Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 28]

–COMEBACK HYUNA!!–

 28

The song we used to listen together..

The movie we watched together, the street we used to walk together..

It has been one Year ago – missing those times already one year ago..

On snowy days like this, I take out the memories of you that I have forgotten..

One year ago, already one year ago..

Do you remember those times?

(Hyunseung(Beast) & Eunji, Namjoo(A-Pink) – One Year Ago)

 

 

Hyunseung berdiri di tengah kamarnya. Berusaha menghirup aroma segar strawberry yang akan tercium ketika Hyuna berada di sekitarnya. Tapi ia tak bisa menghirupnya sedikit pun. Bulir air mengalir dari matanya mengingat ia telah melukai gadis yang sangat ia cintai. “Hyuna-a, miane..” gumamnya menyesal.

=Flashback=

Hyunseung masuk ke kamar dan melihat Hyuna hanya berbaring di tempat tidur lesu. Ini hari ketiga bulan madu mereka tapi gadis itu tampak tak bersemangat sama sekali. Ia duduk di pinggir tempat tidur, tepat di belakang Hyuna dan menyilangkan tubuhnya di atas gadis itu agar bisa memandang wajahnya. “Cagiya, waeyo?” tanyanya sambil mengelus rambut Hyuna.

Hyuna memandang Hyunseung lesu, “Aku mual terus oppa..”

Hyunseung tersenyum dan merendahkan wajahnya agar lebih dekat dengan Hyuna, “Ada yang ingin kau makan?”

Hyuna menggeleng, “Jika aku makan nanti muntah lagi..”

“Tapi kau harus makan, jika tidak bayi di perutmu akan kelaparan..” bujuk Hyunseung, satu tangannya bergerak mengelus perut Hyuna ketika mengatakan itu.

“Hmm..” gumam Hyuna sambil menggeleng, “Shiro..” ucapnya.

Bibir Hyunseung semakin tersenyum lebar melihat sifat manja Hyuna, sebuah kecupan manis mendarat di pipi gadis yang sedang mengandung 4 bulan itu.

“Hmm..” Hyuna mendorong wajah Hyunseung menjauh karena wajahnya terasa panas sambil tersenyum malu.

“Tidak ada yang kau ingin kan?” Tanya Hyunseung sambil menahan senyuman.

Hyuna memandang Hyunseung malu, “Mmm.. sebenarnya ada..”

“Apa?” Tanya Hyunseung.

Hyuna memalingkan pandangannya dari wajah Hyunseung dengan kedua pipi merona merah, “Mmm.. sepertinya anak kita ingin kau menciumku..” ucapnya malu.

Hyunseung menahan tawa mendengar ucapan Hyuna, “Anak kita atau ibunya?”

Hyuna menutup wajahnya malu, “keduanya..” ucapnya dari balik telapak tangan.

Hyunseung menarik tangan Hyuna dan menatap wajah gadis itu, “Aku akan menciummu jika kau berlaku baik…” candanya.

“Oppa!” ucap Hyuna malu.

Hyunseung bangkit sedikit dan mencium Hyuna lembut.

=Flashback end=

Hyunseung tak bisa menghilangkan wajah Hyuna dari benaknya. Ia benar-benar menyesal dan jauh lebih putus asa. Kakinya melemah dan berlutut di lantai. Kepalanya mulai terasa berdenyut lagi, namun ia tak peduli. Itu justru membuat air matanya semakin deras mengalir.

Ibu Hyunseung masuk dan segera menghampiri putranya, “Hyunseung-a..” ucapnya sedih sambil merangkul putranya. “Hyunseung, Hyuna pasti ditemukan.. Jangan seperti ini..”

Hyunseung memegang dahinya dan menunduk menahan sakit, “Eomma.. kepalaku sakit sekali..” ucapnya pelan.

“Ne? oh.. dimana kau meletakkan obatmu?” Tanya ibu Hyunseung.

