Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 20]

–Now! There is No Tomorrow For us! 3–

20

I want to play with you, I want to play with you lady..
Tell me everything you want, baby I’ll doit for you..
Don’t compare with the guys from before..
For you, for you, for you.. tonight is a night for you..
(JS ft Hyuna – The Girl who Wants to Play)

“Ne? Hyunseung oppa sampai tidak pulang karena harus lembur?” Tanya Naeun tak percaya saat dia, Baekhyun dan Hyuna duduk di kafetaria.
“Ahh.. pria macam apa itu?” Tanya Baekhyun sebal.
Hyuna menghela nafas dalam sambil mengaduk-aduk minumannya dengan pipet, “Ne..” ucapnya pelan, “Dia mungkin lupa ulang tahun pernikahan kami beberapa hari lagi..”
Naeun tertegun, “Ne? jinja?”
Hyuna mengangguk berat.
“Hmm.. pasti pekerjaan Hyunseung oppa sangat berat sekarang..” ucap Naeun prihatin.
“Begitulah.. presentasi dengan klien dari luar negeri itu semakin dekat. Hyunseung oppa juga semakin sibuk hingga tidak ada waktu lagi dirumah. Meskipun pulang, dia tetap akan menyelesaikan pekerjaannya.” Jelas Hyuna sebal.
“Ahhh… sudah kubilang manusia es itu tidak akan berubah. Kenapa kau menikahinya?” Tanya Baekhyun sebal.
Naeun menatap Baekhyun sebal, “Ya! Tutup mulutmu!”
“Ne, kau benar..” ucap Hyuna pada Baekhyun.
Naeun menatap Hyuna tak percaya, “Ya Kim Hyuna, kenapa malah ikut-ikutan seperti Baekhyn?” tanyanya sebal, “Dengar, jika Hyunseung oppa tidak ingat. Buatlah sebuah kejutan untuknya.”
Hyuna memandang Naeun bingung, “Kejutan seperti apa?”
Naeun tersenyum evil, “Mau dengar usulku?”
Hyuna ikut tersenyum evil melihat ekspresi Naeun, “Kau pasti sudah ketularan ide anehnya Taemin oppa..”
Baekhyun memandang kedua temannya bergantian, “Apa idenya?”

=Dua Hari Sebelum Ulang Tahun Pernikahan=
Hyuna membantu Hyunseung mengenakan dasi dan merapikan jas yang dikenakan pria itu, “Oppa, besok kau bisa pulang lebih cepat?”
Hyunseung berpikir sejenak, “Entalah, wae?”
Hyuna tersenyum, “Pokoknya pulang cepat saja.. Oke?”
Hyunseung memandang Hyuna bingung, “Lusa aku akan mempresentasikan hasil pekerjaanku selama hampir sebulan ini, mungkin besok akan lebih sibuk..”
“Oh.. dengan klien dari luar negeri itu?” Tanya Hyuna.
Hyunseung mengangguk, “Ne..”
“Hmm.. apa oppa bisa pulang sekitar pukul 11 malam?” Tanya Hyuna.
Dahi Hyunseung berkerut, “Wae?”
“Jawab saja bisa atau tidak..” ucap Hyuna sebal.
“Mmm.. kurasa bisa. Aku akan mengusahakannya.” Ucap Hyunseung sambil tersenyum, “Baiklah, aku pergi sekarang..” ucapnya dan mencium dahi Hyuna.
“Bye oppa..” ucap Hyuna dan memperhatikan Hyunseung hingga menghilang dari balik pintu.
Sorenya.
Hyuna masuk ke kafe dan langsung tersenyum melihat Naeun sudah menunggunya.
“Hyuna-a..” panggil Naeun.
Hyuna duduk di hadapan Naeun, “Apa aku terlambat?”
Naeun menggeleng, “Aniya, aku juga baru tiba. Bagaimana? Kau sudah menyiapkan semuanya?”
Hyuna tersenyum malu dan mengangguk, “Ne.. kuharap dia menyukainya..” ucapnya dengan wajah merona.
Naeun tersenyum evil, “Tapi tidak akan lengkap tanpa ini..” ucapnya sambil mengambil tas kertas dan meletakkannya di atas meja, lalu menyodorkanya kepada Hyuna.
Hyuna mengambil tas kertas itu dan mengintip isinya, “Hm? Apa ini?” tanyanya sambil membuka bungkusan kertas didalam. Matanya langsung membesar melihat apa itu, “Omo!!” ucapnya kaget dan menatap Naeun tak percaya, “Ige mwoya?” tanyanya setengah berbisik.
Naeun menahan tawanya, “Kau bisa mengenakannya dan melakukan dance sexy di depan Hyunseung oppa, bukankah itu menarik?”
Hyuna memandang ke kanan dan kiri memastikan tidak ada yang mendengar ucapan Naeun barusan, lalu menatap temannya itu kesal. “Ya! Ini memalukan!” ucapnya sambil mengembalikan tas kertas itu.
“Aigoo..” Naeun kembali mendorong tas kertas tadi kepada Hyuna, “Kenapa memalukan? Dia kan suamimu..”
“Aissh.. Hyunseung oppa tidak akan suka melihatku seperti itu!” ucap Hyuna kesal.
Naeun tersenyum evil, “Siapa bilang? Kau kan belum mencobanya..” ucapnya sambil menggerakkan alisnya naik turun, “Sudah.. simpanlah..” ucapnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Hyuna merasa wajahnya seperti terbakar karena malu, “Naeun-a..”
“Aigoo.. sudah turuti saja ucapanku!” ucap Naeun sebal.
Hyuna menggigit bibir bawahnya sambil melirik tas kertas itu, “Keure.. Tapi aku tidak akan mengenakannya besok malam..” ucapnya sambil mengambil tas kertas  itu dan meletakkannya ke kursi disebelahnya.

