Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 19]

–Now! There is No Tomorrow For us! 2–

19

The love of my young days is ending like this..
You have to be happy..
Even if a long time passes by, we’ll still remember each other..
Those time when there was still “us”..
(2ne1 – Missing You)

Taemin berhenti melangkah begitu tiba di depan boarding pass bersama Krystal.
Krystal memandang Taemin sedih, “Oppa, I will miss you..”
Taemin tersenyum dan mengangguk, “Aku juga..” ucapnya dan memeluk adik sepupunya itu sesaat, lalu kembali memandangnya. “Sampaikan salamku pada orangtuamu..”
Krystal mengangguk pelan, “Ne..”
Taemin menahan tawa melihat ekspresi Krystal, “Jangan menangis, kita akan bertemu lagi nanti..”
Krystal memang berusaha keras menahan air matanya sejak tadi, “Aku tidak akan menangis..” ucapnya dengan suara bergetar.
Taemin tertawa lucu, “Sudahlah, masuk ke pesawatmu..”
Krystal memukul bahu Taemin sebal, lalu tertawa kecil. “Dasar oppa, apa kau tidak sedih berpisah denganku?” ucapnya sebal sambil tertawa, “Baiklah.. see you soon, oppa..” ucapnya sambil melangkah ke boarding pass.
“Ne, bye Cousin..” ucap Taemin sambil melambai. Ia kembali tersenyum lebar melihat Krystal kembali memandangnya dan melambai. Setelah sepupunya itu menghilang di balik pintu boarding pass, ia berbalik dan melangkah kelaur dari bandara. Sejujurnya ia juga merasa sedih karena Krystal sudah harus kembali ke Amerika, tapi toh mereka akan bertemu lagi nanti.
Krystal melangkah naik ke pesawat dan mencari dimana tempat duduknya, ia senang ternyata ia duduk di dekat jendela. Tak lama setelah ia duduk, seorang pria duduk di sebelahnya. Begitu menoleh, matanya membesar melihat siapa yang duduk disana.
Kris terpaku melihat Krystal, “Krystal?”
“Kris? Kenapa kau disini?” Tanya Krystal.
“Hm? Aku akan pergi ke Amerika..” jawab Kris, “Kau?”
“Aku akan pulang ke Amerika..” jawab Krystal.
Kris diam sejenak, lalu tersenyum. “Wuaah.. kebetulan yang aneh..”
Krystal tertawa kecil, “Memang aneh..”
Dan obrolan mereka terus berlanjut hingga pesawat mengudara.
“Kris, apa kau sudah bisa melupakan Hyuna eonni?” Tanya Krystal hati-hati.
Kris tersenyum sedih, “Karena itu aku pergi ke Amerika untuk memperluas jarak diantara kami..”
Krystal menghela nafas dalam dan memegang tangan Kris, “Kau pasti bisa melupakannya..”
Kris memandang Krystal dan mengangguk pelan, “Terima kasih..”
Krystal tersenyum.

=Ruang Kerja Hyunseung=
Hyunseung memandang Jihyun heran, “Nona Nam, aku bisa mempersiapkan presentasiku sendiri..” ucapnya.
Jihyun tersenyum, “Oppa, aku hanya melakukan apa yang ayahku katakan. Jika kau bisa membantumu, pasti lebih baik..”
“Aku menghargai niat baikmu, tapi aku tidak perlu bantuanmu..” ucap Hyunseung sopan.
Jihyun cemberut, “Oppa, kau kan sudah setuju untuk bekerja sama denganku. Biarkan aku membantumu..”
Hyunseung menghela nafas dalam untuk menetralkan emosinya yang mulai naik, “Nam Jihyun-ssi..”
“Oppa, jika ini karena masa lalu kita. Aku berjanji akan professional..” potong Jihyun.
Hyunseung tidak tau harus mengatakan apa lagi, sejujurnya ia menyesal menyetujui kerja sama itu sekarang.

=Beberapa Saat Kemudian=
Sohyun duduk di kursi bayi sambil memperhatikan Hyuna yang sedang memasukkan makanan ke tempat bekal.
“Sohyun-a, bagaimana jika kita memberi kejutan untuk appa?” Tanya Hyuna senang.
Sohyun yang mendengar kata ‘appa’ mulai berlonjak kegirangan, “Appa..” ucapnya sendiri.
“Ne, appa pasti senang kita mengunjunginya..” ucap Hyuna lagi.

