Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 23]

–My Everything–

 23

I want to be everything in you and next to you..

Because you already became my everything..

(Henry – My Everything)

 

 

Taemin berdiri di depan kampus menunggu Naeun keluar, tak lama ia melihat gadis itu keluar bersama Baekhyun. Dahinya berkerut melihat mereka sangat akrab, “Naeun-a..”

Naeun berhenti melangkah dan tertegun melihat Taemin, “Oh.. oppa?”

Baekhyun memandang Naeun dan memandang Taemin bingung.

Taemin menghampiri Naeun sambil memandang Baekhyun bingung, lalu kembali memandang gadis itu. “Mmm.. kau sudah selesai kan? Bagaimana jika makan siang bersama?

Naeun diam sejenak sambil melirik Baekhyun, “Mmm..”

“Nugu?” Tanya Baekhyun pada Naeun.

Naeun memandang Baekhyun dan menghela nafas dalam.

“Aku Lee Taemin, siapa kau?” Tanya Taemin langsung. Sejujurnya ia tidak senang Naeun bersama pria itu.

“Byun Baekhyun..” jawab Baekhyun yang merasa tidak senang dengan nada bicara Taemin.

Taemin menatap Baekhyun kesal, lalu menggenggam tangan Naeun. “Khaja..”

Baekhyun menahan tangan Taemin dan menatap pria itu kesal, “Lee Taemin-ssi, kurasa Naeun belum menjawab pertanyaanmu. Kenapa kau langsung menariknya?”

Taemin membalas tatapan Baekhyun, “Aku sudah tau dia akan pergi denganku, singkirkan tanganmu!”

“Ya.. kemanhejo..” ucap Naeun sambil melepaskan tangan Taemin dan Baekhyun, “Kalian ini! Seperti anak kecil saja!” ucapnya kesal, lalu memandang Taemin. “Oppa, pergilah.. AKu akan pergi bersama Baekhyun..” ucapnya, lalu menarik Baekhyun pergi.

Taemin tertegun melihat Naeun malah pergi bersama Baekhyun, “Ya! Son Naeun!”

Baekhyun senang Naeun memilih pergi bersamanya dan diam-diam menjulurkan lidahnya pada Taemin.

“Aissh..” gumam Taemin sebal sendiri.

=Rapat Dewan Direksi=

“Jang Hyunseung-ssi, kudengar kau mengakui putri tuan Nam sebagai tunanganmu pada klien dari luar negeri. Bukankah kau sudah menikah? Kenapa kau melakukan hal ceroboh seperti ini?!” Tanya Tuan Kim tak mengerti.

Hyunseung berusaha memilih kata yang tepat untuk ia ucapkan sebagai pembelaan diri. Ayahnya tampak tidak bisa membantunya karena semua ini memang salahnya.

“Juga aku mendengar berita yang menyebar di perusahaanmu, istrimu adalah seorang penari striptis?! Kau sudah benar-benar hilang akal?! Bagaimana mungkin kau membiarkannya datang kemari dengan pakaian sexy seperti yang di ceritakan para karyawanmu?!!” seru Tuan Lee.

Ayah Hyunseung menghela nafas dalam dan mulai berbicara, “Cesonghamida.. hal seperti ini tidak akan terjadi lagi..”

“Aniya..” ucap Hyunseung akhirnya, membuat semua orang memandangnya. Ia memandang pada dewan direksi bergantian, “Pertama, aku tidak akan meminta maaf atas kejadian tentang istriku. Kedua, aku sama sekali tidak pernah mengakui Nam Jihyun sebagai tunanganku. Sepertinya dia yang belum bisa melupakanku sebagai mantan tunangannya, jadi jangan salahkan aku..” ucapnya.

“Jang Hyunseung-ssi..”