Hyunseung tertegun, “Na mola eomma, Hyuna yang menyimpannya..”

“Ahh.. eoteokhe?” Tanya ibu Hyunseung bingung.

Hyunseung menghela nafas dalam mengingat dia tak bisa melakukan apa pun tanpa Hyuna. Ia mengedipkan matanya beberapa kali karena merasa ada sesuatu yang aneh, hingga ia menyadari kalau ia melihat cahaya.

Ibu Hyunseung tertegun melihat ekspresi putranya, “waeyo Hyunseung-a?”

Hyunseung menoleh kearah ibunya, perlahan-lahan cahaya redup yang dia lihat semakin jelas hingga ia bisa melihat wajah ibunya dengan jelas. Matanya membesar dan mengusap kedua matanya untuk meyakinkan diri ia tidak bermimpi.

“Hyunseung?” Tanya ibu Hyunseung khawatir.

Hyunseung menatap ibunya tak percaya, “Eomma, dokter itu benar..”

Dahi ibu Hyunseung berkerut, “Apa yang benar?”

“Aku bisa melihatmu eomma!! Aku melihat dengan sangat jelas!!” seru Hyunseung.

Mata ibu Hyunseung membesar dan memegang kedua pipi putranya untuk menatap kedua matanya lekat, “Jinja?? Kau bisa melihat eomma?!!”

Hyunseung mengangguk, “Ne, eomma..” ucapnya penuh haru.

“Oh syukurlah!!” ucap ibu Hyunseung dan memeluk putranya erat, bulir air mata haru berjatuhan dari matanya.

Hyunseung melepaskan pelukan ibunya dan menatapnya, “Eomma! Aku harus menemukan Hyuna!!” ucapnya, lalu bangkit dan mencari dimana kunci mobilnya.

Ibu Hyunseung berdiri, “Mobilmu masih di bengkel Hyunseung..” ucapnya memberitau.

Hyunseung memegang dahinya, “Oh benar!!” ucapnya kesal.

“Gunakan mobil eomma..” ucap ibu Hyunseung.

Hyunseung mengangguk, “Ne eomma!”

=Kampus=

“Ya! Byun Baekhyun!” panggil Naeun sambil mengejar pria itu.

Baekhyun berhenti dan memandang Naeun dengan wajah tak berdosa, “Wae?”

“Baekhyun! Aku tidak mengerti denganmu! Kenapa kau mengatakan hal buruk itu pada Hyunseung oppa? Dia sedang terpuruk karena Hyuna pergi!” ucap Naeun kesal.

Baekhyun menghela nafas dalam dan memasukkan kedua tangannya ke saku, “Dia yang menginginkan Hyuna pergi, Naeun! Kau berada di pihak mana?! Seharusnya kau membela Hyuna! Pria itu menyakiti sahabatmu hingga memilih pergi! Ara?!”

“Hyunseung oppa memang ingin Hyuna pergi, tapi ikut bersama ayahnya ke Amerika. Bukannya pergi seorang diri seperti ini..” ucap Naeun.

“Pergi bersama ayahnya atau tidak, Hyuna terluka karena manusia es bodoh itu ingin berpisah dengannya! Itu yang harus kau pikirkan, Son Naeun! Kenapa malah berada di pihak manusia es itu dan bersikap kau adalah pahlawan?!” Tanya Baekhyun tak mengerti.

Mata Naeun memerah menahan air mata, “Karena aku tau Hyuna tidak ingin benar-benar pergi, dia memang sangat kecewa pada Hyunseung oppa. Tapi ia sangat mencintainya, karena itu ia melakukan ini..”

Emosi Baekhyun meredup melihat kedua mata Naeun memerah menahan air mata, “Masalahnya, sahabatmu sedang terluka. Kau tidak bisa memaksanya untuk kembali disaat seperti ini.. meskipun kalian menemukannya, tapi dia masih tidak bisa kembali. Dia kan semakin terluka ketika bertemu Hyunseung. Araso?”

