Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 22]

–Now! There is No Tomorrow For us! 5–

22

Why do only tears come out when I can’t erase you?
It feels like you’re going to comeback..
Like a fool, I couldn’t hold onto you..
I dislike myself for being like this..
(Hyuna – To My Boyfriend)

Hyunseung langsung berdiri begitu mendengar seseorang masuk ke rumah, dahinya berkerut melihat Hyuna berjalan sempoyongan sambil memegang kepalanya. “Kim Hyuna?”
Hyuna memandang Hyunseung dan berusaha memfokuskan pandangannya, “Oh, oppa..” ucapnya sambil tersenyum, lalu menghampiri pria itu.
Hyunseung tak percaya mencium aroma alcohol dari tubuh gadis itu, “Kau mabuk?!”
Hyuna cemberut dan menggeleng, “Ani, siapa bilang aku mabuk?”
Hyunseung memutar bola matanya kesal dan menarik tangan Hyuna ke kamar.
Hyuna menahan langkahnya dan menarik tangannya, “Oppa! Berhenti kasar padaku!” serunya.
Ibu dan ayah Hyunseung keluar dari kamar mendengar seruan Hyuna.
“Oh Hyuna, kau baru pulang?” Tanya ibu Hyunseung tak percaya.
“Miane eomma..” ucap Hyunseung menyesal dan merangkul Hyuna.
“Ahh!!” seru Hyuna sambil melepaskan tangan Hyunseung dari bahunya.
“Hyuna? Kau mabuk?” Tanya ayah Hyunseung tak percaya, lalu berpandangan dengan istrinya.
Hyuna tersenyum, “Aniya..” jawabnya sambil menggeleng.
“Maafkan aku..” ucap Hyunseung menyesal dan langsung menarik Hyuna ke kamar meskipun gadis itu terus memberontak.
“Lepaskan!!” seru Hyuna sambil menarik tangannya begitu tiba di kamar.
Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna, kau gila? Kenapa kau pulang selarut ini dan mabuk?!”
Hyuna memandang Hyunseung sejenak, lalu mulai membuka baju hangatnya hingga kedua bahunya terekspose sambil menatap pria itu menggoda. “Oppa, dulu aku sangat mahir melakuan ini..” ucapnya, lalu mulai melakukan gerakan sexy sambil mendekati Hyunseung.
Hyunseung menghela nafas kesal dan mencengkeram kedua lengan gadis itu sambil menatapnya kecewa, “Kim Hyuna!! Kau benar-benar membuatku malu hari ini!”
Hyuna tertegun mendengar ucapan Hyunseung.
“Pertama di depan karyawanku, kedua di depan orangtuaku!” ucap Hyunseung.
Hyuna menunduk dan melepaskan tangan Hyunseung dari lengannya. Hatinya terasa benar-benar sakit. Bulir air mulai berjatuhan dari matanya. Tubuhnya merosot dan terduduk dilantai.
Hyunseung menghela nafas dalam untuk menetralkan emosinya, lalu menyamakan tingginya dengan Hyuna. “Miane, aku tidak bermaksud seperti itu..”
Hyuna memandang Hyunseung dengan air mata berjatuhan, “Kenapa oppa meminta maaf? Semua ini salahku..” ucapnya pelan.
Hyunseung menatap Hyuna sedih, kedua tangannya bergerak memegang pipi gadis itu dan menatapnya dalam. “Aniya, semua ini hanya salah paham. Ayo, ganti bajumu dan tidur. Kita bicarakan ini besok pagi..” ucapnya sambil menarik Hyuna bangkit.
Hyuna mendorong tangan Hyunseung yang hendak menariknya dan menatap pria itu sedih.
“Hyuna, kemanhe..” ucap Hyunseung pelan.
Bulir air mata Hyuna terus berjatuhan begitu saja. Kepalanya menggeleng dan memegang kedua pipi Hyunseung, “Miane oppa..” ucapnya menyesal, “Aku yang menyebabkan semua ini terjadi..”
“Aniya..” ucap Hyunseung.
Hyuna menatap kedua mata Hyunseung dalam, mengagumi betapa indahnya tatapan pria itu. “Aku hanya merasa tidak berdaya…” ucapnya, mengingat bagaimana perasaannya ketika harus menghadapi semuanya sendiri setelah ayahnya pergi begitu saja.
“Kemanhe Hyuna..” pinta Hyunseung.
Hyuna mengangguk dengan bulir air mata terus berjatuhan, “Aku juga sering mengatakan itu pada diriku..” ucapnya, “Tapi aku tidak bisa..” ucapnya, ia seperti menerawang jauh mengenang masa lalu. “Kemanhe Hyuna, untuk apa kau melanjutkannya? Akhiri semuanya..” ucapnya pada diri sendiri.
