Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 9]

–Don’t You Mind?–

9

Can you live without me?
Didn’t you miss me?
Even if you run to me, don’t you mind?
The memories we made together torture me again..
Even if I’m this way, don’t you mind?
(Hyunseung – Don’t You Mind?)

=Rumah Kris=
Hyuna duduk di pinggir tempat tidur sambil memikirkan ucapan Hyunseung tadi siang. Ia merasa sangat sedih mengingat bagaimana tatapan pria itu. rasanya seperti ia juga ikut merasakan kesedihan Hyunseung. Kepalanya menunduk dan memandang jari manisnya, tempat dimana cincin pernikahannya dan Hyunseung terpasang. Namun sekarang sudah tidak ada apa pun disana. Ia merasa seperti ada sesuatu yang salah telah terjadi, tapi ia tidak tau.
Kris masuk ke kamarnya dan melihat Hyuna menyeka air matanya, “Kau masih memikirkan Sohyun?”
Hyuna tersenyum tipis, “ne..”
Kris duduk di sebelah Hyuna dan memandangnya hangat, “Tenang saja, kau bisa menjemputnya besok.. Bukankah itu bagus?”
Hyuna mengangguk pelan, “Ne..”
Kris mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Hyuna, “Kita bisa melanjutkan hidup kita bersama, benarkan?”
Hyuna tertegun mendengar ucapan Kris dan berpikir sejenak.
“wae?” Tanya Kris bingung.
Hyuna kembali memandang Kris, “Kris, apa semua ingatanku itu tentangmu?”
Kris tertegun, “Ne?”
Hyuna mengerutkan dahinya memikirkan kalimat-kalimat yang diucapkan pria itu dalam tidurnya, “Aku merasa suara itu sangat nyata, juga merasa seperti pernah mendengarnya sebelumnya. Nada biaca pria itu terdengar sangat dalam dan benar-benar dari hatinya..”
Kris diam sejenak dan mengelus rambut Hyuna, membuat gadis itu memandangnya. Bibirnya kembali membentuk senyuman, “Siapa pun itu, kau tau siapa yang benar-benar mencintaimu..”
Hyuna terdiam mendengar ucapan Kris.
“Sudah.. Tidurlah.. sudah malam, kau harus segar saat menjemput Sohyun besok kan?” ucap Kris, lalu bangkit dan melangkah keluar dari kamarnya.
Hyuna menghela nafas dalam dan berbaring sambil menarik selimut menutupi tubuhnya. Matanya terpejam dan berusaha untuk tidur.
Beberapa jam kemudian.
“Oppa, menurutmu dia perempuan atau laki-laki?”
“Mmm.. Sepertinya perempuan..”
“Wae?”
“Karena aku ingin dia cantik dan menarik sepertimu..”
“Hehehe… Mungkin dia laki-laki..”
“wae?”
“Agar dia memiliki rahang tajam sepertimu, memiliki mata indah sepertimu, juga senyum menawan sepertimu..”
“Apa pun jenis kelaminnya nanti, aku berharap kita akan tetap bersama hingga kematian yang memisahkan kita..”
“Ne..”
Hyuna terbangun dari tidurnya dan langsung membuka matanya lebar, obrolan itu seperti pernah ia dan seseorang lakukan. Perlahan ia bangkit duduk sambil mengingat mimpinya barusan. ‘Apakah pria yang kupanggil oppa itu Jang Hyunseung?’ batinnya tak mengerti. Kepalanya langsung memandang ke pintu yang terbuka, muncul Kris yang langsung tersenyum padanya.
“Hei.. kupikir kau masih tidur..” ucap Kris sambil melangkah masuk, “Bersiaplah.. Bukankah kita harus menjemput Sohyun?”
Hyuna mengangguk pelan, “Ne..”

Since I miss you, since I feel like I’m going crazy..
Since it feels like you’re going to come running and hold me..
Since it hurts so crazily, I cried like a fool..
I couldn’t hold onto you when you brushed by..
I couldn’t hold onto when you turned around..
(Hyuna – To My Boyfriend)

