Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 27]

–Driving Me Crazy!–

 27

Words that my heart say, I love you..

Words that my tears say, I’m sorry..

No matter how much I pick them up and put them in..

Words spill out..

(Hyorin – Driving Me Crazy)

 

 

Hyuna berdiri didepan jendela sebuah penginapan untuk memperhatikan matahari yang mulai muncul. Ia menghela nafas dalam  dan menoleh kearah putrinya yang masih terlelap dengan posisi menelungkup, lalu kembali memandang jendela dengan tatapan marah seolah-olah Hyunseung ada di depannya. ‘Keure oppa, aku tidak mungkin membunuh diriku karena Sohyun sangat membutuhkanku. Tapi aku akan membunuhmu karena tidak menghargai perasaanku!’ batinnya. Ia segera menghampiri meja dan mengambil ponselnya, lalu menghubungi Naeun. Sebelum semua orang menyadari ia menghilang, ia harus melakukan pergerakan terlebih dulu.

“Hmm.. ne, waeyo Hyuna-a?” Tanya Naeun dengan suara mengantuk.

“Naeun-a, maukah kau membantuku?” Tanya Hyuna langsung.

“Bantu apa?” Tanya Naeun dengan mata terpejam.

“Tapi kau harus berjanji untuk merahasiakannya dari siapa pun..” ucap Hyuna.

Dahi Naeun berkerut dan membuka matanya mendengar keseriusan dalam suara Hyuna, “Waeyo Hyuna-a?”

=Kafe=

Mata Naeun melotot mendengar cerita Hyuna, “Mwo?” serunya tanpa suara karena Sohyun ada disana dan sedang menikmati puding.

Hyuna menghela nafas dalam dan mengangguk, “Aku pergi diam-diam..”

“Hyuna-a, kenapa kau melakukan itu? kau akan membuat masalah baru karena ini..” ucap Naeun tak mengerti.

“Aku tau, tapi aku harus melakukannya. Jika aku tidak pergi seperti ini, Hyunseung oppa ingin aku dan Sohyun pergi bersama ayahku ke Amerika..” jelas Hyuna, “Aku sudah berkata kalau aku tidak merasa berat mengurusnya, tapi dia tetap berkeras untuk menceraikanku. Aku tidak akan membiarkannya melakukan itu padaku! Aku sudah lama berjuang tapi dia berhenti begitu saja, memangnya dia pikir hidupku ada ditangannya? Hingga dia bisa memutuskan apa pun yang akan terjadi?” ucap Hyuna marah.

Naeun mengangguk mengerti, “Ne, araso.. Tapi bagaimana sekarang? Ayahmu dan Hyunseung oppa akan khawatir kau menghilang seperti ini, kau bahkan membawa Sohyun..”

“Aku tidak mungkin meninggalkan putriku..” ucap Hyuna, lalu memandang Sohyun.

Sohyun memakan pudingnya dan memandang Hyuna bingung, “Eomma, appa odiso(appa dimana)?” tanyanya polos.

Hyuna tertegun, “Mmm.. appa.. errrr…” tangannya terangkat membelai rambut Sohyun dan tersenyum, “Kau suka pudingnya?”

Sohyun tersenyum lebar dan mengangguk, “Ne, eomma! Aku ingin memakan ini setiap pagi..” ucapnya bersemangat.

Naeun menghela nafas dalam sambil memandang Sohyun sedih, lalu kembali memandang sahabatnya. “Apa rencanamu sekarang?”

Hyuna memandang Naeun serius, “Naeun-a, bisakah aku meminjam uangmu? Aku akan mencari tempat tinggal dan pekerjaan, lalu mengembalikan uangmu lagi..”

Naeun tertegun, “Mwo? Ani! Kau harus tinggal di rumahku! Aku akan membantumu!”

Hyuna menggeleng, “Aniya, Naeun.. Aku tidak bisa melakukan itu. jika Hyunseng oppa dan yang lain tau aku di rumahmu, mereka akan memaksaku kembali. Aku tidak akan kembali semudah ini..”

