Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 17]

–Who is That?–

17

“Maksudmu, kau akan membiarkan Boram masuk ke tubuhmu dan berbicara denganku?” Tanya Woram tak percaya.
Hyuna mengangguk, “Ne, dengan begitu dia bisa mengatakan padamu mengapa dia masih berada disini..”
Woram tampak memikirkan ucapan Hyuna, “Tapi, apakah bisa?”
Hyuna memandang Boram yang berdiri disebelah Woram, “Apakah bisa Boram-a?”
Boram tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
Hyuna tersenyum dan memandang Woram, “Boram berkata bisa..”
Woram tersenyum lebar, “Jinja? Apakah  bisa dilakukan sekarang?”
Hyuna menghela nafas dalam dan memandang Boram, “Kau bisa melakukannya sekarang..”
Boram mengangguk.
Hyuna memejamkan matanya dan menunggu apa yang akan terjadi. Perlahan rasanya hawa dingin merayapi tubuhnya, lalu lama kelamaan tubuhnya terasa membeku dan semuanya menjadi gelap baginya.
Woram menatap Hyuna yang masih duduk memejamkan mata dihadapannya.
Perlahan mata Hyuna kembali terbuka memandang Woram.
Woram memperhatikan ekspresi Hyuna yang terlihat kaku, “Boram?”
Hyuna tersenyum, “Woram-a..” ucapnya pelan.
Bulir air mata Woram menetes perlahan, “Boram?” ucapnya tak percaya dan memeluk Hyuna erat.
Hyuna yang sekarang dikuasai Boram tersenyum haru sambil mengelus punggung saudari kembarnya, “Uljima, aku baik-baik saja..”
Woram melepas pelukannya dan menatap Boram dalam, “Boram-a, kenapa kau tidak menampakkan dirimu padaku? Aku sangat merindukanmu..”
Bulir air mata Boram berjatuhan melalui mata Hyuna, “Woram, dunia kita sudah  berbeda. Aku tidak bisa menunjukkan diriku pada semua orang. Aku dan Hyuna seperti sudah di takdirkan bertemu dalam keadaan rumit. Karena itu dia bisa menemukan dimana jasadku. Jika aku bisa memilih, tentu aku juga ingin memperlihatkan diriku padamu. Tapi aku tidak bisa..”
Woram menggenggam kedua tangan Hyuna, “Kau akan tetap bersamaku kan? Kau akan tetap menemaniku kan?”
Boram menatap saudarinya sedih, lalu menggeleng pelan.
Woram tertegun, “Wae?”
“Woram, tempatku bukan disini. Aku harus menyebrang ke alam lain.” Jawab Boram berat.
“Ne? wae? Kau bisa disini bersamaku..” ucap Woram dengan suara bergetar.
“Aku tidak bisa..” ucap Boram, “Aku tidak bisa menyebrang ke alam lain karena kau belum merelakan kematianku. Relakanlah semuanya, ini memang takdir kita Woram..”
Woram menggeleng cepat, “Aniya! Aku tidak akan merelakan kematianmu!! Bagaimana mungkin aku bisa!!”
“Kau  bisa! Kau hanya perlu memikirkanku dan semua kenangan manis kita.” Ucap Boram.
Woram kembali menggeleng, “Aniya, Boram.. Aku tidak bisa.. Kumohon jangan pergi..”
“Aku harus Woram..” ucap Boram memohon, “Jika aku tetap disini, aku akan menderita. Karena tempatku bukan disini.”
“Jika kau pergi bagaimana denganku?” Tanya Woram putus asa.
Boram menatap saudarinya sedih, lalu memegang kedua pipinya. “Kau masih bisa melanjutkan hidupmu. Jalanmu masih panjang. Sedangkan aku sudah selesai, aku punya jalanku yang lain sekarang…”
Woram tak bisa memikirkan hidupnya tanpa saudarinya, “Aku tidak bisa Boram..”
“Kau pasti bisa..” ucap Boram, “Oppa akan membantumu, semua orang akan berada disisimu melewati ini.. Jika kau selalu bersedih, aku juga akan ikut bersedih. Kau harus kembali menjadi Woram yang ceria, yang selalu disukai siapa saja..”
Woram menatap Boram dengan bulir air mata terus berjatuhan.
Sementara itu.
Hyunseung tidak bisa memejamkan matanya karena Hyuna belum juga kembali, “Ahh.. kenapa lama sekali?” gumamnya sebal. Perlahan ia bangkit dan meletakkan bantal di sisi kanan dan kiri Sohyun, lalu turun dari tempat tidur dan melangkah keluar. Ia juga langsung menuju tangga dan naik ke lantai atas, “Hyuna?” panggilnya didepan kamar, namun tak ada jawaban. “Hyuna-a..”
Pintu terbuka, namun yang muncul Naeun, “Oppa? Waeyo?”