Naeun memandang Baekhyun dan menunduk memikirkan ucapan pria itu.

“Aku pergi..” ucap Baekhyun dan berjalan meninggalkan Naeun.

=Gallery=

“Ya!! Siapa yang menyuruhmu meletakkan itu disana?!” seru Hyungjun  emosi pada seorang pegawainya yang sembarangan meletakkan lukisan.

Hyuna geleng-geleng kepala melihat kelakuan aneh bosnya itu, namun tidak bisa mengatakan apa pun.

“Sekretaris Kim, apa aku ada janji sore ini?” Tanya Hyungjun.

Hyuna membolak balik agendanya dan melihat jadwal Hyungjun dan menggeleng, “Aniya, sajangnim..”

Hyungjun menghela nafas lega, “Fiuuh.. syukurlah..” ucapnya, “Aku akan berada di ruanganku..” ucapnya dan berjalan pergi.

Hyuna membungkuk sopan dan memperhatikan Hyungjun berjalan menuju ruangannya. Ponselnya berbunyi dan melihat ada sebuah pesan masuk.

From: Baekhyun

Hyuna-a, manusia es itu sudah bisa melihat lagi..

Hyuna tertegun, ‘Oppa?’ batinnya. Ia tak tau harus merasa senang atau sedih, karena ia tak berada di sisi pria itu ketika ia bisa melihat lagi. Tapi ia kembali mengingat tekadnya, ia tetap akan bertahan dengan keputusannya seperti Hyunseung yang memutuskan untuk menceraikannya ketika ia sudah memohon untuk mengubah keputusan itu. “Aniya, dia bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Untuk apa memikirkannya..” gumamnya dan berbalik untuk memperhatikan para pegawai memasang lukisan.

=Mobil Taemin=

Hyunseung berusaha berpikir kemana kira-kira Hyuna pergi, namun ia tak  terlalu membantu karena kepalanya terasa sakit. “Ahh.. kepalaku..” gumamnya.

“Sudah, jangan di paksa seperti itu..” ucap Eunji.

“Hyunseung, apa tidak sebaiknya kau beristirahat dulu? Matamu kan baru kembali pulih..” ucap Key.

“Aniya! Aku bisa beristirahat setelah Hyuna di temukan..” ucap Hyunseung.

“Aku tau kau khawatir, tapi matamu lebih penting.” Ucap Eunji.

Hyunseung menatap sepupunya tajam, “Jika kalian tidak ingin membantuku, aku akan pergi sendiri..”

“Ahh.. Aniya, tentu saja kami akan membantumu..” Ucap Taemin cepat.

Hyunseung memalingkan wajahnya sambil memijat dahinya.

“Lalu, kemana kita sekarang?” Tanya Key.

Taemin berpikir sebentar, “Bagaimana jika ke tempat Naeun saja? Mungkin dia bisa memberi ide lain..”

=Rumah Naeun=

“Apa tidak ada tempat yang mungkin di datangi Hyuna lagi?! Kalian kan sudah berteman sejak kecil!” Ucap Hyunseung tak percaya.

Naeun bergidik karena nada bicara Hyunseung membuatnya takut.

Taemin langsung merangkul Naeun dan menatap Hyunseung sebal, “Ya! Jangan marah-marah padanya.. Memangnya dia yang menyembunyikan Hyuna?”

Hyunseung menghela nafas dalam untuk meredakan emosinya, “Mianata, Naeun-a..” Ucapnya menyesal.

“Tenangkan dirimu dulu, nanti kepalamu sakit lagi..” Ucap Eunji.

“Ahh.. Kemana Hyuna pergi ya?” Gumam Key bingung.

Taemin memandang Naeun, lalu memandang teman-temannya. “Bagaimana jika kita pergi mencari Hyuna lagi?”