“Hyuna, kau tidak bisa keras kepala seperti ini. Pikirkanlah Sohyun..” ucap Naeun mencoba meyakinkan Hyuna.

“Naeun-a, meskipun pada akhirnya aku tetap akan berpisah dengan Hyunseung oppa. Aku akan memperjuangkan harga diriku!” ucap Hyuna tegas, lalu bangkit. “Sohyun-a, khaja..” ajaknya sambil menggendong putrinya.

Naeun terkejut Hyuna hendak pergi, “Hyuna-a!” panggilnya sambil menahan tangan gadis itu, “Miane, aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya khawatir..”

Hyuna menghela nafas dalam, “Sudahlah, aku pergi..” ucapnya dan melangkah pergi.

“Hyuna-a..” panggil Naeun sambil menahan Hyuna, namun temannya itu tetap pergi.

Don’t love me, don’t love me, don’t love me..

Lies I say as I hold it in alone, as I swallow it in alone..

It hurts this much after I left you..

So I hope you aren’t hurting like me..

(Hyolyn – Don’t Love Me)

=Penginapan=

Hyuna berusaha memutar otak untuk menyelamatkan dirinya dan Sohyun. Ia tidak mungkin tetap di penginapan. Ia juga harus menyimpan uang agar putrinya bisa tumbuh dengan baik. Ia benar-benar terluka karena Hyunseung memintanya menjalani hidupnya sendiri, maka sekarang dia benar-benar akan membuktikannya. Sebuah ide muncul di kepalanya dan kembali menghubungi seseorang.

“Hyuna-a..”

“Baekhyun-a, kau dimana?” Tanya Hyuna langsung.

Kafe tak jauh dari penginapan.

Baekhyun menatap Hyuna tak percaya, “Ne? kau pergi dari rumah manusia es itu?”

Hyuna mengangguk dan menghela nafas dalam, “Apa Naeun tidak memberitaumu?”

Baekhyun garuk-garuk kepala, “Ani..” jawabnya bingung, “Lalu, dimana kau tinggal sekarang?”

“Aku masih tinggal di penginapan. Tapi, bisakah aku meminjam uangmu dulu? Nanti aku akan menggantinya. Jebal..” pinta Hyuna.

Dahi Baekhyun berkerut.

“Paling tidak aku harus menyewa tempat tinggal dan mencari pekerjaan sementara untuk menghidupi putriku..” ucap Hyuna.

Baekhyun memandang Sohyun di pangkuan Hyuna, lalu kembali memandang temannya. “Apa kau yakin akan melakukan ini?”

“Sangat yakin!” ucap Hyuna bersungguh-sungguh, “Bisakah kau membantuku?”

Baekhyun diam sejenak untuk berpikir, “Hmm.. aku akan membantumu. Tapi aku tidak ingin kau hanya meminjam uangku..”

“Apa maksudmu?” Tanya Hyuna tak mengerti.

“Keluargaku memiliki kamar studio tak jauh dari apartemenku, kau bisa menggunakannya sementara waktu..” jawab Baekhyun.

“Baekhyun-a, aku akan mengusahakannya sendiri..” ucap Hyuna.

“Andwae! Kau bisa mencari tempat lebih baik setelah kau mendapatkan pekerjaan yang baik, arasso?! Atau kau ingin aku memberitau si manusia es tentang ini?” gertak Baekhyun.

Hyuna menghela nafas dalam.

“Hyuna, pikirkan Sohyun. Jika kau menyewa tempat tinggal, jarang ada yang memiliki lingkungan baik. Bisa saja terjadi kejahatan padamu dan Sohyun. Jadi tinggallah di kamar studio itu dulu..” pinta Baekhyun.

Hyuna memandang Sohyun dan mengangguk setuju, “Keure..”

=Keluarga Jang=

Hyunseung merasa benar-benar kehilangan arah. Hyuna tak kunjung kembali hingga berhari-hari berlalu. Juga tidak ada kabar dari istri dan putrinya. Ia merasa bersalah atas keputusannya, apalagi Brian Kim menyalahkannya atas semua yang terjadi pada putrinya.

