyunseung, “Ayah Sohyun..” Bisiknya.

Mata Hyungjun membesar dan menatap Baekhyun kaget, “Mwo?”

“Hei.. Kenapa kalian disini? Dimana Sohyun?” Tanya Hyuna yang kembali ke apotek mencari teman-temannya.

“Eomma..” Panggil Sohyun yang mendengar suara Hyuna.

Hyuna memandang kearah suara Sohyun dan tertegun melihat Hyunseung.

Hyunseung tertegun melihat Hyuna, gadis yang selama ini ia cari, “Hyuna..”

Hyuna menghela nafas dalam dan melangkah maju menghampiri Hyunseung, “Sohyun-a, kemari sayang..” Ucapnya sambil menarik putrinya.

Tepat saat Sohyun hendak berpindah ke gendongan Hyuna, Hyunseung menahannya.

Hyunseung memegang tangan Hyuna dan menatapnya dalam, “Hyuna-a, kemana kau selama ini? Aku mencarimu ke semua tempat..” Ucapnya khawatir.

Hyuna menatap Hyunseung tajam dan menarik tangannya, “Jangan sentuh aku!” Tegasnya setengah berbisik, lalu kembali menarik Sohyun. “Kemari sayang..”

“Hyuna, jangan seperti ini..” Pinta Hyunseung sambil menahan Sohyun tetap di tangannya.

“Lepaskan Sohyun!” Tegas Hyuna sambil terus menarik Sohyun.

Sohyun menangis karena tarikan ayah dan ibunya membuatnya merasa sakit.

Hyuna menatap Hyunseung marah dan melepaskan Sohyun karena putrinya menangis, “Berikan dia padaku, oppa!” Tegasnya.

“Andwae!” Ucap Hyunseung sambil memeluk putrinya karena tau itu adalah kelemahan Hyuna, “Ayo pulang, kita bicarakan dirumah..” Pintanya.

“Rumah? Rumah siapa?! Aku tidak akan kembali ke rumahmu!” Tegas Hyuna.

Hyunseung hampir menangis mendengar ucapan Hyuna, “Hyuna, aku bersalah. Jebal..” Mohonnya sambil memegang tangan Hyuna, tapi gadis itu kembali menepis tangannya.

Ibu Hyunseung kembali dan langsung tertegun melihat Hyuna, “Omo! Hyuna!!” Ucapnya sambil memegang kedua bahu Hyuna, dia juga tampak senang melihat Sohyun di gendongan putranya. “Sohyun-a..”

Sohyun terisak-isak dan mengulurkan tangannya pada ibu Hyunseung, “Halmoni..” Tangisnya.

Hyunseung memberikan Sohyun pada ibunya, “Eomma, bawa Sohyun ke mobil..”

Mata Hyuna membesar, “Andwae! Eommanim, berikan Sohyun padaku!” Ucapnya sambil hendak mengambil Sohyun.

Hyunseung memegang kedua bahu Hyuna dan menatapnya dalam, “Ayo kita pulang..” Ucapnya.

Hyuna menatap Hyunseung penuh kemarahan, “Aku tidak akan kembali ke rumahmu!”

Hyunseung menyadari semua ini salahnya. Melihat tatapan Hyuna, gadis di depannya bukan lagi Hyuna yang selalu berlindung padanya. “Jebal Hyuna..” Mohonnya.

Hyuna menyentak tangan Hyunseung hingga melepaskan bahunya dengan tatapan tajam, lalu segera menghampiri ibu mertuanya. “Kemari sayang..” Ucapnya pada Sohyun.

Hyunseung tidak kehilangan akal dan kembali menarik Hyuna agar memandangnya, “Jika kau ingin Sohyun, pulang bersamaku..” Ucapnya dengan nada mengancam.

Ibu Hyunseung tertegun, “Hyunseung?”

Hyuna menatap Hyunseung tajam, “Tidak akan..” Ucapnya dingin, lalu kembali memandang Sohyun.

Hyunseung menahan kedua tangan Hyuna dan mengambil Sohyun dari ibunya, “Kau bisa menemuinya di rumah, Hyuna..” Ucapnya dan langsung melangkah pergi.

Hyuna terkejut Hyunseung membawa Sohyun, “Oppa!!” Serunya dan mengejar pria itu.

Hyungjung, Baekhyun dan ibu Hyunseung segera mengejar kedua orang itu.

Sohyun kebingungan melihat ibunya mengejar mereka seperti itu, “Eomma..” Panggilnya.

“Sssh.. Gwenchana sayang, kita akan pulang..” Ucap Hyunseung pelan.