=Sehari sebelum ulang tahun pernikahan=
Hyuna menggendong Sohyun dan menghampiri Hyunseung yang sedang merapikan pakaiannya di cermin, “Oppa, sudah siap?”
“ne..” jawab Hyunseung dan memandang Hyuna, “Aku pergi..” ucapnya dan mencium Sohyun, lalu pergi begitu saja.
Hyuna berbalik memandang Hyunseung, “Oppa..”
Hyunseung berhenti di ambang pintu, “Ne?”
“Jangan lupa untuk pulang lebih awal malam ini..” ucap Hyuna mengingatkan sambil tersenyum.
“Oh.. ne..” jawab Hyunseung dan langsung pergi.
Senyum Hyuna luntur perlahan, “Hanya itu?” gumamnya bingung.

=11.15 pm=
Hyuna tersenyum memandang dirinya di cermin. Dengan make up tipis yang membuatnya terlihat lebih fresh, juga baju rajutan hangat dan celana santai yang membuatnya terlihat imut. Ia berbalik dan melihat tempat tidur tertata rapi dengan sebuah surat yang sengaja ia tulis khusus untuk hari specialnya dan Hyunseung. Juga taburan kelopak bunga yang membuat suasana terasa lebih romantic. “Sudah semua, aku hanya perlu menunggu oppa pulang..” ucapnya, lalu keluar kamar dan duduk di ruang tengah menunggu Hyunseung.
1 jam.. 2 jam.. 3 jam..
Hyuna yang menopang kepalanya dengan tangan terkejut karena hampir saja terjatuh, tanpa sadar ia tertidur di sofa. Dengan mata mengantuk ia memandang sekitar ruang tengah yang sengaja tidak ia hidupkan lampunya bingung, “Hm? Oppa belum pulang juga?” gumamnya tak mengerti, lalu melihat layar ponselnya. Sudah pukul 1.45 pagi. Berarti sudah masuk hari peringatan pernikahan mereka yang pertama. “Oppa belum pulang juga?” gumamnya, lalu memanggil nomor pria itu.
Hyunseung masih berkutat dengan berkas-berkasnya dan secangkir kopi di sebelahnya, “Ahh.. kenapa ini bisa salah?” gumamnya kesal, ponselnya bergetar. Tangannya bergerak mengambil ponsel di ujung meja dan memandang layarnya, “Hyuna? Dia belum tidur?” gumamnya tak mengerti dan mengangkatnya, “Ne, Hyuna..”
“Oppa, bukankah aku memintamu pulang lebih cepat?” Tanya Hyuna mengingatkan.
“Ne?” ucap Hyunseung bingung dan kembali mengingat-ingat, “Ahhh.. miane, sepertinya aku tidak bisa pulang malam ini..”
Hyuna tertegun, “Ne?”
“Miane, Hyuna-a.. aku sangat sibuk, besok akan kuhubungi lagi. Sampai besok..” ucap Hyunseung dan memutuskan telepon.
Hyuna terpaku di tempatnya sesaat, lalu memandang ponselnya. Meskipun sangat sedih karena Hyunseung lupa hari penting mereka, ia tetap berusaha mengerti. Dengan berat hati ia bangkit dan kembali ke kamar. Sekarang ia hanya bisa menatap semua yang sudah ia siapkan sedih. Akhirnya ia kembali membersihkan semuanya dan tidur.