“Hyuna ada disini?” Tanya Hyunseung.
Naeun mengerutkan dahinya, “Hyuna? Ani..”
Hyunseung tertegun, “Ani? Tadi dia bilang ingin mengobrol dengan kalian..”
“Hm? Dia sama sekali tidak kemari oppa..” jawab Naeun.
Eunji muncul dibelakang Naeun, “Waeyo?”
“Ini eonni, Hyunseung oppa bertanya tentang Hyuna..” jawab Naeun.
“Hyuna? Ada apa dengannya?” Tanya Eunji.
“Tadi dia berkata akan mengobrol bersama kalian, apa dia benar-benar tidak kemari?” Tanya Hyunseung tak percaya.
Eunji dan Naeun saling berpandangan, “Aniya..”
Taemin dan Key ikut keluar dari kamar karena mendengar suara Hyunseung.
“Hyunseung, waeyo?” Tanya Taemin bingung.
“Apa kalian melihat Hyuna?” Tanya Hyunseung.
“Hyuna? Ani..” jawab Key dan Taemin hampir bersamaan.
Hyunseung merasa sesuatu buruk akan terjadi, lalu melangkah cepat kembali menuruni tangga. “Hyuna!! Kim Hyuna!!” panggilnya ke arah dapur, tidak ada jawaban.
Yang lainnya langsung ikut mencari ke sekitar rumah.
“Eunji, Naeun.. Tolong jaga Sohyun, kami akan mencari disekitar rumah..” ucap Hyunseung, lalu keluar bersama Taemin dan Key.
“Ya, Hyunseung.. memangnya Hyuna berani keluar sendirian?” Tanya Key bingung.
“Entahlah.. bisa saja dia keluar karena bosan..” jawab Hyunseung sambil terus mencari.
“Hyuna!!” panggil Taemin kesekitar taman.
Key tiba-tiba teringat pertanyaan Hyuna mengenai berkomunikasi dengan orang mati karena itu sangat aneh menurutnya, “Hyunseung-a..” panggilnya.
Hyunseung memandang Key, “wae?”
“Mmm.. Tadi siang Hyuna bertanya padaku tentang berkomunikasi dengan orang mati, apa semua itu ada hubungannya?” Tanya Key memastikan.
Hyunseung tertegun, “Dia apa?”
“Dia…” Key belum sempat mengulang ucapannya karena Hyunseung langsung setengah berlari ke rumah sebelah, “Ahh.. kupikir dia memintaku mengulang apa yang kuucapkan..” ucapnya sebal.
“Ya.. kemana Hyunseung?” Tanya Taemin bingung.
Key memandang Taemin bingung.
Kamar Woram.
Boram menggenggam erat tangan saudarinya, “Woram, meskipun sekarang aku tidak bersamamu lagi. Aku tetap saudarimu, aku akan selalu hidup dihatimu. Kita hanya menunggu saat dimana kita akan kembali bersama lagi, kau mengerti kan?”
Woram menatap Boram dalam, “Kenapa kita tidak bisa bersama sekarang dan selamanya?”
“Karena takdirku mengharuskanku pergi terlebih dulu. Kau tenang saja, aku akan menunggukmu disana. Kau harus menjalani hidupmu dengan bahagia. Hidup bersama pria yang kau cintai, memiliki keluarga kecilmu, dan meninggal diusia tua bersama cucu-cucumu..” ucap Boram berusaha tersenyum.
Woram menghela nafas dalam dan menatap Boram, “Apa kau tidak akan kesepian selama menungguku?”
Boram menggeleng, “Aniya, aku akan sangat senang selama menunggumu. Karena aku tau kau akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik..”
Meskipun berat, perlahan-lahan Woram berusaha merelakan semua yang terjadi pada saudarinya. “Aku sangat menyayangimu Boram..”
Boram mengangguk, “Ne, aku juga..” jawabnya dan berpelukan dengan saudarinya untuk yang terkahir kali. “Aku akan menunggumu, sampai jumpa saudariku..”
Woram memejamkan matanya sambil menangis, “Sampai jumpa…saudariku..” tangisnya.
Tubuh Hyuna menjadi lemah karena Boram keluar dari tubuhnya.
Woram melepas pelukannya dan memandang Hyuna yang belum sadarkan diri, “Hyuna-ssi?” panggilnya, namun gadis itu tak menjawab dan jatuh terbaring ke tempat tidur. “Hyuna-ssi?” panggilnya sambil mengguncang tubuh Hyuna.
Pintu kamar terbuka dan muncul Hyunseung dengan wajah paniknya, “Hyuna!!” serunya sambil menghampiri gadis itu. “Hyuna!!” serunya sambil mengguncang tubuh Hyuna, lalu memandang Woram. “Apa yang terjadi?”
“Hyuna-ssi membiarkan Boram masuk ke tubuhnya, tapi sekarang dia tidak sadarkan diri..” ucap Woram ikut panic.
Dokter Seo, Taemin dan Key muncul di pintu.
“Ada apa Hyunseung?” Tanya Key bingung.