“Mengenai istriku..” ucap Hyunseung memotong ucapan Tuan Kim, “Aku yang memintanya datang dengan pakaian seperti itu. Apa yang salah dengan pakaiannya? Kesalahanku adalah tidak mengunci pintu. Istriku membuka baju hangatnya dan memperlihatkan pakaian sexy-nya di depanku, tapi seorang karyawanku masuk tanpa mengetuk pintu hingga melihat apa yang kami lakukan didalam.”

Dahi para dewan direksi berkerut, “Apa maksudmu?”

Hyunseung memajukan duduk sambil tersenyum tipis, “Aku tidak tau jika ini harus di bicarakan di meja rapat dewan direksi, tapi aku akan menjelaskan semuanya.” Ucapnya, “Seperti yang kalian katakan tadi, istriku dulu memang pernah menari di klub. Beberapa bulan ini aku selalu sibuk hingga tidak ada waktu berada dirumah, jadi aku berpikir mungkin aku bisa mendapat sedikit hiburan dari istriku ketika bekerja..” ucapnya serius, “Kalian mengerti maksudku?”

Para dewan direksi menunduk canggung karena mengerti kemana ucapan Hyunseung berujung.

Ayah Hyunseung menatap putranya tak percaya, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan merapikan berkas-berkas di hadapannya. “Keure, kuanggap semua ini telah selesai..” ucapnya sambil bangkit, lalu melangkah pergi.

Hyunseung bergerak bangkit dan membungkuk sopan, lalu mengikuti ayahnya keluar.

Perjalanan kembali ke kantor.

Ayah Hyunseung memandang putranya, “Apa yang kau lakukan dengan Hyuna sebenarnya?”

Hyunseung menoleh kearah ayahnya, “Mmm.. appa bisa menebaknya..”

“Kalian bertengkar..” tebak ayah Hyunseung.

Hyunseung menghela nafas dalam dan mengangguk.

Ayah Hyunseung menahan tawa dan memalingkan wajahnya, “Kau semakin hebat melindunginya..”

Hyunseung tersenyum, “Aku hanya menyesal dia jadi korban karena hal ini, semua ini akan segera berlalu dan semuanya akan baik-baik saja..”

Ayah Hyunseung kembali memandang putranya, “Satu hal yang harus kau ingat Hyunseung..” ucapnya serius, “Kau tidak akan menemukan seseorang yang terbaik, sebelum kau meyakinkan dirimu bahwa dialah yang terbaik. Araso?”

Hyunseung mengangguk, “Ne, appa..”

Ayah Hyunseung memegang bahu putranya, “Good job!” ucapnya bangga.

Hyunseung mengangguk sopan.

=Kafe=

“Ahhh.. aku tidak percaya Naeun pergi bersama pria itu!” ucap Taemin sebal, lalu meminum air di gelasnya melalui pipet.

Key dan Hyunseung memandang Taemin aneh.

“Wae? Kupikir kalian sudah berbaikan..” ucap Key heran.

“Ne.. Kami memang sudah berbaikan, tapi Naeun sepertinya di pengaruhi anak itu. aissh..” Taemin kesal sendiri mengingat Baekhyun.

“Siapa?” Tanya Hyunseung ingin tau.

“siapa ya tadi namanya? Baekhi? Bae… ahh.. kurasa nama keluarganya Byun..” ucap Taemin mengingat-ingat.

Dahi Hyunseung berkerut, “Byun Baekhyun?”

Taemin tertegun menatap Hyunseung, “Kau tau dia?”

Hyunseung menyandarkan punggungnya dan menghela nafas dalam, “Ne, dia teman Hyuna dan Naeun sejak kecil. Tapi pindah ke Kanada, beberapa bulan ini aku tau dia kembali kemari..”

Mulut Taemin sampai terbuka karena tak percaya, “Mwo? Teman Hyuna dan Naeun? Bagaimana kau tau?”

“Ayahnya dulu juga sempat bekerja sama dengan ayahku. Kami bertemu di acara kantor yang sama saat aku bertemu Hyuna..” jelas Hyunseung.