Keesokan harinya.
Ibu Hyunseung memandang Hyuna bingung karena tidak menyentuh makanannya setelah menyuapi Sohyun, “Hyuna-a, waekeure?”
“Hm?” Hyuna memandang ibu Hyunseung bingung, “oh.. aniya, eommanim..”
Ibu Hyunseung menghela nafas dalam dan memegang tangan Hyuna, “Kau khawatir tentang presentasi Hyunseung hari ini?”
Hyuna diam sejenak, lalu mengangguk pelan.
Ibu Hyunseung tersenyum hangat, “Gwenchana, semuanya akan berjalan dengan baik. Hyunseung sudah menyiapkannya dengan sangat sempurna..”
Hyuna tersenyum tipis dan mengangguk, “Ne eomma..”
“Apa kau akan melakukan sesuatu hari ini?” Tanya Ibu Hyunseung.
“Mmm.. mungkin hanya berjalan-jalan di sekitar sini bersama Sohyun..” jawab Hyuna.
Ibu Hyunseung mengangguk dan melanjutkan makannya lagi.
Hingga sore Hyuna tidak mendapat pesan dari Hyunseung yang mengucapkan selamat atau pun menunjukkan pria itu ingat dengan hari pernikahan mereka.
Hyuna yang menemani Sohyun bermain boneka mendengar ponselnya berbunyi dan segera melihat siapa yang memanggil, berharap itu adalah panggilan dari Hyunseung. Ternyata Naeun. Ia menghela nafas dalam dan mengangkatnya, “Ne, Naeun-a..”
“Ya.. bagaimana? Apakah berhasil?” Tanya Naeun penasaran.
Hyuna diam sejenak, “Mmm.. ne..”
“Apa kau mengenakan pakaian yang kuberikan?” Tanya Naeun lagi.
“Ani, itu memalukan..” jawab Hyuna berusaha terdengar sebal.
“Aigoo.. kau harus melihat respon Hyunseung oppa dulu baru berkata itu memalukan..” ucap Naeun, “Apa yang kalian lakukan untuk perayaannya?”
“Hanya berbicara mengenai memori indah dan tidur..” jawab Hyuna.
“Ne? hanya itu?” Tanya Naeun tak percaya.
“Oh.. Hyunseung oppa terlalu lelah dengan pekerjaannya, jadi kami tidak bisa memiliki waktu banyak..” jawab Hyuna.
“Ahh.. tidak seru..” ucap Naeun sebal.
Hyuna menahan tawa palsu, “Dasar otak mesum..” ucapnya pelan.
Naeun tertawa kecil, “Aniya, aku hanya ingin membantumu. Kau saja yang berlebihan. Baiklah, sampai besok di kampus..” ucapnya.
“Ne, bye..” ucap Hyuna dan memutuskan telepon, lalu mengelus kepala Sohyun yang masih asik bermain. “Uuu.. yepeuta..” ucapnya mengomentari apa yang dilakukan putrinya. Tak lama, sebuah ide muncul dikepalanya. ‘Hmm.. kenapa aku sedih? Wajarkan jika Hyunseung oppa lupa dengan hari penting seperti itu, dia kan sedang sibuk. Jika Hyunseung oppa sibuk, kenapa tidak aku ingatkan?’ batinnya dan tersenyum.