“Ne, mungkin dia ada di klub yang dulu itu..” Ucap Key memberi usul.

“Aniya! Dia tidak mungkin membawa Sohyun kesana..” Ucap Eunji sambil menatap Key aneh.

“Benar juga..” Ucap Key sambil garuk-garuk kepala.

Naeun memandang Hyunseung yang tampak kalut saat itu, “Aku ingin mengatakan sesuatu..” Ucapnya, membuat yang lain memandangnya penasaran. “Sebenarnya.. Hyuna menemuiku dihari pertama dia membawa Sohyun pergi..” Ucapnya pelan.

Semuanya tertegun, terutama Hyunseung.

“Mwo?!! Kenapa kau baru mengatakannya sekarang, Naeun?!!” Tanya Hyunseung tak percaya.

“Aku tidak mengatakannya karena tidak ingin oppa terluka..” Ucap Naeun dan menunduk menyesal, “Tapi setelah kupikirkan lagi, sepertinya aku tidak bisa membantumu lagi oppa..”

“Naeun? Apa maksudmu?” Tanya Taemin tak mengerti.

Naeun kembali memandang Hyunseung, “Saat itu Hyuna berkata kalau ia sangat terluka karena oppa tidak menghargai pengorbanannya dan memutuskan sepihak tentang perceraian kalian. Dia juga ingin meminjam uangku untuk memulai hidup barunya seperti apa yang oppa inginkan..” Ceritanya, “Saat itu, aku tidak mendukung Hyuna dan memintanya kembali agar tidak ada masalah baru yang terjadi. Tapi sekarang aku menyesal melakukan itu..”

Hyunseung menatap Naeun tak percaya.

“Seharusnya aku menyadari kalau Hyuna-lah yang terluka dalam masalah ini. Dia sampai berkata akan mempertahankan harga dirinya. Ia tidak akan kembali semudah yang oppa bayangkan. Jadi, aku tidak akan membantumu mencarinya lagi. Seharusnya aku adalah orang yang membantunya, bukan orang yang berusaha menyakitinya lebih dalam dengan mempertemukannya lagi denganmu.” Jelas Naeun.

Hyunseung menunduk menyesal.

“Naeun, kenapa kau mengatakan itu?” Tanya Key tak percaya, “Tidak ada korban ataupun tersangka disini. Yang ada hanya salah paham saja!”

Naeun memandang Key, “Salah paham apa oppa? Sudah jelas Hyunseung oppa yang menginginkan Hyuna pergi dan memulai hidupnya sendiri, jadi apa yang salah paham? Apakah ada arti lain dibalik ‘memulai hidup sendiri’?”

“Naeun, kenapa kau semakin memperkeruh keadaan?” Tanya Taemin sambil melepaskan rangkulannya dari bahu Naeun.

Naeun menatap Taemin kesal, “Oppa! Hyuna sahabatku, tentu saja aku harus membelanya! Sudahlah! Aku tidak ingin membicarakannya lagi..” Ucapnya sambil bangkit, “Cesonghamida, tapi kalian tau dimana pintunya..” Ucapnya dan melangkah menuju tangga.

“Naeun-a..” Panggil Eunji, tapi tak di gubris oleh gadis itu.

Hyunseung bergerak bangkit, “Khaja.. Kita pergi.” Ucapnya, lalu langsung melangkah keluar.

=Gallery=

Hyungjun keluar dari ruangannya dan menghampiri meja Hyuna, “Sekretaris Kim, aku…” Ucapannya terputus karena melihat Baekhyun bermain bersama seorang anak kecil.

“Wayo sajangnim?” Tanya Hyuna.

Hyungjun memandang Hyuna bingung, “Anak siapa itu?” Tanyanya sambil menunjuk ke arah Baekhyun.

Hyuna memandang kearah Baekhyun dan Sohyun, ia tertegun dan kembali memandang Hyungjun. “Mmm.. Putriku sajangnim..”