“Wuaaa.. ternyata dunia ini kecil ya..” ucap Key tak habis pikir. “Apa mereka sangat dekat?” tanyanya pada Hyunseung.

Hyunseung mencoba mengingat, “Entahlah.. tapi kudengar mereka memang selalu bersama-sama..”

“Dekat dengan Hyuna atau Naeun?” Tanya Taemin.

Hyunseung mengangkat bahu, “Mungkin keduanya..”

“Ahh.. ini tidak bisa di biarkan..” ucap Taemin khawatir, lalu mengeluarkan ponselnya.

Hyunseung dan Key memperhatikan Taemin menghubungi seseorang dengan wajah serius.

Taemin menunggu sejenak, “Oh.. Naeun-a, odiga?” tanyanya, “Aku ada di kafe, datanglah kemari.. Gwenchana, ajak saja dia.. Ppaliwa!” ucapnya dan langsung memutuskan telepon.

Hyunseung mengerutkan dahinya, “Ada apa denganmu?”

Hampir satu jam kemudian Naeun muncul bersama Baekhyun.

“Naeun-a..” sapa Key sambil tersenyum.

“Annyeonghaseo..” sapa Naeun sopan dan memperhatikan para pria itu, “Oh.. tidak ada Hyuna dan Eunji eonni?”

“Aniya, hanya kami..” jawab Key karena Taemin tampak sangat sebal melihat Baekhyun, sementara Hyunseung bertatapan dengan Baekhyun.

“Kau datang juga, bayi cengeng?” Tanya Hyunseung.

Baekhyun menatap Hyunseung kesal, “Aisshh.. Manusia es!”

Naeun memandang kedua orang itu heran, “Aigoo.. berapa usia kalian?” tanyanya sebal, lalu duduk di sebelah Hyunseung.

=Ulang Tahun Sohyun=

Hyuna memakaikan pakaian putri pada Sohyun, juga mengikat rambutnya dan memasangkan bando cantik. Taman belakang sudah di hias untuk merayakan ulang tahun pertama Sohyun. Naeun, Key, Eunji, Baekhyun, Taemin, orang tua Hyunseung dan ayah Hyuna yang sengaja datang dari Amerika akan menjadi tamu yang meramaikan.

“Annyeonghaseo…” sapa Hyuna yang menggendong Sohyun memasuki taman belakang.

Sohyun tampak bersemangat dengan hiasan dan kue-kue di meja.

“Omo.. neomu yeppo..” ucap Naeun gemas.

“Sohyun-a, gommo membawakan hadiah untukmu.” Ucap Eunji sambil memberikan boneka kelinci berwarna coklat pada Sohyun.

Hyuna tersenyum lebar sambil memandang Sohyun yang tampak kegirangan.

Eunji tersenyum lebar.

“Ini putri cantik yang berulang tahun!!” ucap Key sambil menghampiri Sohyun. “Ayo kita main..” ucapnya sambil mengulurkan kedua tangannya pada Sohyun.

Hyuna memberikan Sohyun pada Key membiarkan putrinya bermain dengan Key. Ia bingung melihat Baekhyun dan Taemin seperti bersaing untuk menarik perhatian Sohyun. “Naeun-a, ada apa dengan mereka?”

“Hm?” Naeun memandang kearah Taemin dan Baekhyun, “Mola, sejak awal mereka selalu begitu. Memang aneh..”

“Taemin hanya cemburu karena Baekhyun tau segala hal tentang kau, sudah jangan di pedulikan..” ucap Eunji menahan tawa.

“Hyuna-a, mana Sohyun?” Tanya Brian Kim sambil menghampiri Hyuna.

“Oh.. appa, sudah tiba?” ucap Hyuna sambil memeluk ayahnya.

Brian Kim tersenyum, “Ne..”

“Annyeonghaseo, samchon..” sapa Naeun sambil membungkuk sopan.

“Oh.. Naeun-a, lama tak bertemu..” ucap Brian Kim.