Ibu Hyunseung menatap putranya sedih yang sedang memasukkan barang-barang Sohyun ke tas. Dia bisa melihat sesekali putranya menyeka air mata yang mangalir begitu saja. “Hyunseung..” panggilnya pelan.
Hyunseung memandang ibunya yang melangkah masuk, “Oh eomma, apakah Hyuna sudah datang?”
Ibu Hyunseung menggeleng pelan, “Belum..”
“Hmm..” gumam Hyunseung sambil mengangguk dan melanjutkan kegiatannya.
Ibu Hyunseung memandang Sohyun yang bermain di dalam box dengan boneka kelincinya tanpa tau apa yang sedang terjadi pada kedua orangtuanya sedih, lalu memandang putranya. “Hyunseung, kau tidak perlu memberikan Sohyun pada Hyuna..”
Hyunseung berhenti bergerak dan berdiam diri sejenak, lalu memandang ibunya. “Aniya eomma, Hyuna tidak akan tenang jika Sohyun tidak bersamanya..”
“Ne.. Tapi kau juga tidak akan tenang jika Sohyun tidak bersamamu..” ucap Ibu Hyunseung.
Hyunseung diam sejenak dan tersenyum sedih, “Gwenchana, aku tau Sohyun akan baik-baik saja bersama ibunya..”
Ibu Hyunseung menatap putranya sedih, lalu melangkah maju sambil memegang kedua pipi putranya. “Kau bisa melewati ini Hyunseung, eomma akan selalu berada disisimu..”
Hyunseung menatap ibunya dalam, sebulir air kembali jatuh dari matanya. Satu tangannya terangkat dan memegang tangan ibunya di pipi, “Ne eomma..”
Ibu Hyunseung tersenyum tipis sambil menyeka air mata putranya.
Ayah Hyunseung muncul dari balik pintu, “Hyunseung, Eunji dan Naeun ada disini..”
Hyunseung memandang ke pintu, “Ne appa..”
“Cepatlah keluar..” ucap ibu Hyunseung.
Hyunseung mengangguk dan memperhatikan ibunya hingga benar-benar keluar dari kamarnya. Ia memasukkan beberapa baju Sohyun lagi dan menutup tasnya. Rasanya sangat sedih akan berpisah jauh dari putrinya, namun ia tidak punya pilihan lain.
Pintu kamar kembali terbuka dan muncul Eunji, “Hyunseung, butuh bantuanku?”
Hyunseung tersenyum tipis, “Bisakah kau membawa ini keluar? Aku ingin berdua dengan Sohyun beberapa saat..”
Eunji melangkah menghampiri Hyunseung dan memegang bahunya, “Kau sudah melakukan yang terbaik Hyunseung..” ucapnya, lalu mengambil tas berisi perlengkapan Sohyun dan berjalan keluar.
Hyunseung merasa kekosongan besar dihatinya. Kepalanya memandang Sohyun yang juga memandangnya dengan mata tak berdosa. Bibirnya membentuk senyuman dan menggendong bayi mungil itu, “Appa miane, Sohyun.. Appa tidak bisa menjaga eomma hingga semua ini terjadi, jeongmal mianeyo..” gumamnya pelan dan memeluk putrinya.
Ditempat Lain.
Hyuna melangkah keluar dari kamar Kris masih sambil memikirkan mimpinya. Ia merasa pria yang berbicara padanya adalah orang yang sangat ia cintai, tapi ia tidak tau siapa pria itu.
Kris memandang Hyuna bingung, “Waeyo Hyuna?”
Hyuna mengangkat wajahnya memandang Kris, “Kris, kurasa sebaiknya aku pergi sendiri saja..”
“Hm? Wae?” Tanya Kris tak mengerti.
Hyuna menghela nafas dalam, “Aku tidak tau apa yang sebenarnya di terjadi di masa lalu, tapi aku merasa apa yang kulakukan sekarang sangat salah. Kurasa…” ia berusaha menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan, “Kurasa seharusnya aku tidak disini bersamamu..”
Kris tertegun, “Apa maksudmu?”
Hyuna menatap Kris dalam, “Aku juga tidak mengerti apa yang kurasakan Kris, aku…..”
“Kau merasa seharusnya kau bersama Hyunseung?” Tanya Kris dengan nada terluka.
“Aku tidak tau..” jawab Hyuna, “Tapi aku tau seharusnya aku tidak pergi bersamamu..” ucapnya pelan, “Maafkan aku..”
Kris melangkah maju dan memegang kedua bahu Hyuna, “Hyuna, dengar.. Kau sedang tidak tenang. Hanya itu, setelah semua ini berlalu, kau akan tau kalau bersamaku adalah keputusan terbaik yang seharusnya kau ambil..”
Hyuna diam sejenak, “Kris, kumohon jangan membuatku bingung..”
“Aku tidak membuatmu bingung, Hyuna. Aku berusaha memperjelas semuanya..” ucap Kris tegas.
Hyuna melepaskan tangan Kris dari bahunya, “Kris!!”
“Hyuna.. Kau tidak bisa melakukan ini padaku!” ucap Kris.
Hyuna menghela nafas dalam, “Kita bicara nanti, aku akan pergi menjemput Sohyun.” Ucapnya sambil melangkah ke pintu.
“Hyuna, aku akan mengantarkanmu..” ucap Kris sambil mengikuti Hyuna.
“Aku akan pergi sendiri Kris..” ucap Hyuna sambil terus melangkah.
“Aku akan mengantarkanmu hingga depan rumah Hyunseung dan menunggu diluar..” ucap Kris lagi.
Hyuna tetap tidak berhenti dan terus melangkah.
DIIIIIIINN!!
Hyuna terkejut sebuah mobil berhenti secara mendadak tepat beberapa senti sebelum mengenainya.
Kris langsung menghampiri Hyuna untuk memeriksa keadaannya, “Hyuna, gwenchana?”
Hyuna merasa sesuatu seperti itu pernah terjadi sebelumnya. Matanya bergerak-gerak mengingat kejadian mengerikan itu. kepalanya mulai terasa sakit. Satu tangannya bergerak memegang kepala dengan mata terpejam.
“Hyuna, kau kenapa?” Tanya Kris sambil merangkul Hyuna yang mulai terhuyung.
Saat itu Hyuna seperti melihat Hyunseung dan Sohyun diseberang jalan. Bayi mungilnya tampak menangis histeris di pelukan pria itu, jadi dia mempercepat langkahnya agar bisa segera tiba diseberang jalan. Matanya membesar menyadari sebuah mobil dengan jarak yang cukup dekat melaju kencang kearahnya. Tubuhnya terpental setelah membentur benda keras itu dan semuanya menjadi gelap.