Hyunseung menyeka air mata Hyuna dan menatapnya menyesal, “Miane..”
Tangan Hyuna yang memegang pipi Hyunseung melemah dan jatuh ke pangkuannya, bulir air matanya kembali berjatuhan. “Jika aku bisa memutar waktu, aku tidak akan melakukan kesalahanku. Aku akan memperbaiki semuanya..”
Hyunseung membelai rambut Hyuna dan menatapnya sedih, “Tidak ada yang perlu di perbaiki, sudahlah..”
Hyuna kembali menatap kedua mata Hyunseung, “Aku seharusnya tidak mencarimu..” ucapnya menyesal dan memegang dadanya, “Seharusnya aku menanggungnya sendiri hingga hidupmu tidak akan seperti ini..” kedua tangannya memegang kedua pipi pria itu, “Miane oppa..” dia mulai menangis pedih sambil kembali memegang dadanya yang terasa sesak.
Bulir air mata Hyunseung ikut berjatuhan merasakan kesedihan Hyuna, dengan lembut ia menarik gadis itu ke pelukannya dan membiarkan gadis itu menangis hingga merasa lebih baik.
“Miane oppa..” tangis Hyuna.
“Aniya, kau tidak salah. Jangan meminta maaf..” ucap Hyunseung menahan tangis.
Tangis Hyuna perlahan berhenti dan langsung tertidur karena pengaruh alcohol.
Hyunseung menghela nafas dalam dan memandang gadis itu sedih, “Miane..” gumamnya, lalu mengangkat gadis itu ke tempat tidur. Dengan hati-hati ia melepaskan baju hangat Hyuna dan melepaskan sepatu high heelsnya, lalu menyelimutinya.
Paginya.
Hyuna terbangun karena perutnya terasa aneh. Dengan cepat ia bangkit dan berlari ke kamar mandi untuk muntah di kloset. Setelah mengeluarkan hampir semua isi perutnya, ia terduduk di lantai kamar mandi karena kepalanya masih terasa sakit.
Hyunseung masuk ke kamar mandi dan menghampiri Hyuna, “Kepalamu sakit?” tanyanya sambil membelai rambut gadis itu.
Hyuna memandang Hyunseung dan mengangguk, “Ne..”
“Aku sudah membuatkanmu teh madu, ayo..” Hyunseung membantu Hyuna bangkit dan membawanya duduk ke pinggir tempat tidur. Lalu memberikan cangkir teh madu yang ia buat tadi.
Hyuna meneguk isi cangkir itu sedikit dan kembali memijat dahinya. Setelah beberapa saat ia kembali memandang Hyunseung, “Oppa tidak bekerja?”
Hyunseung menggeleng sambil tersenyum, “Aniya, ini hari Sabtu..”
“Oh..” ucap Hyuna sambil mengangguk.
“Merasa lebih baik?” Tanya Hyunseung.
“Hmm..” gumam Hyuna, lalu memandang Hyunseung, “Bagaimana aku tiba dirumah?”
“Mmm.. kau pulang sendiri dalam keadaan mabuk..” ucap Hyunseung dan mengelus rambut Hyuna, “Kenapa kau pergi seorang diri dan tidak mengangkat panggilanku? Aku sangat khawatir…”
Hyuna menatap Hyunseung sedih, lalu menunduk menyesal. “Miane oppa..” ucapnya pelan. Bulir air matanya kembali mengalir mengingat apa yang terjadi di kantor Hyunseung kemarin.
“Gwenchana, jangan menangis Hyuna..” ucap Hyunseung sambil menyeka air mata Hyuna.
“Aku tidak tau mengapa aku datang ke kantormu kemarin, aku benar-benar menyesal oppa..” ucap Hyuna.
Hyunseung memegang pipi Hyuna dan menatapnya dalam sambil mengangguk, “Ne..” jawabnya, “Sudahlah.. jangan di pikirkan lagi.” Ucapnya sambil menyeka air mata Hyuna yang kembali mengalir.
Hyuna menatap Hyunseung dalam, “Oppa…” ucapannya terputus karena pria itu menutup bibirnya dengan ibu jari pria itu.
“Kemanhe..” ucap Hyunseung dan tersenyum, lalu memajukan wajahnya untuk mencium Hyuna dalam.
Hyuna memejamkan matanya dan memeluk leher Hyunseung. Bulir air matanya tetap mengalir disudut matanya.
Hyunseung menarik wajahnya agar bisa menatap wajah Hyuna secara keseluruhan sambil mendorongnya berbaring, lalu kembali menciumnya dalam.
……………………………………………………..