Hyuna memandang Sohyun, “Sohyun-a.. harabeuji tiba..” panggilnya.

Sohyun yang sedang bermain bersama ketiga pria tadi memandang kearah Brian Kim bingung karena belum pernah bertemu kakeknya itu setelah mulai mengerti siapa saja yang ada disekitarnya.

“Khaja, temui kakekmu..” ajak Baekhyun sambil menggandeng Sohyun menghampiri Brian Kim, “Annyeonghaseo, samchon..” sapanya.

Brian Kim tertegun melihat Baekhyun, “Oh! Byun Baekhyun?!”

Taemin tertegun ayah Hyuna juga mengenal Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, “Ne..”

“Kukira keluargamu sudah pindah ke Kanada..” ucap Brian Kim bingung.

“Ne, tapi aku memutuskan kembali. Disana membosankan…” jawab Baekhyun dan tertawa kecil.

“Hmm.. senang melihatmu lagi..” ucap Brian Kim.

Hyuna menggendong Sohyun dan mendekati ayahnya, “Sohyun-a, ayo beri salam. Ini kakekmu..”

Namun Sohyun hanya memandang Brian Kim tanpa ekspresi karena belum mengenal siapa kakeknya itu.

Brian Kim tersenyum gemas, “Aigoo.. keyowa..” ucapnya lucu, “Selamat ulang tahun sayang..”

Sohyun masih memandang Brian Kim bingung.

Hyuna tertawa kecil, “Dia belum begitu mengenal appa..”

“Ne, sepertinya appa harus berada disini beberapa bulan dulu..” Canda Brian Kim.

“Naaah.. ayo kita mulai pestanya!!” ucap  ibu Hyunseung sambil membawa cake berwarna pink dengan lilin berangka 1 diatasnya.

Hyuna memandang ibu Hyunseung bingung, “Eommanim, Hyunseung oppa belum tiba..”

“Gwenchana, eomma sudah menghubunginya. Dia berkata terjebak macet akan segera tiba 10 menit lagi..” jelas ibu Hyunseung dan meletakkan cake di atas meja.

Semuanya berkumpul dan mulai merayakan ulang tahun Sohyun. Serta membantu sang gadis yang berulang tahun meniup lilin disana. Namun hingga acara hampir selesai Hyunseung tak kunjung muncul. Setelah acara di taman belakang, mereka masuk ke rumah dan menunggu saatnya makan malam sambil saling mengobrol.

Hyuna memandang jam di ruang tengah dan melihat Hyunseung sudah terlambat hampir 3 jam, “Kenapa oppa belum tiba juga?” gumamnya bingung.

Telepon rumah berbunyi, ayah Hyunseung yang lebih dekat segera mengangkatnya, “Keluarga Jang disini..” ia diam sejenak, “Ne..” ucapnya, tak lama ia tertegun dan memandang orang-orang diruang tengah yang langsung hening melihat ekspresinya. “Baik, terima kasih..” ucapnya dan mengembalikan gagang telepon ke tempatnya.

Hyuna tau sesuatu terjadi pada Hyunseung, perlahan ia bangkit sambil menatap ayah mertuanya serius. “Terjadi sesuatu pada Hyunseung oppa?”

Ayah Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengelus belakang kepalanya.

“Yobo, apa yang terjadi?” Tanya ibu Hyunseung mulai panic.

Ayah Hyunseung memandang Hyuna dan istrinya, lalu menunduk bingung. “Mobil Hyunseung menabrak pembatas jalan..”

Mata Hyuna membesar dengan mulut terbuka.

Naeun langsung berdiri dan merangkul Hyuna, “Hyuna-a…”

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 23]

  1. omoooo apa lg iniiii…
    kenapa ada kecelakaan lgiii..
    jangan bbilang ntr kayak hyuna unni yg amnesia gtooo..
    ahhh ato jangan sampe terjadi apa2 ama hyun oppa..
    ahh andwae…
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s