=Flashback=

“Hyuna pergi membawa Sohyun?!” Tanya Brian Kim tak percaya.

“Kurasa dia benar-benar shock karena Hyunseung akan menceraikannya, jadi dia pergi..” ucap ayah Hyunsueng berat.

Brian Kim menghela nafas dalam dan menatap Hyunseung yang duduk diam di sofa, “Jang Hyunseung! Aku tau ini akan terjadi! Kau benar-benar tidak bisa kupercaya!” serunya.

Hyunseung menunduk menyesal, “Cesonghamida, appanim..”

Brian Kim tersenyum sinis, “Mwo? Semudah itu kau mengucapkan maaf?! Dulu saat aku akan membawa Hyuna pergi, kau memohon agar aku membiarkannya bersamamu. Tapi sekarang dengan mudah kau menyerahkannya lagi padaku?!”

Kedua tangan Hyunseung terkepal diatas lututnya, ia tau semua ini adalah salahnya.

Brian Kim menghela nafas dalam untuk menetralkan amarahnya, “Aku tidak mengerti apa yang membuat putriku mencintaimu. Kau hanya melukai perasaannya, tapi dia tetap mencintaimu.. Aku memberikan putriku padamu karena Hyuna sampai melukai dirinya demi dirimu, tapi kau mencampakkannya seperti ini?!”

“Tuan Kim, tolong mengerti posisi Hyunseung juga..” pinta ayah Hyunseung.

Brian Kim menatap ayah Hyunseung marah, “Mwo? Mengerti?” tanyanya, lalu kembali menatap Hyunseung. “Kau tau Jang Hyunseung? Sebelumnya aku meminta Hyuna meninggalkanmu karena kau buta! Kau tidak akan bisa menjadi pria hebat lagi! Tapi dia menolaknya dan pergi begitu saja. Aku memang sudah menebak kau akan melakukan ini, tapi aku tidak percaya kau melepaskannya begitu saja..”

Bulir air mata Hyunseung mulai berjatuhan.

Brian Kim kembali menghela nafas dalam, “Keure, kuanggap kau dan Hyuna sudah berpisah. Jadi akan ku pastikan kau tidak akan melihatnya seumur hidupmu!”

“Tuan Kim, Sohyun juga putri Hyunseung. Tidak mungkin dia tidak menemui putrinya..” ucap ibu Hyunseung.

Brian Kim menatap ibu Hyunseung dingin, “Apa peduliku? Dia saja tidak peduli pada perasaan putriku.” Ucapnya, lalu melangkah pergi.

“Tuan Kim..” panggil ibu Hyunseung, namun pria itu tetap pergi.

Ayah Hyunseung menatap putranya, “Seperti ini yang kau inginkan Hyunseung? Kau akan merasa semakin bersalah jika sesuatu terjadi pada Hyuna diluar sana..” ucapnya kecewa, lalu melangkah ke kamar.

“Yobo..” ucap ibu Hyunseung, lalu memandang putranya yang masih terpaku dengan bulir air mata berjatuhan. Ia duduk di sebelah putranya dan mengelus punggung tangannya perlahan, “Mianata Hyunseung, eomma tidak bisa melakukan apapun..”

“Eomma, na eoteokhe?” Tanya Hyunseung dengan suara bergetar.

“Kau tidak perlu khawatir, eomma akan meminta teman-temanmu mencari Hyuna. Juga akan melaporkan kehilangannya ke polisi, jika perlu menyewa detektif terbaik untuk mencarinya.” Ucap ibu Hyunseung menenangkan.

Hyunseung memejamkan mata dan memegang dahinya, bukan karena kepalanya kembali terasa sakit. Tapi karena rasa sesal yang membuatnya tak bisa menegakkan kepalanya lagi.

=Ditempat lain=

Baekhyun melangkah keluar dari gedung kampus dan melihat Naeun, Taemin dan Key sedang membicarakan sesuatu yang serius. Jadi dia berpura-pura tidak melihat mereka dan terus berjalan.

“Oh.. Baekhyun-a..” panggil Naeun.