=Perusahaan=
Hyunseung melangkah keluar dari lift setelah megikuti rapat bersama dewan direksi, kepalanya terasa seperti akan pecah. Namun ia tetap terlihat cool. Dahinya berkerut melihat Jihyun dari kejauhan.
“Oppa…” sapa Jihyun sambil melambai.
Hyunseung menatap Jihyun kesal, “Nam Jihyun-ssi, anda harus memanggilku dengan formal saat kita di muka umum..”
Jihyun cemberut, “Lagi pula tidak ada siapa pun disini..” ucapnya sebal.
Hyunseung menghela nafas kesal dan kembali melangkah menuju ruangannya.
“Oppa, tunggu aku..” ucap Jihyun sambil mengikuti langkah Hyunseung.
Sekretaris Hyunseung langsung berdiri dan membungkuk sopan, “Sajangnim, anda….”
“Jangan sekarang!” potong Hyunseung sambil terus berjalan menuju ruangannya.
Jihyun mengikuti Hyunseung masuk dan menarik tangannya, “Oppa, seharusnya kau makan siang dulu. Kenapa ingin melanjutkan pekerjaanmu?”
Hyunseung menatap Jihyun.
“Kau bisa sakit, makan siang denganku dulu bagaimana?” Tanya Jihyun sambil tersenyum manis.
Hyunseung tidak tau harus menggunakan kalimat apa agar gadis di depannya ini mengerti.
“Appah..”
Hyunseung tertegun mendengar panggilan itu dan menoleh kebelakang, matanya membesar melihat Hyuna berdiri di dekat sofa sambil menggendong Sohyun. “Hyuna..” ucapnya sambil melepaskan tangan Jihyun dari lengannya dan menghampiri Hyuna.
Jihyun memandang Hyuna bingung.
“Mmm.. sepertinya oppa sibuk sekali..” ucap Hyuna pelan.
“Aniya, aku baru saja ikut rapat bersama dewan direksi..” jawab Hyunseung, “Aigoo.. Sohyun-a..” sapanya sambil menggendong Sohyun.
Hyuna memandang Hyunseung dan kembali memandang Jihyun yang masih berdiri di tempatnya.
Hyunseung tau dia tidak bisa lepas dari situasi itu sekarang, “Mmm.. Hyuna, ini Nam Jihyun-ssi. Rekan kerjaku..” ucapnya.
Jihyun langsung melangkah maju dan menjabat tangan Hyuna, “Annyeong, kau istri Hyunseung oppa?”
Hyuna terkejut Jihyun langsung menjabat tangannya, “Oh.. ne, Kim Hyuna imnida..”
Hyunseung memandang Jihyun yang masih berdiri ditempatnya, “Nam Jihyun-ssi, bukankah kau akan pergi makan siang? Sampai jumpa lagi..” ucapnya tanpa ekspresi.
“Keure, sampai nanti Hyuna-ssi..” ucap Jihyun dan melangkah pergi.
Begitu Jihyun keluar, Hyuna kembali memandang Hyunseung.
Hyunseung tersenyum canggung, “Kenapa kau kemari tidak memberitauku?”
“Dia mantan tunanganmu kan?” Tanya Hyuna.
Hyunseung tertegun dan menggigit bibir bawahnya bingung, “Ne..” jawabnya berat.
“Kenapa oppa tidak memberitauku dia rekan kerjamu?” Tanya Hyuna dengan nada kecewa.
“Mmm.. Hyuna, itu bukan masalah besar. Dia hanya gadis yang terpaksa bertunangan denganku. Kau tau mengapa aku melakukannya, jadi kau tidak perlu khawatir..” ucap Hyunseung sambil memegang pipi Hyuna.
Hyuna menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya.
Hyunseung melihat tempat bekal di atas meja, “Oh, kau membawakanku makan siang?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Hyuna memandang tempat makan itu dan mengangguk, “Ne..”
Hyunseung bergerak duduk bersama Sohyun, “Wuaaah.. Sohyun dan eomma membawakan makan siang untuk appa?” tanyanya pada putrinya.
“Appahh..” ucap Sohyun sambil mengulurkan tangannya ke wajah Hyunseung.
Hyunseung tertawa kecil dan berpura-pura memakan tangan kecil putrinya, membuat gadis kecil itu tertawa lucu. Ia menyadari Hyuna duduk dengan wajah sedih di sebelahnya, itu membuatnya merasa bersalah. “Hyuna..”
Hyuna memandang Hyunseung tanpa menjawab.
Hyunseung mengulurkan satu tangannya dan menggenggam tangan Hyuna, “Yobo, apa yang kau risaukan? Aku tidak akan terpengaruh hanya karena Jihyun.” Ucapnya meyakinkan.
Hyuna berusaha menepis semua perasaan cemburunya dan tersenyum tipis, “Ne..”
Hyunseung tersenyum, “Kenapa kita tidak mulai makan saja?”
Hyuna mengangguk dan membuka tempat makanan yang dia bawa, “Oh.. appanim sudah makan siang?”
“Appa? Mm.. seingatku appa pergi makan siang bersama rekan bisnisnya..” jawab Hyunseung.
Hyuna mengangguk mengerti.

=Malamnya=
Hyunseung memandang Hyuna yang kembali ke kamar setelah menidurkan Sohyun, “Sohyun sudah tidur?” tanyanya sambil merangkul gadis itu ketika naik ke tempat tidur.
“Ne, dia sudah mulai berbicara dengan bahasanya sendiri.” Jawab Hyuna dan tertawa kecil.
Hyunseung tersenyum, “Aku sedih sekali tidak bisa bersamanya terus..”
“Gwenchana oppa, luangkan saja waktumu untuknya. Dia akan senang..” ucap Hyuna.
Hyunseung merasa beruntung benar-benar menikahi gadis di sebelahnya, “Ayo tidur..” ucapnya.
Hyuna bergerak memperbaiki posisi tidurnya dan menempelkan pipinya ke dada bidang Hyunseung.

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 19]

  1. ughhh jangan sampe jihyun bener2 jd ancaman buat 2hyun..
    menjauh lah oppa dr jihyun…
    jgn dekat2..
    kalo perlu jd lah namja ny dingin sama dya..
    hihihihi *kejam
    next ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s