Hyunseung memegang pipi Hyuna dan menatapnya dalam, “Hyuna!! Kim Hyuna!!”
Dokter Seo menghampiri Hyuna dan memeriksa denyut nadinya, “Denyut nadinya sangat lemah..” ucapnya, lalu memandang Woram. “APa yang terjadi padanya?”
“Oppa, Boram tadi berkomunikasi denganku melalui Hyuna-ssi.. Dia masuk ke tubuhnya dan berbicara padaku. Tapi sekaragn Boram sudah pergi.” Ucap Woram dengan bulir air mata berjatuhan.
Dokter Seo tertegun, “Ne?”
Mata Key membesar, “Mwo?!!” serunya kaget, lalu segera menghampiri Hyuna dan menepuk-nepuk pipinya. “Hyuna! Hyuna!!” panggilnya.
Hyunseung memandang Key bingung, “Apa-apaan kau?”
Key menatap Hyunseung panic, “Hyunseung-a, miane.. Aku lupa memberi tau Hyuna kalau membiarkan arwah orang mati menggunakan tubuh kita, berarti arwah kita yang akan keluar dan bisa saja tidak bisa kembali ke tubuhnya lagi..” ucapnya menyesal.
Mata Hyunseung membesar, “MWO?!!”
“Cepat!! Kau harus segera menyadarkannya!! Cepat!! Sebelum dia benar-benar meninggalkan tubuhnya!!” seru Key panic.
Hyunseung memegang kedua bahu Hyuna dan menyentaknya, “Hyuna!! Ya!!! Kim Hyuna!!!” panggilnya.
-Hyuna’s POV-
Aku dimana? Kenapa semuanya gelap? Aku tidak tau harus melangkah kemana, semuanya terlihat sama. “Boram!!” panggilku, tapi tidak ada jawaban. “Oppa!!” panggilku lagi, tetap tak ada yang menjawabku. “Ada orang disana?!!” seruku, tetap tidak ada siapa pun yang menjawab. Apa yang terjadi? Dimana aku? Kumohon, siapa saja tolong aku. Kenapa aku hanya sendiri disini?
“Hyuna!!”
Kepalaku menoleh kearah suara itu. aku yakin benar-benar mendengarnya, tapi disebelah mana?
“KIM HYUNA!!!”
Tiba-tiba sebuah cahaya muncul dari kejauhan, aku segera berlari kesana. Semakin lama semuanya mulai bercahaya. Aku bisa melihat dengan jelas. Hingga cahaya itu membuatku silau dan tak bisa berlari lagi.
-Hyuna’s POV end-
Hyunseung memegang kedua pipi Hyuna dan menatapnya penuh harap, “Jebal, Hyuna..” mohonnya.
“Hyuna-ssi..” ucap Woram menahan tangis.
Nafas Hyuna yang pelan mulai normal kembali, tak lama dahinya berkerut dan membuka matanya perlahan.
Semua orang langsung menghela nafas lega melihat gadis itu kembali.
Hyunseung langsung memeluk Hyuna erat, “Ahh… terima kasih Tuhan!!”
Hyuna memandang Hyunseung bingung dan orang-orang disana, “Ada apa ini?”
Woram memegang tangan Hyuna dan menatapnya penuh haru, “Hyuna-ssi, gumopta. Kau membuatku bisa berbicara dengan Boram dan membahayakan dirimu sendiri, jeongmall gamshamida..” ucapnya sepenuh hati.
Hyuna terdiam sejenak, berusaha mengerti kalau sekarang Boram sudah menyebrang ke alam lain karena tidak melihat arwah gadis itu dimana pun. Perlahan bibirnya membentuk senyuman dan mengangguk perlahan.
Setelah itu.
Karena Hyuna masih merasa lemah, Hyunseung menggndongnya di punggung untuk kembali ke rumah.
“Hyuna-a, gwenchana?” Tanya Key khawatir.
Hyuna mengangguk, “Ne, oppa..”
Hyunseung melirik kearah wajah Hyuna, “Jika kau melakukannya lagi, aku sendiri yang akan membunuhmu! Araso?!”
Hyuna bergidik menatap Hyunseung, “Ne, araso.” Jawabnya cepat.
“Aissh.. jika kau membunuhnya, Sohyun akan kehilangan ibunya!” ucap Taemin sebal.
“Lagi pula siapa yang akan benar-benar membunuhnya?!” Tanya Hyunseung sebal.
Hyuna tertawa kecil dan memandang Hyunseung dari dekat, “Ne, oppa terlalu mencintaiku untuk membunuhku..” ucapnya lucu.
Hyunseung tersenyum malu, “Sudah, diam! Aku masih kesal padamu..” ucapnya pura-pura marah.
Taemin dan Key memutar bola mata kesal dan melangkah duluan kembali kerumah,

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 17]

  1. iyaaa bener kannn..
    setahu ku juga gag mudah sich ma arwah gtoo…
    huuuhffttt untung aja bisa kembalii….
    errrrr oppa serem ahhhh..
    hihihihi tp manis banget kalo maluu gtooo..
    sampe tetem n key langsung menjauhhh gtooo
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s