Hyunseung mengelus rambut Hyuna yang membaringkan kepala dadanya. Setelah sekian lama berkutat dengan pekerjaannya, kali ini ia benar-benar menghabiskan waktunya dengan gadis yang sangat ia cintai.
“Oppa, Sohyun sudah bangun?” Tanya Hyuna sambil mengangkat kepalanya dan memandang Hyunseung.
“Ne, aku meminta eomma dan appa membawanya ke kebun binatang karena ini akhir minggu…” jawab Hyunseung.
“Hm? Wae?” Tanya Hyuna bingung.
“Agar aku bisa menghabiskan waktu denganmu..” jawab Hyunseung sambil tersenyum.
Wajah Hyuna terasa panas dan menyandarkan punggungnya ke bantal disebelah Hyunseung sambil tetap menahan selimut menutupi dadanya.
“Oh ya..” ucap Hyunseung sambil mengambil sesuatu di laci dan memberikannya pada Hyuna.
Hyuna bingung melihat kotak berukuran sedang itu dan memandang Hyunseung, “Ige mwoya?”
“Bukalah..” ucap Hyunseung.
Hyuna membuka kotak itu dan tertegun melihat sebuah kalung berlian, lalu memandang Hyunseung tak percaya.
Hyunseung tersenyum, “Hadiah untuk peringatan pernikahan kita..”
“Kupikir oppa tidak ingat..” ucap Hyuna tak percaya.
Hyunseung mengangkat satu tangannya keatas kepala Hyuna dan merangkul gadis itu, “Tidak mungkin aku lupa..” ucapnya, “Hanya saja kemarin aku tidak ada waktu memberikan hadiah ini dengan suasana yang romantis, jadi aku menunggu saat yang tepat..”
Hyuna cemberut, “Paling tidak oppa bisa mengatakannya kan..”
Hyunseung tertawa kecil, “Miane..”
Hyuna tersenyum lebar memandang kalung itu, “Hmm.. ini cantik sekali..”
Hyunseung menatap Hyuna dalam, “Miane..” ucapnya lebih dalam.
Hyuna memandang Hyunseung heran, “Oppa sudah mengatakannya 2 kali..”
Hyunseung memandang Hyuna menyesal, “Aku meminta maaf karena membuatmu berpikir aku malu karena keberadaanmu.”
Hyuna diam sejenak, lalu menunduk. “Aniya, kurasa itu memang benar..”
Hyunseung merasa bersalah berkali lipat mendengar ucapan Hyuna, tangannya yang lain menarik dagu gadis itu dan mencium bibirnya lembut. Lalu menatap kedua matanya penuh arti, “Aku tidak pernah malu atas dirimu. Aku benar-benar merasa beruntung kau ada disisiku. Terima kasih untuk tetap bertahan untukku. Aku tau kau mengalami banyak kesulitan karena bersamaku, mungkin jika aku yang berada diposisimu. Aku sudah menyerah dan pergi. Tapi kau tetap bertahan, memberikanku semangat dan mencintaiku sepenuh hatimu.”
Hyuna tersentuh mendengar ucapan Hyunseung dan memegang pipi pria itu, “Aku bertahan karena hanya kau yang membuatku merasa kuat. Saat semuanya terasa berat bagiku, cukup dengan melihatmu, aku merasa kembali kuat dan melewatinya dengan baik.”
Hyunseung kembali mencium Hyuna dalam dan membiarkan instingnya bekerja sekali lagi. ^o^

It can’t be if it’s not you..
I can’t be without you..
It’s okay if I’m hurt for a day and a year like this..
It’s fine even if my heart’s hurt..
Yes because I’m just in love with you..
(Yesung – It has to me You)

<<Back     Next>>

Advertisements

7 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 22]

  1. aq kira seungi lupa am hri anniversary mereka , ternyata gg 🙂
    1 masalah selesai tinggal masalah jihyun itu -_-
    next jangan buat hyuna terlalu sedih ya ^^
    nextt ditunggu chinguyaaaa 🙂

  2. Aduuhh….. makasihh udah bikin aq nagis lagii 😥
    Walopun gitu, suka banget ama ff ini..
    Thanks buat update’a yg langsung bejibun yahh ㅋㅋㅋ

    Ayoo ayoo d’lanjut lagiii.. 🙂

  3. agghhhh akirnya mereka kembali manis2an..
    setelah menggalau ria d bbrp chap sebelum nya akirnya bisa dapetin manis nya 2hyun lagiii…
    aduuhhhh jadi makin pebasaran sama komenan nya hanna unni..
    apa yg akan buat hyun oppa nangis…
    >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s