Baekhyun berhenti dan memandang Naeun, “Oh.. Naeun-a…”

“Baekhyun, aku dan yang lain akan pergi mencari Hyuna. Apa kau ingin ikut?” Tanya Naeun penuh harap.

Baekhyun tertegun, namun berusaha terlihat biasa. “Mmm.. kurasa tidak sekarang. Aku harus mengurus beberapa hal tentang kepindahanku dari Kanada, jika tidak aku bisa di tendang kembali ke sana..” jawabnya sambil mengelus belakang kepalanya.

Naeun tampak kecewa, “Ohh.. begitu, baiklah.. Sampai besok..” ucapnya dan masuk ke mobil Taemin.

Taemin tersenyum sinis pada Baekhyun dari kursi kemudi dan membawa mobilnya pergi.

Baekhyun memperhatikan mobil itu pergi, “Untuk apa mencarinya, aku tau dimana dia..” gumamnya, lalu melangkah menuju parkiran motor.

Sementara itu.

Hyuna bisa menghela nafas lega karena kamar studio Baekhyun yang memang tidak jauh dari apartemen temannya itu terletak cukup jauh dari pusat kota, jadi dia tidak perlu khawatir akan bertemu siapa pun yang mengenalnya. Berkat bantuan Baekhyun juga dia bisa bekerja di sebuah gallery milik teman ayah pria itu, ia bekerja sebagai sekretaris paman temannya itu, Kim Hyungjun. Yang Hyuna baru tau, ternyata paman temannya itu masih muda.

“Sekretaris Kim, tolong ingatkan aku tentang jadwalku kemarin.” Ucap Hyungjun sambil berlalu ke ruangannya.

“Ne, sajangnim..” jawab Hyuna dan membuka buku agendanya.

“Eomma!!” seru Sohyun sambil berlari kearah Hyuna.

Hyuna memandang kearah Sohyun dan langsung tersenyum lebar, “Omo.. Sohyun-a..”

Baekhyun ikut berjalan di belakang Sohyun sambil tersenyum, “Hei nona sekretaris, sibuk?”

Hyuna menggendong Sohyun dan tersenyum pada Baekhyun, “Aniya, kenapa kau kemari?”

“Aku bosan di apartemen terus, jadi aku mengajak Sohyun bermain kemari..” jawab Baekhyun.

“Ohh.. miane, aku jadi merepotkanmu..” ucap Hyuna menyesal.

“Ahh.. gwenchana.. Untuk apa dia punya paman jika tidak membantu..” ucap Baekhyun sambil menegakkan kerah bajunya.

Hyuna tertawa kecil, “Ne.”

Pintu ruang kerja Hyungjun terbuka dan muncul pria itu, “Ya, kemari..” panggilnya dan kembali masuk.

Dahi Baekhyun berkerut dan memandang Hyuna bingung, “Ada apa dengannya?”

“Moodnya sedang jelek, pergilah..” bisik Hyuna memberitau.

Baekhyun mengangguk dan masuk ke ruangan pamannya.

Hyuna duduk di kursinya sambil memangku Sohyun, “Apa kau senang bermain bersama Baekhyun samchon?” tanyanya.

Sohyun mengangguk senang, “Ne!!” jawabnya riang.

Hyuna tersenyum lebar dan mengelus rambut putrinya.

=Kamar Studio=

Hyuna naik ke tempat tidur dan melihat putrinya menggambar dengan krayonnya, “Sohyun-a, ige mwoya?” tanyanya sambil menunjuk gambar orang yang di buat Sohyun dengan bentuk aneh.

“Appa…” jawab Sohyun polos.

Hyuna tertegun mendengar jawaban putrinya, lalu kembali memandang buku gambar itu. “Boleh eomma lihat?” tanyanya.

Sohyun mengangguk dan memberikan buku gambarnya pada Hyuna.

Hyuna membalik gambar-gambar lainnya dan melihat Sohyun menggambar bentuk orang yang sama di setiap gambarnya, lalu memandang putrinya sedih. “Sohyun rindu appa?”