=Kantor Hyunseung=
“And this is end of my presentation. Thank you..” ucap Hyunseung menyudahi presentasinya di depan para klien setelah hampir setengah jam berbicara.
Klien-klien Hyunseung mengangguk sambil saling berkomentar.
“Mr. Jang, Your presentation so interesting! I hope we can be a good partner.” ucap pria yang mengenakan jas biru sambil menjabat tangan Hyunseung.
Hyunseung tersenyum lebar, “Yes, me too..”
Setelah rapat.
Hyunseung tak percaya ia benar-benar mendapatkan proyek besar itu. ini adalah awal dari karir cemerlangnya.
“Oppa! Kau mendapatkannya?!! Omo!! Kau luar biasa!!” ucap Jihyun begitu Hyunseung keluar dari ruang rapat dan memeluknya.
Hyunseung terkejut dan langsung melepaskan pelukan Jihyun, apalagi semua klien memandang mereka. “Ya! Apa yang kau lakukan?!” tanyanya tertahan.
Jihyun cemberut menatap Hyunseung, “Wae? Aku kan hanya ingin menyelamatimu..”
Hyunseung menatap Jihyun kesal.
“Oh, so is that true Mr. Nam daughter is you fiancée, Mr. Jang?” Tanya seorang klien Hyunseung.
Hyunseung menatap kliennya kaget, “What? Oh.. that’s..”
Jihyun langsung memeluk lengan Hyunseung dan tersenyum lebar pada para klien Hyunseung, “Oh my god, that news spreaded already?” ucapnya tak percaya.
Hyunseung tertegun dan memandang Jihyun kaget.
“Woaaa.. you have good taste about woman, Mr. Jang..” ucap pria bule itu.
Jihyun tersipu malu.
Begitu para tamunya pergi, Hyunseung menatap Jihyun tajam. “Apa maksudmu dengan semua ini?!”
Jihyun memandang Hyunseung tak mengerti, “Oppa, seharusnya kau berterima kasih karena aku membantumu..”
“Mwo? Berterima kasih? Ya, kau gila?! Aku sudah menikah dan memiliki anak! Bagaimana mungkin aku bertunangan denganmu!” ucap Hyunseung marah.
Jihyun menahan tawa, “Oppa, aku anak direktur besar yang sudah sangat terkenal di dunia bisnis internasional. Jika mereka tau kau bertunangan denganku, mereka tidak akan berpikir dua kali untuk bekerja sama denganmu.” Ucapnya, “Asal kau tau, mereka bisa saja langsung memutuskan hubungan kerja sama jika tau kau menikahi seorang penari striptis!!”
Hyunseung merasa terbakar mendengar ucapan Jihyun, “Mwo?!”
Jihyun tersenyum sinis, “Jang sajangnim, memangnya aku tidak tau kenapa kau memutuskan hubungan pertunangan kita? Karena kau mencintai gadis bermasalah. Putus sekolah, bekerja sebagai penari striptis. Omo.. apa dia juga tidur dengan pria-pria?”
Hyunseung hampir melangkah maju untuk menampar Jihyun jika tidak bisa menahan dirinya, “Nam Jihyun! Aku tidak tau kau serendah ini!” ucapnya tertahan, lalu melangkah pergi.
Sementara itu, Hyuna melangkah memasuki perusahaan keluarga Jang seorang diri dengan senyuman di wajahnya. Ia tak sabar memberikan kejutan pada Hyunseung dan mengingatkan mengenai peringatan pernikahan mereka yang pertama. Langkahnya terhenti dan berubah menjadi bingung melihat Jihyun melangkah keluar dari lift dengan senyuman di wajahnya.
“Oh.. itu Nam Jihyun..” bisik seorang karyawati. “Kau tau? Dia mengaku sebagai tunangan Jang Hyunseung sajang di depan klien dari Amerika yang datang itu.”
Hyuna tertegun mendengar itu dan memperhatikan Jihyun yang terus melangkah keluar gedung.
“Ne, pasti ini cara menaikkan pamor Jang Hyunseung sajang. Dia kan masih baru di dunia bisnis, jadi perlu pendompleng..” bisik yang lainnya.
“Aneh, padahal Jang Hyunseung sajang kan sudah menikah. Bagaimana mungkin dia melakukan itu?” Tanya gadis yang pertama tak percaya.
“Ne? menikah? Kau bercanda? Memangnya ada pernikahan sungguhan dengan gadis klub?” ucap gadis yang satunya lagi.
“Aissh.. mereka terlihat sangat cocok..” bela gadis pertama.
“Jinja? Kau hanya melihat dari luar..” ucap gadis kedua, “Menurutku itu sangat memalukan! Apa gadis itu tidak ada malu lagi? Dia bahkan membawa anaknya kemari.. Ahh.. sudahlah, ayo..” ajaknya.
Hyuna terpaku di tempatnya. Tak menyangka julukan ‘gadis klub’ itu masih diingat para karyawati Hyunseung. Ia segera berbalik dan berjalan pergi sebelum ada orang yang menyadari siapa dia.

=Rumah=
Hyunseung memberikan kabar gembira itu keseluruh rumah meskipun ayahnya sudah terlebih dulu tau. Namun yang paling penting baginya, adalah memberitau Hyuna. “Hyuna! Aku mendapatkan proyek itu!!” ucapnya dan memeluk istrinya erat.
Hyuna tersenyum, “Ne, chukae oppa..”
Hyunseung tersenyum lebar, “Ahh.. aku merasa sangat beruntung. Ternyata kerja kerasku tidak sia-sia..” ucapnya.
Hyuna mengangguk, “Ne, oppa..”
“Aku akan menemani Sohyun tidur malam ini, kau tidurlah duluan..” ucap Hyunseung sambil membelai rambut Hyuna, lalu langsung berjalan cepat menuju kamar putrinya.
Hyuna terpaku melihat Hyunseung pergi, ‘Oppa, kau masih belum menyadarinya kan?’ batinnya kecewa.

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 20]

  1. sebel sama karyawan nya hyun oppa…
    kerja ny gosip ajaaahhh..
    ughhhh jihyun jugaaaa
    mulut ny pedes bangettt…
    pengen ngelakban rasa nyaaaa…
    ahhhhh oppa knpa gag d galakin aja sichhh tu cewekkk..
    udah dulu ngehina kluarga hyun oppa sekarang malah yg ngajakin kerjasama..
    dasaaarrr… sebenarnya sapa yg gag tau maluuuuu
    ugghhhh ssbeeellll banget (`へ´*)ノ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s