Hyungjun tertegun mendengar ucapan Hyuna, “Mwo? Putrimu?”

Hyuna mengangguk pelan, “Ne..”

“Oh.. Kupikir kau masih sendiri..” Ucap Hyungjun, lalu tersenyum. “Kau bercerai dari suamimu?”

Hyuna garuk-garuk kepala sambil tertawa canggung, “Sajangnim, itu pembicaraan yang canggung..”

Hyungjun tertawa kecil, “Cesongeo, oh ya.. Aku akan rapat diluar hingga sore, jadi kau bisa langsung pulang setelah pegawai menyiapkan lukisan..”

Hyuna mengangguk, “Ne, sajangnim..”

“Baiklah, aku pergi..” Ucap Hyungjun dan berjalan pergi.

“Yo samchon!” Sapa Baekhyun sambil melambai pada pamannya.

Sohyun memandang Hyungjun, “Samchon!” Ucapnya meniru apa yang di ucapkan Baekhyun.

Baekhyun tertawa dan mengelus kepala Sohyun.

Hyungjun berhenti sejenak dan tersenyum lebar karena kelucuan Sohyun, “Sampai nanti..” Ucapnya sambil melambai.

Baekhyun menggendong Sohyun dan melambaikan tangan kecil gadis itu kepada Hyungjun, “Annyeong.. Ayo katakan..”

“Annyeong!!!” Sorak Sohyun dan tertawa lucu meskipun ia tak mengerti apa yang ia katakan.

Hyungjun tertawa kecil, jika ia tidak harus mengikuti rapat, ia akan menghampiri Sohyun dan ikut bermain. Tapi ia harus pergi.

Hyuna tersenyum lebar melihat putrinya, “Ya, jangan mengajarkan hal aneh padanya..” Ucapnya sebal.

Baekhyun tertawa kecil dan berbisik pada Sohyun.

“Eomma keyowa!!” Ucap Sohyun dan tertawa lucu.

Hyuna tertawa kecil dan menghampiri Baekhyun dan putrinya, “Aigoo.. Kau bisa tertular sifat aneh Baekhyun samchon..” Ucapnya sambil mengambil Sohyun dari temannya.

“Enak saja, dia senang bersamaku. Keutji, Sohyun-a?” Ucap Baekhyun sambil mengelus pipi Sohyun.

“Ne!!” Ucap Sohyun girang.

Hyuna mengelus kepala Sohyun sambil tertawa, “Andwae Sohyun-a.. Baekhyun samchon itu aneh..” Candanya.

“Aniya.. Kiss..” Baekhyun memonyongkan bibirnya pada Sohyun dan gadis kecil itu memberikan kecupan manis padanya.

Hyuna tertegun melihat Sohyun mencium Baekhyun, bukan karena ia tidak suka putrinya melakukan itu dengan pamannya. Tapi hal itu membuatnya ingat saat Hyunseung yang berada di posisi temannya itu.

Tawa Baekhyun menghilang perlahan melihat ekspresi Hyuna yang tiba-tiba sedih, “Hyuna-a, waeyo?”

Hyuna tersadar dari lamunannya, “Hm? Oh.. Aniya, mmm.. Aku harus memeriksa gallery..” Ucapnya, “Tolong jaga Sohyun sebentar..”

Baekhyun mengangguk dan kembali menggendong Sohyun.

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 28]

  1. di ff nie hyunseung tuh udda di takdir kan am hyuna 🙂
    dan di kehidupan nyata hyunseung di takdir kan am gue *apaseh* -_-
    next ^^

  2. kasian sihh liat hyin oppa d salahin sana sini..
    tp oppa jugaa sihhh..
    ugghhh jd sebel sendiri…
    gag tega ma hyun oppa tp juga masih sebel ma tindakan nyaaa..
    *reader labil
    next ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s