Raut wajah Sohyun berubah sedih dan mengangguk, “Ne..”

Hyuna mengelus kepala putrinya yang kembali menggambar dengan riang, ‘Eomma miane, Sohyun-a. Suatu hari nanti kau akan mengerti mengapa eomma melakukan ini..’ batinnya menyesal.

=Rumah Keluarga Jang=

Hyunseung semakin terpuruk karena Hyuna tak juga di temukan, ia bahkan tidak bisa ikut mencari karena kondisinya. Taemin dan yang lainnya datang untuk menghiburnya dan terus memberi kabar bagaimana perkembangan mengenai istrinya.

“Hyunseung, kami akan terus mencari hingga Hyuna ditemukan. Kau tenang saja..” ucap Eunji sambil mengelus bahu Hyunseung.

“Bagaimana aku bisa tenang?!! Hyuna dan Sohyun berada diluar sana tanpa sepengetahuanku!!” seru Hyunseung marah.

“Ne, kami tau. Kau harus yakin pada kami..” ucap Taemin.

Hyunseung diam sejenak meratapi penyesalannya, “Aku percaya pada kalian, tapi aku tidak bisa percaya aku yang menyebabkannya pergi..” ucapnya pelan.

Baekhyun yang ikut kesana untuk memastikan mereka tidak mendapat info apa pun tentang Hyuna memutar bola matanya kesal, lalu menatap Hyunseung sebal. “Ya.. itu berarti dia memang tidak ingin bertemu denganmu lagi. Kenapa baru menyesal sekarang?”

Semua orang disana menatap Baekhyun dengan dahi berkerut.

“Baekhyun-a, kenapa kau mengatakan itu?” Tanya Naeun tak mengerti.

“Mwo?” Tanya Baekhyun seperti tidak bersalah, “Benarkan? Hyuna pergi karena si manusia es itu yang menginginkannya, jadi kenapa sekarang dia malah mencarinya dan bertingkah seperti akan mati begitu?” tanyanya aneh.

Taemin menatap Baekhyun marah, “Ya!!” serunya sambil berdiri.

Key ikut berdiri untuk menahan Baekhyun, “Taemin, jangan!”

“Ahh.. aku tidak mengerti dengan kalian. Terutama kau manusia es!” ucap Baekhyun pada Hyunseung, “Kau yang menginginkannya pergi dan dia pergi, sekarang kenapa seperti ini? Memangnya kau artis yang suka cari sensasi?”

“Byun Baekhyun!!” seru Naeun tak percaya.

“Aissh.. aku pergi..” ucap Baekhyun sambil berbalik dan melangkah menuju pintu depan.

“Byun Baekhyun! Ya!” seru Naeun, “Aissh.. anak itu!”

Hyunseung memalingkan wajahnya, “Aniya, dia benar.. Ini semua salahku..”

“Hyunseung-a, jangan berkata seperti itu..” ucap Eunji.

Hyunseung bergerak bangkit, “Terima kasih sudah membantuku..” ucapnya dan berbalik menuju kamarnya.

“Hyunseung..” panggil Eunji, namun pria itu terus pergi.

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 27]

  1. yah semoga semuanya akan kmbali ke awal cepat atau lambat.. 😥 g mau liat hyuna hyunseung ama sohyun sedih mulu.. kesian bgt.. huhu btw thanks yah authornim udah bkin mewek mulu hiks hiks

  2. aq harap gg akan ada laki” yg ganggu hyuna dan gg akan ada cw yg ganggu seungi juga 🙂
    semoga mereka cepat bersama ^_^
    next ^^

  3. tetap lah bertahan sebentar unni…
    biar oppa sadar n bisa ngrasain ketulusan unni..
    biar oppa tau kalo rasa minder oppa tu bener2 gag penting..
    tp kasian sama sohyun kalo lama2 pisah sama appa nyaaa..
    moga gag ada yg terlambat n nyesel d kemudian hariii..
    😦

  4. tetap seperti ini dulu eonnie … sampai oppa benar” sadar bahwa oppa harus ny tau n tak melepaskanmu bergitu saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s