“Eomma..” Ucap Sohyun sambil memandang Hyunseung, bermaksud bagaimana dengan ibunya.

Hyunseung mengelus rambut Sohyun dan tersenyum, “Eomma akan segera pulang juga..”

“Oppa! Berhenti!!” Seru Hyuna.

Hyunseung tak mendengarkan Hyuna dan langsung masuk ke sebuah taxi.

Mata Hyuna membesar, “Sohyun!!! Ya!! Jang Hyunseung!!” Teriaknya sambil mengejar taxi itu.

Hyungjun langsung menahan Hyuna sebelum gadis itu mengejar taxi, “Sekretaris Kim! Kau bisa terluka!!”

Hyuna berusaha berontak namun tak bisa, hingga ia hanya bisa menangis melihat Sohyun telah di bawa pergi. “Sohyun-a..” Tangisnya.

Ibu Hyunseung memandang Hyuna sedih, “Hyuna-a, ayo pulang. Hyunseung hanya sangat kalut..”

Hyuna memandang ibu Hyunseung dan melepaskan tangan Hyungjun dari tubuhnya, “Aniya eommanim, aku tidak akan kembali kerumah! Hyunseung oppa tanpa perasaan telah memintaku pergi dari hidupnya, maka aku tidak akan pernah kembali!”

Ibu Hyunseung memegang pipi Hyuna, “Hyuna, eomma tau kau pasti terluka karena ucapan Hyunseung. Tapi dia sangat menyesalinya. Seperti yang kau lihat tadi, penglihatannya sudah kembali. Dia tidak serius dengan ucapannya ketika itu..”

Hyuna menatap ibu mertuanya tak percaya, “Tidak serius? Eommanim, dia mengatakannya berkali-kali! Ucapannya sudah sangat melukaiku! Dan eommanim berkata itu tidak serius?!”

“Hyuna-a..” Ucap Baekhyun menenangkan Hyuna.

“Aniya, Hyuna.. Mianata, eomma hanya..”

“Cukup eommanim..” Ucap Hyuna memotong ucapan ibu Hyunseung. “Aku tau eommanim hanya memikirkan perasaan Hyunseung oppa karena dia putramu, kau tidak akan peduli bagaimana sakitnya hatiku. Jadi berhenti!” Tegasnya.

“Hyuna-a, eomma..”

Hyuna memberikan obat Sohyun yang ia tebus tadi, “Ini obat Sohyun, dia harus meminumnya sebelum tidur..” Ucapnya dan langsung berbalik pergi sambil menahan air matanya.

Baekhyun memandang Hyuna pergi, Hyungjun juga langsung mengikuti temannya itu. Ia memandang ibu Hyunseung yang mulai menangis dan membungkuk sopan, lalu mengejar Hyuna.

<<Back          Next>>

Advertisements

6 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 29]

  1. aku harap ibu hyunseung bisa mncairkan suasana hati hyuna.. pleaseee bwa hyuna pulang ke rumah lagi.. sudah cukup penderitaan bagi mrka hiks hiks.. please update soon yah authornim.. thanks ^^

  2. Kasian hyuna..
    Hyunseung tega banget, emank sih udah sepantas’a hyuna marah, hyunseung terlalu egois dan sdh keterlaluan kali ini.
    Fighting buat hyuna..
    Fighting juga buat author’a 🙂

    Update soon yahh kkk~ 😀

  3. kenapa segh gg sama” lgy hyuna 😥

    hyuna km gg mau kembali ke seungi 😥

    ya udda gue aja yg jd istri seungi , kkkkkk XD
    next ^^

  4. ughhh kan sama2 saling menyakiti lagiiiii…
    padahal sama2 menderita hloo kalo pisahhh knpa gag balik lagi aja sihhh..
    hyun oppa juga gtoo knpa main bawa pergi aja sohyun..
    kan hyuna unni malah semakin marah ma km oppa..
    aigoooo…
    menanti pahlawan yg bisa mendinginkan hati 2hyun biar sama2 sadar kalo saling membutuhkan..
    lanjuuutttyh ^^

  5. ughhh malah jadi makin ribeeettt…
    si jihyun tu malah memperkeruh keadaan uh..
    aisshhh jinjja…
    hyuna unni kembali ajaaa..
    kalian sama2 sakit gto hlo kalo pisahhh…
    😦

  6. wajar jika wanita sakit hati dgn ucapan pria yg seperti itu…tapi walau sudah tersakiti wanita itu masih mencintai pria itu,,hanya tolong berikan waktu sedikit lagi untuk wanita itu menenangkan dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s