=Rumah Keluarga Jang=
“Hyuna belum datang?” Tanya Hyunseung yang muncul di ruang tengah bersama Sohyun di gendongannya.
“Belum.. Mungkin sedang diperjalanan..” ucap Eunji.
Naeun menarik ponselnya dari telinga dan memandang layarnya bingung, “Hmm..ponsel Hyuna tidak aktif..” ucapnya.
“Mungkin dia lupa mengisi batrainya..” ucap Eunji.
Hyunseung menghela nafas dalam dan duduk disofa sambil mendudukkan Sohyun di pangkuannya.
Naeun memandang Hyunseung sedih, “Oppa, apakah kalian harus berpisah?”
Hyunseung diam sejenak, lalu memandang Naeun. “Ne..”
Naeun menunduk sedih, “Aku yakin semua ini karena Hyuna lupa ingatan, jika ingatannya kembali dia akan menyesali semuanya..”
Hyunseung kembali menghela nafas dalam, “Jika memang ingatannya kembali, jika tidak dia akan bahagia bersama pria itu..”
Eunji memandang Hyunseung sedih, lalu tersenyum. “Ya.. menjadi duda keren tidak ada salahnya juga..” candanya.
Hyunseung tersenyum tipis, “Kurasa..”
“Eommmma…” ucap Sohyun sambil menghisap jarinya.
Hyunseung dan yang lainnya spontan memandang Sohyun kaget, “Sohyun, kau baru saja mengatakan eomma?” tanyanya tak percaya.
Sohyun hanya memandang ayahnya polos sambil menghisap jari telunjuknya.
“omo.. dia mengatakan kalimat pertamanya!” ucap Eunji tak percaya.
“Wuaaa.. Sohyun pintar..” ucap Naeun senang.
Hyunseung tersenyum lebar sambil menggendong Sohyun, “Aigoo.. kau pintar sekali..”
Sohyun tertawa lucu meskipun tidak tau apa yang membuat ayah dan para bibinya senang.
“Tapi, kenapa tiba-tiba dia mengatakan eomma saat Hyuna tidak ada?” Tanya Naeun tak habis pikir.
Hyunseung tertegun memandang Eunji dan Naeun, lalu memandang Sohyun. Perlahan dia kembali mendudukkan bayi mungil itu ke pangkuannya. “Beberapa saat sebelum Hyuna kecelakaan, Sohyun menangis histeris. Sepertinya dia tau apa yang akan terjadi pada ibunya..” ucapnya.
Eunji tertegun, “Maksudmu, sesuatu terjadi pada Hyuna?”
Wajah Hyunseung berubah tegang, “Mungkin..”
“Ohh.. eoteokhe?” ucap Naeun panic.

What do I do? I don’t remember right now..
I don’t remember anything..
What do I do if you suddenly pretend you know me?
(T-ara – 1977 Do You Know Me)

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 9]

  1. yeah akhirnya di post juga senang nya 😀
    gomawo hanna 🙂
    asekkkk hyuna udda mulai ingat tentang seungi , syukurlah , aq gg tega liat mereka berpisah kayak gini 😥
    next ^^

  2. akirnya hyuna unni bisa berfikir bener jugaa…
    walopun dya masi bingung sama perasaan nya gag seharusnya dya tinggal dgn kris oppa…
    lbh baik lg dya tinggal sendiri sama sohyun drpd harus ngelukain banyak orang…
    ahhhhh cepet inget semua nya yaaa unni..
    kasian hyun oppa..
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s